FAZER LOGINA surprise is waiting for Brielle Ashby when she returns home to her hometown of New York from college. This bombshell will alter her life forever. Zuriel Richardson, the Devilishly Handsome CEO of Richardson Empires, is a playboy but extremely vicious when it comes to his business. He doesn't care if you're alive or dead; all that matters to him is his business, his company, and his profits. When they first meet, it's only for business. But will the spark that she gets from being around him ignite into something more, or is love not in the cards for them? When she will marry him, things become more intimate, but the catch is that there is no love involved.
Ver mais"Bu, jangan dilempar."
Terlambat. Ipad yang baru saja dibeli Alan tiga hari yang lalu sudah melayang di udara, melewati Alan dan hampir saja mengenai wajah Tony. Bahkan membuat Tony jatuh terduduk di lantai karena kaget. Tentu saja ipad yang dilempar tidak selamat. "Honey, kok aku dilempar ipad? Aku salah apa?" seru Tony gugup. Tony tidak tahu apa salahnya sampai calon istrinya yang sudah mengenakan gaun pengantin itu terlihat sangat marah. Amat sangat marah. "Kau masih berani bertanya?" teriakan Gita membahana di dalam kamar hotel tempatnya tadi di make up. Alan yang menemani bosnya sedari tadi hanya bisa menghela napas. Siapa sih yang tidak mengamuk ketika mendapati orang yang akan dinikahinya ternyata hanya mengincar harta. Ya, Gita Bramantara baru saja mengetahui fakta itu sekitar setengah jam yang lalu. Waktu pergi ke Amerika untuk menjenguk adiknya, Gita sudah merasa ada yang salah dengan tunangannya. Gita yang ahli dalam bidang teknologi, dibantu dengan kekuasaan orang tua melakukan penyelidikan sendiri. Tiga puluh menit yang lalu, Alan yang merupakan asisten pribadi Gita akhirnya memberikan laporan. Ditemukan rekaman CCTV dan rekaman suara yang menyatakan Tony hanya mengincar harta Bramantara. Selain itu Tony juga ternyata punya kekasih lain. Parahnya lagi Tony dan kekasihnya terekam kamera sedang bermesraan diatas ranjang, di rumah yang dibeli Gita. Gita mengulurkan tangan pada Alan, seperti sedang meminta sesuatu. Tiga tahun bekerja dengan gadis bar-bar itu, membuat Alan mengerti keinginan bosnya. Alan selalu punya banyak tempat penyimpanan data terkait pekerjaan yang diberikan bosnya itu. "Tolong Bu, yang ini jangan dilempar lagi." Alan menyerahkan ponsel yang digunakannya untuk bekerja, setelah membuka satu file video. Gita dengan kasar mengambil ponsel itu dan memperlihatkan video panas calon suaminya itu. Tony membulatkan matanya tidak percaya. "Hon, dari mana kau temukan video murah seperti itu? Prianya terlihat seperti diriku, tapi itu bukan aku." Dalam kecemasan, Tony masih bisa menjaga suaranya agar tetap tenang. Gita kembali memberikan ponsel pada Alan. Setelah menerima pinsel itu, Alan membuka file yang lain dan memberikannya lagi pada Gita. "Tenang saja sayang, aku hanya cinta padamu. Gadis itu hanya ladang uaNg bagiku. Aku akan menghabiskan hartanya dan meninggalkannya. Siapa juga yang mau dengan perempuan bar-bar seperti dia." Suara itu terdengar dari ponsel yang dipegang Gita dan itu jelas adalah suara Tony. Rekaman suara itu belum berhenti, sekarang malah terdengar suara penuh gairah dari dua orang. Tony sekarang mulai terlihat panik. Dia tidak menyangka kalau niat jahatnya akan terungkap secepat ini dan tepat di hari pernikahannya. Tony makin menciut di bawah tatapan dingin Gita. "Honey, aku yakin itu hanya salah paham." Tony masih berusaha mengelak. "Kau membawa perempuan lain ke rumahku dan bercinta di sana. Apa yang seperti itu yang kau sebut salah paham?" Suara Gita kini sedikit bergetar menahan emosinya. Gita sudah memakai gaun pengantinnya dan berdandan cantik. Gita bahkan sengaja memanjangkan rambut untuk hari ini. Acara juga akan mulai kurang dari sejam lagi, tapi Gita malah mendapatkan fakta bahwa dia hanya dimanfaatkan oleh orang yang dipacarinya selama setahun ini. "Honey itu kan rumah kita bersama. Dan ya, aku rasa itu salah paham saja, perempuan itu yang menggodaku." "Masa bodoh dengan alasan murahanmu itu. Dan itu rumah itu adalah rumahku Tony. Aku yang membelinya dengan uangku dan rumah itu atas namaku, lalu kau berani membawa wanita masuk ke sana?" "Oke honey aku ngaku khilaf. Aku minta maaf untuk semua itu. Ini hari pernikahan kita Hon, harusnya kita tidak bertengkar seperti ini." "Persetan dengan pernikahan. Aku tidak mau menikah dengan pengkhianat dannlintah darat sepertimu. Usir dia dari hotel ini." Kata-kata Gita yang terakhir itu ditujukan untuk Alan. "Tapi Bu ...." Kata-kata Alan terhenti begitu mendapat tatapan tajam dari bosnya. Tanpa perlu diperintah dua kali, Alan segera berjalan ke pintu kamar dan meminta pengawal yang siaga di sana membawa Tony keluar. "Tunggu dulu Hon. Kau tidak bisa melakukan ini padaku. Kau cinta padaku kan? Kita akan menikah, kau tidak boleh mengusirku seperti ini." "Oh, aku sangat bisa melakukan itu Tony." "Apa yang nanti dikatakan orang tua kita? Kau tidak mungkin membuat keluargamu malukan?" Tony percaya diri dengan kata-katanya sekarang, dia yakin Gita tidak ingin mengecewakan orang tuanya. "Aku akan mengecewakan mereka jika aku menikah denganmu dan bercerai besok." Gita berbicara dengan tenang dan tegas, membuat Tony makin panik. "Seret dia keluar dan usir semua tamu pria brengsek ini." Gita memberi perintah pada Alan. Dua orang pengawal berbadan kekar langsung menyeret Tony keluar dari kamar, tanpa peduli teriakan seta makian yang dilontarkan lelaki itu. "Hon, jangan buang aku." Tanpa tahu malu Tony masih berteriak dengan panggilan sayang. "Apa yang kau lakukan di sini? Segera usir tamu pria itu dari ballroom," sergah Gita sambil melirik Alan dengan tatapan dingin. "Ibu yakin mau membatalkan acaranya?" Alan bertanya dengan nada ragu-ragu. Kalau sampai pernikahan ini batal, bisa dijamin semua saham Bramantara Grup akan terjun bebas. Yah, kalau sampai perceraian yang terjadi tetap akan sama sih, tapi kalau Gita bisa bertahan perusahaan masih bisa diselamatkan. Gita tentu tahu akan hal itu. "Apa kau tuli? Aku menyuruhmu mengusir tamu lelaki sialan itu." "Hah? Hanya tamu dari Pak Tony? " tanya Alan heran. "Kalau kau masih bertanya sekali lagi, aku akan memotong gajimu." Gita memberi tatapan mengancam yang membuat Alan bergidik. "Akan saya laksanakan perintahnya Bu," seru Alan sambil membetulkan letak kacamatanya dan segera keluar untuk mengatur ballroom. Tak lama setelah Alan pergi, kedua orang tua Gita datang. "Apa yang terjadi Sayang? Alan bilang kau mengusir Tony, tadi Tony juga sempat telepon Mom." Julie mendekati putri sambungnya itu. Julie menangkup pipi putri sulungnya dengan hati-hati, takut make up Gita rusak. "Kalian bertengkar?" lanjutnya dalam nada tanya. Gita tidak memberikan jawaban. Gita mengulurkan ponsel Alan yang masih dipegangnya pada sang ayah. Dengan ragu-ragu Alex mengambil ponsel itu dan melihatnya sedikt bingung, sebelum memutar tombol play yang ada di layar. Begitu suara Tony terdengar, Julie mengalihkan perhatiannya pada ponsel itu. Setiap detik yang berlalu membuat Alex menggenggam ponsel makin kuat. "Brengsek," maki Alex begitu rekaman suaranya selesai. "Masih ada rekaman video yang lain," gumam Gita dengan nada tenang. Sekarang Julie yang mengambil alih ponsel itu dan mencari video yang dimaksud. Begitu menemukannya, Julie langsung berteriak marah. "Apa-apaan ini? Tony selingkuh?" "Aku akan membunuhnya." Alex sudah akan beranjak pergi, tapi Gita menahannya. "Tidak perlu menyia-nyiakan tenagamu untuk orang seperti itu Dad. Dia bahkan tidak pantas bicara dengan kita." "Yang dikatakan Gita benar Lex. Mungkin ini yang terbaik. Lebih baik batal menikah, daripada nanti cerai." Julie memeluk Gita dengan penuh kasih sayang. "Kita batalkan saja ya," bisik Julie pelan. "Gak Mom, pernikahan ini akan tetap berlangsung." ***To be continued***Author note*****Important note:- The scenes in this chapter are from the past time, after one month of Eternity's kidnapping, and that phase where Eternity losses her virginity to Aaron and her pregnancy phase.**********Eternity povI looked outside from the window, as the coffee mug I was holding is giving me warmth in such a cold weatherIt's been a month since that kidnapping incident when Fabian Crave kidnapped me, tortured me, and then Aaron, my husband, comes to save meI've got nightmares since that day, there are times in the night when I woke up screaming and trembling in fearBut, now I'm healing from that mental trauma as Aaron was always here to take care of me, to"Baby, I'm home," Aaron entered our bedroomI smiled and he approached me and kissed my lips gently"So, how was your day," I smiled"Torturous without you," he hugged me inhaling my fragrance"Mr. Knight just stop being so cheesy," I teased and gently pushed him away and he pouted"I love you," he whispered
I cleared my eyes, oppressive pain passed through my grit and bone, I recognized that I am again linked with metal Handcuffs, so many men are defending this chamber where they put me from insideI don't realize how long I am here but I guess it's newer than twelve hoursThen my mind reached back to my Aaron, my husband my existence, my soul, my heartDid he learn where I am, I am feeling so fragile now I didn't even eat anything for three days; I thought to have a beautiful and peaceful life with him, carrying his kids.I don't think so, I can be alive much now, I just wish to see a love of my life, my soul, my husband Aaron before dying"Don't worry beautiful your husband will never get a know where are you because, our boss kept you in very, very far away and dangerous abandoned island," Man of That bastard fabian bark to meMy hands are arching to slap his not go good ugly face and kill him"I know my Aaron will come here for me and kill fabian and arrogance of fabian will be burne
I adjust my eyes open and noticed; I am in some dark, isolated place they cuff my hand with metal chains and the same to my legsI heard the sound of waves like I am near some island or sea shoresideSuddenly the door of that dark room opened"You are awake darling," I heard a man's voiceI looked up to see who he was it was an unfamiliar voice but looked so dangerousI can't be able to see him because of the dark in the roomHe chuckled "want to see me," He sneered and order his men to open the windows of the room, when they opened windows, icy breeze wind and smell of fresh seawater waves through me like, I am at some seaside or on IslandI closed my eyes when they contacted sunlight directly; I felt the empty feeling in my stomach I looked up who he was. He was a man seems in his mid-sixties and he has forest green eyes and an ugly scar behind his eyes"So, finally you saw my darling," He asked me and comes near me. He lifted his hand to touch me but, I quickly jerked backward"Don
"You didn't attract from me," He said to smirk while coming towards me I started going backward, soon I bumped into a wall of the kitchen he cage me between his arms his eyes are on my lips, I blushed so hard feeling his intense gaze over me and the next thing he does is very surprisingNext moment he pressed his lips over mineI quickly grabbed the hem of his shirt in a halt with a small gasp, he is kissing me His lips brushed mine. Not innocent, like a tease, but hot, fiery, passionate, and demanding. I want to pull away before I lose myself, but I can't seem to...In this minty moment, my senses have been seduced and I can no longer think straight. "Eternity," he whispers slowly, prolonging each letter as if to savor them. I arched my head back closing my eyes, when his hand reaches my thighs and he clutched my waist so tightly, my heart fluttering at his voice as I clasp my hands on either side of his shoulders and gripped his shoulders. Never before has my name ever felt so wonder
When I saw a shooting star, I quickly gripped the hem of my shirt, I am wearing simple pyjama pants with a shirt, and I have felt that familiar sensation since childhood whenever I saw a shooting star, my insides always felt so light with a strange feeling that everything is going to be alright soon
"Oof!" I yelled.Arron abruptly halted and turned around, his gaze falling on my wounded leg, and he jogged towards me."What happened, are you all right?" he inquired, frowning and lightly rubbing my hurt leg."I slipped off so my leg," I explained to him, gulping and closing my eyes as I winced from
I noticed that man who was quite helpful, He's the same age as Aaron and is dressed in an Armani suit. With black hair and sea-blue eyes, he is rather attractive, but not as much as Aaron."Thank you," I said earnestly, my eyes crinkling."Anything for a gorgeous lady," he remarked with a grin."Well
Wow, Eter, you are very stunning.Olivia chirped, her fingers splayed and one palm covering her eyes, beaming as if she saw Lilly Collins in front of her.I'm dressed to the nines.The crimson fuchsia high-low dress is cut vertically at the hemline, making it short in some places and long in others. Th


















Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
avaliações