Share

Mendengar Rencana

Author: Aldra_12
last update Last Updated: 2026-01-20 10:10:57

Di ruang kerja Arthur.

Arthur sedang mengecek berkas yang ada di mejanya.

Suara dering ponsel membuyarkan lamunannya. Ketika pandangannya tertuju ke layar ponsel yang terus menyala, ekspresi wajah Arthur hanya datar.

Arthur mengabaikan panggilan dan pesan yang diterimanya.

Baru saja ponsel Arthur berhenti berdering, sekarang terdengar suara ketukan pintu yang membuat Arthur mengangkat pandangannya.

“Masuk,” perintahnya.

Begitu pintu terbuka. Kendrick masuk ke dalam ruangan Arthur.

“Tuan, kenapa Anda tidak membalas panggilan dari Nona Carla? Dia sampai menghubungiku.”

Kendrick berdiri di depan meja Arthur, menatap atasannya yang sibuk dengan berkas di meja.

Arthur diam beberapa detik, hingga tatapannya tertuju pada Kendrick yang memasang wajah panik.

“Apa dia begitu penting sampai kamu panik seperti itu?” Suara Arthur begitu datar.

Kendrick terkesiap. Dia terdiam beberapa saat mendengarkan ucapan Arthur. Benar juga, kenapa dia harus panik?

“Soalnya Nona Carla menghubungi dengan suara p
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Adeena
Kian pasti nabrak Arthur ini apa malah ketemu sepupu Arthur bisa bahaya...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Provokasi

    “Benar. Arthur tidak mungkin asal menikah begitu saja, jadi ini alasannya.” Carla menatap geram mengetahui alasan di balik pernikahan Arthur.Oliver menyeringai. Dia lebih dulu menenggak minuman, sebelum kembali bicara. “Kamu sudah tahu faktanya, lalu apa kamu akan menerima begitu saja kalau Arthur menikahi wanita lain?”Carla menatap Oliver dengan cepat. Kepalanya menggeleng pelan.“Aku sangat yakin kalau Arthur sebenarnya mencintaimu. Hanya saja, waktu itu dia tak punya pilihan.” Kalimat provokasi kembali meluncur dari bibir Oliver.Carla menatap penuh harap. “Apa yang kamu katakan benar. Arthur mengabaikanku pasti karena merasa bersalah padaku sebab dia menikah dengan wanita lain.”Oliver mengangguk-angguk pelan. Dia mendesis pelan setelah kembali menenggak minuman dari gelas.“Jika kamu mencintainya, seharusnya kamu memperjuangkannya, bukan malah putus asa dan mabuk-mabukan begini. Benarkan?” Sorot mata Oliver berubah licik. “Kalau aku jadi kamu, aku akan mati-matian merebut hati

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Rencana Oliver

    Menjelang sore.Oliver keluar dari ruang kerjanya. Pandangannya lebih dulu tertuju ke meja Kian, sebelum akhirnya dia melangkah menghampiri Kian.Begitu tiba di depan meja Kian, Oliver menyapa, “Kian.”Kian mengangkat pandangannya dan melihat Oliver yang sudah menatapnya.Kian buru-buru berdiri dari duduknya. “Iya, Pak. Ada yang bisa saya bantu?”Oliver tersenyum melihat Kian yang begitu sigap meresponnya.“Malam ini aku mau mentraktir semua staff untuk merayakan jabatanku di sini.”Kian terdiam beberapa saat mendengar ajakan Oliver.“Mohon maaf, Pak. Sepertinya saya tidak bisa ikut.” Kian tersenyum kecil setelah memberikan penolakan.Satu sudut alis Oliver tertarik ke atas. “Kenapa?”Kian tersenyum canggung. “Besok saya ada acara, jadi harus pulang lebih awal hari ini.”“Acara apa?”Kian menatap aneh karena Oliver seperti ingin segala sesuatu tentangnya dengan detail. Namun, Kian memaklumi sikap Oliver.“Acara keluarga, Pak,” jawab Kian.Oliver mengembuskan napas pelan. “Baiklah kala

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Menolak Tawaran

    Arthur diam dengan tenang mendengar pertanyaan Kian.“Aku ingin menceritakan sesuatu padamu, tapi nanti, setelah dari makam kedua orang tuamu.”Kian mengangguk pelan, walau sedikit kecewa karena harus menyimpan rasa penasarannya.“Besok kita pergi ke sana, setelahnya aku akan memberitahukan apa yang ingin kuberitahukan padamu.”Kian melebarkan senyum. Rasa penasarannya tergantikan dengan rasa bahagia karena akhirnya dia bisa melihat makam kedua orang tuanya.“Terima kasih karena kamu mau ikut bersamaku.” Kian buru-buru menyantap sarapannya setelah bicara.Sedangkan Arthur, meski senang melihat Kian bahagia, tapi jelas ada kecemasan yang terselip dari sorot matanya.**Kian berangkat ke perusahaan setelah sarapan. Sesampainya di sana, Kian langsung naik menuju lantai departemen desain berada.Kian melangkah keluar lift menuju ruang departemen, ketika sebuah panggilan membuat langkahnya terhenti.Kian membalikkan tubuhnya, dia langsung membungkukkan tubuhnya saat melihat Oliver melangka

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Hampir Saja

    Kian meneguk ludah kasar mendengar ucapan Arthur. Jantungnya berdegup semakin cepat ketika wajah Arthur semakin dekat, bahkan bibir mereka hampir bersentuhan.Kian memejamkan mata. Namun, hal yang terjadi berikutnya, tidak seperti yang Kian takutkan.Kian merasakan kepala Arthur jatuh bersandar di pundaknya.Kian membuka mata dengan cepat sebelum menoleh ke sisi kiri. Dia melihat Arthur yang memejamkan mata.Tampak begitu damai meski wajahnya begitu merah.“Arthur,” panggil Kian mencoba membangunkan. Tidak ada balasan dari Arthur, pria ini tertidur pulas.Kian mengembuskan napas pelan. Dia begitu lega karena Arthur tak memaksanya.Sekuat tenaga Kian menggeser tubuh Arthur agar menyingkir dari atas tubuhnya. Apalagi tubuh Arthur benar-benar berat sampai membuat dadanya sesak.Begitu berhasil menggeser tubuh Arthur hingga terbaring di ranjang, Kian segera bangun lalu menyelimuti tubuh Arthur.Kian duduk di samping Arthur sambil terus memandang suaminya.“Apa yang membuatmu mabuk begini

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Hanya Milik Kian

    “Apa?” Caterine sangat terkejut.“Arthur, apa kamu sedang mempermainkan perasaan Carla? Bukankah dulu kamu sangat mencintainya?” Caterine menatap tak senang pada Arthur.Arthur membuang napas pelan. “Bibi, Carla hanyalah seorang adik bagiku. Janjiku pada Devon tidak akan pernah aku ingkari, aku akan menjaga Carla sampai dia mendapat pasangan yang layak untuknya.”Caterine tidak terima.“Carla sangat mencintaimu. Bahkan selama bertahun-tahun ini, dia belajar giat agar bisa setara denganmu. Bagaimana bisa kamu menganggapnya hanya sebagai adik?”“Arthur.”Suara Carla membuat Arthur dan Caterine menoleh bersamaan.“Arthur, kamu di sini.” Carla tersenyum pada Arthur, walah matanya masih sedikit tertutup.Caterine sangat lega melihat putrinya sudah bangun. Dia membungkuk ke Carla sambil menanyakan kondisi putrinya.Namun, tatapan Carla terus tertuju pada Arthur. Pria yang beberapa hari ini mengabaikannya dan sekarang muncul di hadapannya.“Sepertinya kondisimu sudah lebih baik. Kalau begitu

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Gagal Jujur

    Bola mata Arthur membola lebar mendengar ucapan Kian. Namun, sebelum dia mengelak, Kian sudah lebih dulu berkata.“Tenang saja, aku akan menjaga batasan.”Arthur menatap Kian yang tersenyum manis padanya.“Walau sebenarnya, Pak Oliver menawariku menjadi asistennya.”“Apa?” Suara Arthur ketika terkejut hampir membuat Kian berjengit.“Kenapa kamu sampai terkejut begitu? Aku hanya menyampaikan tawarannya, jika kamu tidak setuju, aku juga tidak akan menerimanya. Lagi pula, aku lebih suka menjadi desainer ketimbang asisten.”Telapak tangan Arthur mengepal erat di atas paha, matanya merah memendam amarah karena Oliver berani merekrut Kian sebagai asisten pribadinya.“Jangan terima.” Suara Arthur berubah tegas dan dalam.Kian melihat ketidaksukaan dalam sorot mata Arthur. Dia mengangguk pelan.“Iya, aku mengerti. Aku ‘kan sudah bilang, aku tidak suka menjadi–”Kalimat Kian terjeda ketika Arthur tiba-tiba menyentuhkan bibir mereka.Mata Kian membola sempurna. Dia melihat Arthur yang memejamk

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status