Share

Setuju Operasi

Author: Aldra_12
last update publish date: 2026-05-06 17:43:26

Sore hari.

Arthur berjalan di koridor rumah sakit menuju ruang dokter kandungan yang merawat Kian.

Dia meninggalkan perusahaan lebih awal setelah Arron memberitahukan apa yang dokter sampaikan siang tadi.

Mengetuk pintu lebih dahulu, Arthur masuk ke dalam ruang dokter setelah dipersilakan.

“Pak Arthur, silakan duduk.”

Arthur mengangguk.

Dia mendudukkan tubuhnya di kursi yang ada di depan meja dokter.

“Bagaimana dengan kondisi istri saya, Dok?” Arthur langsung bertanya.

“Begini Pak Arthur. Usia
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Adeena
Hendra sekongkol sama paman'y Arthur ini....
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Benar Anak Kian

    Arron sangat terkejut mendengar rengekan Kian. Sampai tatapan Arron kini tertuju pada Sienna.Arron menatap Sienna yang diam dan seperti ingin menangis.Arron melihat Kian yang sudah tidak bisa bersikap tenang, sehingga kini Arron yang berusaha menengahi. “Sienna, apa Kaylan benar-benar anak kandungmu? Aku harap kamu jujur, Sienna.” Meski nada suaranya pelan, tapi terselip penekanan di setiap katanya.Sienna menatap pada Arron, air matanya menetes begitu saja saat melihat tatapan penuh harap dari Arron.Sienna meremas jemarinya, ada kilat ketakutan yang menyorot dari matanya.“Soal ini … bisakah kalian mendengarkan penjelasanku?” Setelah bicara, tiba-tiba Sienna menjatuhkan lutut di marmer.Kian dan Arron terkejut melihat sikap Sienna, sampai Sienna kembali bicara.“Aku memang bukan ibu kandungnya. Tapi aku juga tidak tahu siapa orang tua Kaylan. Kumohon kalian percayalah padaku, aku tidak pernah berniat jahat. Aku sudah sangat berusaha selama ini menjaganya. Aku mohon.” Sienna mencen

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Kaylan Anakku

    Sienna dan Kian melangkah keluar dari kamar. Lalu Kian menutup pintu dengan pelan agar tidak mengganggu Kaylan istirahat.Begitu keduanya sudah ada di depan kamar Kaylan, tatapan Kian langsung tertuju pada Sienna. Sorot matanya tak bisa lagi menyembunyikan kegelisahan dan rasa penasaran yang sedang menguasai hatinya.Kian menatap pada Sienna yang tampak bingung karena ajakannya.Kian lebih dulu menarik napas dalam-dalam, lalu mengembuskan perlahan.“Sienna, aku ingin menanyakan sesuatu padamu, tapi aku harap kamu bisa jujur padaku.” Suara Kian sedikit tertahan. Napasnya seperti mau meledak di dadanya.Melihat perubahan sikap Kian yang biasanya tenang dan lembut menjadi sedikit agresif, Sienna mengangguk pelan untuk menjawab pertanyaan Kian.Kian mencoba tenang, lalu dia mulai bertanya, “Sienna, aku ingin tanya soal tanda lahir di lengan kiri Kaylan. Apa tanda kemerahan agak ungu itu memang bawaan sejak dia lahir?”Sienna terkejut. Dia melihat tatapan emosional dari sorot mata Kian set

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Kenapa Sama?

    Tatapan Kian masih tak teralihkan dari lengan Kaylan.Tanda kemerahan sedikit ungu, tak menggoyahkan tatapan Kian sama sekali.Dada Kian berdesir hebat, jantungnya berdegup kencang hingga menimbulkan rasa sesak yang menyesakkan rongga dadanya. Mata Kian tiba-tiba berkaca-kaca, panas dan basah mengaburkan pandangannya.Ingatan Kian ditarik paksa, mundur ke lima tahun lalu.Kian teringat pada bayangan bayi mungilnya yang hilang tanpa jejak, bayi yang memiliki tanda lahir yang persis sama di tempat yang sama seperti milik Kaylan.“Kay ....” Suara Kian bergetar. Dia menahan napasnya sejenak. “Bibi boleh tanya sesuatu? Apa ... apa sejak kecil Kaylan sudah punya tanda lahir berwarna merah di lengan kiri ini?” Tatapan Kian kini tertuju pada wajah Kaylan, matanya menyorot penuh harap.Kaylan melirik ke lengannya. Namun, tepat di saat Kaylan hendak menjawab pertanyaan itu, terdengar suara pintu terbuka yang mengalihkan pandangan Kaylan dan Kian.Sienna melangkah masuk ke dalam kamar dengan n

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Tak Asing

    Kian membantu Kaylan turun dari ranjang pemeriksaan dengan sangat hati-hati setelah menyelesaikan semua administrasi dan berpamitan dengan guru Kaylan.Kian menggandeng tangan Kaylan untuk menuju area parkir rumah sakit.“Kaylan.” Kian menoleh pada Kaylan. Dia menatap ke perban yang menempel di kening kanan anak itu. “Boleh Bibi tahu, tadi kenapa Kaylan bisa sampai jatuh di lapangan?”Kaylan hanya menatap pada Kian. Bibirnya terkatup rapat, dari sorot matanya seolah menyiratkan jika dia tidak ingin mengatakan apa yang terjadi.Kian mengembuskan napas pelan melihat sikap diamnya Kaylan. Dia memilih tak terlalu memaksa.“Ya sudah, kalau Kay belum mau cerita tidak apa-apa. Kita pulang sekarang, ya.” Tatapan Kian begitu lembut pada Kaylan.Kaylan mengangguk-angguk. Dia semakin mempererat genggaman tangan pada Kian yang begitu hangat dan halus.Begitu sampai di area parkir. Kian memastikan Kaylan duduk dengan nyaman di dalam mobil. Baru setelahnya dia melajukan mobil menuju rumah.Di sepan

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Terluka di Sekolah

    Kian meninggalkan perusahaan dengan tergesa-gesa. Dia mengemudikan mobilnya membelah jalanan menuju sekolah Kaylan.Wajah Kian pucat pasi, dia tak bisa menutupi kegelisahan dan kepanikannya. Bahkan beberapa kali Kian menekan klakson dengan sangat kuat ketika ada mobil yang melaju menghambat perjalanannya.Kian sangat ketakutan mendengar kabar jika Kaylan jatuh dan kepalanya berdarah sampai harus dilarikan ke rumah sakit. Bahkan napasnya mendadak sesak karena dia menahan air matanya agar tidak luruh.Begitu tiba di rumah sakit yang dekat dengan sekolah Kaylan. Kian segera menuju ke UGD.Sesampainya di sana, tatapan Kian tertuju pada guru Kaylan yang berdiri di depan ruang pemeriksaan.Kian bergegas menghampiri, begitu sampai di depan guru Kaylan, Kian langsung bertanya, “Miss, apa yang terjadi?”Guru Kaylan menatap penuh rasa bersalah pada Kian.“Begini, tadi waktu pelajaran olahraga. Kaylan berdiri di dekat Diana. Tapi entah kenapa, tiba-tiba anak-anak berteriak, pas saya cek, Kaylan

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Terjadi Sesuatu

    Napas Kian berembus kasar. “Tapi ini juga hanya dugaanku saja, karena wanita di dalam video seperti takut memperlihatkan secara jelas kemasan produk milik HW. Company.” Setelah bicara, Kian memijat pangkal hidungnya.Ginny menatap simpati pada Kian. Dia tahu bagaimana usaha Kian menaikkan perusahaan ini setelah kemunduran lima tahun lalu. Berita dengan komentar negatif seperti ini pasti membuat Kian tertekan.“Tapi saya juga berpikiran ke arah sana, Bu.” Ginny benar-benar menatap cemas melihat raut wajah Kian yang sekarang suram. “Saya sudah meminta tim terkait untuk menyelidiki lebih lanjut mengenai rekam jejak pemilik akun sosial media tersebut. Saat ini, kami semua masih menunggu hasil laporan dari mereka.”Kian menghela napas panjang. Dia kembali menatap pada Ginny yang berdiri dengan tatapan cemas ke arahnya. “Masalah ini harus segera ditangani dengan baik dan hati-hati.” Kian menjeda ucapannya, napasnya lagi-lagi berembus berat. “Kita tidak boleh gegabah menanggapi masalah ini

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Bertemu Orang Sejenis

    Kedua kaki Siska mundur selangkah. Tatapannya tak teralihkan dari mobil mewah yang baru saja berhenti di dekatnya.Sampai dia melihat kaca jendela belakang perlahan turun.Siska melihat seorang pria berpakaian jas rapi duduk di kursi belakang.“Butuh tumpangan?”Pertanyaan itu yang terlontar, saat

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Akhirnya Diusir

    Keesokan harinya.Kian keluar dari kamar lebih awal. Dia ingin ke dapur untuk membuatkan Arthur kopi.Saat baru saja melangkah untuk melewati kamar yang ditempati Siska, langkah Kian terhenti kala melihat Siska keluar dari kamar hanya memakai kaus ketat dan celana pendek setengah paha.“Apa kamu ti

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Kasihan Sekali

    Di rumah yang Kian tempati sekarang.Kian hanya duduk dengan tatapan mengedar ke seluruh ruangan yang sekarang ditempatinya. Tidak banyak perabot di sana, tapi jelas kalau rumah itu termasuk mewah dengan desain interior yang cantik.Sejak kepergian Arthur, Kian tidak berani masuk ke dalam rumah lebi

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Tidak Direstui

    “Apa maksudmu?” Arron langsung bangkit dari duduknya. Sambil meremat pangkal tongkat yang dipegangnya, tatapan Arron tertuju ke surat nikah yang Arthur tunjukkan.“Kakek ingin aku menikah, kan? Sekarang kukabulkan, aku sudah menikah,” ucap Arthur dengan tenang.Sedangkan Oliver. Dia diam memandang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status