Share

Tidak Percaya

Author: Aldra_12
last update Last Updated: 2025-12-31 10:33:08

Tatapan Kian begitu dalam setelah mendengar pertanyaan Arthur. Dia tidak langsung membalas, seperkian detik menatap, sebelum mengembuskan napas pelan.

Lalu, dengan sorot mata begitu meyakinkan, Kian lantas berucap, “Ya, aku memang tidak percaya padamu.”

Tatapan Kian masih terus tertuju pada Arthur tanpa keraguan setelah berucap.

Arthur diam meski terkejut dengan jawaban yang Kian ucapkan. Ekspresi wajahnya masih datar seperti biasanya.

Kian menarik napas dalam-dalam, mengembuskan pelan lalu kembali berkata, “Kita hanya menikah kontrak. Di mana letak kepercayaan yang kamu maksud?”

Masih dengan tatapan serius tak teralihkan, tanpa menunggu Arthur membalas ucapannya, Kian kembali berkata, “Bahkan, yang berkata ingin serius hidup denganku saja bisa membohongiku, apalagi kamu, yang hanya menikah sandiwara denganku?”

Arthur benar-benar diam, tatapannya kini tertuju pada mata Kian yang berkaca-kaca, bahkan ada bulir kristal di ujung mata Kian yang siap menetes dari tempatnya.

Sudut bibir Ki
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Aldra_12
selamat tahun baru 2026. Terima kasih sudah membaca kisah Kian-Arthur dan mendukung buku ini. Semoga Kakak menikmati kisah mereka, sampai akhir
goodnovel comment avatar
Berta Sitorus
wih makin seru. ga sabar nunggu terusannya. selamat menjelang tahun 2026 ya ka. sehat sehat selalu biar terusan ceritanya tidak terputus. semangat.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Sesuatu Yang Aneh

    Kian masih saling tatap dengan Arthur, pinggangnya masih ditopang tangan kekar Arthur, cengkraman di tubuhnya mengerat membuat detak jantungnya tiba-tiba meningkat. Saat kesadarannya kembali tertarik, Kian buru-buru berdiri dengan tegak, membuat tangan Arthur terlepas dari pinggangnya. Kian mengalihkan pandangan dari Arthur, kedua pipinya panas.Berdeham pelan menatap Kian yang sedang merapikan rambut, “Ternyata kamu sudah bangun,” katanya dengan nada datar seperti biasa.Ketika tatapannya kembali tertuju pada Arthur, kedua pipi Kian semakin memanas. Dia berusaha tenang dengan menganggukkan kepala pelan. “Hm … aku mau membuat sarapan.” Jari Kian menunjuk ke arah belakang Arthur berdiri saat ini.Sebelum Kian melangkah untuk melewati Arthur, pria ini sudah lebih dulu berucap, “Tidak perlu, aku sudah memesan makanan.”Seketika tatapan Kian tertuju pada Arthur. Menatap dengan ekspresi tak percaya, Kian membalas, “Apa tidak boros kalau terus pesan makanan?”“Tidak,” balas Arthur cepat, “

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Masih Memikirkannya?

    Malam semakin larut.Saat kembali keluar dari kamar, Arthur melihat Kian yang tertidur di ruang tengah dengan posisi duduk di lantai, kedua tangan terlipat di atas meja dijadikan bantal.Melangkah mendekat ke tempat Kian tertidur. Arthur lantas berjongkok di samping Kian, tatapannya tertuju ke kertas-kertas desain di atas meja.Begitu Arthur mengambil salah satu kertas sketsa di meja, bibirnya terulas tipis melihat coretan revisi yang Kian lakukan.Arthur tidak salah memilih Kian untuk masuk ke dalam HW. Company sebagai tim desain.Menoleh pada Kian yang tidur dengan sangat lelap. Gerakan tangan Arthur yang ingin menyentuh lengan Kian terhenti. Kembali menggulung jemarinya dalam kepalan, Arthur akhirnya memilih lebih dulu merapikan kertas-kertas di meja.Setelah semua tersimpan rapi, Arthur memegang salah satu lengan Kian, dengan hati-hati menelusupkan satu tangan lain di bawah kedua kaki Kian, sebelum akhirnya mengangkat dengan ringan tubuh Kian.Kedua kaki Arthur terayun menuju kama

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Membahas Desain

    Arthur melangkah menuju kamar untuk beristirahat setelah selesai makan malam. Namun, gerakan kedua kakinya terhenti, saat tatapannya tertuju pada Kian yang sedang duduk di lantai, menghadap meja di ruang tengah dengan beberapa kertas di atas meja.Melangkah mendekat ke arah Kian, Arthur kini berdiri di belakang Kian, mengamati apa yang sedang Kian kerjakan.Mengenali gambar yang ada di atas meja, satu sudut alis Arthur tertarik ke atas, sebelum dia bertanya, “Itu desain terbaru milik HW. Company, kamu membawa pekerjaan pulang?”Kian terkejut mendengar suara Arthur, dia langsung menoleh, dengan sedikit mendongak bisa saling tatap dengan Arthur.“Iya,” balas Kian,”supervisor memintaku mengerjakan project desain produk ini.”Arthur duduk di sofa belakang Kian, selembar kertas desain diambilnya dari meja, lalu dia mengamatinya sesaat.Tentu saja Arthur tahu, ini desain yang ditolaknya. Saat tatapannya tertuju pada Kian, dia bertanya-tanya kenapa supervisor malah memberikan pekerjaan ini s

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Tidak Percaya

    Tatapan Kian begitu dalam setelah mendengar pertanyaan Arthur. Dia tidak langsung membalas, seperkian detik menatap, sebelum mengembuskan napas pelan.Lalu, dengan sorot mata begitu meyakinkan, Kian lantas berucap, “Ya, aku memang tidak percaya padamu.” Tatapan Kian masih terus tertuju pada Arthur tanpa keraguan setelah berucap.Arthur diam meski terkejut dengan jawaban yang Kian ucapkan. Ekspresi wajahnya masih datar seperti biasanya.Kian menarik napas dalam-dalam, mengembuskan pelan lalu kembali berkata, “Kita hanya menikah kontrak. Di mana letak kepercayaan yang kamu maksud?”Masih dengan tatapan serius tak teralihkan, tanpa menunggu Arthur membalas ucapannya, Kian kembali berkata, “Bahkan, yang berkata ingin serius hidup denganku saja bisa membohongiku, apalagi kamu, yang hanya menikah sandiwara denganku?”Arthur benar-benar diam, tatapannya kini tertuju pada mata Kian yang berkaca-kaca, bahkan ada bulir kristal di ujung mata Kian yang siap menetes dari tempatnya.Sudut bibir Ki

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Arthur Marah

    Malam hari.Tatapan Arthur tertuju ke jarum jam dinding yang menunjukkan pukul tujuh malam. Matanya lantas menoleh ke arah pintu utama, hingga sampai detik ini, Kian bahkan belum menginjakkan kaki di rumah.Diam beberapa saat, akhirnya Arthur mendial nomor Kian, tapi tidak ada balasan.“Dia tidak mungkin lembur di hari pertamanya.”Matanya menelisik, berpikir. Sampai akhirnya Arthur mencoba menghubungi Kendrick.Ponsel sudah menyentuh telinga. Suara dering terdengar beberapa kali, sampai akhirnya Arthur mendengar suara sapaan Kendrick dari seberang panggilan.“Sampai detik ini, Kian belum tiba di rumah. Cek ke perusahaan, apa dia masih ada di sana,” perintah Arthur.“Baik, Tuan. Saya akan segera melaksanakan perintah Anda.”Panggilan itu berakhir. Arthur duduk sambil menggenggam ponselnya, menunggu informasi dari Kendrick.Arthur bahkan kembali menghubungi Kian, tapi tetap saja tidak ada balasan dari istrinya ini.Lama menunggu dengan ekspresi tegang, akhirnya ponselnya berdering deng

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Takut Tersaingi

    Suara langkah kaki Kanaya menggema di koridor departemen desain. Tatapan Kanaya penuh dengan rasa penasaran. Kepala HRD tidak mau memberitahunya alasan Kian bisa masuk ke HW. Company, dan hanya mengatakan kalau Kanaya harus menjaga baik Kian.“Huh, menjaga baik? Dia pikir siapa?”Langkah Kanaya terhenti saat mencapai ruang departemen. Tatapannya kini tertuju ke arah meja Kian berada, mantan sahabatnya ini sekarang sedang berdiskusi dengan Daniel.“Masuk dengan cara tak biasa, ya? Baiklah, kalau dia merasa mampu, seharusnya dia mengerjakan bagian yang sulit dalam tim.” Kanaya tersenyum miring.Dia kembali mengayunkan langkah menuju meja kerjanya, tatapannya begitu sinis ke arah Kian.Kanaya jelas tahu bagaimana kemampuan Kian, mahasiswa dengan nilai terbaik di jurusan mereka dulu, selalu mendapat pujian dari dosen juga para guru ketika duduk di bangku sekolah.Namun, dengan lamanya Kian tak pernah mengeksplore kemampuannya, Kanaya yakin kalau Kian tak sehebat dulu.Setelah mengambil b

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status