Compartir

Bab 43

Autor: Nana Shina
last update Fecha de publicación: 2026-10-08 16:30:17
Malam ketiga Arka tak tidur di rumah. Dua hari sebelumnya Ayu masih biasa saja. Ia tidak terlalu memikirkan ketidakhadiran suami karena Arka memang memiliki banyak urusan sejak mengambil alih Scentara. Namun grup W******p bentukan Andri dan Riris perlahan membuat pikirannya terusik.

Selain membahas informasi yang tak bisa mereka utarakan secara terbuka dalam promosi Velvet Rain, beberapa anggota juga kerap melempar gosip tentang Arka dan sekretarisnya.

Ponsel di sisi Ayu kembali menyala. Pesan
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Istri Kontrak Sang CEO   Bab 90

    Ayu menyusuri lorong lantai dua menuju lift. Senyum manis menghiasi wajahnya sementara sebuah ponsel menempel di telinga kiri. Beberapa pegawai yang berpapasan dengannya memberikan anggukan hormat. Ayu membalas dengan gestur serupa tanpa sedikit pun mengalihkan perhatian dari percakapan di seberang sambungan. "Iya, Ma'am. Aku akan mampir ke kafe dalam waktu dekat." Sahutan protes terdengar menggemaskan di telinga Ayu. Perempuan yang sedang diajak bicara itu memiliki segudang kesibukan, mungkin jauh lebih padat daripada dirinya, tetapi perempuan itu tetap bersikukuh ingin bertemu. "Oh, ya? Di kelas fragrance? Pasti menyenangkan bertemu gadis yang mirip denganku." Ayu terkekeh. Ia bahkan spontan menutup mulut ketika tawanya sedikit lebih lepas daripada yang direncanakan. Disusul anggukan pelan seakan lawan bicara di seberang bisa melihat reaksinya. "He-em. Setelah Velvet Rain keluar aku punya banyak waktu luang. Jadi—" "Ayu!" Suara panggilan mendadak membuat senior perfume

  • Istri Kontrak Sang CEO   Bab 89

    Bisik-bisik lirih menyertai orang yang telah duduk di ruang rapat. Suasananya mengingatkan pada rapat pertama Arka sejak menjabat sebagai CEO Scentara. Namun kali ini ada sesuatu yang berbeda. Berbagai kabar simpang siur yang beredar sejak pagi menambah ketegangan di antara para peserta. Hampir seluruh kursi telah terisi. Hanya tersisa dua tempat duduk masing-masing di bagian ujung tengah meja dan sisi samping nomor dua. Beberapa anggota rapat mulai menduga-duga. Ada seseorang yang telah dilengserkan tanpa banyak pemberitahuan. "HeIen," panggil Hendrik kepada kepala bagian pemasaran. Perempuan itu hanya membalas dengan pandangan tenang. Sesekali ia membuka map di hadapannya kemudian mendongakkan wajah untuk menanggapi Hendrik di seberang. "Kursi wakil kepala itu—" Ucapan Hendrik terhenti ketika pintu ruang rapat mendadak terbuka lebar. Sekretaris Arka masuk lebih dahulu disusul sang CEO, dua staf khusus, dan seorang pemuda yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Arka

  • Istri Kontrak Sang CEO   Bab 88

    Dering telepon di meja samping ranjang memecah keheningan kamar. Arka yang masih memeluk Ayu erat terpaksa melonggarkan rengkuhannya untuk meraih ponsel dan menerima panggilan. "Halo." Lelaki itu menerima sapaan dan menyimak penjelasan singkat dari seseorang di seberang sambungan. Di sisi lain Ayu menggeliat kecil. Ia membuka mata dengan kesadaran yang belum pulih sepenuhnya. "Jam berapa sekarang?" tanyanya lirih. "Jam delapan, Sayang," jawab Arka tanpa melepaskan ponsel dari telinganya. Seseorang di ujung sambungan tiba-tiba menyela. "Maaf mengganggu waktu istirahat Anda bersama Senior Perfumer Ayu." "Tidak masalah. Silakan lanjutkan." Penelepon itu kembali menjelaskan informasi mengenai rapat mendadak yang akan diadakan besok, termasuk kehadiran seseorang dari pihak CEO. Sementara itu Ayu yang semula masih menikmati empuknya kasur dan elusan lembut Arka mendadak membeku. Telinga perempuan itu menangkap jelas bagaimana seseorang di seberang menyebut dirinya. Senior Perfumer A

  • Istri Kontrak Sang CEO   Bab 87

    "Aku enggak memaksamu untuk menyerahkan diri sepenuhnya." Suara Arka terdengar rendah. "Tapi setelah kontrak kita selesai, aku enggak akan pernah merasakan Purnama Pertama, Ay. Sampai kapanpun." Ayu berbalik. Ia meninggalkan Arka yang masih berdiri di tempatnya. Sementara dirinya kembali duduk di tepi ranjang. "Tapi kita bukan suami istri sungguhan, Ar. Aku..." Kalimatnya terhenti. Ada sesuatu yang mengganjal di dalam hati. Ayu semata-mata menolak bukan karena tak memiliki perasaan terhadap lelaki itu. Akan tetapi ada pertimbangan lain yang membuatnya sulit memberikan persetujuan. Hati kecilnya terusik oleh naluri. Sedangkan ia harus menghargai perempuan yang dicintai oleh suami. Bagaimana jika perempuan itu mengetahui bahwa Arka telah berbagi keintiman dengannya? Jika keadaan dibalik, Ayu tak yakin sanggup menerima kenyataan bahwa lelaki yang dicintainya memeluk perempuan lain. Di sisi lain Arka ikut berpindah. Ia berjongkok di hadapan Ayu lalu meraih kedua tangan perempua

  • Istri Kontrak Sang CEO   Bab 86

    Arka membuka pintu kamar yang telah dipersiapkan di lantai dua. Di dalamnya Ayu duduk tenang membelakangi pintu. Dengan rambut tergerai ia diam di tepi ranjang menghadap jendela.Kamar itu ditata layaknya ruang pengantin baru. Beberapa bunga segar menghiasi vas sementara lilin aromaterapi menyala di meja sudut ruangan. Cahaya lampu yang temaram berpadu dengan dominasi warna putih dan cokelat hangat. Membuat tempat itu terasa lebih rapat nan menenangkan.Dalam remang Ayu tampak begitu bersinar. Tak ada aroma yang terlalu menonjol di sana. Hanya wangi lembut chamomile dan musk dari pelita yang perlahan redup lalu terang.Perhatian Arka makin tertuju pada aroma lain yang jauh lebih menggoda. Manis, lembut, dan mengundang. Tak lain dan tak bukan adalah aroma yang berasal dari istri kontraknya.Perpaduan semerbak mawar, melati, dan rempah hangat menciptakan wangi spesial. Aroma itu menggelitik gairah Arka, seolah mengusik kendali yang sejak tadi berusaha ia pertahankan."Ar?"Ayu mendengar

  • Istri Kontrak Sang CEO   Bab 85

    Sekembalinya ke ruang mandi putri Uma mengulang wejangan mengenai Purnama Pertama. Mulai dari pemberian tanda pertama, kedua, bagian inti hingga penyelesaian. Di sela-sela penjelasan tersebut ia juga menyelipkan sejumlah arahan penting mengenai kehidupan suami istri. Sementara itu prosesi ratus bagian bawah dan rambut tetap berlangsung sesuai aturan. Aroma yang menyelimuti Ayu datang silih berganti. Saat ratus rambut semerbak cendana, melati, mawar, dan pandan menguar cukup kuat. Sepuluh menit kemudian wangi yang datang berganti menjadi perpaduan daun sirih, manjakani, kayu rapet, dan kencur. "Uma," panggil Ayu di tengah prosesi ratus bagian bawah. Perempuan itu sudah berganti kemban. Ia duduk di sebuah kursi dengan kain batik panjang yang menutupi tubuh bagian depan. Mulai dari dada, perut, hingga paha. "Ya, Nyonya Muda?" "Tadi Mas Arka ada di kolam pemandian." "Den Arka masuk ke pemandian?" Uma spontan menoleh. Ayu mengangguk pelan. "Apa kami memang harus bersama di

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status