ログインJavier Caffaro menentang keluarganya, hidup sederhana, demi menikah denganku. Sayangnya, ketika ia jatuh koma, ibunya mengambil kesempatan ini untuk mengusirku pergi meninggalkan Javier yang adalah pewaris satu-satunya keluarga Caffaro. . Aku pergi, membawa benih yang belum sempat ia ketahui. . Lima tahun kemudian, kami bertemu lagi. Ternyata hatiku masih berdesir hanya dengan melihat keberadaannya saja, sekalipun ia tak mengenaliku lagi.
もっと見る“Ambil ini, lalu pergi dari hidup putraku!”
Ny. Mirabel, ibu mertua Helen, melempar sebungkus kantung kertas berwarna coklat yang cukup tebal hingga mengenai dahinya. Terasa sakit, tapi Helen tidak meringis.
Hatinya yang jauh lebih sakit saat menyadari isi kantung kertas adalah uang bergepok-gepok.
Bagaimana mungkin dia bisa mengambil uang itu lalu pergi meninggalkan suami yang terbaring koma di ruang ICU?
“Jangan begini, Bu. Javier belum sadar. Aku ingin ada di sampingnya saat dia sadar.”
Helen tahu Ny. Mirabel tidak menyukainya karena ia hanya putri dari keluarga biasa saja. Ayahnya karyawan kantoran, tanpa jabatan mentereng. Ibunya juga hanya pembuat kue homemade.
Tidak ada jabatan yang bisa dibanggakan dari keluarganya sedangkan keluarga Caffaro merupakan pemilik bisnis besar yang tidak habis turun temurun, bahkan jika mereka hidup berfoya-foya.
“Kamu masih belum mengerti juga, hah? Dua tahun menjadi menantu illegal keluarga Caffaro kamu masih belum mengerti bahwa kamu sudah membuat putraku jadi gembel lusuh?
Apa kamu tidak merasa kasihan pada Javier? Dia pewaris tunggal keluarga Caffaro dengan kerajaan bisnis berpenghasilan ratusan miliar dalam sehari, tapi demi kamu dia menjadi pria miskin.
Dia rela hidup dengan gaji bulanan yang bahkan tidak ada 0,0001 persennya dari penghasilan seharinya jika ia menjadi penerus keluarga Caffaro!”
“Aku tahu, Bu, maafkan aku. Tapi bisakah kita membahas ini setelah Javier sadar dan sembuh? Javier sedang dalam kondisi begini, aku tidak bisa meninggalkannya. Biar bagaimanapun kami sudah berjanji seumur hidup saling setia, apapun kondisinya,” kata Helen dengan nada memohon.
Namun, Ny. Mirabel justru semakin murka dan tidak sabaran. “Ck! Jangan banyak drama di depanku! Sekarang juga kamu ambil uang ini dan pergi! Pergi dari kota ini dan jangan pernah muncul lagi di hadapan kami, terutama Javier!”
“Aku tidak bisa, Bu! Aku ingin melihat Javier! Tolong beri aku kesempatan! Aku ingin melihatnya, Bu!”
“Aku bilang, pergi! Kalau kamu tidak mau pergi dari kota ini, aku akan menelantarkan Javier dan mencabut semua peralatan medisnya!”
Rasanya Helen tak percaya pada apa yang didengarnya. Benarkah Ny. Mirabel bisa sejahat itu pada putranya sendiri?
“Ya, kalau kamu tak percaya, coba saja! Bagiku saat ini, lebih baik aku kehilangan putraku daripada melihatnya menjadi gembel karena hidup bersamamu!”
Helen tidak ingin percaya, tapi kilat kemarahan dan kebencian bisa dilihatnya menyatu di mata ibu mertuanya itu sehingga menimbulkan tatapan penuh bara api yang menyala-nyala. Detik itu juga ia tahu ibu mertuanya sungguh-sungguh dengan perkataannya.
Bagi Ny. Mirabel, Javier hidup bersama Hellen tetap saja terasa mati di matanya. Jadi, tidak akan ada bedanya jika Javier sungguhan mati.
Hati Helen rasanya teriris-iris.
Helen begitu mengkhawatirkan Javier yang berjuang sendiri di dalam sana, di alam perbatasan hidup dan mati.
Harusnya Helen menggenggam tangannya, membisikkan doa dan harapan semangat untuknya. Seharusnya Helen mencium wajahnya agar dia merasakan kerinduan untuknya kembali menemui istri dan membersamainya.
Tapi Ny. Mirabel malah menantang Hellen di sini dan menyuruhnya pergi.
Bagaimana ia bisa rela meninggalkan Javier berjuang sendiri?
“Ambil ini dan pergi! Surat perceraian akan segera kamu dapatkan! Dan dalam tujuh hari, aku akan mengirim orang untuk mengawasimu pergi dari kota ini. Jika kamu tidak juga pergi, aku akan membuat keluargamu tak bisa menghidupi diri kalian sendiri!”
Helen Heart saat ini baru berusia 22 tahun. Gadis muda itu baru lulus kuliah dan baru kemarin malam mengetahui bahwa testpack-nya memunculkan dua garis biru.
Dua tahun lalu, Javier melamarnya dan mereka menikah. Saat itu juga, Javier menentang keluarganya dengan keluar dari mansion keluarga Caffaro tanpa membawa serta fasilitas keluarga Caffaro sama sekali.
Berbekal uang yang telah ia simpan diam-diam meski tak seberapa jumlahnya, Javier membuka bengkel kecil dan menjadi petinju tak resmi sebagai hobi dan pekerjaan sampingannya.
Di saat namanya sudah mulai naik daun, Javier menerima tantangan bertanding dari lawan yang paling memusuhinya.
Helen sudah mengatakan padanya, jangan meladeni tantangan itu. Tapi Javier mengatakan hadiah uangnya sangat besar. “Kita bisa gunakan hadiah itu untuk membuka toko kue untukmu, Honey. Ayolah, ini kesempatan besar!”
Helen tak bisa menjawab. Bukan karena ia tergiur hadiah itu, tapi ia tak ingin mematahkan semangat bertarung pria pemilik hatinya itu.
Pada akhirnya, Javier menerima tantangan bertanding dan inilah yang terjadi.
Lawan tandingnya itu sudah terkenal akan permainannya yang penuh kecurangan. Ia memasang besi di jari-jarinya di balik sarung tinju dan menghantam kepala Javier sampai Javier jatuh ke lantai dengan darah mengalir deras.
Saat melihatnya terjatuh dan berdarah-darah, kaki Helen terasa lemas. Ia tak sanggup berdiri. Bahkan tak sanggup bergerak.
Rasa bersalah dan penyesalan memaku dada Helen sampai hancur rasanya, sampai ia tak sanggup lagi bernapas. Hingga kini Helen tak bisa memejamkan matanya tanpa melihat bayangan Javier terjatuh dan berdarah-darah. Ini sungguh menyiksanya.
Di sisi lain, Helen mulai tercelikkan hatinya. Ia menyadari Ny. Mirabel benar, bahwa dialah penyebab Javier menjadi gembel, lalu sekarang berada di ambang hidup dan mati.
Pemikiran itu membuat tangannya gemetar mengangkat kantung kertas berwarna coklat.
Uang di dalamnya sangat banyak. Ia perkirakan jumlahnya ratusan juta. Dengan testpack dua garis biru yang baru ia ketahui, Helen akhirnya mengambil kantung kertas itu dan melangkahkan kakinya untuk meninggalkan rumah sakit.
'Maafkan aku, Javier ....'
‘Lagi-lagi janji yang tak sanggup aku tepati …’ batin Helen.Ia merasa bersalah, tapi juga takkan sanggup mengecewakan Jasper dengan mengatakan tidak.Setelah Jasper terlelap, Helen baru menyadari ia belum membuat kue untuk stock penjualan besok.Sedangkan saat ini jam sudah cukup larut.Ia sendiri sudah lelah.Helen mengambil ponsel dan mengirim pesan untuk Naomi, Brenda, dan Ben.[Malam semuanya. Besok Jeysii’s Heart akan libur dulu satu hari. Kita ketemu lusa, oke?]Tak berapa lama semuanya membalas dengan mengiyakan pesannya.Helen pun tenang.Keesokan harinya, Helen mengantar Jasper ke sekolah seperti biasa. Ia berencana untuk hari ini akan sibuk membuat kue sebagai stock besok saat toko dibuka seperti biasa.Tapi ia harus mengantar Jasper ke sekolah dulu.“Baik-baik ya di sekolah. Kalau ada yang mengejek atau menggangumu lagi, kamu harus kasih tahu Mami, oke? Jangan diam
“Ja- javier, ayo kita pulang! Atau kita makan dulu! Aku sudah lapar,” ujar Cynthia demi mengalihkan pandangan Javier dari Helen kepadanya.Javier mengernyit dengan tatapan terus tertuju pada Helen.Ia tidak mengatakan apa-apa tapi pandangannya terus terpaku ke arah Helen.Cynthia ikut menoleh dan melihat Helen akhirnya pergi bersama putranya, dari tempat tadi.Ada kelegaan yang diam-diam diembuskan Cynthia. Dia lalu menyenggol lengan Javier.“Ayo, Javier, kita makan. Aku sudah lapar sekali,” ujarnya demi mempercepat Javier mengikuti keinginan hatinya.Javier pun mengangguk.Tapi lalu Derek bertambah kesal. “Aku mau permen kapas di situ! Aku mau itu! Aku nggak mau pulang kalau nggak dibelikan permen kapas itu!”Cynthia pun kesal. Ia menatap tajam pada Derek. Lalu pada Javier.Javier terlihat tidak terpengaruh. Ia diam saja, tidak banyak bereaksi pada
“Anakmu?” tanya Helen seakan terperangah.“Se-sejak kapan kamu punya anak? Bukankah kamu baru tunangan aja?”Helen yakin jika ternyata Cynthia sudah memiliki anak dengan Javier, ia akan merasa lebih hancur lagi.Tapi Helen tetap mempersiapkan hati untuk mendengar jawabannya.Biar bagaimana pun, Javier menjemput bocah nakal ini di sekolah tadi. Maka kemungkinan besar anak yang dimaksud Cynthia adalah anaknya bersama Javier.Hanya memikirkan ini saja tungkai kaki Helen menjadi lunglai.Tapi dia tetap harus menghadapi kenyataan.Di hadapannya, Cynthia terlihat salah tingkah. Dia bergerak seperti cacing yang tak nyaman, sambil menarik tangan bocah itu agar mendekat ke tubuhnya.“In- ini … itu … aku salah sebut. Maksudku, dia keponakanku, tapi dia memanggilku mami.”Lalu tatapannya kembali sengit dan penuh kemarahan. “Dia keponakanku, kenapa kau memarahinya!”
Helen mematung mendengar pertanyaan yang paling ia takuti selama bertahun-tahun ini.Ia tak menyangka pertanyaan ini akhirnya tiba di usia Japser yang baru 4, 5 tahun.Ini terlalu cepat.Bagaimana bisa ia menjelaskannya?Helen mengerjap-ngerjap saat permukaan matanya terasa semakin hangat dan air mata tak sanggup bertahan untuk tidak merembes dari sudut matanya.‘Kamu punya papi, Jasper …’ bisik Helen dalam hatinya.Tapi ia tak bisa mengatakannya dengan lantang. Bagaimana jika Jasper memintanya menemui papinya?Ia sudah berjanji untuk tidak mencari Javier lagi ketika ia mengambil uang yang dilemparkan padanya oleh Ny. Mirabel.“Mi …” Suara Jasper terdengar lagi dan kali ini lebih menyakitkan lagi.“Ya, Sayang?” kata Helen dengan suara yang sudah serak karena air mata membuat suaranya tersangkut di tenggorokan.“Kata teman-teman aku, anak yang nggak punya papi berarti anak haram, Mi.”Helen sontak memeluk Jasper. “Kata siapa? Itu tidak benar! Jangan dengarkan mereka! Kamu anak mami dan












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.