Ayu mengayunkan kakinya melewati batas lorong dan ruang kerja. Melihat kedua kawan berwajah tegang, ia mengangkat sudut bibir seraya melambaikan tangan. “Ay, gimana?” Dua kawan mendekat cepat. Ayu meletakkan map hitam dengan gerakan lebih berat dibanding dua jam lalu. Begitu barang bawaan terlepas dari tangan, ia langsung menarik kursi dan mengelus dagu. "CEO kita lumayan waras," hibur Ayu seraya menyapu pandang. Ia raih botol minum di sisi komputer dan meneguknya hingga tersisa setengah. "Lumayan?" Riris penasaran. Ia mengambil satu kursi dan duduk menghadap Ayu. "Dia enggak paksa launching produk lebih awal. Tapi Senior Deva dan Senior Anggi harus mempersiapkan formulasi parfum secepatnya." Ayu membuka map. Ia menyodorkan lembar pertama pada Riris dan Clara. Kemudian menunggu respons mereka atas keputusan rapat. "Oke. Sesuai prediksi,” komentar Clara sambil menepuk pundak Ayu. “Apa hanya kita yang diperketat, Ay?" "Semua, Ris." Ayu menyandarkan punggung ke kursi. "Jik
Last Updated : 2026-09-18 Read more