Share

Meminta Surat Mas Kawin

Penulis: Zinnia Azalea
last update Terakhir Diperbarui: 2024-05-02 15:44:20

Akad nikah sebentar lagi akan dilaksanakan. Semua keluarga berkumpul di halaman depan rumah Bu Laksmi yang telah di dekor dengan sangat mewah. Sebetulnya Mega ingin menikah di gedung besar, tapi karena alasan Bu Laksmi ingin semua tetangga menyaksikan pernikahan Mega, akhirnya Mega berbesar hati untuk mengadakan resepsi pernikahan di halaman rumah ibunya yang sangat luas. Calon suami Mega pun tidak mempermasalahkan karena nantinya mereka akan melaksanakan resepsi kedua di kediaman calon suami Mega di Yogyakarta.

"Kamu kenapa engga pake seragam?" Tante dari Eril mendekat pada Sofia yang tampak berbeda dari outfit keluarga lainnya.

"Dia lagi hamil. Jadi, baju yang kita jaitin engga muat!" Jawab Bu Laksmi cepat yang mendengar pertanyaan dari adiknya.

"Oh," Tante dari Eril itu hanya membulatkan bibirnya, lalu bergegas pergi untuk mengambil kendi yang telah diisi uang untuk acara saweran nanti.

Sofia menundukan wajahnya. Ia memilin jarinya sendiri. Berada di tengah keramaian, tapi dirinya terasa sangat asing. Sofia menoleh kepada sang suami. Eril tampak sedang sibuk menyambut penghulu yang baru saja datang. Maklum saja, sang suami yang akan menjadi wali hari ini. Ini karena ayah mereka telah lama meninggal dunia. Sofia menggigit bibirnya. Merasa bingung harus berbuat apa.

"Dari pada kamu diem, mending kamu jagain tuh meja tamu!" Kakak ipar Eril yang bernama Delia menyikut tangan Sofia. Rupanya Delia memperhatikan dengan seksama sikap dan kegugupan Sofia dari tadi.

"Baik, Kak," Sofia langsung mengangguk setuju. Dari pada ia berdiam diri tidak jelas seperti itu, lebih baik duduk saja menunggu souvenir di meja tamu.

Akad nikah dilaksanakan dengan penuh khidmat. Keluarga Eril tampak sangat berbahagia dengan pernikahan Mega selaku putri bungsu di keluarga mereka. Kebanggaan mereka kian berlipat ganda tatkala Mega menikah dengan seorang pilot yang bernama Dafa. Jelas ini sebuah prestasi bagi Bu Laksmi. Ia yang kini menyandang status janda karena ditinggal meninggal oleh suaminya begitu berbangga hati karena telah membesarkan semua anaknya hingga memiliki pekerjaan yang layak dan mentereng.

Sekedar diketahui, Eril adalah anak ke tiga dari empat bersaudara. Kakak pertamanya bernama Dicky. Ia bekerja sebagai seorang PNS di kantor pemerintahan daerah. Dicky menikahi wanita yang juga berprofesi sama dengannya. Anak kedua Bu Laksmi bernama Rizal. Ia bekerja sebagai seorang dokter gigi di rumah sakit swasta. Rizal menikah dengan Delia yang bekerja sebagai seorang pramugari di maskapai nasional. Anak ketiga Bu Laksmi adalah Eril yang saat ini Sofia ketahui suaminya masih bekerja sebagai Admin HRD. Si bungsu yaitu Mega bekerja sebagai bidan dan menikahi pria yang bernama Dafa. Dafa bekerja sebagai seorang pilot di maskapai nasional seperti Delia. Bu Laksmi semakin jumawa tatkala ia mendengar pujian dari tetangga-tetangganya yang mengatakan jika ia sudah berhasil membuat semua anaknya sukses.

****

Malam harinya semua berkumpul di ruang keluarga. Bu Laksmi merasa senang karena kini Mega sudah diperistri oleh seorang pilot yang memiliki strata sosial yang tinggi masyarakat. Mega mengenal Dafa tentu saja perantara dari sang kakak ipar yang bernama Delia, yang bekerja sebagai pramugari.

"Lebih baik kalian istirahat. Pasti kalian lelah kan?" Bu Laksmi berkata dengan lembut pada Mega dan suaminya.

"Iya, Bu. Kami izin ke kamar ya?" Mega dan Dafa pun berdiri dan masuk ke kamar Mega semasa lajang dulu.

"Tadi orang tuanya si Sofia datang, Ma?" Tanya Delia, pada mertuanya. Ia memang sangat akrab dengan Bu Laksmi. Bu Laksmi sendiri sangat menerima keberadaan Delia sebagai menantunya, karena wanitu itu bekerja sebagai seorang pramugari.

"Iya. Mereka bawa beras tiga karung sebagai hadiah. Biasa orang kampung," Bu Laksmi cengengesan.

"Bajunya engga banget ya, Yang?" Suami Delia yang bernama Rizal pun tertawa mengingat penampilan orang tua dari Sofia.

Eril yang mendengar sang mertua dijelekan sedemikian rupa hanya terdiam. Baginya tidak ada masalah toh Eril sendiri pun tidak dekat dengan mertuanya. Pria itu hanya akan menyapa sekadarnya saja jika mereka bertemu.

Seusai mandi dan melaksanakan kewajiban, Sofia langsung berkumpul bersama suaminya dan keluarganya di ruang keluarga. Orang-orang yang cengengesan menertawakan kedua orang tua Sofia pun seketika diam dan memutar bola mata dengan sinis melihat Sofia duduk di antara mereka.

"Oh iya Ril, tadi Lily datang dan bawakan alat penghangat mandi untuk Mega," Bu Laksmi memecahkan kesunyian di antara mereka.

"Ibu mengundang Lily?" Sofia bertanya dengan lemah lembut. Pasalnya Sofia tahu jika Lily adalah mantan kekasih dari suaminya.

"Bukan ibu lah yang ngundang, tuh suami kamu yang undang mantan cantiknya," Bu Laksmi semakin berbicara berani.

"Aku cuma ngundang doang kok, Yang. Itu juga via WA," Eril mengkonfirmasi yang malah semakin membuat hati Sofia terluka.

Sofia hanya menundukan wajahnya. Bahkan ia tidak tahu jika sang suami masih memiliki kontak dari Lily. Apakah Eril masih sering bersua kabar dengan Lily? Memikirkannya membuat kepala Sofia bertambah pusing.

Sofia yang saat ini tidak memegang uang sepeser pun akhirnya memberanikan diri untuk bertanya mengenai surat mas kawin pada Bu Laksmi. Memang kedatangan utamanya bertujuan untuk itu kan? Di samping melihat adik iparnya menikah. Sofia rasa ini waktu yang tepat, apalagi satu per satu orang sudah kembali ke kamar. Kini hanya ada dirinya, Bu Laksmi dan Eril.

"Bu?" Sofia memanggil Bu Laksmi yang sedang membuka hadiah dari tamu undangan.

"Hmm?" Bu Laksmi berdehem dengan ketus. Tak ia alihkan wajahnya dari hadiah-hadiah mahal pemberian teman-teman Mega.

"Maaf, Bu. Sofia mau bertanya perihal surat mas kawin yang Mas Eril berikan. Apa suratnya masih ada di ibu? Kalau iya, Sofia izin ambil, Bu," Sofia berkata dengan hati-hati.

Bu Laksmi pun langsung menoleh dengan wajah garang.

"Mau apa kamu bertanya surat mas kawin?" Tatapannya seolah hendak mencabik Sofia.

"Mau kamu jual, Yang?" Eril bertanya tapi dengan wajah santai. Sofia memang tidak memberitahu Eril sebelumnya karena ia dan sang suami cukup sibuk berada di rumah Bu Laksmi.

"Iya, Mas. Mau aku simpan buat uang USG dan melahirkan," jawab Sofia jujur.

"Kurang ajar sekali dia, Ril! Istri kamu mau jual emas pemberian dari kamu!" Bu Laksmi berdiri dan berkacak pinggang dengan arogan.

"Emang ada yang salah, Bu?" Jawaban Eril kini membuat hati Sofia senang karena suaminya berpihak padanya.

"Kamu masih nanya?" Bu Laksmi memelototkan matanya.

"Mas kawin itu sakral, Ril. Pamali kalau dijual," semprot Bu Laksmi pada putranya.

"Kalau terpaksa engga apa-apa kan Bu dijual?" Sofia menimpali.

"Lancang kamu ya! Memangnya duit dari suami kamu engga cukup? Gini nih Ril, kalau kamu nikahin wanita kampung! Apa duit dari anak saya habis buat keluarga kamu yang miskin itu?" Entah mengapa emosi bu Laksmi semakin berapi-api. Padahal mas kawin itu sudah menjadi milik Sofia dan tentunya bebas mau ia apakan.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Istri Lusuhku Ternyata Sang Pewaris   Akhir Yang Bahagia

    Sofia dan Reynard tertawa melihat tingkah anak kembar mereka. Ya, Sofia dan Reynard memang dianugerahi anak kembar sepasang. Mereka menamakan bayi kembar mereka Khanza dan Kenzi. "Kenzi, anak Papa!" Reynard memangku Kenzi yang sudah bisa berjalan. Sedangkan Sofia memangku Khanza di gendongannya. "Jangan terlalu cape ya, Sayang! Kita kan sudah menyewa baby sitter," Reynard mengelus wajah sang istri dengan lembut. Pria itu membenarkan anak rambut Sofia yang berantakan. "Iya, Sayang," Sofia mengambil tangan Reynard dan menciumnya lembut, membuat dada Reynard menghangat. "Mesra-mesraan terus! Di depan anak juga gas," celetuk seseorang yang berjalan di belakang mereka. "Kakek," seru Sofia melihat kakeknya, Hartanto datang bersama dengan kedua orang tuanya. "Ayah, ibu, kenapa kalian tidak bilang mau ke mari?" Tanya Sofia dengan wajah berbinar. "Masa mau ke rumah anak harus bilang dulu?" Canda Rahman yang kemudian terduduk di samping anak dan menantunya. "Bukan begitu, Yah. K

  • Istri Lusuhku Ternyata Sang Pewaris   Kehidupan Lain

    "Alhamdulillah sah!" Ucap dua orang saksi diikuti tepuk tangan dari para keluarga yang hadir."Alhamdulillah," seru Rizal dan Nareswari bersamaan saat mereka sudah sah menjadi suami istri.Nareswari mencium tangan Rizal dengan takzim. Rizal mencium kening Nares dengan lembut, membuat suasana semakin ramai. Para tamu menggoda sepasang pengantin baru itu. Pernikahan mereka dilangsungkan di sebuah gedung yang megah. Rizal ingin Nareswari merasakan pernikahan impiannya. Begitu akad telah selesai, MC segera membaca rundown acara. Acara selanjutnya adalah sungkeman.Orang tua Nareswari, Bu Laksmi dan Dicky sebagai kakak tertua Rizal yang menggantikan sang ayah duduk di kursi. Nareswari dan Rizal bergantian melakukan sungkem kepada orang tua mereka. Saat tiba sungkem kepada sang ibu, air mata Rizal tak bisa terbendung. Begitu pun dengan Bu Laksmi. Wanita beranak empat itu menangis tersedu, menyesal untuk semua kesalahan yang pernah ia perbuat."Maafkan ibu, Nak!" Bu Laksmi memeluk Rizal den

  • Istri Lusuhku Ternyata Sang Pewaris   Kepergian Lily

    Lily yang pingsan dibawa ke rumah sakit karena tak kunjung ada tanda-tanda sadar. Warga desa pun mendatangi Jamal dan Tika selaku kedua orang tua Lily. Awalnya pasangan suami istri itu menolak, tapi makian warga desa akhirnya membuat mereka mau tak mau datang ke rumah sakit dan mengurus segalanya. Setidaknya Jamal tak ingin namanya semakin buruk di mata warga desa. Besar harapannya ia bisa mencalonkan diri sebagai kepala desa lagi. Maka dari itu, ia harus memperbaiki citranya."Pasien kami pindahkan ke ruang ICU. Kankernya sudah masuk stadium 4 karena sudah menyebar ke organ lain," jelas dokter pada Jamal dan Tika."Kanker?" Tika tampang sangat terkejut."Ya, Kanker Sarkoma kaposi, kanker yang biasanya di idap oleh orang yang mengidap H*V," ucapnya."Astagfirullah!!" Jamal bagaikan disambar petir mendengar penyakit yang diderita anaknya.Ada rasa jijik yang menjalar saat mengetahui penyakit yang di derita sang putri. Jamal adalah orang yang awam akan kesehatan. Yang ia tahu penyakit i

  • Istri Lusuhku Ternyata Sang Pewaris   Kabar Yang Mengejutkan

    Daffa yang benar-benar sedang di puncak emosi memutuskan untuk datang ke apartemen Delia, wanita yang pernah menjadi selingkuhannya sekaligus mantan kakak iparnya. Sebelum pergi, pria itu terlebih dahulu membeli senjata tajam yang biasa dipakai untuk mengupas buah. Entah untuk apa. Pikirnya ia harus membuat Delia hancur sama seperti dirinya.Sesampainya di depan apartemen Delia. Pria itu langsung menekan bel dengan tak sabar. Delia yang baru saja kembali dari Sumba setelah menyusul Rizal segera membuka pintu apartemen setelah ia tahu jika yang datang adalah Daffa. "Ada apa, Hah?" Tanya Delia saat pintu terbuka. Matanya terlihat sangat bengkak karena menangisi Rizal yang ternyata sudah mendapat pengganti dirinya.Daffa langsung mendorong tubuh Delia. Ia menutup pintu dengan cepat. "Apa-apaan kamu, Hah?" Delia masih tak gentar.Wanita itu mendorong Daffa dengan sekuat tenaga."Kurang ajar kau, Delia!" Daffa mendorong tubuh Delia lagi hingga terjerembab."Aku ngelakuin apa sih?" Tanya

  • Istri Lusuhku Ternyata Sang Pewaris   Berusaha Merebut

    Eril menatap putrinya Renata yang kini sudah mulai bisa berjalan. Saat ini ia dan Renata memang tinggal kembali bersama Bu Laksmi. Eril tak punya pilihan, ia tak tahu harus menitipkan Renata di mana kecuali pada ibunya. "Nih Ril pisang gorengnya," Bu Laksmi menyimpan sepiring pisang goreng di sisi putranya. "Makasih ya, Bu. Maaf ya Eril repotin ibu," ucap Eril dengan halus. Setahun berjalan hubungan ibu dan anak itu memang kembali membaik. "Engga. Ibu senang ngurus Renata. Dia anak yang baik, engga kaya ibunya," ucap Bu Laksmi dengan penuh benci ketika mengingat Lily. "Andai saja ya Bu ibunya Renata itu Sofia," Eril berandai andai. "Iya, Renata pasti sangat bahagia punya ibu yang baik seperti Sofia. Ini semua salah kita. Ibu berharap Sofia selalu bahagia. Sudah cukup dulu kita menzolimi dia," ucap Bu Laksmi dengan sedih. "Aku yang menelantarkan, Sofia. Dia berhak bahagia tapi hati aku masih belum ikhlas, Bu," Eril berkata dengan tatapan Nanar. "Sudahlah, cepat kamu ma

  • Istri Lusuhku Ternyata Sang Pewaris   Hukum Tabur Tuai

    Mega menatap dirinya di cermin. Ia meraba perutnya yang datar. Ia memang mengalami keguguran karena KDRT yang dilakukan Daffa padanya. "Bayiku!" Mega meraung. Apalagi vonis dokter membuat dirinya semakin frustasi. Bagaimana tidak, dokter memvonis dirinya akan sulit untuk mengandung lagi. Mega menatap gugatan cerai yang Daffa layangkan padanya. Orang tua Daffa juga sudah berulang kali datang untuk memaksa Mega menanda tangani gugatan cerai itu. Mega masih gamang. Akalnya belum sepenuhnya jernih. Profesi Daffa masih membuat dirinya maju mundur untuk bercerai, padahal Daffa sudah membuat Mega kehilangan janinnya. "Sudah tanda tangan saja, Mega. Apa yang kamu harapkan sekarang, Nak?" Bu Laksmi masuk ke dalam kamar sang putri bungsu. "Tapi Bu, setelah bercerai, apa aku akan mendapatkan pria seperti Daffa lagi?" Isak Mega. Ia menangis tergugu. Hatinya menolak bahtera rumah tangganya harus kandas dengan Daffa. "Apa yang kamu harapkan, Nak? Kamu berharap mati di tangannya?" Bu Laksmi m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status