Share

Ingin Memastikan

Author: Aldra_12
last update publish date: 2026-10-04 21:08:10

Mereka tiba di rumah sakit dengan suasana yang begitu mencekam.

Freya masih menggenggam erat tangan Keano, tidak ingin melepaskannya sedikit pun, meski para perawat mulai memindah Keano ke ranjang pesakitan lalu membawa Keano masuk ke ruang pemeriksaan.

Begitu tiba di ruang pemeriksaan, perawat menahan Freya.

“Nona, tolong lepaskan dulu,” kata salah satu perawat dengan nada yang lembut tapi tegas, “kami harus segera menangani Pak Keano.”

Freya menatap wajah pucat Keano untuk terakhir kalinya s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Margaretha Indrayani
hayo melissa siap" menemani brian dipenjara
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Akan Menjaganya

    Nadine tersenyum lembut, melangkah pelan-pelan ke arah meja kecil di sudut ruangan untuk meletakkan rantang sarapan yang dibawanya tanpa menimbulkan suara yang bisa membangunkan Freya.Setelahnya, Nadine kembali mendekat ke sisi ranjang Keano. Menatap putranya dengan penuh kelegaan.“Freya menjagaku semalaman,” kata Keano pelan, suaranya penuh perhatian. “Biarkan dia istirahat lebih lama.”Nadine mengangguk, menatap putranya dengan raut yang masih menyimpan sisa kekhawatiran. “Bagaimana kondisimu sekarang? Apa kamu mengalami mimpi buruk lagi setelah baru saja mengalami kecelakaan seperti itu?”Nadine menghela napas panjang. “Mama dan Papa benar-benar syok dengar kamu nyetir sampai nekat nabrak mobil pelaku penculikan itu.”Keano menggeleng pelan, matanya sekilas melirik ke arah Freya yang masih tertidur pulas di ranjang penunggu. “Tidak. Aku baik-baik saja selama Freya ada di sisiku.”Nadine ikut menatap ke arah yang sama, bibirnya melengkung membentuk senyum penuh makna. “Jadi, Freya

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Mendadak Canggung

    Freya merasakan pipinya semakin memanas, kecanggungan yang begitu besar menguasai dirinya. “Apa itu sopan, Pak? Memanggil nama Bapak begitu saja?”“Sopan,” jawab Keano tenang, “karena kita suami istri.”“Tapi kontrak kita—” Freya mencoba menegaskan status pernikahan mereka yang sebenarnya, tatapannya begitu serius pada Keano.Sayangnya, Keano tidak membalas, hanya menatapnya dalam diam, seolah membiarkan kalimat itu menggantung tanpa perlu dibahas lebih jauh. Sekarang, Keano tak mau mengakui kontrak itu sah.Freya mengatupkan bibirnya melihat Keano yang diam dengan tatapan tak teralihkan darinya. Dia tidak tahu harus berkata apa lagi. Suasana yang begitu intim ini membuatnya semakin sulit berpikir jernih, detak jantungnya masih berdegup begitu kencang sejak kecupan tiba-tiba yang Keano lakukan tadi.“Saya … saya akan panggil perawat,” kata Freya cepat, mencoba mencari alasan untuk keluar dari situasi yang begitu canggung ini. “Harusnya tadi saya langsung memanggil mereka begitu Bapak

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Akhirnya Tahu

    Freya bergeming, menatap Keano dengan mata yang membola tidak percaya. Dia memutar ulang memori kejadian itu berulang kali di kepalanya, mencoba memastikan bahwa yang dia ingat benar-benar sama dengan apa yang Keano maksud.“Jadi … Anda adalah pemuda itu?” tanya Freya memastikan, suaranya bergetar hebat, masih sulit mempercayai kenyataan yang begitu mengejutkan ini.Keano mengangguk pelan. “Aku tidak ingat apa pun setelah kamu melepaskan tanganku malam itu. Saat aku sadar, aku hanya melihat kedua orang tuaku di sisiku. Aku mencarimu, tapi kamu sudah tidak ada di sana. Kenapa kamu pergi?”Pertanyaan itu meluncur dengan nada yang begitu polos, penuh rasa penasaran yang sudah lama dia simpan sendirian.Freya terdiam, matanya mendadak terasa panas, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. Dia menatap Keano dengan senyum getir yang begitu menyayat. “Malam itu, ibu saya juga sedang kritis, Pak. Saat ambulans datang menolong Anda, saya langsung berlari kembali ke rumah sakit untuk mene

  • Istri Rahasia Bos Dingin   9 Tahun Lalu

    Freya bergeming. Tatapannya tak teralihkan dari Keano.Sejenak, jantungnya berdegup lebih cepat, telinganya seperti mendengung, bahkan suara-suara di sekitarnya seperti tak bisa dia dengar.Mata Freya mengerjap, mengembalikan seluruh kesadarannya.“Ap-apa maksud, Bapak?” tanya Freya memastikan. “Bapak hampir mati karena menolong saya, kenapa Bapak bicara begitu?”Keano menatap semakin dalam, jarinya semakin menggenggam erat telapak tangan Freya. “Kamu pernah menyelamatkanku sekali, Freya. Dan yang aku lakukan ini, tak cukup untuk membalas semua yang sudah kamu lakukan untukku.” “Menyelamatkan Anda?” Kening Freya berkerut dalam. Dia bingung.Keano tersenyum. “Sembilan tahun lalu, di tengah hujan, kecelakaan mobil. Apa kamu mengingatnya?”Tubuh Freya menegak mendengar ucapan Keano. Ingatannya dia tarik paksa ke kejadian sembilan tahun lalu yang Keano maksud.Malam itu.Hujan turun begitu deras, membuat jalanan yang biasa dilalui Freya terasa semakin sunyi dan mencekam. Usianya baru se

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Berharga

    Keano akhirnya dipindahkan ke ruang inap setelah proses observasi awal selesai dilakukan. Semua orang menunggu dengan cemas di luar, hingga akhirnya diperbolehkan masuk begitu kondisinya dinyatakan stabil, meski kesadarannya belum sepenuhnya kembali.Nadine duduk di kursi dekat ranjang, menatap wajah putranya yang masih terpejam dengan raut khawatir yang belum sepenuhnya reda. Setelah beberapa saat, dia menoleh pada Freya yang berdiri tidak jauh darinya.“Freya, istirahatlah dulu,” kata Nadine lembut. “Malam ini sudah larut, kamu juga butuh waktu untuk pulih dari kejadian tadi. Tidurlah atau kamu mau pulang?”“Tidak.” Freya menggeleng cepat, matanya tidak lepas dari sosok Keano yang terbaring lemah di atas ranjang. Tangannya memeluk lengannya sendiri, menahan agar tubuhnya tak bergetar menahan kecemasan. “Saya akan menjaga dia di sini.”Freya menatap Nadine dan Jordan bergantian, suaranya penuh kesungguhan. “Kalau Mama dan Papa ingin pulang, tidak apa-apa.” Untuk pertama kalinya Frey

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Belum Sadar

    Di ruang perawatan yang hanya tertutup tirai.Seorang perawat membersihkan luka di kening dan siku Freya dengan cekatan, sementara Nadine duduk di sampingnya, menemani dengan perhatian yang begitu tulus.“Maaf, gara-gara saya, Keano jadi begini,” kata Freya lagi, suaranya masih bergetar menahan rasa bersalah yang terus menghantui. “Kalau saja saya lebih berhati-hati tadi, mungkin dia tidak perlu sampai—”“Sudah, Freya,” potong Nadine lembut, tangannya mengusap bahu Freya untuk menenangkan. “Ini musibah. Tidak ada yang bisa kita sangka atau hindari ketika kejadian seperti ini tiba-tiba datang.”Meski nada suaranya bijak, Nadine juga sangat mencemaskan kondisi Keano. Tapi, dia tak bisa marah, dia mengingatkan dirinya sendiri, siapa Freya hingga layak mendapat perlindungan putranya sampai seperti ini.Freya menunduk, menahan diri untuk tidak terus menyalahkan dirinya sendiri, meski rasa bersalah itu masih begitu berat menggelayuti dadanya.Nadine menghela napas panjang, matanya menerawan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status