Mata Freya membola sempurna. Dia menatap tak percaya pada Keano yang baru saja bicara.“I-istri?” Freya memastikan jika apa yang baru saja didengarnya tidak salah. “Tunggu, Pak. Anda sedang bercanda, kan?” Freya mencoba tersenyum seolah apa yang baru saja didengarnya bukanlah sebuah kebenaran.Namun, bukan jawaban yang Freya dapatkan. Melainkan tatapan yang mengintimidasinya dari bola mata hitam Keano yang tak bisa dihindarinya.“Apa kamu berpikir kalau aku suka bercanda, Freya Winata?” Suara Keano tegas tak terbantah.Seketika Freya meneguk ludahnya kasar meluncur di tenggorokan. Dia masih tak paham, kenapa Keano ingin menjadikannya seorang istri?“Tapi, kenapa? Saya bisa menjadi pelayan Anda, mungkin membersihkan tempat Anda, mencuci pakaian Anda, menyiapkan segala kebutuhan Anda. Apa pun, tapi kenapa malah meminta saya menjadi istri Anda?” Freya mencoba mencari alasan logis dari permintaan Keano.Senyum samar nyaris tak terlihat terpajang di bibir Keano. Tatapannya masih sekelam ma
Last Updated : 2026-07-24 Read more