Beranda / Fantasi / JALAN KEKEKALAN ABADI / Kekuatan Yang Besar

Share

Kekuatan Yang Besar

Penulis: Hanz Vena
last update Terakhir Diperbarui: 2025-09-05 01:03:41

Aula Pertemuan Istana Ular Surgawi.

Suasana aula pertemuan menjadi sunyi, akan tetapi aura yang begitu mencekam menyelimuti seluruh aula ketika Callista datang dan melaporkan semua yang terjadi di kota barusan.

WHOOOOOMMMM...

Aura membunuh yang begitu besar meledak dan menyebar ke seluruh aula pertemuan, membuat semua orang yang ada di dalam aula pertemuan berkeringat dingin. Tidak ada satupun ada yang berani berbicara ataupun mengangkat kepala mereka saat ini.

“Apa yang barusan kamu katakan? Wei Yuan diculik? Dan itu terjadi tepat di depanmu?” Hei She berkata dengan niat membunuh yang begitu meledak ledak.

“Maafkan aku yang sudah lalai Yang Mulia.” Callista berkata dengan kepala tertunduk.

Hei She meremas tangannya sampai menghancurkan kursi tahtanya.

“Maafmu tidak akan menyelesaikan masalah ini! Bawa pasukanmu dan cari Wei Yuan sampai ketemu!”

“Baik, Yang Mulia!” Callista berdiri dan meninggalkan aula pertemuan.

Hei She kembali duduk di tahtanya sambil memijat dahinya.

Salah satu tetua suku ular langit surgawi mendekat dan berkata, “Yang Mulia, apa berita ini akan dirahasiakan pada tetua Bai She?”

Hei She berhenti memijat dahinya dan menatap tajam tetua yang berbicara itu, dalam sekejap niat membunuh langsung tertuju pada tetua itu.

“Pastikan berita ini tidak sampai terdengar ke telinganya! Apa kau mengerti?”

“Me-mengerti yang mulai!” tetua itu kembali mundur dengan ketakutan.

“Huuhh... kenapa semua ini harus terjadi sekarang? Jika segel dalam tubuh Wei Yuan terbuka, akan membuat sebuah bencana!”

**

Jauh dari kota ular langit...

Wei Yuan membuka matanya dan melihat sekelilingnya adalah ruangan kosong yang sempit dan gelap, lalu kedua tangannya diikat oleh sebuah tali yang diperkuat oleh Qi.

“Dimana ini? Kenapa aku bisa ada disini?”

Wei Yuan ingat dirinya masih berada di tengah kota dan bersama dengan Callista untuk mencicipi cumi bakar dan terjadi sebuah ledakan. Namun setelahnya Wei Yuan tidak ingat lagi apa yang terjadi.

“Apa kau sudah bangun?”

Suara terdengar dari sudut ruangan dan saat berbalik Wei Yuan melihat seorang anak kecil.

“Siapa kau?” tanya Wei Yuan.

“Namaku Songyun.”

“Ada dimana kita?”

“Aku juga tidak tahu ini dimana. Hanya saja orang bertopeng yang membawa kita pasti bukanlah orang baik.”

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang mendekat dan itu seseorang yang mengenakan topeng sehingga tidak bisa mengenali wajahnya.

“Hooo... Sepertinya kalian berdua sudah sadar.”

Wei Yuan menekuk dahinya dan berkata, “Siapa kau? Kenapa membawa kami ke tempat ini?”

“Aku hanya orang biasa yang memberontak pada kekuasaan. Terutama pada suku ular langit surgawi!”

“Untuk apa kamu melakukan itu? Bukankah suku ular langit surgawi sudah melakukan hal yang baik pada semua orang?”

“Hal baik? Mereka sudah merenggut keluargaku dan kamu berkata mereka melakukan hal baik?” ucap orang bertopeng dengan nada penuh kemarahan.

“Apa!!..”

“Melihatmu mengenakan pakaian mahal dan dikawal langsung oleh kepala satuan, pasti dirimu bukan anak biasa. Jika aku membunuhmu mungkin suku ular langit surgawi akan merasakan hal yang sama denganku!”

Orang itu mengeluarkan pisau tajam dari balik pakaiannya dan berjalan mendekati Wei Yuan. Tentu hal itu membuat Wei Yuan ketakutan, karena ini pertama kalinya bagi Wei Yuan berada dalam situasu seerti ini secara langsung, belum lagi niat membunuh yang dikeluarkan orang itu begitu pekat.

“Hentikan!”

Songyun berlari dan menabrakkan tubuhnya ke orang bertopeng itu hingga membuat dirinya dan orang itu terjatuh.

“Lari dari sini!” teriak Songyun.

“Bagaimana denganmu?” tanya Wei Yuan.

“Tenang saja, aku seorang anak desa yang sebatang kara. Meski aku mati di tempat ini tidak akan ada yang mencariku. Namun kamu berbeda.”

“Tapi...”

“Larilah!...” teriak Songyun.

Wei Yuan menarik napas panjang dan berlari meninggalkan tempat itu dengan tangan yang masih terikat.

“Bertahanlah! Aku akan membawamu pergi dari tempat ini setelah bertemu dengan kepala satuan.” Wei Yuan bergumam sambil berlari dengan cepat.

Sayangnya tempat di mana Wei Yuan berada sekarang dipenuhi dengan lorong panjang yang gelap dan dirinya sama sekali tidak tahu di mana arah jalan keluar yang benar.

BOOOOOMMM...

Terjadi sebuah ledakan tepat di mana ruangan dia melarikan diri sebelumnya dan sebuah bayangan hitam melesat dengan cepat menuju ke arahnya dan menangkap Wei Yuan.

“Kau pikir bisa melarikan diri dariku?” Orang itu berkata sambil mencekik leher Wei Yuan.

Wei Yuan melirik ke arah tangan kiri orang itu dan mendapati Songyun yang membantunya barusan tidak sadarkan diri.

“Le-lepaskan anak itu!” ucap Wei Yuan terbata-bata.

“Hoo... apa kamu peduli dengannya? Maka aku akan memperlihatkanmu sesuatu yang menarik!”

Orang itu melempar Wei Yuan hingga membentur dinding lorong. Lalu orang itu mengangkat Songyun, lalu menusuk pisau di tangannya hingga menembus tubuh anak itu.

Aarrrgghh...

Drip... Drip... Drip...

Darah segar mengalir membasahi lantai tanah dan mengalir hingga mengenai kaki Wei Yuan.

Wei Yuan yang melihat itu langsung terdiam membeku dengan tatapan mata terkejut. Meski dia tidak mengenal anak kecil itu begitu dalam, dirinya merasa berhutang budi atas apa yang dia lakukan sebelumnya dan melihatnya mati seperti itu membuat sesuatu di dalam tubuh Wei Yuan seperti ingin meledak.

“Hahaha... seperti yang aku duga, rasa membunuh seseorang jauh lebih baik.”

Orang itu melempar tubuh anak itu ke sudut lorong dan menatap ke arah Wei Yuan dengan topeng yang dipenuhi darah.

“Sekarang giliranmu untuk mati!”

“Kenapa? Bukankah kamu hanya dendam pada suku ular langit surgawi? Kenapa kamu membunuh anak itu?”

“Hoo... sepertinya kamu sangat peduli sekali dengan anak itu. Aku ingin tahu apa orang-orang di istana itu juga akan peduli jika melihatmu mati!”

Orang bertopeng itu melapisi tangannya dengan Qi dan melakukan serangan ke arah jantung Wei Yuan dengan cepat.

TIIINNGG...

Ujung dari jari orang itu berhenti di depan Wei Yuan dan dia merasakan sesuatu yang sangat keras menghentikan serangannya itu.

“Bagaimana...”

Orang itu berhenti berbicara saat melihat cahaya ungu yang menyelimuti seluruh tubuh Wei Yuan. Pada saat yang sama rambut milik Wei Yuan yang tadinya berwarna putih perlahan berubah menjadi cyan.

Perubahan yang terjadi pada Wei Yuan juga dirasakan oleh orang bertopeng itu dan dia seketika merasakan tekanan yang sangat besar. Dengan cepat orang bertopeng itu langsung melompat mundur dari Wei Yuan dengan tatapan mata penuh kejutan.

“Apa-apaan kekuatan anak itu? Apa dia salah satu dari 10 jenius teratas?” gumamnya.

Wei Yuan kembali bangkit dan aura yang dilepaskan tubuhnya sangat berbeda jauh dari sebelumnya, seakan saat ini Wei Yuan sudah menjadi seseorang yang berbeda.

“Sialan! Ternyata dia selama ini menyembunyikan kekuatannya. Kalau begitu aku harus membunuhnya sebelum semua kekuatannya keluar.”

Orang berpakaian hitam itu mengeluarkan pisau dari balik jubahnya dan langsung menyerang ke arah Wei Yuan dengan kecepatan penuh.

Sekitar tiga langkah dari Wei Yuan, orang itu merasakan niat membunuh yang begitu kuat dari Wei Yuan dan ingin menghentikan serangannya. Namun pada saat ini, Wei Yuan mengangkat tangan kirinya dan seketika itu juga tubuh orang berpakaian hitam tertarik mendekati Wei Yuan.

“Kurgh... lepaskan aku!”

Wei Yuan mencengkeram erat leher dari orang itu sampai membuatnya kesulitan bernapas dan detik berikutnya tulang-tulang dari leher orang itu dihancurkan, seketika itu juga orang tersebut mati dengan merasakan rasa sakit yang luar biasa dari tulang-tulang yang diremukkan.

Namun bukannya berhenti melepaskan kekuatan miliknya, Wei Yuan terus melepaskan lebih banyak kekuatan miliknya hingga membuat tempat itu berguncang hebat.

BOOOOOOMMM...

**

Suku ular langit surgawi, istana surgawi...

Hei She sedang menatap kota yang berada di bawah istana dan tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang mengejutkannya.

“Ini!... segel yang aku tanamkan pada Wei Yuan sudah terbuka!”

Hei She melambaikan tangannya dan seketika itu juga ruang yang ada di hadapannya terbelah dan segera dia masuk ke dalam ruang yang terbelah itu.

Saat keluar dari ruang itu, Hei She melihat sebuah reruntuhan yang baru saja hancur jauh di dalam hutan. Dari arah reruntuhan itu Hei She merasakan seseorang yang memancarkan kekuatan besar, akan tetapi kekuatan itu begitu liar dan tidak terkendali.

“Ini...”

Hei She dengan cepat terbang mendekati Wei Yuan lalu menyerang belakang lehernya hingga membuat Wei Yuan pingsan. Lalu Hei She melihat ke arah sekeliling reruntuhan yang dipenuhi banyak mayat orang berpakaian hitam.

“Aku mendengar ada sebuah organisasi pemberontak yang cukup meresahkan di utara. Mereka semua cukup kuat untuk mengalahkan sebuah suku biasa, tidak aku sangka Wei Yuan akan membunuh mereka semua.”

Hei She melirik ke arah Wei Yuan dan berkata, “Ini adalah kedua kalinya segel yang aku buat rusak. Jika terus seperti ini tubuhnya tidak akan kuat menahan besarnya kekuatan itu dan jika terus dibiarkan akan membuat tubuhnya meledak.”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • JALAN KEKEKALAN ABADI   Perbedaan 3

    Pria berambut hijau yang menyimpan dendam pada Wei Yuan yang memenangkan kompetisi sebagai peringkat pertama, dirinya sangat terkejut saat melihat Ju Ming yang menjadi salah satu 10 besar daftar surgawi diterbangkan seperti seekor anjing keluar arena pertarungan.Pria berambut hijau yang bernama Huang Du, merupakan peringkat kedua dalam daftar surgawi. Huang Du merupakan murid sekte yang berasal dari suku harimau surgawi, di mana itu sebuah suku besar yang tidak kalah dengan suku naga dan phoenix.Dalam sekte ini Huang Du hanya cemas terhadap dua orang yaitu Long Ao dan peringkat pertama daftar surgawi. Setelah mengetahui kedua orang itu tidak ikut ambil bagian dalam kompetisi ini membuat Huang Du merasa kalau kompetisi akan berjalan dengan mudah, akan tetapi setelah melihat kemahiran dari Wei Yuan dan tim 44 membuatnya merasa tertekan.Pertarungan Wei Yuan barusan membuat Huang Du merasakan ancaman besar yang membuatnya kemungkinan bisa tersingkirkan di posisi kedua dalam daftar surg

  • JALAN KEKEKALAN ABADI   Perbedaan 2

    Setelah tahap tim ada satu tahapan lagi dalam kompetisi ini di mana tahap itu semua orang yang berpartisipasi pada kompetisi sebelumnya bisa bertarung satu lawan satu. Mereka yang gagal sebelumnya juga memiliki satu kesempatan untuk menantang mereka yang berhasil, akan tetapi setiap orang dibatasi hanya untuk bisa menantang sebanyak 3 kali.Dalam tahap ini sebagian besar akan menentukan daftar surgawi dan langit. Semakin banyak kemenangan yang diraih maka semakin besar pula peringkat yang akan didapatkan dalam daftar.Namun untuk membuat pertandingan dengan adil, tetua agung memberikan waktu untuk mereka yang berhasil bertahan pada kompetisi sebelumnya untuk beristirahat dan melanjutkan kembali keesokan harinya.Setelah satu hari beristirahat, kompetisi penentuan daftar peringkat dimulai di arena pertarungan.Saat ini orang yang pertama kali naik ke atas panggung besar itu salah satu murid inti dan tidak lama dia menyebutkan nama seseorang yang ingin dia tantang.Wei Yuan mengelus dag

  • JALAN KEKEKALAN ABADI   Perbedaan

    Wei Yuan dan Long Zin kembali ke kawah di atas lubang melalui array yang digunakan oleh wanita sebelumnya. Mereka berdua kembali melihat artefak yang sudah mereka dapatkan sebagai hadiah dan merasa sangat bersyukur bisa mendapatkan artefak itu.Namun saat ini mereka menyimpan artefak itu dan kembali ke tujuan mereka dalam kompetisi ini. Meski sudah mendapatkan poin dalam jumlah yang cukup banyak, masih ada beberapa hari lagi sebelum kompetisi ini selesai dan selama waktu itu mereka harus mendapatkan poin lagi untuk menjadi tim pertama dalam kompetisi ini setelah selesai.Tanpa menunggu lama mereka berdua langsung masuk ke wilayah hutan lagi dan menuju ke arah sisi barat, di mana tempat itu memiliki lebih banyak gerombolan monster yang berkeliaran.Karena sebagian besar tim sudah dikalahkan saat di kawah. Membuat perburuan mereka berdua terbilang sangat lancar tanpa hambatan baik itu tim yang menyergap atau berbagai gangguan lain.Setelah satu minggu berlalu, kristal yang ada pada mere

  • JALAN KEKEKALAN ABADI   Aura Yang Familiar

    Wanita yang duduk di atas tahta itu mengenakan pakaian hitam dengan rambut berwarna merah panjang, serta mata biru seperti permata kristal. Aura di sekeliling tubuh wanita itu sangat pekat sampai membuat Wei Yuan dan Long Zin tertekan hanya dengan berada di dekatnya.Tatapan mata dari wanita itu melirik ke arah Wei Yuan berada dan saat tatapan mata mereka berdua bertemu, Wei Yuan merasakan tubuhnya membeku sejenak.“Aku merasakan aura yang sangat familiar dari dalam tubuhmu. Apa kamu memiliki hubungan dengan seseorang dari suku ular langit surgawi?” tanya wanita itu.“Aku berasal dari sana. Bagaimana kamu bisa mengetahuinya?” balas Wei Yuan.“Sangat mudah untukku mengetahuinya. Namun untuk sekarang aku tidak akan membahasnya dan melanjutkan perkataanku sebelumnya untuk memberikan kalian berdua hadiah.”Wanita itu mengangkat tangannya dan muncul dua buah peti emas. Kedua peti emas itu memancarkan aura yang begitu kuat sampai membuat Wei Yuan merinding.“Dalam peti ini terdapat harta ya

  • JALAN KEKEKALAN ABADI   Sebuah Hadiah

    Jiang Qin yang melihat Wei Yuan dengan keadaan yang cukup buruk, langsung mendekatinya dan memberikan pil yang dia miliki untuk memulihkan Qi miliknya yang sudah habis.Wei Yuan dan Long Zin yang memakan pil pemberian dari Jiang Qin bisa memulihkan sedikit Qi milik mereka. Walaupun tidak sepenuhnya pulih, tetapi itu sebuah bantuan besar bagi mereka untuk bisa bertahan dalam kompetisi ini.Melihat keadaan dari dua orang itu tentu saja membuat Jiang Qin bertanya-tanya apa yang terjadi dan juga kenapa mereka bisa berada di tempat ini yang seharusnya menjadi tempat terlarang dalam kompetisi untuk di datangi.Wei Yuan menceritakan semua yang terjadi di tempat ini pada Jiang Qin tanpa ada satupun yang disembunyikan. Saat mendengar mereka berdua mengalahkan tujuh orang dari dalam 10 daftar surgawi langsung membuat tim Jiang Qin terkejut, sebab mereka bertiga tahu sekuat apa ketujuh orang itu dalam pertarungan.Mereka juga terkejut mengetahui Wei Yuan dan Long Zin masih bisa bertahan setelah

  • JALAN KEKEKALAN ABADI   Hasil Kerjasama

    Setelah ledakan besar dari serangan gabungan Wei Yuan dan Long Zin yang membunuh Hydra, terbentuk sebuah lubang besar yang menguapkan semua air yang ada dalam kawah. Wei Yuan dan Long Zin yang sudah mengeluarkan semua kekuatan mereka pada serangan sebelumnya langsung terjatuh ke tanah dengan tubuh yang kelelahan.Namun disaat mereka berdua kelelahan setelah melawan Hydra, para murid yang menonton dari kejauhan mulai berdatangan mendekati mereka, akan tetapi kedatangan semua orang itu disertai dengan mata yang dipenuhi niat keserakahan.Wei Yuan dan Long Zin yang bisa merasakan niat itu dengan jelas langsung mengambil kembali senjata mereka, bersiap untuk bertarung lagi. Meski saat ini mereka tidak terlalu yakin untuk bisa menghadapi semua murid yang ada di depan mereka saat ini.“Kekeke... tidak aku sangka kalian berdua akan memiliki kekuatan sebesar itu. Namun kalian berdua saat ini berada dalam keadaan yang terlemah.”“Kami akan memberikan kalian berdua kesempatan untuk memberikan s

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status