Mag-log inPagi itu, pembicaraan tentang Bang Boneng masih belum selesai.
Foto lama yang ditemukan Fauzan terus terbayang di kepalanya.Mbak Minah.Bakul jamu.Dan Bang Boneng yang terlihat jelas sedang menerima segelas jamu darinya.Padahal sehari sebelumnya...Bang Boneng bersumpah tidak mengenal Mbak Minah.Fauzan belum mendapatkan penjelasan yang memuaskan.Namun ia memilih tidak memaksanya.Ada sesuatu yang disembunyikBAB 112 — RAHASIA MINAHPagi itu, Pak Joko kembali membuka arsip lama perusahaan.Map merah yang dibawa seseorang pada malam Minah menghilang masih menjadi tanda tanya. Mereka belum tahu siapa pemiliknya, apalagi apa isi dokumen di dalamnya.Namun, Pak Joko memiliki dugaan bahwa map tersebut berkaitan dengan perubahan laporan material Blok C.“Kalau benar ada dokumen yang dibawa malam itu, kemungkinan salinannya pernah dibuat,” katanya.Fauzan duduk di hadapannya.“Berarti kita harus mencari salinan yang disimpan Minah?”“Bisa jadi. Minah mungkin tidak sepenuhnya percaya kepada orang-orang di perusahaan. Kalau dia berniat melapor, tentu dia membutuhkan bukti.”Bagas membuka kembali catatan penyelidikan.“Pak, sebelumnya kita menemukan laporan material yang jumlahnya berbeda. Ada pekerjaan malam yang tidak tercatat, lalu beberapa tanda terima juga hilang.”Pak Joko mengangguk.“Itulah
BAB 111 — MALAM YANG SEBENARNYANama Raka membuat penyelidikan kembali berubah arah.Menurut catatan perusahaan, orang tersebut sudah meninggal beberapa tahun sebelum Minah menghilang. Namun, Boneng mengingat bahwa Minah menyebut nama itu pada malam terakhirnya.Pak Joko belum ingin mengambil kesimpulan.Ia meminta anggotanya memeriksa identitas Raka, termasuk riwayat pekerjaannya di perusahaan dan hubungannya dengan proyek C-12.Sementara itu, Fauzan dan Bagas kembali mengumpulkan keterangan dari beberapa mantan pekerja.Mereka ingin menyusun ulang kejadian malam itu.Bukan hanya berdasarkan dugaan, tetapi dari kesaksian orang-orang yang pernah berada di sekitar lokasi.Pertemuan pertama dilakukan dengan Pak Samin dan Pak Harun.Keduanya datang ke kantor setelah menerima panggilan dari Pak Joko.Pak Joko meletakkan beberapa salinan dokumen di atas meja.“Kami sedang menyusun kembali
BAB 110 — PERTEMUAN TERAKHIRAlamat yang ditemukan di dasar bakul Minah menjadi petunjuk baru bagi penyelidikan.Pak Joko tidak ingin terburu-buru mendatangi tempat tersebut tanpa memeriksa kebenarannya. Ia meminta anggotanya menelusuri alamat dan mencari tahu apakah lokasi itu pernah memiliki hubungan dengan proyek C-12.Dua hari kemudian, hasil pemeriksaan mulai terlihat.Alamat tersebut ternyata merujuk pada sebuah bangunan lama di pinggir kota. Dahulu, tempat itu pernah digunakan sebagai kantor sementara untuk pertemuan pihak pengembang dan beberapa orang yang menangani proyek.“Jadi, tempat itu memang berhubungan dengan perusahaan?” tanya Fauzan.Pak Joko mengangguk.“Menurut catatan lama, bangunan itu pernah disewa selama beberapa tahun. Setelah proyek selesai, tempatnya tidak lagi digunakan.”Bagas memperhatikan foto bangunan yang ditunjukkan Pak Joko.“Apakah Rudi Hartawan pernah datang ke sana
BAB 109 — BAKUL YANG TERTINGGALPengakuan Suryono membuka satu bagian baru dalam penyelidikan.Minah masih hidup ketika mandor itu meninggalkan Blok C. Namun, ada seseorang yang tetap bersamanya.Sayangnya, Suryono belum berani menyebut nama orang tersebut.Pak Joko meminta keterangan itu diperiksa lebih lanjut. Ia juga memerintahkan anggotanya mencari bukti lain yang bisa memastikan keberadaan Minah pada malam terakhirnya.Fauzan masih memikirkan satu hal.Bakul jamu.Selama ini, mereka mengetahui Minah membawa bakul ketika berjualan. Namun, setelah ia menghilang, tidak ada yang bisa memastikan ke mana barang itu pergi.“Pak, bagaimana dengan bakul Minah?” tanya Fauzan ketika mereka kembali ke kantor penyelidikan.Pak Joko mengangkat wajah.“Ada apa dengan bakul itu?”“Kalau Minah masih membawa bakul malam itu, seharusnya ada yang tahu ke mana barang tersebut dibawa.”Bagas mengangguk.“Benar. Kita sudah memeriksa beberapa lokasi, tetapi belum pernah menelusuri keberadaan bakulnya s
BAB 108 — PENGAKUAN SURYONOHilangnya Dimas Pratama membuat penyelidikan semakin rumit.Pak Joko telah meminta anggotanya mencari keberadaan mantan staf administrasi itu. Ponsel dan dokumen yang tertinggal di rumahnya juga sedang diperiksa.Namun, ada satu orang yang menurut Pak Joko perlu segera dimintai keterangan.Mandor Suryono.Selama ini, Suryono selalu menghindar setiap kali pembicaraan mengarah pada malam hilangnya Minah. Ia tahu sesuatu, tetapi tidak pernah menceritakannya secara utuh.Pagi itu, Pak Joko akhirnya memanggilnya ke kantor.Fauzan dan Bagas sudah berada di sana ketika Suryono datang.Wajah mandor itu terlihat lelah. Ia duduk di hadapan Pak Joko tanpa banyak bicara.“Sudah berapa lama Bapak menyimpan sesuatu tentang malam itu?” tanya Pak Joko.Suryono menunduk.“Saya tidak tahu harus mulai dari mana.”“Mulailah dari apa yang Bapak lihat dan dengar.”Suryono mengusap wajahnya.“Saya memang datang ke Blok C malam itu.”Fauzan langsung menatapnya.“Bapak datang sete
BAB 107 — Sepatu dari KantorKeterangan Pak Harun membuat Pak Joko kembali membuka arsip lama proyek C-12.Selama ini, mereka lebih banyak memeriksa daftar pekerja lapangan. Padahal, orang yang membawa bakul Minah mungkin bukan pekerja biasa.Seragam proyek yang dikenakannya bisa saja hanya penyamaran.“Kalau orang itu bukan pekerja lapangan, kita harus memeriksa siapa saja yang memiliki akses ke lokasi malam itu,” kata Pak Joko.Fauzan memperhatikan beberapa lembar daftar kehadiran yang tergeletak di meja.“Termasuk bagian administrasi?”“Benar. Terutama orang-orang yang tidak memiliki jadwal kerja malam, tetapi tetap datang ke proyek.”Bagas menunjuk salah satu dokumen.“Bagaimana dengan Rudi Hartawan?”“Namanya sudah masuk dalam daftar pemeriksaan. Tapi saya ingin mencari tahu siapa saja yang berhubungan langsung dengannya.”Pak Joko mengambil telepon dan menghubungi bagian personal







