Beranda / Pendekar / Jalan Sunyi sang Pendekar / Bab 52 - Misteri Hilangnya Indera Pendengaran

Share

Bab 52 - Misteri Hilangnya Indera Pendengaran

last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-19 17:20:00

Terlihat pada sebuah Gazebo yang terletak di tengah-tengah taman umum Kota Xianglu, seorang anak kecil memandang ke arah air mancur seraya berkata, “Paman, kenapa aku tidak bisa mendengar suara air mancur itu? Padahal biasanya ketika aku datang ke sini, aku selalu mendengar suara percikan air mancur itu.”

Di sebelahnya, seorang pria yang tampak berusia sekitar tiga puluh tahunan menatap keponakan laki-lakinya itu dengan wajah prihatin. “Sungguh malang sekali nasibmu, Nak. Masih kecil tapi sudah
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
sudah tamat ya good novel...???
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin tak jelas goodnovelnya
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin lama makin seru
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 60 - Kegagalan Ting Ting Xir

    DUAR!"Aaaargh!"Tiba-tiba ada sebuah penghalang tak kasat mata yang membuat Ting Ting Xir terpental. Meski rasa sakit menjalar di sekujur tubuhnya, ia tetap berusaha mengeluarkan energi hitamnya untuk menahan tekanan udara, agar dirinya tidak terpelanting semakin jauh.Setelah berhasil mendaratkan tubuhnya dengan aman di atas tanah padang rumput, sesuatu yang mengganjal naik ke tenggorokannya, membuatnya merasa mual, ada rasa anyir yang aneh. Tak tahan dengan semua perasaan asing itu, ia mengeluarkan seteguk darah, ini membuatnya lega dan rasa sakit di dadanya berkurang, meski nafasnya tersengal-sengal setelah itu.Ting Ting Xir mengeluarkan pil pemulih luka dari cincin penyimpanan dan menelannya, kemudian ia duduk bersila dan membuat segel pemulih sebelum memejamkan mata.Beberapa saat kemudian, ia kembali membuka mata dengan pandangan yang lebih cerah, menandakan bahwa tubuhnya telah kembali pulih. Namun, dalam sorot mata yang cerah itu, ada bara api yang menyala.Ting Ting Xir be

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 59 - Formasi Ketenangan Alam Tahap Menengah

    "Tidak mungkin!" gumam Yun Xiao lirih. Ia tidak menyangka Teknik Pelepas Energinya akan gagal.Luo Yi merasa ada sesuatu yang janggal. Ia pun langsung mengaktifkan Teknik Mata Cakrawala, dan yang ia lihat, ternyata ada aliran energi hitam sangat halus dari arah barat laut, yang terus-menerus merangsak masuk ke dalam indera pendengaran Chen Jia.Sehingga, ketika Yun Xiao melepas energi hitam pada indera pendengaran Chen Jia dengan tekniknya, Yun Xiao tetap tidak mendengar apa-apa, karena ada energi hitam baru yang langsung mengikat indera pendengaran Chen Jia lagi."Jia'er akan sembuh, kan?" tanya Chen Lao dengan penuh harap."Tentu," jawab Luo Yi dengan tenang. "Tenang dan bersabarlah. Keponakan Anda sebentar lagi akan sembuh."Luo Yi kemudian menatatap Yun Xiao. "Sepuluh tarikan nafas setelah aku memainkan seruling, gunakan Teknik Pelepas Energi lagi."Mendengar kata 'seruling', Yun Xiao mengerutkan kening, dan seketika ia teringat dengan seruling iblis yang digunakan Ting Ting Xir.

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 58 - Sampai di Kediaman Tabib Chen Lao

    Di Lembah Batu Hitam yang sepi, seorang pria yang tampak berusia dua puluh tujuh tahun, mengenakan jubah merah, sedang berjalan-jalan dengan santai. Dinamakan Lembah Batu Hitam karena terdapat banyak sekali batu-batu berwarna hitam pekat di daerah ini. Batu-batu tersebut dipercaya memiliki energi negatif. Suasana di lembah ini sangat sepi, karena jarang ada orang yang berani datang ke tempat ini, kecuali untuk melakukan ritual gelap. Bahkan langit di tempat ini tak pernah cerah meski di siang hari, menjadikan atmosfer tempat ini menjadi suram dan mengerikan. Langkah pria berjubah merah itu membawanya sampai pada sebuah goa. Sambil tersenyum tipis, ia memasuki goa itu, melangkah ke arah sebuah batu besar dan duduk di atasnya. "Tumbalnya sudah cukup, dan sudah saatnya aku melakukan ritual," ucapnya disertai senyum penuh kepuasan. Pria itu kemudian duduk bersila dan memejamkan mata. Namun, baru beberapa saat ia memejamkan mata, ia langsung membuka matanya dengan cepat. "Apa?

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 57 - Mendatangi Kota Xianglu

    Luo Yi tetap membuka pintu rumah kayu itu dan melangkah masuk ke dalam seraya berkata, "Kau tenang saja. Ketujuh bayangan cahayaku masih aktif dan masih berjaga di setiap sudut hutan. Jika salah satu bayanganku ada yang melihat musuh, maka aku akan langsung mengetahuinya. Sebab, antara aku dan bayanganku itu satu dan terhubung.""Oh, jadi begitu, ya," kata Yun Xiao seraya menutup pintu. Setelah mendengar penjelasan Luo Yi, ia jadi merasa tenang sekarang.Sementara itu, di Kota Xianglu, orang-orang sana dibuat bingung dengan munculnya cahaya yang berasal dari arah Hutan Xuanyan. Banyak yang menebak bahwa di hutan tersebut sedang terjadi pertarungan. Fenomena datangnya cahaya tersebuut menjadi perbincangan orang-orang di Kota Xianglu, karena kota tersebut merupakan daerah yang paling dekat dengan Hutan Xuanyan. Namun, meskipun di Kota Xianglu ada banyak kultivator, tak satupun di antara mereka yang berani mengecek keadaan di hutan itu. Karena, menurut prediksi mereka, cahaya seterang

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 56 - Formasi Tujuh Bayangan Cahaya

    Karena penasaran, Yun Xiao pun langsung berdiri dari duduknya dan melangkah keluar dari rumah kayu itu. Setelah Yun Xiao keluar, Luo Yi membuat segel tangan, mengaktifkan suatu teknik, dan seketika itu juga, tujuh cahaya muncul mengelilingi Luo Yi.Cahaya itu membentuk persis seperti replika tubuh Luo Yi, membuat Yun Xiao mengerutkan keningnya, pasalnya ia tidak pernah melihat teknik semacam itu.“Teknik apa yang kau aktifkan itu?” tanya Yun Xiao.“Teknik Tujuh Bayangan Cahaya,” jawab Luo Yi dengan tenang.“Hmmm ....” Yun Xiao menatap satu persatu tujuh bayangan itu dan membandingkannya dengan Luo Yi asli sebelum bergumam, “Benar-benar mirip.”Tujuh Bayangan itu kemudian menyebar ke berbagai sudut hutan dengan Ilmu Meringankan Tubuh masing-masing, sementara Luo Yi asli pergi ke titik tengah hutan. Yun Xiao yang penasaran pun langsung mengikuti Luo Yi asli. Setelah tiba di titik tengah hutan. Ia memperhatikan Luo Yi membuat segel tangan yang rumit. Semua bayangan Luo Yi pun melakukan

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 55 - Arti di Balik Kata 'Xir'

    Rusa itu berjingkrak-jingkrak dengan ceria seraya berkata, “Ya, aku bisa mendengar lagi! Terima kasih telah menolongku! Kalian benar-benar manusia yang baik.” Yun Xiao mengerutkan keningnya. “Kau bisa bicara dengan rusa?” “Ya.” Luo Yi mengangguk. “Aku bisa bicara dengan hewan apa pun.” Yun Xiao mengerutkan alisnya. “Dari mana kau belajar bahasa hewan?” Luo Yi diam sejenak, lalu ia mengalihkan pandangannya ke arah Yun Xiao. “Maaf, aku tidak bisa memberitahukan tempat itu padamu, karena guruku menyuruhku untuk merahasiakan tempat itu.” “Baiklah, tidak apa-apa,” kata Yun Xiao seraya berdiri dari jongkoknya. “Kalau aku tidak bisa memberitahukan tempatmu belajar, setidaknya ajari aku cara berbicara dengan hewan.” “Baiklah, aku akan mengajarimu,” kata Luo Yi, membuat sudut bibir Yun Xiao terangkat, membentuk seperti bulan sabit. “Tapi setelah kau memberitahuku siapa orang yang telah menyegel indera pendengaran hewan-hewan di hutan ini dengan energi hitam.” “Oh iya, aku memang akan me

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status