Mag-log inDengan ketenangan, kutapaki jalan sunyi di tengah dunia yang bising oleh ambisi. Dengan ketenangan, kugenggam pedang bukan untuk membunuh, tetapi untuk melindungi. Dengan ketenangan, kuhadapi para penguasa kekuatan tanpa menyimpan dendam dan kebencian. Dengan ketenangan, kulewati cobaan, luka, dan kehilangan, tanpa kehilangan arah. Dengan ketenangan, kutulis kisahku di dunia persilatan—kisah tentang seorang anak pendekar yang menemukan kekuatan di jalan sunyi, “Jalan Sunyi sang Pendekar”. 0==(:::::::::::::::::::::::::::» Tingkatan Kulitivasi -Ranah Dasar -Ranah Lanjutan -Ranah Tinggi -Ranah Ksatria -Ranah Legenda
view more"Guru, bertahanlah!" kata Yun Xiao seraya menyalurkan Qi pada luka gurunya, memadatkannya agar pendarahan berhenti.Zhang Hao mengangkat tangan kanannya. Meski kondisinya sangat lemas, ia tetap menggerakkan tangan itu dan menggengangam pergelangan Yun Xiao yang sedang menyembuhkan luka di dadanya. "Simpan saja energimu untuk pulang dengan selamat, Xiao'er!" kata Zhang Hao dengan suara lemah. Yun Xiao menggeleng. "Tidak! Aku harus menyelamatkanmu.""Aku ... tidak akan bertahan lama.""Kau kuat. Kau pasti bisa bertahan!" Tangan Yun Xiao bergetar hebat saat mengatakan itu.Zhang Hao tidak berkata apa-apa lagi. Ia hanya tersenyum untuk mengurangi rasa khawatir muridnya. Namun, beberapa saat kemudian, matanya menutup dengan pelan. Napas dan detak jantungnya berhenti saat itu juga. "Guruuuuuu!" Tangis Yun Xiao pecah seketika. Tubuhnya terguncang hebat, membiarkan air matanya jatuh membasahi wajah pucat gurunya yang kini terbujur kaku di pangkuannya.Sore itu, di bawah langit yang mulai
Zhang Hao mengeratkan genggamannya pada kristal itu. "Jangan mimpi!"Tiba-tiba tubuhnya menghilang setelah mengatakan itu.Tiga pria berjubah hitam yang mengepung Zhang Hao membelalakkan matanya sebelum celingukan ke segala arah."Itu dia!" Salah satu dari mereka menunjuk ke arah Zhang Hao yang kini telah berada di dekat Yun Xiao. "Bunuh dia sebelum kekuatannya pulih!"Ketiga pria itu melesat ke arah Zhang Hao dan Yun Xiao seraya menghunuskan senjata masing-masing—pedang, sabit besar, dan tombak yang telah dialiri Qi hitam."Guru!" Yun Xiao hendak meloncat untuk menghindar, tetapi Zhang Hao menahannya, memberi isyarat padanya untuk tetap tenang.Namun, dalam jarak tujuh tombak sebelum mereka sampai ....DUAR!"Aaaaa!"Ketiga pria berjubah hitam itu terpental dua puluh tombak. Dua orang berhasil menancapkan tombak dan sabit ke tanah untuk mengerem, sementara yang lain tubuhnya menghantam tanah gunung, menggelinding tak terkendali hingga menabrak batu.Pria berjubah hitam yang membawa s
Zhang Hao mengalirkan Qi-nya ke telapak kaki, mengaktifkan Teknik Langkah Bayangan Bulan, lalu berlari ke arah bangau raksasa itu dengan cepat.Setiap langkah ke sepuluh, sebuah replika bayangan yang menyerupai dirinya muncul dan berpencar untuk menyerang bangau itu dari segala arah.Melihat itu, bangau raksasa itu tidak tinggal diam. Beast seratus ribu tahun itu langsung melesat ke udara untuk menghindari serangan sekaligus memikirkan strategi untuk menyerang balik.Namun, dalam waktu dekat itu, Zhang Hao telah berhasil membuat seratus bayangan. Dengan kompak, ia dan seratus bayangannya membuat segel tangan, mengaktifkan Formasi Seratus Bayangan Bulan yang membentang dengan skala empat ratus tombak persegi.Karena formasi tersebut terbentuk dengan sangat cepat, bangau raksasa itu tidak memiliki kesempatan untuk kabur dan terkurung di dalam formasi.'Apa yang orang ini rencanakan?' pikir bangau raksasa itu. 'Kenapa dia mengurungku dengan formasi sebesar ini?'Tanpa berpikir lebih lanj
Angin dingin berhembus pelan di Puncak Gunung Baihe. Kabut tipis menggantung di antara pepohonan tua. Dari puncak itu, terlihat seekor bangau putih raksasa beranjak berdiri. Matanya yang tajam menatap Zhang Hao dengan penuh kebencian.Sementara itu, dari jarak dua ratus meter, Yun Xiao mencengkeram dadanya, mencoba meredamkan rasa sakit akibat aura ganas yang bangau raksasa itu pancarkan. Setiap kata yang diucapkan beast seratus ribu tahun itu seperti jarum yang menusuk jantung dan paru-parunya. Napasnya tersendat. Tubuhnya terasa berat, sulit digerakkan. Dirinya yang baru berada di Ranah Lanjutan Tahap Awal tentu tak kuasa menahan aura seganas ini.'Aku harus menjauh lebih jauh lagi. Aura Bangau Putih Seratus Ribu Tahun ini benar-benar ganas sekali,' batin Yun Xiao seraya berusaha melangkahkan kakinya meski tertatih-tatih, setiap langkah ia menjauh, rasa sakit akibat aura ganas itu berkurang.Di sisi lain, Zhang Hao telah bersiap dengan pedang besar yang berada di genggaman tanganny
Setelah Luo Yi selesai memainkan seruling, Yun Xiao bertanya pada bocah di hadapannya. "Apakah sekarang kau sudah bisa mendengar, Jia'er?" Dalam satu tarikan nafas, mata Chen Jia seketika berbinar-binar. "Aku bisa mendengar!" Ia kemudian menoleh ke arah Chen Lao. "Paman, aku bisa mendengar lagi."
"Tidak mungkin!" gumam Yun Xiao lirih. Ia tidak menyangka Teknik Pelepas Energinya akan gagal. Luo Yi merasa ada sesuatu yang janggal. Ia pun langsung mengaktifkan Teknik Mata Cakrawala, dan yang ia lihat, ternyata ada aliran energi hitam sangat halus dari arah barat laut, yang terus-menerus meran
Di Lembah Batu Hitam yang sepi, seorang pria yang tampak berusia dua puluh tujuh tahun, mengenakan jubah merah, sedang berjalan-jalan dengan santai. Dinamakan Lembah Batu Hitam karena terdapat banyak sekali batu-batu berwarna hitam pekat di daerah ini. Batu-batu tersebut dipercaya memiliki energi
Luo Yi tetap membuka pintu rumah kayu itu dan melangkah masuk ke dalam seraya berkata, "Kau tenang saja. Ketujuh bayangan cahayaku masih aktif dan masih berjaga di setiap sudut hutan. Jika salah satu bayanganku ada yang melihat musuh, maka aku akan langsung mengetahuinya. Sebab, antara aku dan baya






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
RebyuMore