Jalan Sunyi sang Pendekar

Jalan Sunyi sang Pendekar

last updateLast Updated : 2026-11-01
By:  Rizki Al-MubarokUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
7 ratings. 7 reviews
116Chapters
5.1Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Dengan ketenangan, kutapaki jalan sunyi di tengah dunia yang bising oleh ambisi. Dengan ketenangan, kugenggam pedang bukan untuk membunuh, tetapi untuk melindungi. Dengan ketenangan, kuhadapi para penguasa kekuatan tanpa menyimpan dendam dan kebencian. Dengan ketenangan, kulewati cobaan, luka, dan kehilangan, tanpa kehilangan arah. Dengan ketenangan, kutulis kisahku di dunia persilatan—kisah tentang seorang anak pendekar yang menemukan kekuatan di jalan sunyi, “Jalan Sunyi sang Pendekar”. 0==(:::::::::::::::::::::::::::» Tingkatan kultivasi: Ranah Dasar → Ranah Lanjutan → Ranah Tinggi → Ranah Ksatria → Ranah Legenda.

View More

Chapter 1

Bab 1 - Suara dari Alam Mimpi

PLAK!

Tamparan keras itu datang sebelum Luo Yi sempat menjelaskan apa pun. Pipinya langsung memanas, meninggalkan bekas kemerahan yang kentara.

“Dasar tidak tahu diuntung!” Luo Yang membentaknya dengan wajah merah padam, sampai urat-urat di lehernya menegang. “Sudah kubilang berkali-kali untuk tidak usah keluar rumah! Bikin malu saja kau ini, sengaja ingin mempermalukan aku?”

“Tapi, Ayah—”

PLAK!

Untuk kedua kalinya, telapak tangan kasar itu menghantam sisi wajah yang sama. Luo Yi sampai terhuyung. Namun, rasa perih di pipinya itu belum seberapa dibanding hantaman kalimat berikutnya.

“Jangan panggil aku ayah! Aku tidak sudi memiliki anak dengan dantian cacat sepertimu!”

Kata-kata itu meluncur begitu saja, terasa lebih tajam dari bilah pedang mana pun yang langsung menghancurkan sisa harga diri Luo Yi.

Sementara di dapur, Luo Yin yang sedang memasak segera bergegas ke ruang utama begitu mendengar suara keributan. Setibanya di sana, ia dikejutkan oleh putranya yang tiba-tiba berlari dan memeluknya sambil menangis. Luo Yin mendekap erat tubuh bergetar putranya, ikut merasakan hancurnya hati sang anak.

Sembari memeluk anaknya, Luo Yin menatap suaminya dengan tajam. “Apa yang kau lakukan pada anak kita, Luo Yang?”

“Anak kita?” Luo Yang bertanya dengan nada merendahkan. “Itu anakmu, bukan anakku. Aku sudah tidak ingin lagi menganggapnya sebagai anak!”

Luo Yin melebarkan matanya. “Apa ... apa yang membuatmu sampai tega berkata seperti itu?” Luo Yin bertanya dengan suara gemetar, dan air matanya telah terbendung di kelopak matanya.

“Tentu saja karena anak sialanmu itu telah menghancurkan nama baik keluarga kita!” jawab Luo Yang. “Sudah jelas-jelas dantiannya cacat, tapi anakmu itu malah nekat ikut seleksi pendaftaran murid di Sekte Pedang Langit. Semua orang jadi tahu kalau kita memiliki anak cacat. Bikin malu saja!”

“Jika menurutmu kehormatanmu itu lebih penting daripada anakmu sendiri, maka kau harus pergi dari rumah ini!” Air mata Luo Yin kini telah membuncah membasahi pipinya. “Ini ... ini rumahku, dan kau tidak lagi pantas berada di sini!”

Mendengar itu, Luo Yang langsung membanting pintu rumah dan pergi begitu saja tanpa berkata apa pun.

“Ayah!” Luo Yi berteriak, ingin mengejar, tetapi tangannya ditahan oleh ibunya.

“Sudahlah, Yi'er. Ayahmu sudah tidak menyayangimu lagi.” Luo Yin berusaha menenangkan diri dan mengusap kedua air matanya, karena tidak ingin anaknya melihat dirinya bersedih.

Luo Yi menundukkan kepala. Ia mengusap air matanya dengan punggung tangan kanan sembari berkata, “Maafkan aku, Ibu! Kalau saja aku mematuhi perintah ayah, seharusnya kejadian seperti ini tidak akan terjadi.”

Luo Yin memeluk Luo Yi lagi, mencoba untuk menenangkan putranya sembari mengusap rambutnya dengan lembut. “Kau tidak bersalah, Luo Yi. Ibu tahu kau melakukan itu karena kau memiliki tekad yang kuat. Apa pun keadaanmu, jika kau tetap memiliki tekad kuat dan pantang menyerah, percayalah! Suatu keajaiban kelak pasti akan datang padamu!”

***

Malam itu, di dalam kamar kediaman tempat tinggalnya, Luo Yi merebahkan dirinya di atas ranjang. Sorot matanya menyiratkan kepahitan yang telah ia alami.

Sembari menatap langit-langit kamar, ia mengingat kata-kata ibunya tadi sore, lalu bergumam dalam hati. 'Aku berjanji, akan menjadi kultivator terkuat di dunia persilatan ini, dan membuat semua orang mengakuiku, terutama ayahku!'

Setelah berkata seperti itu, tiba-tiba rasa kantuk menyerangnya, sehingga ia tak bisa untuk tidak menutup mata. 

Ia pun bermimpi berada di sebuah tempat aneh. Tidak ada tanah, tidak ada pepohonan, tidak ada rumah, dan juga tidak ada benda ataupun makhluk hidup. Sejauh mata memandang, yang dilihat di sekitarnya semuanya berwarna putih.

“Tempat apa ini?” Luo Yi mengernyitkan dahinya.

Di tengah kebingungan ini, tiba-tiba sebuah suara tanpa rupa mengejutkannya, membuat jantungnya berdebar-debar.

“Jika kau menginginkan kekuatan, pergilah ke Hutan Lianhua!” 

“Siapa kau?” tanya Luo Yi, namun sebelum ia mendapatkan jawaban dari suara misterius itu, tiba-tiba muncul cahaya yang sangat terang dan menyilaukan, membuat dirinya terbangun dari tidurnya.

Mata Luo Yi terbuka, dan cahaya matahari pagi berhasil menerobos masuk melalui celah jendela kayu kamarnya.

“Sudah pagi, ya.” Ia merasa waktu berjalan begitu cepat, tetapi ia teringat mimpi yang semalam ia alami. Ia teringat akan kata-kata sosok misterius dalam mimpi itu. 'Apakah aku akan mendapatkan kekuatan jika aku pergi ke hutan itu?'

Tepat setelah memikirkan hal itu, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, membuatnya menoleh ke arah pintu. Ia melihat ibunya memasuki kamar.

“Sepertinya kau sudah sedikit lebih baik, Yi'er.” Luo Yin berjalan mendekati Luo Yi.

“Iya, Ibu. Aku sudah merasa lebih baik sekarang.” Luo Yi menatap ibunya sembari tersenyum tipis, sementara dalam hati ia berkata, 'Hari ini aku akan pergi ke hutan itu tanpa sepengetahuan ibu!'

Entah kenapa, meskipun telah mendengar anaknya mengatakan itu, Luo Yin masih merasa gelisah. Namun, ia berusaha menyembunyikan kegelisahannya, lalu merespons Luo Yi dengan berkata, “Ayo kita makan! Ibu sudah menyiapkan makanan kesukaanmu.”

***

Siang itu, setelah ibunya meninggalkan rumah untuk menggantikan ayahnya mencari uang, Luo Yi bergumam, “Baiklah, ini saatnya aku pergi ke hutan itu!”

Kemudian, ia segera keluar dari rumah untuk pergi ke Hutan Lianhua yang terletak di sebelah tenggara dari Ibukota Ningzou, tempat tinggalnya. 

Ia tahu jika ia meminta izin ibunya untuk pergi ke hutan itu, ibunya pasti tidak akan mengizinkannya, karena konon Hutan Lianhua adalah hutan terlarang dan belum pernah ada orang yang kembali setelah memasuki hutan itu. Oleh karena itulah ia pergi secara diam-diam.

Meski ia tahu rumor kalau Hutan Lianhua adalah hutan terlarang, ia tetap bertekad untuk pergi ke sana, karena ia merasa mimpi yang semalam ia alami adalah sebuah petunjuk baginya.

Di sepanjang jalan kota, orang-orang Klan Luo tampak berbisik-bisik saat melihatnya lewat.

“Lihat, si cacat itu masih berani menampakkan muka setelah memalukan nama klan di Sekte Pedang Langit,” sindir seorang pria.

Pria di sampingnya menimpali, “Kudengar ibunya sampai harus membanting tulang sendirian karena suaminya pergi dari rumah. Benar-benar anak pembawa sial.”

Sementara Luo Yi yang mendengar itu berusaha memendam amarahnya, lalu berlari meninggalkan kota hingga tiba di perbatasan antara Ibukota Ningzou dan padang rumput.

***

Setelah melakukan perjalanan selama lima pembakaran dupa di padang rumput, akhirnya Luo Yi sampai di hadapan Hutan Lianhua, meski napasnya tersengal-sengal. 

Ini kali pertamanya ia melihat hutan ini. Bisa dikatakan ini adalah hutan raksasa, melihat pohon-pohon yang sangat besar dan menjulang setinggi menara.

Meskipun ia merinding melihat hutan lebat yang dalamnya tampak gelap itu, ia tetap memiliki tekad untuk memasuki hutan itu, karena seperti yang dikatakan ibunya, jika ia punya tekad kuat, maka keajaiban pasti akan datang padanya, dan ia percaya akan hal itu.

“Semoga sesuatu yang buruk tidak terjadi!” katanya, lalu melangkahkan kaki memasuki hutan.

Saat memasuki hutan itu, suara dedaunan bergoyang terdengar dari pohon raksasa di sekitarnya. Heningnya hutan ini hanya dipecah oleh cicitan nyaring tonggeret.

Ketika mendengar suara gemerisik dari semak-semak belukar, Luo Yi segera menghentikan langkahnya dan berdiri terbujur kaku. 

“Apa itu?” Keringat dingin mengalir deras dari pelipisnya. 

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviewsMore

Klan Qing
Klan Qing
Izin promo Thor. Judulnya: Bangkitnya Jenderal Perang
2026-03-28 08:14:19
0
0
Qing Qin
Qing Qin
gogogo update!
2025-06-11 08:26:17
1
0
Yu.Az.
Yu.Az.
Keren ceritanya. Gas update Thor
2025-06-10 11:03:40
1
0
QUEEN NIS CA
QUEEN NIS CA
ceritanya bagus. semangat kak.........
2025-06-10 11:03:09
1
0
Jimmy Chuu
Jimmy Chuu
Wah karya baru. selamat yaa.
2025-05-29 12:42:33
2
1
116 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status