Compartilhar

Jangan Ceritakan Tentangku Padanya
Jangan Ceritakan Tentangku Padanya
Autor: Syara

Bab 1

Autor: Syara
Pada suatu malam di tahun 1983. Di luar sudah gelap gulita, yang tersisa hanya cahaya redup di ruang tamu Keluarga Pangestu.

"Ayah, Ibu, aku mau tinggal bersama kalian di luar negeri."

Di ujung telepon, setelah mendengar kata-kata putri mereka, pasangan suami istri dari Keluarga Rahman yang berada di seberang lautan langsung terharu hingga menangis.

"Baguslah, Nita! Kalau bukan karena gempa itu, keluarga kita nggak akan terpisah selama bertahun-tahun. Ayah dan Ibu bukan sengaja mau telantarkan kamu. Kami akan pergi menjemputmu sekarang juga."

Mendengar tangisan orang tuanya, Anita Pangestu merasakan kesedihan yang mendalam. Dia menarik napas untuk menenangkan diri dan berujar, "Beri aku waktu satu bulan. Masih ada beberapa urusan yang harus kuselesaikan di sini. Setelah semuanya beres, aku akan pergi ke sana. Kelak, aku akan selalu berada di sisi kalian."

Mendengar ini, orang tua kandung Anita yang bernama Anwar dan Susana itu juga sepertinya teringat sesuatu. "Benar, benar. Ayah dan Ibu yang ceroboh. Bagaimanapun, Keluarga Pangestu sudah besarkan kamu selama bertahun-tahun. Dengar-dengar, kakakmu itu juga sangat manjakan kamu sejak kecil. Kamu memang perlu pamitan sama mereka dengan baik."

Begitu mengungkit tentang kakaknya, hati Anita sedikit bergetar. Perasaan campur aduk muncul di hatinya.

Saat Anita berusia enam tahun, pernah terjadi sebuah gempa besar. Dia terpisah dari orang tuanya, lalu organisasi akhirnya mengatur agar Keluarga Pangestu mengadopsinya.

Keluarga Pangestu adalah keluarga terpandang dari kaum elite yang benar-benar berpengaruh dan memiliki latar belakang kuat. Pasangan suami istri Keluarga Pangestu, Andre dan Juliana, memiliki tugas resmi dan sangat sibuk. Meskipun sudah mengadopsi Anita, mereka tidak memberinya terlalu banyak perhatian.

Dibandingkan dengan mengatakan bahwa dirinya dibesarkan oleh Keluarga Pangestu, Anita sebenarnya dibesarkan oleh kakaknya, Anthony Pangestu.

Saat berusia tujuh tahun, Anita takut pada guntur. Anthony yang memeluk dan menidurkannya dengan menyanyikan lagu pengantar tidur.

Saat berusia sepuluh tahun, Anita tergoda pada camilan dan mainan teman sekelasnya. Anthony pun memborong habis semua barang di sebuah toko kelontong. Anthony memanjakannya seperti seorang tuan putri dan membuat semua orang iri.

Saat berusia 14 tahun, Anita mulai menstruasi. Anthony yang sibuk mengajarinya pengetahuan tentang menstruasi, bahkan secara pribadi menyuapinya minum air gula merah dan memijat perutnya.

Dari barang-barang kecil seperti jepit rambut, sepatu, dan pakaian, hingga barang-barang besar seperti gramofon dan mobil, apa pun yang diinginkan Anita, Anthony akan langsung memberikannya.

Orang yang mengenal mereka sering bercanda, dengan sifat Anthony yang begitu protektif terhadap adik, entah pria mana yang bisa menikah dengan Anita kelak.

Pada saat itu, Anthony hanya tersenyum, lalu menarik Anita ke dalam pelukannya dan menyahut, "Mau nikahi adik kesayanganku? Buktikan dulu dia bisa bersikap lebih baik ke Nita dari aku."

Sementara itu, Anita hanya membenamkan kepalanya dalam pelukan Anthony. Jadi, Anthony tidak melihat wajah merahnya yang tersembunyi di dadanya. Tak seorang pun tahu bahwa pria di hadapannya adalah orang yang dicintainya.

Setelah melalui malam-malam saling bergantung yang tak terhitung jumlahnya, Anita telah lama jatuh cinta pada Anthony. Namun, dia tidak berani menyatakan perasaannya karena tahu jelas bahwa perasaan seperti itu tidak dapat diterima oleh masyarakat. Jadi, dia hanya berani diam-diam menumpahkan rasa sukanya di buku harian atau curhat kepada sahabatnya, Jessica Juskitar.

Tak disangka, Jessica malah memberi tahu Anthony.

Malam itu, Anthony tiba-tiba menerobos masuk ke kamar Anita. Dengan wajah muram, dia menemukan buku harian itu dan merobeknya hingga hancur sebelum melempar serpihan kertas itu ke arah Anita. Kertas yang tajam itu melukai wajah Anita dan menyebabkannya memalingkan wajah akibat kesakitan.

"Anita, bisa-bisanya kamu jatuh cinta sama kakakmu! Apa kamu nggak tahu apa itu etika dan rasa malu!"

Itu adalah pertama kalinya Anita melihat Anthony begitu marah. Beberapa patah kata singkat itu sangat menusuk hatinya dan membuat hatinya terasa tercabik-cabik. Dia menatap kosong ke arah Anthony. Matanya yang cerah berkaca-kaca dan air mata mengalir tanpa suara di pipinya.

Sebelum Anita sempat berbicara, Anthony membanting pintu dan pergi dengan marah. Setelah itu, Anthony berusaha keras untuk menghindarinya. Bahkan ketika mereka bertemu sesekali, tatapan Anthony yang tertuju padanya sangat dingin, seolah-olah melihat orang asing.

Seminggu kemudian, Anthony langsung mengumumkan kabar pernikahannya dengan Jessica di depan semua orang. Anita bahkan tidak tahu sejak kapan mereka mulai bersama. Jadi, berita itu membuatnya sangat terguncang.

Setelah pesta berakhir, Anita ingin bertanya jelas. Tak disangka, dia malah mendapati Anthony yang biasanya dingin mendorong Jessica ke sudut ruangan dan menciumnya dengan penuh gairah.

Malam itu, Anita menangis hingga hampir kehabisan air mata. Dia tahu dirinya tidak akan mendapatkan jawaban atas beberapa hal. Lagi pula, dia juga tidak perlu tahu lagi.

Akhir-akhir ini, sebuah lembaga pencari keluarga menghubungi Anita dan mengatakan bahwa mereka telah menemukan orang tua kandungnya.

Setelah terpisah dengan Anita, orang tuanya sangat sedih untuk waktu yang lama. Bahkan ketika dikirim untuk menetap di luar negeri sebagai diplomat, mereka tidak pernah menyerah dalam mencarinya. Sekarang, mereka akhirnya mendengar kabar tentangnya dan hampir pingsan saking gembiranya.

Pada saat ini, Anita merasa bahwa ada banyak hal yang mungkin memang sudah ditakdirkan. Dia dan Anthony memang ditakdirkan untuk tidak bisa bersama. Tahun-tahun yang dihabiskannya di Keluarga Pangestu juga tidak lebih dari mimpi semu.

Sekarang, sudah saatnya untuk kembali ke jalan asalnya. Jadi, Anita mengambil sebuah keputusan. Dia akan kembali kepada keluarganya, juga melupakan rasa suka bertahun-tahunnya terhadap Anthony.

Keesokan harinya, Anita turun ke lantai bawah lebih awal. Melihat orang tua angkatnya mengajaknya sarapan dengan hangat, dia memasang senyum manis dan duduk di samping mereka. Kemudian, Anita memberi tahu orang tua angkatnya bahwa orang tua kandungnya telah menemukannya, sedangkan dia juga memutuskan untuk pergi ke luar negeri untuk menemui mereka.

Setelah mendengarnya, Juliana langsung menggenggam tangan Anita. Suaranya dipenuhi kegembiraan untuk Anita. Hanya saja, saat memikirkan entah kapan mereka baru dapat bertemu lagi setelah berpisah, sedikit keengganan untuk berpisah juga terdengar dari nada bicaranya.

"Ini kabar baik, Nita! Ibu sangat senang kamu bisa temukan keluarga aslimu. Ngomong-ngomong, kamu sudah beri tahu kakakmu tentang ini?"

Anita tertegun sejenak. Haruskah dia memberi tahu Anthony? Saat ini, seluruh perhatian Anthony sepenuhnya tertuju pada Jessica. Apa bedanya dia memberi tahu Anthony atau tidak?

"Mau beri tahu aku apa?"

Sebuah suara dingin terdengar dari belakang. Anita langsung menoleh dan melihat pria yang berdiri di ambang pintu. Dia sangat tampan dan tinggi.
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • Jangan Ceritakan Tentangku Padanya   Bab 23

    Satu demi satu fakta yang dilontarkan Karina membuat Anthony perlahan-lahan memejamkan matanya. Kata-kata yang ingin diucapkannya menjadi sangat sulit diucapkan. Rasa pahit memenuhi mulutnya.Anthony tiba-tiba teringat malam ketika gadis kecil itu terlalu takut untuk tidur. Dia membawa boneka beruang kecil dan duduk di samping tempat tidur gadis itu untuk membacakan dongeng pengantar tidur. Di akhir cerita, dia meletakkan boneka beruang itu di samping bantal si gadis, lalu berbicara dengan lembut tapi tegas, "Kakak akan selalu melindungimu, seperti boneka beruang ini. Aku nggak akan pernah sakiti kamu. Kamu akan selalu jadi pilihan pertamaku." Sekilas keterkejutan melintas di mata gadis kecil itu, tetapi dia segera menunduk lagi. "Kakak cuma mencoba menghiburku.""Nggak. Ayo kita buat janji kelingking.""Oke. Kalau Kakak benar-benar menyakitiku kelak, aku nggak akan pernah peduli sama kamu lagi!" Air mata mengalir tanpa suara di wajahnya. Anthony membuka matanya lagi dan menatap ora

  • Jangan Ceritakan Tentangku Padanya   Bab 22

    Di kuil pegunungan di luar kota. Langit perlahan-lahan memutih dan kabut juga makin tebal. Gumpalan asap putih tebal naik bersama kabut dan menutupi seluruh jalan.Karina dan Jonathan berjalan selangkah demi selangkah di sepanjang jalan setapak batu menuju kuil di puncak gunung. Di kejauhan, terdengar lantunan doa samar dan bunyi lonceng yang panjang. Di halaman kuil, pepohonan tua menjulang tinggi dan batu-batunya ditutupi lumut. Angin yang bertiup membuat daun berguguran dan menimbulkan suara gemerisik. Lonceng perunggu yang tergantung di atap juga bergetar pelan.Karina menarik napas dalam-dalam dan duduk di kursi batu yang ada di sudut halaman. Dia memperhatikan Jonathan melihat ke sana kemari, seperti seorang anak kecil yang penasaran. Momen yang seharusnya indah terganggu oleh kedatangan Anthony. Pria ini benar-benar bagai hantu gentayangan. Itulah pikiran pertama Karina ketika melihat Anthony berjalan ke arahnya."Karin, bisa nggak kita bicara baik-baik?" Kata-kata Juliana ke

  • Jangan Ceritakan Tentangku Padanya   Bab 21

    Jessica pada dasarnya sudah kesal mendengar kata-kata Anthony. Sekarang, pria itu malah bersikap galak padanya. Dia juga tidak perlu bersembunyi lagi. Dia bangkit dan berjalan mendekat, lalu ingin meraih lengan Anthony. Akan tetapi, pria itu menghindar dengan cekatan.Jessica menggertakkan giginya, lalu mengamati Karina dari atas sampai bawah. Pada akhirnya, tatapannya berhenti di kaki Karina. Dia berkata dengan santai, "Kelompok tari kami sudah terima tawaran untuk menampilkan pertunjukan dari Keluarga Kusnadi. Kami awalnya berlatih dengan baik, tapi manajer kami tiba-tiba masuk dan bilang pertunjukan kami dibatalkan.""Setelah ditanyakan, alasannya ternyata karena kamu nggak sanggup nonton pertunjukan menari setelah nggak bisa menari. Tapi, kamu juga payah banget. Kalau nggak bisa nonton pertunjukan, ya jangan nonton. Kenapa acaranya harus dibatalkan? Jadinya, ada begitu banyak orang yang kehilangan penghasilan. Kamu memang masih seegois biasanya!""Diam!""Diam!" Beberapa pria itu

  • Jangan Ceritakan Tentangku Padanya   Bab 20 

    Pertanyaan itu membuat Anthony termenung. Dia membuka mulutnya. Apa yang harus dia katakan? Apa dia harus mengatakan bahwa dia menyadari perasaannya pada Karina setelah Karina pergi. Itulah alasan dia ingin mendapatkan Karina lagi.Mengenai Jessica, Anthony bisa saja mengusirnya setelah dia melahirkan. Lagi pula, mereka belum mendaftarkan pernikahan mereka.Anthony menelan ludah, lalu menatap gadis di belakang kedua pria itu. Hanya dalam waktu setengah tahun, keadaan Karina sudah terlihat jauh lebih baik daripada saat dia berada di Kediaman Keluarga Pangestu. Matanya yang dulu suram kini dipenuhi cahaya."Karin, aku tahu aku salah. Aku nggak seharusnya memperlakukanmu seperti itu. Aku selalu mengira aku nggak menyukaimu. Sampai kamu pergi, aku baru sadar orang yang benar-benar kucintai adalah kamu. Jessica cuma alat yang kugunakan untuk buat kamu kesal. Jadi, bisa nggak kamu kasih aku kesempatan lagi?" Anthony bersikap seperti seorang suami yang akhirnya menyadari kesalahannya setelah

  • Jangan Ceritakan Tentangku Padanya   Bab 19

    Jika itu dulu, Jessica pasti akan menolak. Sekarang, dia tidak punya pilihan selain datang. Jika bisa memenangkan hati Keluarga Kusnadi dengan menginstruksikan tarian ini, statusnya di Keluarga Pangestu akan meningkat. Memikirkan hal ini, dia menegakkan punggungnya dan berseru, "Yang paling kiri, angkat kakimu sedikit lebih tinggi lagi." Saat semua orang berlatih dengan antusias, manajer baru itu tiba-tiba masuk dengan wajah suram dan bertepuk tangan. "Untuk apa kalian masih berlatih? Pulanglah!" Menghadapi amarah manajer yang tiba-tiba, semua orang saling memandang. Bahkan Jessica yang sedang duduk di kursi juga berdiri dan berjalan menghampirinya secara perlahan."Bukannya latihannya berjalan dengan baik? Kenapa tiba-tiba berhenti?" Melihat Jessica, manajer itu langsung kesal. Namun, karena takut pada status Jessica, dia hanya bisa menjawab dingin, "Mana kutahu? Keluarga Kusnadi baru saja kirim orang untuk suruh kita nggak perlu berlatih lagi. Mereka nggak jadi tampil di acara in

  • Jangan Ceritakan Tentangku Padanya   Bab 18 

    Setelah membereskan barang-barang, Karina dan Jonathan mengobrol sebentar dengan ibu Jonathan. Kemudian, mereka baru membawa hadiah dan berjalan kaki ke Kediaman Keluarga Kusnadi untuk mengunjungi mentor Susana.Sebelum pergi, mereka tidak lupa berpesan kepada ibu Jonathan untuk tidak menyisakan makanan untuk mereka. Ibu Jonathan mengangguk, lalu mengingatkan mereka untuk berhati-hati sebelum memperhatikan mereka pergi.Jarak dari Kediaman Keluarga Wijaya ke Kediaman Keluarga Kusnadi tidak jauh. Namun, Jonathan adalah orang yang tidak bisa diam. Dia terus meminta Karina untuk menceritakan kisah tentang ibu kota.Meskipun telah tinggal di ibu kota selama 15 tahun, Karina hanya selalu bolak-balik antara studio tari dan Kediaman Keluarga Pangestu. Dia sangat jarang pergi ke tempat lain. Apalagi setelah Anthony mengetahui perasaannya, dia lebih jarang keluar rumah lagi, kecuali perjalanan ke kuil di luar kota itu.Mendengar tentang kuil itu, Jonathan terus-menerus meminta Karina untuk meng

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status