MasukPrimadona sekolah akan menikah tepat di hari libur kemerdekaan. Dia mengundang seluruh teman sekelas di grup kelas agar menghadiri pesta pernikahannya. Awalnya, aku berniat pura-pura tidak melihat undangan itu, tapi ternyata dia langsung menyebut namaku. "Clarisa, waktu SMA kamu selalu pura-pura jadi diriku, tapi aku nggak akan mempermasalahkannya. Aku harap kamu bisa datang untuk melihat pernikahan mewahku besok." Segera setelah itu, beberapa teman sekelas ikut menanggapi pesannya. "Primadona sekolah memang baik orangnya, pantas saja bisa menikah dengan anak dari Keluarga Wirawan. Dia bahkan bisa memaafkan orang sombong seperti Clarisa." "Apa orang seperti Clarisa pantas, menghadiri pernikahan primadona sekolah kita yang akan diadakan di vila? Jadi orang jangan terlalu baik." Mereka makin mengolok-olok Clarisa, hingga si primadona sekolah akhirnya muncul untuk menenangkan suasana. "Sudahlah, itu kan sudah lama sekali, aku juga sudah nggak mempermasalahkannya. Lagipula, Clarisa kan memang miskin dan jelek, kita jangan terlalu mengejeknya." Begitu dia berkata demikian, grup langsung dipenuhi pesan pujian. Orang-orang memuji betapa baik hati dan polosnya dia. Aku tertawa sinis. Dulu, si primadona sekolah itu selalu memasang citra bak putri konglomerat di sekolah. Dia bahkan memfitnahku, yang sebenarnya adalah putri keluarga konglomerat asli, sebagai seorang pembohong. Semua orang di sekolah sampai menghinaku. Saat membuka undangan elektronik darinya, aku baru sadar bahwa alamat pernikahannya berlokasi di vila milik keluargaku. Makin kuamati foto pengantin pria, makin aku merasa familier. Bukankah itu sopir suamiku? Aku tersenyum begitu menyadarinya, lalu membalas pesan di grup. "Baiklah, aku pasti akan datang di acara pernikahanmu."
Lihat lebih banyakRosa tertegun.Dia meneriakiku dari belakang."Kamu mau memerasku! Itu kan cuma baju saja, kenapa bisa sampai empat belas miliar? Jangan kira kamu bisa seenaknya menginjak-injak orang lain, hanya karena kamu istri Adrian! Aku nggak akan tinggal diam!"Aku malas mendengarkan omong kosongnya, dan langsung naik mobil lalu pergi.Tapi, rupanya ada yang merekam kejadian itu, dan videonya langsung viral di internet malam harinya.Rosa sengaja menghilangkan bagian ketika kami membahas soal bagaimana dia pernah menghajarku. Rekaman video yang viral itu, hanya menunjukkan bahwa suamiku sudah memukulinya, dan dia dipaksa membayar ganti rugi.Setelah itu, dia juga membuat video lain, di mana dia pura-pura sedih."Teman-teman, aku benar-benar nggak bisa menahannya lagi. Orang-orang kaya dan berkuasa itu memang menakutkan. Satu kata dari mereka bisa menghancurkan orang biasa sepertiku .... Hanya karena Tuan Adrian Pramana pernah mencuri-curi pandang ke arahku, Nyonya Clarisa mau menghancurkanku. Ap
Aku dirawat di rumah sakit selama satu minggu.Adam beberapa kali memohon izin untuk menjengukku, tapi Adrian menolaknya.Di hari aku diizinkan keluar dari rumah sakit, Adam sudah menunggu di depan pintu rumah sakit. Begitu melihatku keluar, dia langsung bergegas menghampiriku dan langsung memohon sambil berlutut."Tuan Adrian, kumohon maafkan aku kali ini. Terserah Tuan mau membunuhku atau memotong-motongku. Kalau masih belum puas, Nyonya Clarisa juga boleh memukuliku, aku rela. Tolong, jangan memperlakukanku begini ...."Aku tahu Adam sudah bekerja bersama Adrian selama bertahun-tahun sebagai sopir, dan selama itu dia tidak pernah melakukan kesalahan.Adrian sangat menghargainya.Sayangnya, Adam malah tidak bisa memilih pasangan yang baik. Dia malah memilih perempuan seperti Rosa.Adrian pun membalas ucapannya dengan datar."Adam, aku sudah melihatmu bekerja untukku selama bertahun-tahun, makanya aku nggak akan menghabisimu. Kamu seharusnya sudah bersyukur. Pergi dari sini, dan janga
Setelah tiba di rumah sakit, aku segera dibawa ke unit gawat darurat.Adrian langsung menghubungi dokter spesialis kulit terbaik di kota ini untuk melakukan konsultasi. Dia juga terus menemaniku sepanjang waktu.Aku dan Adrian sudah menjalin hubungan selama tiga tahun. Dia langsung melamarku setelah lulus.Selama empat tahun pernikahan kami, dia memperlakukanku seperti anak kecil. Dia mendukung karierku, dan melindungiku, serta mencintaiku.Kedua matanya berkaca-kaca melihat kondisiku sekarang.Aku tidak tega melihatnya mau menangis begini, makanya berusaha menenangkannya."Nggak apa-apa, Sayang. Aku cuma berkelahi dengan beberapa perempuan barbar. Aku cuma perlu istirahat saja selama beberapa hari, dan ... uhuk! uhuk!"Aku berusaha menyembunyikan rasa sakit yang kurasakan, tapi tidak dapat menahan batuk.Adrian jadi menggertakkan gigi melihat kondisiku."Berani menyentuh istriku, sama saja dengan cari mati."Dokter melakukan pemeriksaan secara menyeluruh padaku. Selain karena tersedak
Rosa maju ke depan Adrian, dia menunjukku sambil berkata."Tuan Adrian, lihatlah! Perempuan rendahan itu bukan hanya datang ke pernikahanku untuk membuat onar, tapi juga berani mengaku-ngaku sebagai istrimu. Dia memang nggak tahu malu!"Adrian datang ke acara ini hari ini atas undangan Adam. Meskipun Adam hanyalah sopirnya, pria itu sudah bekerja dengannya lebih dari sepuluh tahun.Adrian mengikuti arah telunjuk Rosa, ingin melihat perempuan mana yang berani mengaku-ngaku sebagai istrinya.Namun, dia langsung tertegun sejenak begitu melihatku.Dia benar-benar tidak habis pikir. Perempuan yang berdarah-darah itu, memang istrinya yang biasanya terlihat anggun dan elegan."Orang yang barusan kamu hina dan sebut murahan itu ... dia?"Suara Adrian terdengar bergetar, aku tahu dia mengenaliku.Sejujurnya, aku tidak mau dia mengenaliku dalam keadaan selemah dan serendah ini. Aku bahkan sengaja menundukkan kepala sedari tadi agar dia tidak melihat wajahku.Tapi, tidak kusangka kalau suamiku te






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan