공유

10

작가: deasy_zen
last update 최신 업데이트: 2026-01-30 16:25:45

Arrabella sudah mulai disibukkan dengan proses kelahiran, dua minggu sekali dia ke kota mengunjungi dokter ahli kandungan yang menanganinya diantar oleh Kalina. Dengan patuh Bella minum susu lebih banyak dari yang disukainya, vitamin diminumnya serta semua makanan yang sehat dan bergizi dimakannya. Hari-hari terasa lamban dan dipenuhi mimpi serta kedamaian karena Bella sekarang sudah berdamai dengan suasana hatinya yang beberapa bulan kebelakang ini sempat memburuk.

Arrabella seolah-olah sedang
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
LadyRose
menarik, up lagi...
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Jangan Sentuh Anakku CEO!   35

    Arvel berjalan melenggang keluar dengan langkah lebarnya dari ruangan kerja Bella sembari menyeringai dingin, dan sekarang pria itu sudah berada didalam mobilnya. Arvel masih terdiam sejenak sebelum mulai menyalakan mesin mobilnya."Aku tak percaya kalau telah ditolak oleh seorang wanita macam Arrabella, tapi itu sungguh membuatku tertantang."Arvel mendengus kesal serta bicara seorang diri, lalu masih terduduk di jok mobil dan merasa hatinya tergelitik, tetapi rasa itu bukanlah rasa marah. Arvel tak tahu benar rasa apa itu, dan dia tidak yakin apakah dia benar-benar menyukai Bella atau itu hanya egonya saja.Sepanjang hidupnya dia sudah biasa memakai perempuan. Penampilannya yang tampan dan tubuh tegapnya disertai kekayaan yang berlimpah yang tak dapat disangkal telah memudahkan nya untuk mendapatkan teman tidur, hingga dia tak ingat lagi sudah berapa banyaknya.Pada dasarnya Arvel amat membenci wanita, mereka terlalu lembut dan tak punya semangat."Malika umpamanya, dia sama saja de

  • Jangan Sentuh Anakku CEO!   34

    Arvel masih terus mengamati interaksi ketiganya hingga mobil yang dikendarai Revan dan Bella beranjak pergi."Sebaiknya sekarang aku akan mendatangi Bella di rumah sakit tempatnya bekerja."Kemudian Arvel mulai mengemudikan mobil sedan mewahnya, dia sudah mengetahui dimana tempat Bella bekerja berdasarkan informasi dari Reno.Bella sedang melakukan kunjungan ke salah satu pasien nya sembari mengecek kondisi terakhir seorang wanita paruh baya yang sudah satu minggu dirawat karena operasi usus buntu."Bagaimana perasaan ibu hari ini?""Baik Dok, saya sudah merasa lebih sehat dan bekas lukanya pun sudah tak terasa sakit, dokter Bella memang hebat sekali."tanggap Emi sang pasien sambil tersenyum lebar."Sudah tugas saya Bu, dan saya senang bila ibu sudah kembali pulih," jawab Bella merendah sembari memeriksa catatan medis."Baiklah kondisi ibu sudah stabil dan sehat sehingga besok sudah bisa pulang,"tutur Bella lalu dia menoleh pada perawat wanita muda di sebelahnya."Apa lagi jadwal ku s

  • Jangan Sentuh Anakku CEO!   33

    Kenzo mengamati interaksi diantara Revan dan ibunya lantas bocah itu tersenyum lebar sambil berjalan menghampiri keduanya."Om Revan..""Hallo jagoan Om, gimana kabar kamu hari ini Boy."Revan merendahkan tubuhnya lalu mengangkat tubuh mungil dalam dekapan lengan kekarnya."Aku senang hari ini karena ada om Revan datang, aku sebentar lagi pergi sekolah sama ibu.""Wow.. that's good, bagus sekali anak pintar.""Baiklah ayo kita pergi bersama, Om akan antar kamu ke sekolah .""Tunggu sebentar aku akan mengambil tas nya Kenzo yang tertinggal didalam rumah, apa kamu mau masuk dulu?"Bella bertanya seraya menatap Revan lekat dengan wajahnya yang tersipu. Pria tampan itu sedang menggendong anaknya sambil bercengkerama riang."Aku tunggu disini saja bersama Kenzo, "jawab Revan singkat.Tak lama kemudian ketiganya sudah berada di dalam kendaraan mewah milik Revan dan berkendara menuju sekolah Revan terlebih dahulu.Sepanjang perjalanan Kenzo banyak berceloteh riang disertai wajah tampan nya

  • Jangan Sentuh Anakku CEO!   32

    Revan dan Erika saling berpandangan, tapi pikiran mereka berbeda-beda.Revan merasa penasaran dengan rencana Erika dan tak mau membiarkan dirinya terjebak begitu saja. Pria itu memang selalu berhati-hati bila ada seseorang asing yang tak dikenalnya memberi minuman ataupun makanan, maka Revan takkan menelannya begitu saja.Tak lama kemudian reaksi obat yang diminum Erika mulai bekerja."Aduh kenapa rasanya badanku panas begini, padahal tadi aku nggak kenapa-kenapa."Erika mulai merasakan ketidak nyamanan tapi dia merasa aneh karena hafal dengan efek yang terjadi pada tubuhnya."Tapi ini adalah efek obat itu, kenapa jadi aku yang merasakannya, bukankah harusnya Revan yang minum obat ini." gumamnya saat terasa semakin tidak nyaman dan panas yang semakin melanda tubuhnya.Revan menatap dingin wanita bertubuh padat dan molek yang memakai pakaian ketat didepannya."Ada apa denganmu Erika, kenapa wajahmu merah begitu?" Revan bertanya dengan nada datar dan melakukan akting berpura-pura tak t

  • Jangan Sentuh Anakku CEO!   31

    Revan berdiri duluan dan berjalan meninggalkan meja makan tapi sebelumnya dia melirik dengan ujung mata untuk mengetahui respon Erika atas ucapannya tadi."Hmm.. lihat saja kamu rubah licik, aku akan meladeni usaha kotormu untuk mendekatiku." Revan bicara di hatinya sambil berjalan menuju taman.Sementara itu Liana dan Andhini memutuskan untuk beristirahat di kamar.Erika lantas menuju dapur dan menghampiri pelayan yang sedang menyiapkan camilan serta minuman hangat untuk Revan."Apakah semua yang ada di nampan ini akan diberikan pada tuan Revan?" Erika mengamati cangkir berisi air minum dan makanan kecil dalam wadah."Iya betul nona, saya sedang menyiapkan satu jenis buah potong untuk ditambahkan sebagai pelengkap." Ujar sang pelayan sembari memberi anggukan kecil."Tunggu sebentar ya, jangan dulu kau berikan padanya, biar aku saja yang membawakan nampan ini untuknya.""Baik nona Erika."Erika mewanti-wanti pelayan wanita muda itu agar menuruti ucapannya lalu perempuan itu melangkah

  • Jangan Sentuh Anakku CEO!   30

    Dengan penuh rasa malas akhirnya Revan berkendara kembali ke kediamannya dan saat memasuki rumah terlihat sang bunda sedang asyik berbincang dengan Erika di ruang tengah sambil menonton televisi."Nah itu Revan datang."Liana menyunggingkan senyum lebar saat melihat putranya sudah ada dirumah."Katanya ibu tadi pusing, sakit kepala lalu kenapa waktu ada Bella nggak bilang, kan Bella itu dokter jadi bisa diperiksa sama dia?"Revan mengajukan pertanyaan yang membuat Liana kesal."Aduh kamu ini Revan, mendingan sekarang kamu duduk disini dulu ajak ngobrol Erika terus selanjutnya kalian pergi berdua berkeliling, kasihan Erika masa iya dari tadi diam aja dirumah.""Sana pergi cepetan, ibu udah janji sama ayahnya Erika akan mengurus anaknya dengan baik selama ada disini.""Ibu sekarang ke kamar untuk beristirahat tapi sebelum itu, mau lihat dulu Andhini di kamarnya."Liana yang tetap ngotot ingin menjodohkan Revan dengan gadis cantik itu berkata tegas pada anaknya dan seakan tak ingin diban

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status