공유

Bab 72

작가: ararasa
last update 게시일: 2026-09-05 05:35:35

Daniel dan Agnes duduk bersebelahan di meja makan yang tampak begitu bersahaja. Di balik kesederhanaan ruangan itu, visual keduanya terlihat sangat serasi. Setidaknya, pujian itulah yang dilontarkan Elvira dan Namira berkali-kali dengan binar mata terkagum-kagum.

Namun, di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Agnes tidak bisa menepis perasaan gundah yang mengusik pikirannya. Ada anggapan yang terus menari-nari di kepalanya bahwa keberadaan Daniel di rumah itu saat ini t

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Jatuh Cinta Pada Sentuhan Pertama   Bab 116

    Agnes menarik pergelangan tangan Felix dengan cengkeraman keras, nyaris menyeret adiknya itu keluar dari pintu depan hingga ke halaman samping rumah yang temaram. Angin malam yang berembus pelan membawa aroma tanah kering dan keputusasaan, mengiringi langkah tergesa mereka agar percakapan mematikan ini tidak sampai terdengar oleh telinga rentan Elvira dan Namira.“Apa kamu bilang? Coba ulangi!” desis Agnes tertahan, suaranya bergetar hebat antara lonjakan amarah dan teror yang membekukan darah. Matanya membelalak lebar, masih menolak keras untuk mempercayai apa yang baru saja meluncur dari bibir adiknya.“Ada orang-orang bayaran yang melindungi Tora, Kak! Mereka menyekapku di jalan dan mengancam untuk memenjarakan aku. Awalnya aku sama sekali tidak peduli kalaupun harus dipenjara, asalkan Tora si brengsek itu juga ikut membusuk di sel yang sama. Tapi kemudian... mereka menempelkan pisau dingin ke leherku dan mengancam akan

  • Jatuh Cinta Pada Sentuhan Pertama   Bab 115

    H-2 Konferensi Pers. Waktu tak lagi terasa berdetak, melainkan menyeret Agnes secara paksa menuju tepi jurang yang tak berdasar.Agnes melangkah gontai ke dalam rumah, berharap menemukan sejenak suaka dari rentetan krisis yang mencekik kewarasannya. Namun, bukannya pelukan hangat atau kedamaian yang menyambut, ia justru langsung ditodong oleh Elvira, mamanya. Tanpa tedeng aling-aling, ibunya itu menuntut cerita detail mengenai rencana pernikahannya. Lebih menyesakkan lagi, Elvira ternyata tak sendirian; ia sengaja mengundang Tante Ayu dan Om Abdi untuk menggelar sebuah 'sidang keluarga' dadakan yang niatnya baik, namun terasa bagai jerat baru di leher Agnes.“Jadi, gimana rencana pasti pernikahan kamu, Nes?” tanya Tante Ayu, kakak Elvira, dengan raut wajah penuh ekspektasi kebahagiaan yang sangat kontras dengan kehampaan di dada Agnes.“Aku dan Daniel akan menikah tanggal tiga puluh, Tante

  • Jatuh Cinta Pada Sentuhan Pertama   Bab 114

    H-3 Konferensi Pers.Waktu tak lagi terasa seperti deret angka di layar ponsel, melainkan bagai paku tak kasatmata yang dipalu perlahan ke dalam tengkoraknya setiap kali detik berganti. Kepanikan yang merayap diam-diam di pembuluh darahnya membuat napas Agnes terasa selalu memburu, seolah oksigen di udara Jakarta telah tersedot habis oleh pusaran skandal yang menantinya.Agnes melangkahkan kakinya yang terasa seberat timah memasuki lobi klinik. Aroma khas antiseptik dan pengharum ruangan beraroma lavender yang biasanya menenangkan, pagi ini justru membuat lambungnya bergejolak mual. Baru saja ujung sepatunya menyentuh batas meja resepsionis, rentetan pertanyaan sudah

  • Jatuh Cinta Pada Sentuhan Pertama   Bab 113

    H-4 konferensi pers.Waktu terasa melesat begitu cepat bagai anak panah yang meluncur dari busurnya, namun di saat yang sama merayap lambat menyiksa layaknya eksekusi mati yang tertunda.Agnes dan Daniel duduk bersisian di sebuah ruang meeting eksklusif di firma hukum tempat Monik bernaung. Hawa dingin dari pendingin ruangan menusuk pori-pori, berpadu dengan ketegangan pekat yang mengendap di sudut-sudut ruangan. Monik, dengan raut wajah profesional yang tak tertembus dan aura ketegasan yang memancar dari posturnya, menggeser selembar kertas baru melintasi meja kaca yang memantulkan pendar lampu neon putih. Kertas itu berisi rentetan daftar pertanyaan yang kemungkinan besar akan ditembakkan tanpa ampun oleh para pemburu berita saat konferensi pers nanti. Di mata Agnes, deretan kalimat itu tak ubahnya ranjau darat yang siap meledakkan sisa-sisa kewarasannya kapan saja.“Kita akan memulai simulasi tanya jawa

  • Jatuh Cinta Pada Sentuhan Pertama   Bab 112

    Beruntung ada Vivi, malam itu Agnes bisa tidur dengan lumayan nyenyak walau ada jutaan beban masalah yang menghimpit batinnya. Kehadiran sahabatnya bagai jangkar di tengah samudra kecemasan yang mengamuk. Karena hari Minggu, Vivi pun bisa menemani Agnes menikmati sarapan pagi di ruang makan *penthouse* yang megah namun dingin.“Sudah berapa lama kerja sama Mas Daniel?” tanya Vivi, mencoba mencairkan keheningan dengan obrolan ringan.“Sudah hampir sepuluh tahun, Mbak,” jawab Mbak Sisil yang terpaksa ikut bergabung di meja makan karena terus-menerus didesak oleh Vivi. Ada kecanggungan halus yang terpancar dari gesturnya, namun kehangatan suasana perlahan meluluhkan rasa sungkannya.Mbak Sisil menceritakan bahwa Daniel selalu menyuruhnya untuk makan bersama, “Tapi percuma. Saya kalau makan di sini, Mas Daniel makan di atas.”“Oh, gitu?” tanya Vivi kaget, alisnya terangkat menatap Sisil.“Mas Daniel itu pendiam. Jarang ngomong. Kalau ada kerj

  • Jatuh Cinta Pada Sentuhan Pertama   Bab 111

    Dunia di sekeliling Agnes terasa berputar terlalu cepat, memusnahkan ketenangan jiwa yang tadinya berusaha ia bangun.Agnes termenung di sofa, menatap lurus ke arah balkon yang terbuka lebar. Ruang tengah yang mewah itu mendadak terasa bak penjara tak kasatmata yang menyiksa batinnya. Angin malam yang dingin berembus kencang, menerpa kulitnya hingga meremang, namun ia sama sekali tidak memedulikannya. Dalam kepasrahan yang pekat, ia berharap angin itu bisa membawa semua masalahnya berlalu dan melenyapkan keputusasaan yang mengimpit rongga dadanya.Kalau ada orang yang menginginkan hidupnya penuh dengan masalah hanya agar tidak merasa bosan, Agnes akan mengutuk orang itu dalam hati. Sebab kini ia sadar betul, hidup tanpa masalah adalah sebuah rezeki serta kedamaian tak ternilai yang tidak didapatkan oleh semua orang.Dengan jemari yang dingin dan gemetar, ia mengambil ponselnya dari atas meja. Di layar yang menyala terang, tertera pesan dari Daniel yang men

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status