Share

Bab 146

Author: ararasa
last update publish date: 2026-10-09 05:15:54

Dua bulan berlalu bagaikan siksaan panjang yang mengikis stamina jiwa. Setiap detik yang terbuang tanpa kepastian adalah siksaan tak kasat mata bagi Agnes. Hari ini, di bawah naungan langit siang yang terik, Agnes berdiri berdampingan bersama Monik dan Celsi di halaman luar Lembaga Pemasyarakatan sementara. Udara di sekitarnya terasa penuh oleh ketegangan, bercampur dengan riuh rendah gelombang wartawan yang sudah bersiap menanti momen sejarah kebebasan sang aktor.

 

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
beibbh
kangen jg aku sama kamu Daniel kwkakwkww
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jatuh Cinta Pada Sentuhan Pertama   Bab 150

    Agnes terbangun dalam dekapan hangat yang melingkar posesif dari belakang tubuhnya. Udara pagi terasa begitu hening dan menenangkan, membawa kehangatan yang selama berbulan-bulan lalu seperti kemewahan yang tak tergapai. Ia membiarkan matanya terpejam sejenak, meresapi ritme napas teratur Daniel yang berhembus pelan di ceruk lehernya. Rasanya mustahil menyadari bagaimana jutaan beban, teror media, sangkaan hukum, dan trauma yang meremukkan jiwanya selama beberapa bulan terakhir ini mendadak hilang tanpa bekas—seolah terbawa angin laut yang berhembus melewatinya.Lirik matanya jatuh pada lengan Daniel yang kokoh, merengkuh pinggangnya erat seakan takut ia menguap bersama fajar.Memori lama mendadak berputar lambat di benaknya. Sepertinya baru kemarin, ia berdiri kaku menatap seorang pria tampan namun hancur yang melangkah masuk ke lobi kliniknya dengan pandangan mata mati. Sepertinya baru kemarin, jemarinya yang gemetar me

  • Jatuh Cinta Pada Sentuhan Pertama   Bab 149

    Bab 149Halaman belakang sebuah restoran kecil di pinggiran Jakarta sore itu tersulap menjadi oase kedamaian yang magis. Jauh dari kebisingan jurnalis dan kilatan lampu flash yang membakar, udara terbuka berembus lembut di antara rimbunnya pepohonan dan untaian lampu fairy light yang hangat. Sebuah altar kayu sederhana berdiri anggun di atas hamparan rumput hijau, dihiasi sulur-sulur bunga melati dan mawar putih yang memancarkan aroma harum menenangkan.Pernikahan itu sengaja dirancang begitu intim—sebuah suaka murni yang hanya dihadiri oleh kerabat terdekat Agnes serta sahabat-sahabat inti Dan

  • Jatuh Cinta Pada Sentuhan Pertama   Bab 148

    Suara gemerinting sendok yang mengaduk cangkir kopi berpadu dengan derit kertas papan konsep yang terus dibalik di atas meja kayu panjang. Di dalam sebuah ruangan privat yang disewa khusus, atmosfer rapat persiapan pernikahan itu terasa begitu hidup. Arya duduk dengan dua laptop menyala di hadapannya, mencatat detail logistik dengan presisi tinggi. Celsi sibuk memeriksa daftar tamu dan rilis media yang sudah disaring ketat, sementara Vivi dengan antusiasme yang meletup-letup memamerkan lusinan papan sampel kain dan sketsa dekorasi di hadapan Daniel dan Agnes."Konsepnya simpel tapi elegan," ujar Celsi seraya membetulkan kacamata bacanya. "Lokasinya tertutup untuk publik, hanya keluarga dekat, sahabat, dan tim inti. Media hanya akan dapat dokumentasi resmi setelah acara selesai.""Aku setuju," sahut Daniel pelan, tangannya yang berada di bawah meja tak pernah melepaskan genggaman jemari Agnes. "Kita sudah cukup memberi makan konsumsi publik selama berbulan-bulan. Hari i

  • Jatuh Cinta Pada Sentuhan Pertama   Bab 147

    Ketukan palu majelis hakim sebanyak tiga kali bergema garang di seluruh penjuru ruang sidang, memecah ketegangan ekstrem yang telah membekukan udara selama berjam-jam. Amar putusan dibacakan dengan lantang dan tanpa keraguan: anak pejabat tinggi kepolisian serta saudara tiri Daniel—putra kandung Rudi Baskara—terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak kejahatan kekerasan seksual serta konspirasi kriminal terhadap Sabina. Putusan hukuman penjara bertahun-tahun resmi dijatuhkan kepada kedua pelaku.Ruang sidang seketika pecah dalam keharuan. Di barisan kursi pengunjung, Agnes menghembuskan napas panjang yang sarat akan kelegaan absolut. Di sampingnya, Daniel menggenggam erat jemari Agn

  • Jatuh Cinta Pada Sentuhan Pertama   Bab 146

    Dua bulan berlalu bagaikan siksaan panjang yang mengikis stamina jiwa. Setiap detik yang terbuang tanpa kepastian adalah siksaan tak kasat mata bagi Agnes. Hari ini, di bawah naungan langit siang yang terik, Agnes berdiri berdampingan bersama Monik dan Celsi di halaman luar Lembaga Pemasyarakatan sementara. Udara di sekitarnya terasa penuh oleh ketegangan, bercampur dengan riuh rendah gelombang wartawan yang sudah bersiap menanti momen sejarah kebebasan sang aktor.Pintu besi berderit terbuka. Sosok tinggi tegap yang sangat dirindukannya akhirnya melangkah keluar dari dalam lapas. Daniel berjalan menyongsong kebebasan dengan seulas senyum tipis yang merekah di wajah tampannya—senyum nyata pertama yang memancarkan pendar kehidupan setelah sekian lama padam. Matanya yang tajam langsung mengunci keberadaan Agnes, menatap wanita itu tanpa berkedip sedikit pun, seolah dunia di sekeliling mereka seketika menguap tak berbekas.D

  • Jatuh Cinta Pada Sentuhan Pertama   Bab 145

    Atmosfer di dalam ruang sidang utama hari itu terasa begitu berat, pengap, dan sarat akan ketegangan yang menekan dada. Agnes duduk kaku di barisan depan tepat di belakang Monik yang bergeming di kursi pengacara. Di belakang mereka, barisan bangku pengunjung dipadati oleh puluhan awak media dan wartawan yang saling berdesakan. Kilatan lampu kilat kamera dan dengung bisik-bisik spekulatif berkali-kali memecah keheningan, menciptakan riak kegelisahan yang tajam di udara.Dua orang petugas kepolisian memimpin jalan ketika pintu samping ruang sidang mendadak terbuka. Daniel melangkah masuk dengan tangan terikat, mengenakan kemeja putih polos yang sedikit kusut, lalu digiring untuk duduk di kursi tersangka y

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status