LOGINTadinya pembalasan yang sudah direncanakan Roger dengan baik akan berhasil tinggal satu langkah lagi, tetapi kehadiran Jovita secara mendadak telah menghancurkan semua rencananya. Sekarang, Jovita malah mengatur sisa hidup Roger tanpa sepengetahuannya.Amarah di hati Roger langsung membara. Memang sangatlah sulit untuk bisa menjadi unggul di lingkungan penuh konspirasi, kotor, dan berantakan seperti di Keluarga Manthana!Sementara itu, entah bagaimana respons Roger untuk kondisi hari ini? Bagian tulang rusuk yang terluka sebelumnya masih belum sembuh. Sekarang, hatinya malah dicabik-cabik oleh ibu kandungnya sendiri! Bagian yang bahkan tidak bisa dilukai oleh tulang rusuk yang patah, pada akhirnya disakiti oleh keluarga sendiri!Tangan yang menggenggam tangan Theresia tiba-tiba mengencang. Dia segera menoleh, mendekat sedikit ke arah pria itu, lalu menggenggam jemarinya erat-erat dengan maksud baik. Sembari tersenyum lembut, dia pun berkata, “Terima kasih, Tuan Morgan, sudah datang men
Begitu masuk, Jovita pun melihat ada sekelompok orang sedang berkerumun, seolah-olah sedang berdebat. Bahkan, ada reporter juga yang berkumpul di sana.Jovita memalingkan kepala, lalu berkata kepada Hallie dengan tersenyum lembut, “Jangan takut, Bibi akan tanggung jawab atas semua yang terjadi hari ini. Kamu adalah tamu VIP hari ini. Aku akan menetapkan hubunganmu dengan Roger di hadapan semua orang.”Jantung Hallie berdebar kencang. Dia diam-diam menenangkan dirinya, lalu mengangguk.Jovita membawa Hallie untuk berdesakan di dalam kerumunan. Dalam sekilas mata, dia pun menyadari keberadaan Theresia di samping Roger. Dia langsung merasa panik, lalu bergegas berlari ke sana dengan gusar. “Theresia, apa yang kamu lakukan? Ternyata kamu benar-benar mencari kesempatan dalam kesempitan. Kamu tidak melepaskan kesempatan untuk mendekati Roger!”Suara itu bagai angin saja yang mengembuskan suasana tegang sebelumnya.Raut wajah Roger seketika berubah. “Ibu, kenapa kamu bisa kemari?”Jovita meny
Tidak lama kemudian, setelah Hendra, muncul lagi dua senior perusahaan. Mereka juga sedang menyalahkan ketidakadilan perlakuan Roger. Dia memprioritaskan orang-orang yang menjilatnya, menyingkirkan senior, dan menyalahgunakan wewenang.Orang yang bijak juga bisa melihat bahwa Hendra dan yang lainnya datang dengan persiapan. Mereka ingin mempermalukan Roger di depan orang banyak.Roger menunggu sampai mereka menyelesaikan omongan mereka, baru melangkah maju. Dia tidak kelihatan panik. “Bagaimanapun ini adalah masalah internal perusahaan, tidak seharusnya dibahas di tempat seperti hari ini. Hanya saja, berhubung Paman Hendra merasa tidak puas, aku akan beri sebuah penjelasan kepada Paman Hendra di depan semua orang.”Roger meminta asistennya untuk membawakan setumpuk dokumen kemari, isinya adalah bukti, yang mana dibuka satu per satu.Semuanya adalah kesalahan dari orang-orang yang dipecat, diturunkan jabatan, atau dikurangi gajinya. Ada yang telah disuap oleh perusahaan lain untuk menju
Ranty ada acara jamuan makan malam hari ini. Salah satu orang yang sudah janjian itu tiba-tiba meneleponnya, “Ranty, aku kepikiran hari ini adalah hari ulang tahun ke-50 perusahaan Keluarga Manthana. Mereka mengirim undangan kepadaku. Aku hampir melupakannya. Aku ke sana sebentar, baru kumpul bareng kalian.”Ranty juga tidak mempermasalahkannya. Setelah mengakhiri panggilan, perhatiannya mulai fokus dalam acara ulang tahun ke-50 perusahaan Keluarga Manthana.Keluarga Manthana memiliki kerja sama dengan perusahaannya Theresia. Jika ada acara Keluarga Manthana, Theresia pasti akan ke sana. Anggota Keluarga Manthana itu ….Ranty memutar bola matanya, lalu menelepon Morgan, “Kak Morgan, apa kamu masih berada di Kota Jembara?”Morgan sedang mengendarai mobil, kemudian berkata dengan suara datar, “Masih, ada apa?”Ranty tersenyum ramah. “Kak Morgan, hari ini Keluarga Manthana mengadakan acara perayaan ulang tahun perusahaan yang ke-50. Tadinya aku mau temani Theresia ke sana, tapi aku sibuk
Dalam sekilas mata, Roger dapat melihat Theresia yang berada di belakang kerumunan. Dia tersenyum pada Theresia, lalu melanjutkan pidatonya. Dimulai dari riwayat Keluarga Manthana dalam merintis karier hingga perkembangan masa depan, semuanya dilontarkan dalam setengah jam.Setelah itu adalah pernyataan terima kasih dari segala pihak. Saat Roger menuruni pentas, wakil presdir dari perusahaan lanjut memberikan sepatah dua kata.Roger melewati kerumunan terus berjalan ke hadapan Theresia, kemudian berkata dengan tersenyum, “Kenapa baru datang?”“Nggak telat, kok. Waktunya pas-pasan.” Theresia tersenyum lembut. “Selamat!”“Selamat juga! Semalam anggota perusahaanmu lembur di hotel untuk mempersiapkan acara hari ini. Mereka sangat cermat dalam mengatur semuanya,” puji Roger.Theresia mengangguk. “Baguslah kalau kamu merasa puas!”Tahun ini adalah pertama kalinya Roger mengikuti acara ulang tahun perusahaan dengan status presdir, apalagi ulang tahun yang ke-50. Pusat perhatian semua orang j
Tatapan Hallie seketika berkilauan. “Apa … boleh seperti itu?”“Kenyataannya memang seperti itu. Kenapa tidak boleh?” Jovita malah merasa sangat antusias. “Setelah diumumkan, meskipun Roger tidak mengakuinya, dia juga mesti mengakuinya!”Hallie segera memikirkan kemungkinan dari hal itu. Dia takut masalah ini akan bocor. Jadi, dia berkata dengan ragu, “Tapi, sekarang aku nggak ingin Kakek tahu masalah ini.”Jovita membujuk, “Tenang saja. Selain karyawan perusahaan, acara ulang tahun perusahaan hanya dihadiri oleh pebisnis saja, tidak mungkin akan tersebar sampai ke telinga Tuan Aska.”Hallie kembali mengingatkan, “Saat perkenalkan aku, jangan ungkapkan aku itu berasal dari Keluarga Angsara. Kalau sampai masalah ini tersebar ke telinga Kakek, aku pasti akan celaka!”Jovita segera menyetujuinya. “Tidak masalah. Sementara ini, aku tidak akan mengungkapkan identitasmu. Saat ditanya orang lain, aku juga tidak akan mengatakannya.”Hallie berpikir sejenak, lalu mengiakannya. “Kalau begitu, se
Morgan meletakkan ponselnya. Kebetulan polisi yang datang untuk interogasi memasuki ruangan. Polisi menatap Morgan dengan kening berkerut, lalu meminta Morgan untuk menyerahkan ponselnya. Dia bertanya dengan sinis, “Siapa namamu?”Polisi yang mencatat sedang duduk di depan komputer. Dia berencana un
Sudah malam, mereka seorang pria lajang dan wanita jomlo malah pergi minum alkohol bersama, apalagi bersama pria tidak bisa diandalkan seperti Bondan. Biasanya, Tiffany pasti tidak bersedia untuk minum bersamanya.Namun dari dalam lubuk hati Tiffany, dia merasa Bondan memang genit, tetapi dia cukup
Rose menurunkan kelopak matanya. “Hatiku terasa nggak nyaman. Aku ingin duduk sendirian di luar. Bisa nggak kamu jangan seserius itu?”“Kenapa?” Juno berkata dengan mendengus dingin, “Bukannya kamu pergi nonton bioskop bareng Devin? Kenapa kamu malah tidak senang?”“Nggak jadi nonton. Dia ada urusan
Theresia meninggalkan bibir pria itu, lalu berkata dengan suara rendah, “Ribut sekali. Aku nggak suka orang-orang ini dan nggak suka di sini.”“Pulang?” tanya Morgan.“Emm.”Morgan langsung mengambil gelas di tangan Theresia, lalu meletakkannya di atas meja. Dia menggendong Theresia, kemudian mening







