MasukPria yang disapa Tuan Lutan memperkenalkannya kepada Morgan dengan tersenyum. “Dia adalah Arvan dari Perusahaan Thosom yang pernah aku bicarakan kepadamu sebelumnya.”Morgan hanya mengangguk dengan perlahan.Kelvin juga bersalaman dengan Charlie dan Vino, lalu berbasa-basi dengan hangat. Kelihatannya hubungan mereka memang sangat bagus.Produk perusahaan Kelvin sama dengan milik Arvan. Mereka berdua barulah saingan bisnis yang sebenarnya, sedangkan Kelvin memiliki hubungan dekat dengan Vino. Dia pun lebih memungkinkan untuk menang. Alhasil, senyuman puas mulai kelihatan di atas wajahnya.Semua orang berangsur-angsur duduk di tempat. Berhubung jamuan ini diatur oleh Vino, yang bisa hadir juga bisa dianggap sebagai orang kepercayaannya, jadi jumlah orang di pertemuan makan malam ini tidak terlalu banyak.Saat duduk, Arvan, Kelvin, dan yang lainnya memperhatikan bahwa Vino tidak duduk di kursi utama, melainkan dengan hormat mempersilakan posisi utama kepada Morgan.Sinyal ini sangat penti
Theresia duduk di samping. Dia tahu Dias sengaja telepon agar dia bisa mendengarnya. Klien yang kerap dipanggil Tuan Yumin itu awalnya memang duluan menghubungi Perusahaan Kuma untuk bekerja sama. Mereka sudah bernegosiasi selama setengah bulan, semua syarat kerja sama sudah disepakati, bahkan sudah sampai tahap penandatanganan kontrak.Namun, karena urusan pengakuan keluarga, Theresia tidak masuk kantor selama dua hari, Dias pun langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk merebut kliennya.Klien juga memiliki hak dalam memilih. Dia bebas ingin bekerja sama dengan siapa saja. Tadinya Theresia tidak mempermasalahkannya. Siapa sangka begitu bertemu dengan Dias, Dias malah memberinya ancaman secara tersirat.Theresia merasa lucu. Dia juga berarti Dias benar-benar telah menganggapnya sebagai lawan tangguh!Arvan dan Kelvin juga hanya sekadar teman yang kelihatannya akrab di depan saja. Setelah mengobrol beberapa saat, mereka pun mencari alasan untuk duduk terpisah.Dias kembali duduk di sis
Setelah meletakkan ponselnya, Theresia mencari data-data mengenai pabrik industri militer di Kota Jembara. Informasi di internet sangat terbatas, semuanya tidak begitu berguna.Penanggung jawab di baliknya juga tidak berhasil diselidiki sama sekali. Ternyata memang adalah tokoh yang misterius.Lantaran tidak ada cara untuk memahami tokoh besar di baliknya, Theresia pun hanya bisa menyesuaikan diri sesuai dengan keadaan nanti.Theresia mencari keluar data dari perusahaan Arvan. Dia menggunakan waktu setengah hari ini untuk memahami produk perusahaan Arvan. Dia tidak ingin hanya menjadi tong kosong saja. Meskipun Theresia merasa dirinya masih jauh dari kata profesional, setidaknya dia tidak sampai tidak bisa menjawab semua pertanyaan.…Setelah pulang kerja, Arvan datang untuk menjemput Theresia.Arvan berusia 40-an tahun. Dia berbeda dengan pria sebaya pada umumnya, meskipun sudah hampir paruh baya, dia tidak memiliki postur tubuh gendut, tidak gundul, juga tidak licik seperti para pebi
Aska masih larut dalam rasa gembira. Ketika melihat Julia begitu bersandar padanya seperti ketika kecil dulu, Aska pun merasa sedikit kaget. Sepasang mata tuanya spontan memerah. Dia mengangkat tangannya untuk menepuk-nepuk pundak Julia.Segalanya tersirat tanpa perlu diucapkan. Perasaan satu sama lain saling terhubung karena ikatan darah.…Pada hari Rabu, Theresia menerima sebuah panggilan dari klien lama. “Nona Theresia, aku butuh sedikit bantuanmu.”Theresia tersenyum lembut. “Tuan Arvan katakan saja.”Arvan langsung mengatakan, “Begini, Kota Jembara akan membangun sebuah pabrik industri militer yang sangat besar. Ini adalah perusahaan kerja sama antara pemerintah dan swasta, tapi ke depannya akan menjadi industri militer nomor satu di dalam negeri. Sebentar lagi akan memasuki tahap tender, jadi membutuhkan banyak pemasok untuk ikut serta. Produk perusahaan kami sangatlah cocok.”Theresia tersenyum. “Perusahaan Tuan Arvan punya kemampuan dan reputasi, seharusnya bukan hal yang suli
“Aska ada undangan. Dia bersikeras untuk bawa Theresia ke acara. Aku rasa dia sengaja mau memamerkan Jeje!” Jemmy mendengus dingin. “Temperamen Theresia terlalu bagus. Dia selalu menuruti kemauan Aska!”Julia tersenyum. “Ngapain bawa Jeje segala?”“Katanya, dia mau Theresia mengenal lebih banyak pemuda tampan dan berbakat!” balas Jemmy dengan kesal, “Menurutmu, apa dia sengaja pancing emosiku?”Julia langsung tertawa. “Pemikiran ayahku memang semakin banyak saja.”Tiba-tiba Julia teringat dengan Helward. Senyumannya kelihatan datar. “Hari ini, aku pergi bertemu dengan ayahnya Jeje.”Jemmy tersenyum lembut. “Kamu pergi menemuinya?”Julia menurunkan kelopak matanya, lalu mengangguk dengan perlahan. “Aku takut dia menginginkan Jeje, jadi ada bagusnya untuk jelasin langsung sama dia. Lagi pula, hari ini aku baru tahu ternyata biaya sekolah ke luar negerinya itu pemberian ayahku.”Kening Jemmy berkerut. Dia melihat hujan rintik-rintik, lalu berkata dengan perlahan, “Sebenarnya aku tahu masa
Helward terbengong. Dia menatap Julia dengan syok. Melihat sorot matanya yang tenang dan dingin, hatinya tak bisa menahan rasa gelisah. Gadis yang dulu seluruh dunianya hanya berisi dirinya, pada akhirnya benar-benar telah dia hilangkan.Rasa menyesal dan menderita telah memenuhi isi hatinya. Helward kembali merasa curiga dengan pilihan waktu itu. Dia berusaha menenangkan dirinya, baru bertanya, “Dengar-dengar putri kita sudah ditemukan, ya?”Selesai berbicara, Helward menyadari ada rasa waspada di wajah Julia. Dia segera berkata, “Kamu tenang saja. Aku pasti tidak akan merebut putrimu. Aku memang sangat penasaran sama dia, tapi aku tahu aku tidak menjalankan tanggung jawabku sebagai seorang ayah dengan baik. Mana mungkin aku bisa membawanya pergi dari sisimu?”Julia mengangguk dengan perlahan. “Dia tidak pernah bertanya soal kamu. Dia juga tidak penasaran dengan ayahnya. Jadi, aku tidak atur kalian untuk ketemuan.”Tadinya Helward masih merasa sedikit berharap. Sekarang, dia malah sud
Sonia mengangguk dan duduk di sofa di samping Reza.Ini adalah pertama kalinya dia memasuki kamar tidur utama, yang jauh lebih besar dari kamar tidur lainnya. Ada ruang kecil yang terpisah di sebelah balkon, yang isinya hanya ada sofa dan rak buku.Reza menyesap tehnya, menoleh untuk menatap Sonia, da
Dia meminta uang lagi pada Hani dan memberikannya pada Bobby. Setelah Bobby mengatakan bahwa wakil CEO-nya tidak tertarik dengan uang tersebut, lelaki itu meminta Cindy untuk mengeluarkan lagi biaya lebih agar masalah ini beres.Cindy tahu kalau ibunya sudah sedikit ragu dan juga curiga sehingga dia
Stella melihat punggung Sonia, lalu pelan-pelan tersenyum. Sonia sangat cantik. Kecantikan yang bahkan membuat Stella merasa minder. Kalau Gerry bertemu Sonia, pria itu pasti akan berubah pikiran dan jatuh cinta pada Sonia.Menikah dengan orang keluarga Sunarto adalah hal baik, kalau begitu biarkan s
Sonia takut ada yang salah dengan arak Robert, sehingga dia tidak berani menelannya sedikit pun. Tidak disangka, ternyata tetap saja memberikan efek walaupun dia hanya membiarkan arak itu di dalam mulutnya sebentar.Sonia takut dia akan pingsan kapan saja. Karena itu dia tidak berani naik taksi. Dia







