LOGINSelesai menemui Nenek Buguo dan Pingguo kecil, Chu Yaoyao kembali menghampiri Song Yaoyi di taman belakang bangunan utama halaman miliki Bibi Jiang.“Ibu~” Chu Yaoyao langsung duduk meringsek Song Yaoyi dan memeluknya erat.“Apa kamu sudah selesai?” Song Yaoyi tersenyum dan memeluk Chu Yaoyao.“Sudah Ibu.” Chu Yaoyao meletakkan kepalanya pada pangkuan Song Yaoyi dan menarik nafas panjang.“Ada yang ingin Ibu bicarakan. Ibu akan kembali ke Rumah Utama Kediaman Jendral Agung Chu, untuk ke mengaburkan fakta jika di halaman Bibi Jiang sedang ada beberapa pasukan Chu Zhao yang terluka.” Ucap Song Yaoyi sambil mengusap kepala Chu Yaoyao yang ada dipangkuannya.Chu Yaoyao segera mengeluarkan suara keberatannya.“Apa yang kamu lakukan? Ibu harus melakukan itu, agar tidak ada yang mencurigai aktivitas di halaman Bangongshi. Kita tidak ingin orang lain tau mengenai hal ini. Ibu yakin fraksi pendukung Selir Tua Gui sedang mengawasi semua orang. terlebih keluarga Jendral Agung Chu.” Song Yaoyi be
Keesokan harinya, halaman Bangongshi milik Jendral Agung Chu sangat sibuk. Prajurit dan pelayan yang dimiliki Chu Wei, mulai bergerak keluar dengan hati – hati untuk mencari bahan obat – obatan dengan bantuan jaringan perdagangan yang dimiliki Song Yaoyi dan Zhu Yu. Zhu Yu sendiri bahkan ikut sibuk untuk mencari dan memastikan bahan – bahan tersedia.Beberapa Prajurit bahkan mencari Ikan salmon dan Ikan Aselarat dengan terjun langsung ke sungai – sungai berarus deras. Mereka menjaring dengan hati – hati dan juga sembunyi – sembunyi.Chu Yaoyao sudah sibuk sejak pagi. Dia mempersiapkan obat dan peralatan pergantian perban dan olesan obat untuk luka bakar. Ji Yuan sudah memberikan resepnya dan sudah menuliskan Langkah – Langkah pembuatannya dengan sangat rinci. Chu Yaoyao tidak merasa kesulitan membuatnya. Dalam hatinya dia berpikiran jika Ji Yuan memang sangat tepat menjadi guru. Karena Ji Yuan menuliskan baik cara pembuatannya maupun cara memberikan obat – obatannya dengan sangat deta
Ji Yuan duduk di atas tempat tidur di dalam kamar Bibi Jiang. Di sebelahnya Chu Yaoyao berbaring setengah badan. Kakinya lurus memanjang di atas lantai. Sementara Bibi Jiang terlentang dan sedang memukul – mukul pinggangnya.Song Yaoyi yang duduk di dekat Chu Yaoyao sambil memijat tangan Chu Yaoyao menatap mereka dengan tatapan kasian. Chu Wei berdiri menatap jendela dengan tenang.Pingguo kembar masuk kedalam kamar dengan perlahan. Pingguo kecil membawa baki kecil berisi botol – botol yang juga berukuran kecil. Sedangkan Pingguo besar membawa gelas – gelas berisi air gula hangat.Keduanya meletakkan baki – baki itu diatas meja, lalu dengan sopan Pingguo kecil memberikan gelas gelas berisi air gula merah pada masing – masing orang yang ada di dalam ruangan.“Terima kasih.”“Mengapa kamu disini? Seharusnya kamu beristirahat. Kamu pun masih dalam tahap pengobatan?” Tanya Chu Yaoyaou pada Pingguo kecil.“Nona saya sudah merasa lebih baik.” Pingguo kecil menajawab dengan penuh hormat.“Se
Halaman Bangongshi, sangat sibuk malam ini, terutama Bibi Jiang dan Chu Yaoyao. Anggota pasukan Chu Zhao dikirim langsung ke halaman Bongongshi tanpa kereta. Mereka di bopong dengan rekan sesama pasukannya bergantian hingga bisa sampai pada halaman Bangongshi dalam satu dupa.Setelah menyerahkan ketiga rekannya yang sedang dalam kondisi terluka parah, ke duabelas anggota pasukan Chu Zhao lainnya langsung terduduk lemas. Malah ini energi mereka terkuras habis.Beberapa penjaga di halaman Bangongshi segera memberikan mereka air madu untuk membantu mereka meraih energi mereka kembali.Song Yaoyi bahkan keluar menemui mereka dan memberikan mereka kurma merah yang sangat mahal untuk mengembalikan kondisi mereka.Saat ini, Chu Yaoyao, Bibi Jiang dan Ji Yuan sedang mengobati pasukan yang terluka.Satu orang prajurit Chu Zhao bernama Peilu, terluka parah akibat sabetan benda tajam di bagian punggungnya. Lukanya dalam dan menembus organ paru – parunya. Chu Yaoyao sedang mengobatinya dan menut
Dalam kegelapan malam, Chu Zhao mengawasi, menahan nafasnya lalu menajamkan mata dan pendengarannya.Wuussss…Sebuah anak panah mendekati Chu Zhao, dengan segera Chu Zhao menghindar dan melihat dari mana asal anak panah itu, dan membidik ke arah asal anak panah itu dengan busur biasa.ShuuusssJlebbbBrukkkSeorang pasukan Bozima terjatuh tepat ditengah pertempuran dibawah.Panah yang Chu Zhao lepaskan tadi tertancap tepat di dadanya. Chu Zhao mengenali pria itu, wajahnya familiar saat Chu Zhao mengawasi pasukan Bozima di lereng Gunung Fu.Lalu terdengar lagi sebuah suara daun yang berderak, dari arah kanan Chu Zhao dan sebuah pisau melayang ke arahnya. Chu Zhao dengan sigap menghindar, kemudian datang lagi dari arah yang lain, Chu Zhao menghindar lagi. Lalu datang lagi pisau yang melayang, sepertinya prajurit Bozima yang ini sudah belajar dari rekannya yang terb*n*h tadi, jadi sekarang dia melakukannya dengan cepat dari berbagai sisi. Chu Zhao dengan tenang tetap menghindar, tetapi t
“Ibu… Ibu jangan khawatir, aku akan berusaha sekuat tenaga membuat anti materi b*m dahsyat itu. Sehingga b*m itu tidak akan meledak dan tidak akan mendatangkan korban jiwa.” Ji Yuan mengelus – elus tangan Song Yaoyi berusaha untuk menenangkannya.Chu Wei melakukan hal yang sama, “Zhao Zhi tenang lah. Kami pasti akan memikirkan masak – masak mengenai hal ini. Kami akan memikirkan strateginya dulu sebelum melawan mereka. Yang dilakukan Ji Yuan sekarang, akan sangat membantu kami. Tenanglah.”“Ji Yuan, pastikan kamu bisa membuat anti materi b*m itu ya… jangan sampai kengerian itu kerjadi…” Song Yaoyi memegang tangan Ji Yuan dan berbicara dengan suara yang bergetar. Song Yaoyi berada dalam kekagetan dan ketakutan.“Ya, Ibu aku akan berusaha melakukannya dengan tepat dan cepat.” Jawab Ji Yuan dengan kepala yang mengangguk – angguk tegas. Berusaha meyakinkan Song Yaoyi agar tidak lagi merasa ketakutan dan sedikit lega.Song Yaoyi mengangguk dengan tegas, juga mengisyaratkan jika dia percaya
“Nyonya, saya akan kembali ke kota Bongshi malam ini. Saya akan menemui Tuan Jendral Perang Chu Zhao dan membantu mengatasi masalah disana.”“Tidak!” Ji Yuan reflek menahan Acugo.“Katakan pada Chu Zhao jangan bertindak apa – apa dulu. Lakukan saja pengawasan. Sampai aku kembali kesana dan membawak
“Bibi Jiang, aku membutuhkan bantuan mu,” Ji Yuan menatap Bibi Jiang dengan tatapan memohon.“Apa maksud mu?” Bibi Jiang menantan Ji Yuan dengan acuh tak acuh. “Bukankah kamu hanya merasa bosan di halaman militer dan datang ke halaman ku?”Ji Yuan terbelalak lalu memutar bola matanya. “Bibi kamu ti
Setelah perjalanan yang ditempuh hampir delapan jam lamanya, mereka kini sudah memasuki wilayah yang dikenal. Hutan perbatasan menuju Bangongshi. Ji Yuan yang kini telah berada di dalam kereta melihat dari dalam memalui jendela. Hutan rindang yang sangat sunyi, yang pernah dia lewati saat meninggal
Kereta yang ditumpangi Ji Yuan keluar dari penginapan umum menuju jalan utama. Berbelok di depan lalu ke kiri sudah mencapai jalan utama. Alun – alun ada diujung jalan, tetapi sebelum sampai di alun – alun kereta sudan berbelok ke kanan menuju arah ke luar kota. Gerbang kota sendiri berjarak kurang







