Jatuh dalam Ledakan Cinta

Jatuh dalam Ledakan Cinta

last updateLast Updated : 2026-03-05
By:  MenikkkUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
51Chapters
181views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Jendral Perang termuda idola semua wanita, namun dianggap sebagai perjaka tidak laku karena sikapnya yang kaku. Bertemu dengan seorang Ilmuwan Kimia pembuat Bom yang melintasi waktu. Mereka bersama untuk menangkap penjahat yang akan melakukan kudeta pada Kaisar. Namun, perlukah mereka bersama untuk hal lain juga?

View More

Chapter 1

Bab 1

“Hah… Hah…. Hah….”

Ji Yuan berlari terus dan terus hingga dirasa nafasnya akan segera habis. Dia berbelok ke kanan dan terus berlari. Dibelakangnya ada sekitar tujuh pria tegap berpakaian jas hitam mengejarnya. Ji Yuan tau apa mau mereka. Mereka ingin menangkapnya untuk membuat materi baru untuk pembuatan Bom.

Materi baru yang Ji Yuan temukan setelah mencoba mencari pengobatan penyakit langka pada anak – anak. Secara tidak sengaja dia mengungkap materi baru itu, Bioriptor. Ledakannya sangat dahsyat hingga bisa menghancurkan seperempat bumi hanya dengan satu tetes materi baru itu.

Nafasnya terengah, Ji Yuan Sudah kehabisan jalan. Apa yang harus dia lakukan? Proyek pencarian obatnya terbayang dikepalanya, sedikit lagi… ya sedikit lagi. Dia hanya tinggal sedikit lagi menemukan komposisi antar materi yang harus dia racik. Sebentar lagi anak – anak yang terbaring tak berdaya itu berhasil dia selamatkan.

Apa yang harus dia lakukan? Jika dia tertangkap, dia hanya akan dipaksa untuk membuat materi peledak itu. Tidak! Dia tidak sanggup menanggung jutaan nyawa yang akan menjadi korban.

Ji Yuan tersandung, kakinya sudah melemah. Tubuhnya sudah tidak bisa dipaksakan lagi. Kakinya sudah tidak mau lagi menopang tubuhnya untuk terus berlari. Paru – parunya bahkan sudah menjerit kesakitan.

Ji Yuan menutup matanya. Tuhan… hanya satu yang aku pinta, beri aku kesempatan untuk menyelesaikan penelitian ku. Beri aku kesempatan untuk membantu anak – anak itu.

Terdengar banyak langkah kaki mendekat.

Ji Yuan benar – benar tidak mau ditangkap dan dibawa oleh mereka. Demi Tuhan dia tidak mau membuat peledak itu.

Diingatnya jika dia memiliki beberapa materi di tasnya, dibukanya tas yang dibawa, memeriksanya satu – persatu.

Kepalanya menggeleng samar. Senyum sumir tercipta di bibirnya yang kini ikut memutih. Wajahnya pias.

Dia tidak punya kesempatan lagi, hanya ini satu – satunya cara.

Dilihatnya lingkungan dimana dia kini berada, diperhitungkan luas dan jarak, dia tidak mau ada korban tak bersalah disini. Cukup dia dan beberapa orang penjahat ini saja.

Perhitungan materinya tidak pernah salah. Ji Yuan adalah seorang penyuling materi yang sangat akurat.

Helaan nafas terdengar lirih dari mulutnya.

Selesai…

Ji Yuan berdiri dengan kaki gemetar. Kakinya masih lemah untuk menopang tubuhnya. Dengan berpegangan pada sebuah tembok, Ji Yuan berdiri dan menyambut pada penjahat itu. Senyum dingin dia berikan saat mereka mendekat.

“Menyerah saja Nona. Cepat atau lambat kamu pasti akan jatuh ke tangan kami.” Seorang dari tujuh pria itu mendekat dan tersenyum merendahkan.

Ji Yuan hanya berdiam tidak menanggapi. Dia menunggu mereka semua masuk dalam lingkup ledakannya.

“Aku tidak mau.” Ji Yuan berkata dengan suara yang datar. Jantungnya berpacu cepat. Dia hanya berdoa semoga dia tidak perlu melakukan ini.

Pria yang paling besar berjalan semakin mendekatinya. Keenam orang lain mengikuti. Ji Yuan menghitung jaraknya. Sebentar lagi.

“Kamu tidak mau?” Ucapnya lalu tertawa. Suara tertawanya bagaikan lonceng kematian bagi Ji Yuan.

“Tidak apa – apa. Kami hanya ditugaskan untuk membawa mu. Tidak disebutkan hidup atau m*ti. Kemungkinan kami hanya membutuhkan otakmu saja. Jika itu rusak, baru menjadi masalah. Nyawa mu tidak ada urusannya dengan kami.” Ucapnya lagi dengan tatapan yang menjijikkan.

Ji Yuan menelan ludahnya yang kering. Dia tertawa miris. Haruskah senjatanya didekatkan ke kepalanya. Agar dia memastikan otaknya tidak akan tersisa untuk mereka?

Ji Yuan tertawa miris. Hidupnya sungguh kasihan. Yatim – piatu tinggal di panti asuhan dan asrama. Seumur hidupnya dia harus bekerja keras untuk bertahan hidup.

Kini dia harus mengakhiri hidupnya sendiri. Sungguh sebuah Ironi. Hal yang sangat keras dia perjuangkan, kini harus berakhir ditangannya sendiri.

"Begitu…” Ji Yuan menatap mereka satu persatu. “Kalau begitu kemari dan ambilah…”

Para penjahat itu tersenyum kejam lalu mulai mendekati Ji Yuan, selangkah demi selangkah. Ji Yuan memandang mereka dingin, menghitung jarak. Sedikit lagi…

Tiga…

Dua…

Satu…

Boooommmm….

Ji Yuan meledakkan mereka semua, tubuhnya hancur berkeping – keping hingga nyaris berupa serpihan. Begitu juga dengan ketujuh orang yang mengejarnya. Tuhan… berikan aku kesempatan menemukan obat bagi anak – anak itu. Atau setidaknya biarkan mereka menyelesaikannya untuk ku. Pinta Ji Yuan dalam hatinya.

*

Rasa sakit disekujur tubuhnya mulai memudar. Ji Yuan mengernyitkan dahinya, tubuhnya basah kuyup karena keringat. Perlahan reseptor tubuhnya kembali berfungsi. Dia mulai mendapatkan rasa tubuhnya kembali.

Punggungnya merebah pada sebuah selimut bulu yang halus namun tipis, tumpukan Jerami dan kapas yang sudah mengeras terasa di punggungnya. Tangan dan kakinya kebas, kepala yang terasa berat.

Ji Yuan, mencoba meraba tubuhnya. Dalam ingatan terakhirnya semua bagian tubuhnya hancur lebur menjadi potongan kecil. Utuh! Semuanya masih ada. Llu dimana, kah dia? Apakah Dewa neraka urung menjemputnya?

“Ju Yuan… Ji Yuan… Ada Tuan Bo Senggu dari Akademi Hanlin mencari mu.” suara seorang pria tua yang berwibawa terdengar dari luar.

Ji Yuan mengernyit, Akademi Hanlin? Apa di neraka ada Akademi Hanlin?

Setelahnya, ingatan seorang wanita dengan nama yang sama masuk ke dalam kepalanya. Dia memiliki nama yang sama, Ji Yuan. Putri Guru Negara yang menikah dengan gadis dari bangsa lain, dan memutuskan untuk hidup di perbatasan.

Saat Ji Yuan, pemilik tubuh, menginjak usia tiga belas tahun, kedua orang tuanya meninggal karena sakit yang misterius. Awalnya Ibunya, kemudian dalam dua minggu Ayahnya menyusul.

Maka Ji Yuan tinggal sendiri di rumah peninggalan kedua orang tuanya. Selama ini dia bertahan hidup dengan bantuan pada penduduk desa yang masih menjunjung tinggi saling tolong – menolong dan juga karena Panatua desa yang sangat  menyayanginya.

Namun dua hari lalu, Ji Yuan, pemilik Tubuh mulai terserang penyakit misterius itu. Penyakit yang sama yang merenggut Ayah Ibunya. Tapi Ji Yuan, menyembunyikannya. Dia tidak mau warga desa tahu.

Ji Yuan asli yang kesepian merindukan Ayah Ibunya, menyebabkan dia hanya berbaring pasrah menanti Ayah Ibunya, menjemputnya.

Pada hari kedua sakitnya, Ji Yuan pemilik tubuh ini benar – benar pergi. Namun, siapa sangka, Ji Yuan dari jaman lain, yang masuk ke dalam tubuh pemilik.

“Ji Yuan!!” panggil pria tua itu lagi.

Dalam ingatan pemilik asli tubuh ini, itu adalah suara kepala desa.

Ji Yuan mengankat tangannya, menatap tangan ramping kecil berkulit halus dan pucat. Tangan itu meraba wajah dan tubuh pemilik asli yang sudah basah oleh keringat.

“Ji Yuan! Apa kau ada di dalam?” suara Paman kepala desa lagi terdengar.

“Aku telah bertransmigrasi…” lirih Ji Yuan.

Dengan perlahan, Ji Yuan bangun dan mengganti pakaiannya, lalu keluar dengan perlahan.

“Paman Ji Bao.” Sapa Ji Yuan.

“Kamu… Apa kamu sakit?” Paman Ji Bao menatap Ji Yuan dengan khawatir.

“Aku sudah lebih baik.” Jawab Ji Yuan.

Kepala desa menatap Ji Yuan masih dengan tatapan khawatir.

”Tuan Bo Senggu, mencari mu.” ucap Ji Bao setelah melihat Ji Yuan yang tampaknya berdiri tegak, tidak kesakitan.

“Nona, saya mengundang Anda ikut seleksi untuk menjadi guru di Ibukota. Kaisar memutuskan mendirikan Akademi khsusus Putri. Dan mencari guru wanita berbakat di seluruh negeri. Selamat. Anda terpilih mewakili daerah kita.” Ujar Bo Senggu dengan penuh semangat.

Ji Yuan tersenyum samar. Apa ini? Dia baru saja masuk ke zaman ini dan sudah harus mengikuti tes seleksi?

*****

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
51 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status