LOGINJendral Perang termuda idola semua wanita, namun dianggap sebagai perjaka tidak laku karena sikapnya yang kaku. Bertemu dengan seorang Ilmuwan Kimia pembuat Bom yang melintasi waktu. Mereka bersama untuk menangkap penjahat yang akan melakukan kudeta pada Kaisar. Namun, perlukah mereka bersama untuk hal lain juga?
View MoreBegitu Ji Yuan bangun, bau obat yang unik membuatnya mengerutkan kening, dan segera dia menemukan dirinya terbaring di tempat tidur yang asing. Kemudian mengingat, di masih tinggal di halaman Bangongshi milik Jendral Agung Chu.Kakinya yang mati rasa mengejutkan Ji Yuan dan dia dengan cepat mengangkat selimutnya. Perban di kaki kanannya dilepas. Kaki yang bengkak telah kembali normal, dan area yang terluka telah dirawat. Gelombang kecil di mata telah memulihkan ketenangan.“Sudah bangun?” Suara Chu Zhao tiba-tiba datang dari samping.Ji Yuan hanya melihat sosok tinggi Chu Zhao duduk di sisi tempat tidur, duduk tegak. Jika bukan karena dia berbicara, Ji Yuan tidak memperhatikannya untuk sementara waktu.Chu Zhao memandang Ji Yuan, yang setengah lurus, dan telah kembali ke penampilannya yang dingin, seolah-olah bukan dia yang meraih jarinya dan memanggilnya Ayah kemarin malam."Kondisimu memburuk selama dua malam, lukanya beracun, membuat kamu demam tinggi" kata Chu Zhao dan memblokir u
Ji Yuan mengernyit heran. Dari kejauhan dia melihat semua. Apakah penjahat itu baru saja mat*?Ji Yuan melihat, sabetan pedang dan pukulan kosong yang diberikan Jendral Chu Zhao tidak ada yang mematikan. Seharusnya dia tidak mat*. ’Apakah dia memakan racun?’ Pikirnya.Saat itu Chu Zhao menghampiri Ji Yuan. Mata saling berhadapan, dan mata yang tenang dengan cepat menjauh dari Ji Yuan, tanpa niat untuk tinggal sama sekali.Chu Zhao menemukan bahwa wajah Ji Yuan sudah sedikit lebih cerah. Dia terlihat tenang dan tidak panik, bahkan tidak terisak seperti gadis - gadis lain yang mengalami hal ini. Chu Zhao juga menyanjung kemampuan JI Yuan yang berhasil keluar dari kereta seorang diri. Chu Zhao dapat yakin, semua prajurit yang dia bawa, belum ada yang bertindak menyelamatkan Ji Yuan, dan mengeluarkannya dari dalam kereta. Jadi pasti dia merangkak dan berjuang keluar sendiri. Chu Zhao tanpa sadar mendengus. ‘Pembangkang!’.Chu Zhao tidak bermaksud berbicara pada awalnya, sampai matanya jat
Ji Yuan menutup matanya, berusaha menenangkan hatinya. Entah mengapa sedari tadi hatinya merasa sangat tidak tenang. Seperti ada sesuatu yang salah. Seperti ada sesuatu yang mengintai.Traakkk….Kereta kuda yang ditumpangi Ji Yuan berjalan tak terkendali. Ji Yuan tersadar dari lamunan panjangnya. Instingnya mulai bekerja lagi. Perasaan buruk ini adalah perasan yang sama yang muncul di hari terakhirnya di dunia modern.Ji Yuan merasakan dirinya dalam bahaya. Seperti dikejar – kejar. Seperti sedang diburu.Ji Yuan melihat ke jendela, dia sudah memasuki hutan kota. Jalan dipinggiran hutan yang asri namun tiada berpenghuni. Ji Yuan merasa kereta berjalan semakin cepat, bagai tidak terkendali. Ada apa ini?“Kusir… Chefu!” Ji Yuan berteriak memanggil.Tidak ada suara di depan. Ji Yuan melongok keluar jendela. Kusirnya ada disana namun tidak bergerak. Detik itu juga dia tau ada sesuatu yang salah.Lagi? Pikirnya.Mengapa aku harus mengalami ini lagi? Apakah aku akan celaka dan mati lagi di k
“Chu Zhao…” Song Yaoyi masuk ke ruang kerjanya. Melihat Chu Zhao sedang duduk di kursinya tidak melakukan apa – apa. Hanya duduk dan memandang keluar jendela. Song Yaoyi mendesah. Baru ini dia melihat Chu Zhao seperti ini, sedikit nyeri dirasanya.“Chu Zhao…” Song YAoyi sekali lagi memanggilnya. Kini dia sudah berada di depan meja.Chu Zhao tersentak kaget. Membalikkan tubuhnya dan melihat Ibunya sudah berdiri di depan mejanya. “Ibu…”“Kamu tau, Chu Yiyi tadi pagi berbicara apa pada Ibu?” Song Yaoyi berbicara.“Dia bilang dia baru saja memutuskan hal paling sulit dalam hidupnya.” Song Yaoyi tersenyum geli.“Apa yang anak empat tahun itu katakan paling sulit, adalah memutuskan makanan favoritnya.” Senyumnya semakin mengembang mengingat perilaku putri bungsunya yang sangat genit.“Tapi Ibu, sangat bangga padanya. Kau tau kenapa?” Song Yaoyi duduk dikursi di depan meja. tempat yang sama tadi Ji Yuan duduki. Chu Zhao memandang kursi itu dan entah kenapa merasakan rasa yang aneh menurutnya
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.