Se connecterMisi Penasihat Kerajaan benar-benar gagal saat itu. Padahal dia sudah merencanakannya sejak lama dan dengan sangat cermat, tapi semuanya gagal. Kegagalan ini menyebabkan Dua Belas Dewa Petaka sekaligus dua belas prajurit kuat dengan tingkat kekuatan Kaisar Agung menghilang. Akhirnya, dia hampir saja tewas dipukuli setelah kembali ke markas. Oleh karena itu, dia mempersiapkan rencana lainnya untuk menebus kegagalannya. Dia datang dengan membawa banyak prajurit kuat untuk mengumpulkan jiwa-jiwa prajurit kuat dari berbagai dunia. Dia mencari dunia dengan banyak jiwa kuat dan berakhir di dunia ini yang memiliki banyak sekali sisa jiwa prajurit super kuat. Dia bisa menggunakan jurus kutukan untuk mengumpulkan sisa-sisa jiwa para prajurit untuk membentuk tubuh prajurit super kuat secara paksa. Kekuatan para sisa jiwa itu pastinya akan sangat kuat jika menyatu dan pastinya akan menguntungkan rencana Istana Hitam selanjutnya. “Maju!” perintah Penasihat Kerajaan. Dalam sekejap mata, pesawa
“Pantas saja tidak ada makhluk hidup di sini. Siapa yang bersedia tinggal di tempat tandus dan terpencil seperti ini?” gumam Banyu.Kemudian dia menatap Merzia lalu berkata, “Nona Merzia, dunia sangat berbahaya. Kamu harus berhati-hati dan teruslah berada di dekatku. Aku akan terus melindungimu.”Dia mendekati Merzia lalu mengulurkan tangannya. Namun, Merzia dengan cepat menghindar. Kemudian berkata dengan raut wajah jijik, “Siapa yang butuh perlindunganmu? Kamu seharusnya melindungi dirimu sendiri.”“Kenapa kamu begitu?”Raut wajah Banyu berubah serius lalu dia berkata, “Kita akan menikah setelah kembali dari sini. Kamu seharusnya tidak menolakku. Kamu seharusnya berusaha untuk lebih dekat denganku agar kamu bisa memahami betapa baiknya aku.”Merzia hanya menatap Banyu jijik. Dia sudah terlalu malas untuk membuang kata-katanya kepada Banyu. Walaupun dia tidak bisa menghindari pernikahan ini, Banyu hanya bisa memiliki tubuh dan tidak dengan hatinya.Dia mendekati Chandra lalu bertanya
Wuraz tidak sepenuhnya percaya akan perkataan Banyu yang mengatakan kalau Chandra pergi ke Gunung Seratus Gua hanya untuk mencari tanaman obat. Akhirnya, Wuraz membuat beberapa rencana. Tiga hari berikutnya, Chandra memutuskan untuk tinggal di Sekte Jagat untuk sementara waktu. Tiga hari berlalu dalam sekejap mata. Di depan aula utama Sekte Jagat. Orang-orang sudah berkerumun di sana. Kemudian Wuraz menjelaskan situasi Gunung Seratus Gua dan Chandra berusaha untuk menghafalnya. Dia menatap Ayu yang berada di sampingnya setelah selesai menghafal lalu berkata, “Kamu tinggal di Sekte Jagat sampai aku kembali ke sini untuk menjemputmu setelah aku berhasil menemukan ramuan obat.”“Tuan Chandra.”Ayu berkata dengan ragu, “Bukankah kamu memiliki Istana Abadi? Bagaimana kalau aku tinggal di sana saja? Aku akan menunggumu di sana.”Chandra berpikir sejenak lalu mengangguk. Dia melambaikan tangannya lalu sebuah kekuatan muncul di telapak tangannya dan membawa Ayu masuk ke dalam Istana Abadi.
Usai berkata, Chandra hendak langsung pergi. Banyu langsung berdiri dan buru-buru bertanya, “Senior Chandra, ini langsung mau ke sana?”“Iya.” Chandra menganggukkan kepala.Banyu memutarkan bola matanya. Barang peninggalan Zaman Antigo pasti sangat berharga. Meskipun dia belum tentu bisa mendapatkannya, setidaknya dia masih bisa dapat sedikit keuntungan kalau ikut Chandra pergi ke sana.Wuraz juga memiliki pemikiran lain. Dia pun ikut berdiri dan bertanya, “Senior Chandra, nggak perlu buru-buru juga. Begini saja, Senior tetap tinggal di Pavilion Pil beberapa hari lagi. Habis itu, aku akan atur muridku untuk antar kamu ke sana.”Tentu saja, Chandra tahu apa yang ada di pikiran Wuraz. Chandra berpikir sejenak, lalu berkata, “Boleh juga.”Dengan begitu, Chandra tinggal di Sekte Jagat lagi untuk sementara waktu. Setelah pamit dengan Chandra, Wuraz pun pergi. Kemudian, Wuraz memanggil Dewi Suci Sekte Jagat, Merzia.Di puncak utama, sebuah ruangan rahasia.Ruangan rahasia itu kosong. Tidak a
Wuraz mengulurkan kedua tangannya yang gemetaran untuk mengambil pil dari Chandra. Demi rahasia keluarganya, dia telah melakukan perjalanan ke Gunung Seratus Gua berkali-kali. Akan tetapi, setiap kali pergi ke sana, dia akan pulang membawa luka. Kali ini, lukanya bahkan lebih parah. Sekalipun dia seorang prajurit kuat Alam Kekaisaran, dai juga tidak dapat menyembuhkan luka di dalam tubuhnya.Pada saat genting seperti ini, Chandra tiba-tiba muncul. Awalnya, Wuraz tidak ingin mengungkapkan rahasia itu. Namun setelah ditimbang-timbang, akhirnya dia memutuskan untuk mengungkapkannya. Setelah menerima pil dari Chandra, Wuraz tidak langsung minum pil itu.Chandra menatap Wuraz dan bertanya, “Bisa bicara sekarang?”Wuraz melirik Ayu yang berdiri di belakang Chandra. Chandra pun berkata, “Orang sendiri, nggak apa-apa. Katakan saja.”Wuraz duduk di samping, tenggelam dalam pikirannya sejenak. Sesaat kemudian, pria itu baru berkata, “Gunung Seratus Gua terletak di sebuah planet terpencil di deka
Banyu meninggalkan aula utama. Merzia menatap Wuraz dengan ekspresi bingung dan bertanya, “Ketua, Gunung Seratus Gua itu tempat apa?”Wuraz menarik napas dalam-dalam, “Gunung Seratus Gua menyimpan rahasia besar. Rahasia yang telah dijaga Keluarga Jagat selama berabad-abad.”“Jadi, Gunung Seratus Gua itu benar-benar ada?” tanya Merzia dengan terkejut.Namun, Wuraz tidak mengatakan apa pun lagi. Dia berdiri dan meninggalkan aula utama. Gurza bergegas mengikutinya. Keduanya berjalan berdampingan.“Apakah Ketua benar-benar akan mengungkapkan rahasia Gunung Seratus Gua?” tanya Gurza.Wuraz berpikir sejenak, lalu menjawab, “Keluarga Jagat sudah jaga rahasia ini selama berabad-abad. Selama berabad-abad itu pula, Keluarga Jagat sudah menghasilkan prajurit kuat Alam Kekaisaran tingkat lima ke atas. Tapi sampai leluhur kita mati pun belum ada yang mampu menembus formasi Gunung Seratus Gua. Kalau Chandra benar-benar sekuat itu, mungkin dia punya cara untuk menembus formasi itu.”“Selain itu, hany
"Hah?" Chandra mengerutkan keningnya.Yura berkata sambil tersenyum, "Jangan khawatir, aku janji bakal anterin Nova pulang dengan selamat."Chandra melihat Nova.Nova juga tidak tahu kenapa Yura begitu baik padanya, jangan-jangan karena pria bertopeng hantu itu?Dia juga ingin tahu lebih banyak tentang
Begitu melihat, Chandra hampir saja mimisan.Bagian kerah pakaian Nova sangatlah rendah hingga dapat terlihat belahan dadanya. Apalagi dengan adanya kalung berlian di atas leher putih Nova, alhasil penampilannya semakin memesona lagi.Nova terlihat sangat memukau, dan membuat Chandra jadi salah tingka
“Tapi aku nggak kenal dia!”Chandra tertawa dan berkata, “Kalau gitu aku juga nggak tahu.”“Nggak peduli siapa pun dia, yang penting kita makan dulu. Tapi tunggu! Aku foto dulu!” sahut Hendro sambil mengeluarkan ponselnya dan sibuk mengambil gambar.Tidak perlu waktu yang lama bagi tempat sekelas Sento
Paul tersenyum dan berkata, "Nggak peduli seberapa hebat dia, pasti nggak mungkin bisa lebih hebat dari Kak Chandra sekarang.""Sudah, berhenti menyanjung dan siapkan mobil sekarang, kita pergi menemui Kepala Setan itu, aku ingin melihat seberapa banyak dia tahu tentang keluarga Atmaja sepuluh tahun







