MasukPavilion Pil memiliki basis kekuatan yang dalam dan kokoh. Istana Hitam memang merupakan organisasi misterius yang pernah menimbulkan kericuhan besar dalam sejarah. Namun, jika Istana Hitam berani menunjukkan diri, Pavilion Pil pasti akan membuat mereka tidak akan pernah bisa kembali.“Selain itu, rahasiakan dulu masalah ini. Jangan sampai tersebar supaya nggak menimbulkan kekacauan,” perintah Darun.“Baik, akan kami laksanakan sesuai perintah Ketua.”“Bubar.”Darun mengibaskan tangannya. Para anggota inti yang ada di sana pergi satu per satu. Setelah mereka pergi, Darun terduduk lemas di kursinya. Wajahnya pucat pasi. Segel Durganya hancur. Meskipun dia belum mati, jika dia terus membiarkan Segel Durganya hancur, dia akan binasa. Tanpa berlama-lama, dia pun pergi mengasingkan diri.Chandra sama sekali tidak tahu hal ini. Chandra sementara tinggal di Kota Langit. Dia sudah tinggal di sana selama beberapa hari. Hari ini, matahari bersinar terang di luar. Chandra sedang duduk, istirahat
Tanpa berlama-lama lagi, Darun langsung pergi. Setelah itu, dia mengeluarkan perintah untuk mengaktifkan formasi pelindung Pavilion Pil. Untuk saat ini, siapa pun tidak boleh keluar masuk wilayah Pavilion Pil. Selain itu, Darun juga mengumpulkan semua prajurit kuat Pavilion Pil.Pavilion Pil adalah kekuatan paling menakutkan di dunia. Mereka yang memegang posisi inti di dalam Pavilion Pil adalah prajurit kuat sejati. Kalau bukan prajurit di Alam Kekaisaran, berarti ada di Alam Kaisar Semu.Pada saat ini, aula utama telah dipenuhi oleh ribuan prajurit kuat. Mereka semua adalah anggota inti Pavilion Pil. Yang terlemah juga sudah mencapai Kaisar Semu tingkat lima.“Kenapa ini, Ketua? Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba mengaktifkan formasi? Kenapa tiba-tiba panggil semua prajurit kuat di Pavilion Pil?”“Pergi ke Puncak Rika. Tangkap semua makhluk hidup yang ada di Puncak Rika!” perintah Darun.Semua orang terkejut ketika mendengar perintah itu. Puncak Rika adalah tempat tinggal tetua tamu
Setelah mencapai Alam Dewara, Inti Kekuatan akan muncul di dalam tubuh. Begitu mencapai Alam Kekaisaran, Inti Kekuatan akan berevolusi menjadi Segel Durga. Sudah tidak diragukan lagi, Darsen adalah prajurit terkuat di dunia, tanpa terkecuali. Tingkat kekuatannya sudah di Alam Kekaisaran tingkat tujuh.Akan tetapi, Darsen belum fokus melatih tubuh fisiknya. Jadi kekuatan fisiknya jauh lebih rendah daripada tingkat kekuatannya sendiri. Di bawah serangan mendadak apalagi dengan kekuatan penuh dari Darun, serangan itu langsung menghancurkan Segel Durganya.Biasanya, Segel Durga hancur berarti mati. Namun, untuk seorang prajurit kuat super, dia dapat menggunakan kekuatannya untuk menstabilkan Segel Durga, mencegah Segel Durganya hancur. Dibawah kendali amarahnya, Darsen juga memukul dada Darun. Kekuatan yang mengerikan meresap ke dalam tubuh Darun. Kekuatan itu juga menghancurkan Segel Durga Darun.Dua prajurit kuat super Pavilion Pil terluka. Setelah Darun terluka, gumpalan aura hitam kelu
Darun melewati celah itu. Setelah masuk ke dalam formasi, dia tiba di Puncak Toria. Di Puncak Toria terdapat ruang terbuka dengan sebuah gubuk sederhana yang dibangun di sana. Di depan gubuk terdapat meja dan kursi sederhana.“Ketua,” panggil Darun berdiri di depan gubuk sambil mengatupkan kedua tangannya sebagai tanda hormat.Krek!Pintu kayu di depan Darun terbuka. Seorang pria tua berjalan keluar. Pria tua itu tampak sangat tua, dengan rambut putih lebat. Begitu melihat pria tua berambut putih itu, Darun segera menyapa dengan hormat, “Ketua.”Pria tua berambut putih itu tidak lain adalah Darsen, pendiri Pavilion Pil. Tingkat kekuatannya telah mencapai Alam Kekaisaran tingkat tujuh, yang menjadikannya prajurit kuat nomor satu yang telah diakui di dunia. Setidaknya, di antara prajurit-prajurit kuat yang ada, tingkat kekuatannya adalah yang tertinggi.Meskipun ada beberapa prajurit kuat berpengaruh dalam sejarah, mereka telah lama lenyap ditelan sejarah dan tidak lagi diingat.“Ada apa
Sosok perempuan yang datang adalah Yarika. Dia adalah Tetua Tamu Pavilion Pil yang memiliki kekuatan tingkat lima Alam Kaisar Agung. Kekuatannya setara dengan Ketua Pavilion Pil. Yarika menghampiri Dahun dan menyadari raut wajah khawatir laki-laki itu lalu bertanya, “Apa yang sedang kamu pikirkan?”Laki-laki paruh baya itu adalah pemimpin Pavilion Pil saat ini. “Badai akan datang,” ujar Dahun pelan. Yarika langsung bertanya dengan nada bingung, “Apa maksudmu?”Dahun berbalik lalu balik bertanya, “Apa kamu masih ingat, bencana yang terjadi seratus zaman yang lalu?”Yarika mengangguk lalu berkata, “Bagaimana mungkin aku lupa? Bencana itu terjadi ketika aku baru saja memasuki Alam Kaisar Agung seratus zaman yang lalu. Bencana yang menyapu seluruh dunia dan menyebabkan kehancuran yang sangat luas.”“Benar.”Dahun kembali berkata, “Istana Hitam adalah pemicu dari bencana besar itu. Konon katanya, pemimpin Istana Hitam membutuhkan banyak jiwa untuk mengembangkan kekuatan kutukan. Karena a
Chandra hanya menyaksikan semua penghinaan itu dengan tenang. Dia ingin membantah, tapi kekuatannya memang masih sangat lemah. Di sisi lain, Merzia tampak sangat kesal atas ucapan Tetua itu.“Master, kenapa kamu diam saja?” tanya Merzia. Chandra berkata dengan santai, “Memangnya apa yang harus kukatakan? Aku tidak perlu mengatakan apa pun. Biarkanlah semua terjadi apa adanya.”Perkataan Chandra sama sekali tidak meredakan amarah Merzia. Dia langsung mengentakkan kakinya dengan penuh amarah. Tetua Agung hanya melirik Chandra sebentar dan tidak terlalu memedulikannya. Dia menatap kembali ke arah Banyu lalu berkata, “Kamu sudah membuat banyak masalah di luar sana. Sekarang, tetaplah di Kota Langit dan jangan pergi ke mana-mana lagi karena perekrutan murid baru akan segera di mulai. Aku masih ada banyak urusan.”Tetua Agung langsung pergi setelah selesai berbicara. Tubuhnya melesat pergi dan menghilang dari pandangan mereka dalam sekejap mata. “Senior Chandra ....”Banyu berkata dengan
Nova telah berhasil menembus Alam Kesembilan berkat kekuatan dari Esensi Phoenix. Ia juga mulai merasakan keberadaan kunci pertama dalam tubuhnya.Di puncak Gunung Langit, Chandra duduk bersila, dengan aura yang menyala terang seperti dewa sejati. Tiba-tiba, Chandra berhenti berlatih.Nova pun berhent
Chandra ingin Nova kembali ke Rivera terlebih dahulu. Alasannya, tempat ini terlalu berbahaya. Namun, Nova tidak mau kembali."Sayang, aku akan menunggumu. Setelah kamu mengalahkan orang-orang dari Suku Mistik, kita pulang bersama ke Rivera," ucap Nova tegas.Chandra berpikir sejenak dan akhirnya setu
“Tidak mungkin seperti itu?”“Kenapa tidak mungkin? Chandra, aku yakin kalau Sonia memiliki niat jahat. Jadi, kamu jangan pernah menemuinya diam-diam ataupun mengikuti kemauannya,” ujar Nova cemas. “Mana mungkin aku bisa bertindak sebodoh itu?” balas Chandra.“Chandra, aku merasa kalau kamu nggak akan
“Oh iya, Nova ….”Chandra teringat akan tanaman yang ditemukannya di pegunungan. Dia bergegas mengeluarkan tanaman itu dari keranjang bambunya lalu menyerahkannya kepada Nova. “Bahan obat apa ini?” tanya Nova bingung. Kemudian dia mengambil tanaman itu dan memperhatikannya dengan teliti. Seketika, ek







