Share

Bab 1353

Author: Angin
Wanto menghindar dan muncul di kejauhan.

Wajahnya tampak serius dan aura kekuatannya terus meningkat.

Pedang Es mengambang di depan Wanto. Ujung pedangnya mengarah ke Nova, berputar terus-menerus.

Seiring berputarnya Pedang Es, udara di sekitar mereka seketika membeku dan menciptakan beberapa bongkahan es yang membentuk beberapa Pedang Es.

Dalam sekejap, ratusan pedang es terbentuk menggantung di udara.

"Serang!" seru Wanto sambil mengayunkan tangannya.

Ratusan Pedang Es menerjang dengan dahsyat.

"Hancurkan!" Nova bersuara rendah, memecahkan kesunyian.

Pedang Keji Sejati menebas, menciptakan deretan cahaya pedang yang menghancurkan serangan Pedang Es Wanto.

Sementara itu, Wanto kembali mengambil Pedang Es-nya dan dengan kecepatan tinggi menyerang Nova, menusuk ke titik vitalnya.

Nova mengangkat pedangnya untuk bertahan.

Suara dentuman keras terdengar di udara. Kekuatan dahsyat dari keduanya bertabrakan.

Boom!

Ruang kosong terbelah.

Keduanya mundur terdorong.

Nova merasa len
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jenderal Naga   Bab 2787

    Chandra menatapnya lalu bertanya, “Apa kamu juga akan pergi ke reruntuhan Hemel Kuno?”“Tentu saja, bagaimana mungkin aku melewatkan keramaian ini?” balas Sonia antusias. Nova menatap Sonia tajam. Bagaimanapun juga, dia tahu betul seperti apa Sonia.“Kak Nova,” sapa Sonia manis.Nova hanya mengangguk untuk membalas sapaan Sonia. Kemudian Nova menghampiri Chandra lalu merapikan kerah baju suaminya itu. “Pergi dan berhati-hatilah. Aku menunggumu kembali dengan selamat di bumi,” ujar Nova. Chandra tersenyum lalu berkata, “Tenanglah, semuanya pasti akan baik-baik saja.”Chandra berbalik lalu pergi setelah selesai berbincang singkat dengan Nova. Di depan Gerbang Langit Selatan, orang-orang sudah berkumpul menunggu Chandra. “Chandra, kamu sudah siap?” tanya Gurji. “Ya,” jawab Chandra sambil mengangguk.Kemudian Elsa berkata dengan raut wajah penuh harap, “Hemel Kuno adalah kekuatan yang sungguh menakutkan di zamannya sekaligus nakhoda seluruh alam semesta. Hemel Kuno pastinya bukanlah t

  • Jenderal Naga   Bab 2786

    Elsa tidak tahu, apa yang harus dikatakannya tentang Chandra. Laki-laki ini telah menipunya dan menikahinya hanya untuk mencuri Pohon Bodhi, benda yang sangat berharga bagi Klan Loman. Bagaimanapun juga, Elsa harus mendapatkan kembali Pohon Bodhi demi keberlangsungan hidup Klan Loman. Sampai saat ini, Elsa masih belum terlalu memikirkan nasib pernikahannya dengan Chandra. Walaupun mereka sudah menikah secara sah dan Elsa sudah menjadi istri dari Chandra, laki-laki ini masih belum mau mengakui pernikahan mereka. Oleh karena itu, Elsa juga tidak bisa berbuat apa pun. Gurji tersenyum bahagia seraya berkata, “Kak Chandra, ajaklah Kakak Ipar pergi bersama kita. Kakak kedua mengatakan kalau perempuan ini sungguh luar biasa. Bahkan dia akan menjadi orang pertama yang berhasil masuk ke tingkat Kaisar Agung di zaman akhir ini. Dia memilik keberuntungan yang tak terbatas. Kita juga pastinya akan mendapatkan banyak hal-hal luar biasa jika mengikutinya. Mungkin saja, kita juga bisa mendapatkan k

  • Jenderal Naga   Bab 2785

    Josan menyeka darah dari mulutnya lalu berkata, “Aku tahu. Lagi pula, aku lahir terlalu cepat dan memang ditakdirkan untuk tidak bisa mendapatkan keberuntungan bumi.”Kemudian Chandra bertanya, “Apa ada yang mau kamu beritahukan kepadaku?”Josan menghela napas pasrah lalu berkata, “Ada banyak sekali kekuatan magis dan jurus rahasia di zaman hemel kuno. Tapi, jurus yang terkuat adalah jurus 3000 Teknik. Jurus ini adalah jurus rahasia kekuatan magis tertinggi yang dikuasai ayahku dari Sepuluh Ribu Jalan Langit”“Jurus 3000 Teknik?” tanya Chandra terkejut.Dia pernah melihat Sasa menggunakan jurus itu ketika mereka berada di Dunia Iblis. Sasa berhasil mengalahkan tiga prajurit kuat dan tak terkalahkan dengan jurus itu. “Benar.”Josan berkata, “Setahuku, ayahku menuliskan teknik itu di dalam kitab tanpa nama yang berasal dari zaman hemel kuno. Namun sayangnya, kitab itu tidak tercatat dalam sejarah.”“Aku curiga, kalau kitab tanpa nama itu berada di dalam reruntuhan Hemel Kuno.”“Kak Chan

  • Jenderal Naga   Bab 2784

    Sebuah gerbang yang tampak megah, menakjubkan sekaligus dipenuhi dengan misteri. “Gerbang Langit Selatan.”Sebuah suara tiba-tiba saja muncul tepat ketika semua makhluk sedang membicarakan tentang Gerbang Abadi. Mereka semua langsung menoleh ke arah sumber suara. Seorang laki-laki berjubah putih dengan pedang di punggungnya berjalan mendekati Gerbang Abadi. “Josan?”Chandra langsung mengerutkan keningnya lalu bergegas menghampiri Josan dan bertanya, “Apa kamu tahu asal-usul dari gerbang ini?”Banyak makhluk yang langsung menatap Josan dengan raut wajah penasaran. Di saat yang bersamaan, Josan menatap gerbang di depannya seakan sedang mengenang sesuatu. Bagaimanapun juga, gerbang ini sangat familier baginya. Dia pernah bermain di dekat gerbang ini. Dia mengangguk lalu berkata setelah terdiam selama beberapa saat, “Ya, aku mengetahui asal-usul gerbang ini.”“Dari mana gerbang ini berasal?”“Sudahlah, jangan bertele-tele. Cepat ceritakan pada kami.”“Apa gerbang ini ada kaitannya denga

  • Jenderal Naga   Bab 2783

    Cincin di jari Chandra tiba-tiba terlepas setelah semua orang pergi. Kemudian cincin itu berubah bentuk menjadi sebuah istana yang sangat besar dan megah. Chandra tersenyum puas setelah melihat kemunculan Istana Abadi lalu berkata, “Aku akan tinggal di sini sementara waktu sampai keberuntungan ketiga muncul dan para prajurit berhasil menciptakan obat untuk menahan kutukan umat manusia.”Chandra melambaikan tangannya santai lalu pintu Istana Abadi seketika terbuka. Dia bergegas melangkah masuk dan muncul di sebuah pegunungan yang berada di luar area kota. Pegunungan yang ada di sekitarnya memiliki energi spiritual yang sangat melimpah. Selain itu, ada banyak buah ajaib yang tumbuh dengan subur di sana dan semua ini adalah milik Chandra seorang. Chandra merasa memiliki pencapaian yang sangat besar setelah melihat semua ini. Kemudian dia mulai menuruni gunung dan muncul di depan gerbang kota. Dia bergegas masuk ke dalam area kota lalu masuk ke dalam kediaman penguasa kota. Dia berhasi

  • Jenderal Naga   Bab 2782

    Chandra tahu dia yang bersalah kepada Elsa. Dia tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Oleh karena itu, dia memilih untuk pergi dan kembali ke bangunan tempat dia tinggal.Nova telah kembali. Nova sedang duduk di kursi di halaman. Begitu melihat Chandra pulang, dia tidak terlihat kaget sama sekali. Karena dia tahu orang seperti apa Chandra.Nova berdiri, lalu bertanya dengan nada bercanda, “Kok cepat amat sudah pulang? Nggak temani dia tulu? Selama ini, dia ikut aku ke mana-mana demi cari kamu, loh.”Chandra berjalan mendekat lalu duduk. Dia tertawa tanpa daya, lalu berkata, “Waktu itu aku menikah dengannya hanya untuk curi Pohon Bodhi. Sekarang aku hanya merasa bersalah padanya. Nanti aku akan cari kesempatan untuk menebus kesalahan padanya.”Nova juga ikut duduk. “Ngomong-ngomong, apa rencanamu selanjutnya?”Chandra berpikir sejenak. “Sekarang obat untuk menekan kutukan belum selesai dikembangkan. Aku nggak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan. Aku juga nggak tahu kapan Keberu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status