MasukWuraz tidak sepenuhnya percaya akan perkataan Banyu yang mengatakan kalau Chandra pergi ke Gunung Seratus Gua hanya untuk mencari tanaman obat. Akhirnya, Wuraz membuat beberapa rencana. Tiga hari berikutnya, Chandra memutuskan untuk tinggal di Sekte Jagat untuk sementara waktu. Tiga hari berlalu dalam sekejap mata. Di depan aula utama Sekte Jagat. Orang-orang sudah berkerumun di sana. Kemudian Wuraz menjelaskan situasi Gunung Seratus Gua dan Chandra berusaha untuk menghafalnya. Dia menatap Ayu yang berada di sampingnya setelah selesai menghafal lalu berkata, “Kamu tinggal di Sekte Jagat sampai aku kembali ke sini untuk menjemputmu setelah aku berhasil menemukan ramuan obat.”“Tuan Chandra.”Ayu berkata dengan ragu, “Bukankah kamu memiliki Istana Abadi? Bagaimana kalau aku tinggal di sana saja? Aku akan menunggumu di sana.”Chandra berpikir sejenak lalu mengangguk. Dia melambaikan tangannya lalu sebuah kekuatan muncul di telapak tangannya dan membawa Ayu masuk ke dalam Istana Abadi.
Usai berkata, Chandra hendak langsung pergi. Banyu langsung berdiri dan buru-buru bertanya, “Senior Chandra, ini langsung mau ke sana?”“Iya.” Chandra menganggukkan kepala.Banyu memutarkan bola matanya. Barang peninggalan Zaman Antigo pasti sangat berharga. Meskipun dia belum tentu bisa mendapatkannya, setidaknya dia masih bisa dapat sedikit keuntungan kalau ikut Chandra pergi ke sana.Wuraz juga memiliki pemikiran lain. Dia pun ikut berdiri dan bertanya, “Senior Chandra, nggak perlu buru-buru juga. Begini saja, Senior tetap tinggal di Pavilion Pil beberapa hari lagi. Habis itu, aku akan atur muridku untuk antar kamu ke sana.”Tentu saja, Chandra tahu apa yang ada di pikiran Wuraz. Chandra berpikir sejenak, lalu berkata, “Boleh juga.”Dengan begitu, Chandra tinggal di Sekte Jagat lagi untuk sementara waktu. Setelah pamit dengan Chandra, Wuraz pun pergi. Kemudian, Wuraz memanggil Dewi Suci Sekte Jagat, Merzia.Di puncak utama, sebuah ruangan rahasia.Ruangan rahasia itu kosong. Tidak a
Wuraz mengulurkan kedua tangannya yang gemetaran untuk mengambil pil dari Chandra. Demi rahasia keluarganya, dia telah melakukan perjalanan ke Gunung Seratus Gua berkali-kali. Akan tetapi, setiap kali pergi ke sana, dia akan pulang membawa luka. Kali ini, lukanya bahkan lebih parah. Sekalipun dia seorang prajurit kuat Alam Kekaisaran, dai juga tidak dapat menyembuhkan luka di dalam tubuhnya.Pada saat genting seperti ini, Chandra tiba-tiba muncul. Awalnya, Wuraz tidak ingin mengungkapkan rahasia itu. Namun setelah ditimbang-timbang, akhirnya dia memutuskan untuk mengungkapkannya. Setelah menerima pil dari Chandra, Wuraz tidak langsung minum pil itu.Chandra menatap Wuraz dan bertanya, “Bisa bicara sekarang?”Wuraz melirik Ayu yang berdiri di belakang Chandra. Chandra pun berkata, “Orang sendiri, nggak apa-apa. Katakan saja.”Wuraz duduk di samping, tenggelam dalam pikirannya sejenak. Sesaat kemudian, pria itu baru berkata, “Gunung Seratus Gua terletak di sebuah planet terpencil di deka
Banyu meninggalkan aula utama. Merzia menatap Wuraz dengan ekspresi bingung dan bertanya, “Ketua, Gunung Seratus Gua itu tempat apa?”Wuraz menarik napas dalam-dalam, “Gunung Seratus Gua menyimpan rahasia besar. Rahasia yang telah dijaga Keluarga Jagat selama berabad-abad.”“Jadi, Gunung Seratus Gua itu benar-benar ada?” tanya Merzia dengan terkejut.Namun, Wuraz tidak mengatakan apa pun lagi. Dia berdiri dan meninggalkan aula utama. Gurza bergegas mengikutinya. Keduanya berjalan berdampingan.“Apakah Ketua benar-benar akan mengungkapkan rahasia Gunung Seratus Gua?” tanya Gurza.Wuraz berpikir sejenak, lalu menjawab, “Keluarga Jagat sudah jaga rahasia ini selama berabad-abad. Selama berabad-abad itu pula, Keluarga Jagat sudah menghasilkan prajurit kuat Alam Kekaisaran tingkat lima ke atas. Tapi sampai leluhur kita mati pun belum ada yang mampu menembus formasi Gunung Seratus Gua. Kalau Chandra benar-benar sekuat itu, mungkin dia punya cara untuk menembus formasi itu.”“Selain itu, hany
Wuraz menanyakan tentang Chandra. Dia merasa sangat penasaran. Sebenarnya orang seperti apakah Chandra sampai bisa membuat Banyu begitu menghormatinya.Merzia sangat tidak senang dengan keputusan Wuraz. Namun, dia tidak langsung pergi. Begitu mendengar Wuraz bertanya tentang Chandra, dia pun menjadi tertarik dan ikut mendengarkan.Begitu Wuraz bertanya tentang Chandra, raut wajah Banyu seketika menunjukkan rasa hormat. “Kamu nggak tahu betapa menakutkannya Senior Chandra,” ujar Banyu. Kemudian, dia tenggelam dalam kenangan.“Beberapa waktu lalu, aku pergi ke Dunia Roh Sejati dan terjebak dalam sebuah konspirasi yang buat aku tanpa sengaja masuk ke sebuah dunia terkutuk. Kamu tahu apa itu kutukan? Itu adalah kekuatan kutukan. Legenda mengatakan kalau itu adalah kekuatan yang ditinggalkan oleh leluhur agung di Zaman Antigo. Dunia itu dipenuhi dengan kekuatan kutukan.”“Di dunia itu, ada prajurit kuat yang mengendalikan banyak sekali monster dan makhluk ganas. Yang paling lemah di antara
Setelah Banyu pergi, Ayu yang berdiri di belakang Chandra bertanya, “Tuan mau pergi ke Gunung Seratus Gua untuk cari benda suci. Sebenarnya untuk apa sih benda suci itu?”“Nanti kamu juga akan tahu.”Chandra tidak banyak bicara. Dia bersandar di kursinya sambil memejamkan mata, mulai memikirkan langkah berikutnya. Ayu berdiri di belakangnya sambil memijat bahunya. Pada saat ini, Chandra pergi lagi ke aula utama Sekte Jagat.Wuraz sedang membicarakan sesuatu dengan Gurza. Begitu melihat Banyu datang, dia langsung berhenti bicara. Banyu berjalan mendekat sambil tersenyum, dia bahkan sempat melirik Merzia. Merzia memiliki paras dan bentuk tubuh yang sempurna. Dia benar-benar seorang perempuan cantik yang tiada duanya.Namun, tatapan Banyu justru membuat Merzia merasa jijik. Dia pun berkata dengan sinis, “Apa kamu lihat-lihat?”“Oh.” Banyu baru tersadar. Dia menatap orang yang duduk di kursi pemimpin, lalu mengepalkan tangannya dan memberi hormat. “Ketua, aku datang ke sini untuk melamar.”
Chandra hanya mampu membantu Luna sampai sini. Selanjutnya, Luna harus mengandalkan kemampuannya sendiri. Luna kembali ke halaman latihannya sendiri setelah selesai menyapa Chandra. Halaman mereka terletak bersebelahan. Mereka tidak tahu, apakah hal ini kebetulan atau memang Yosan yang sengaja meng
Verda adalah seorang jenius sejati. Dia bergabung dengan Sekte Dayan 10 tahun yang lalu dan langsung menjadi murid dari ketua sekte. Tidak ada satu pun yang tahu, dari mana dia berasal. Bahkan para tetua Sekte Dayan juga tidak mengetahuinya. Selain itu, tidak ada juga yang mengetahui kalau Verda ada
Yosan berkata, "Chandra adalah seorang pemuda yang cakap. Dia sangat kuat di segala aspek. Aku sudah menerimanya sebagai muridku. Selanjutnya, aku berencana untuk menentukan rencana pelatihan untuknya. Aku akan menggunakan semua kekuatanku untuk membimbingnya agar dia bisa meraih hasil maksimal dala
Chandra melihat-lihat lantai pertama Menara Pembakaran. Luas pada lantai pertama tidak begitu besar, hanya sekitar dua ratus meter persegi dan dikelilingi oleh dinding batu. Entah terbuat dari bahan apa. Mungkin karena suhu yang tinggi, warna dinding batunya menjadi berwarna merah.Di ujung sudut, a







