LOGINElang Perkasa seorang kuli pasar saat pagi dan malam menjadi bar tender. Dibesarkan di panti asuhan kumuh, pernah dipenjara 5 tahun karena dijebak kasus pembunuhan. Di penjara, dia tidak mati, tapi justru dilatih oleh seorang Grandmaster dunia bawah tanah. Dikhianati kekasihnya demi uang, dianggap sampah oleh masyarakat karena membunuh dengan kejam, dan yang paling sakit orang tuanya tak mengakui Elang sebagai putra kandung! Bagaimana dia akan membuktikan diri atas semua pengkhianatan dan fitnah yang menimpanya? SquarepenA
View MorePemakaman Rahasia, Pinggiran Jakarta - (Keesokan Harinya).Hujan gerimis belum juga berhenti, seolah langit Jakarta ikut menangisi kepergian sang hantu penuntut keadilan.Suara cangkul yang menghantam tanah basah terdengar berirama. Dimas dan dua mantan napi dari Blok Hitam sedang menutup lubang lahat itu dengan tanah merah. Otot lengan mereka tegang, tapi tidak ada yang mengeluh. Di mata mereka, pria di dalam peti kayu itu bukan sekadar bos, melainkan dewa penyelamat.Di pinggir liang lahat, Larasati berlutut di atas lumpur. Gaun hitamnya kotor. Dia tidak memedulikannya. Air mata terus mengalir di pipinya yang pucat, tangannya gemetar mengusap gundukan tanah yang baru saja selesai dipadatkan."Maafkan Ibu, Nak..." isak Larasati, suaranya nyaris habis. "Ibu baru memelukmu sebentar... kenapa kau buru-buru pergi..."Tidak ada batu nisan berukir nama di sana. Hanya ada sebuah patok kayu polos.Secara hukum, Elang Dirgantara sudah ma
Helipad Gedung Mahkamah Agung - Pukul 08.15 WIB.DOR!Suara letusan pistol kaliber 9mm itu membelah deru angin dari baling-baling helikopter.Bagi Elang, waktu seolah berjalan dalam gerak lambat. Di tengah sisa tenaganya yang sudah habis dan otot jantung yang mulai robek karena efek obat, insting jalanan Napi 9821 mengambil alih untuk terakhir kalinya.Dia tidak memikirkan dirinya sendiri. Dia melihat arah laras pistol Sanjaya yang terkunci lurus ke dahi Larasati.Dengan sisa tenaga paling dasar yang dia miliki, Elang memutar tubuhnya yang kaku. Dia menarik bahu Larasati, membanting wanita itu ke aspal, dan menjadikan punggung serta dadanya sebagai tameng hidup.JLEB!Peluru itu tidak mengenai Larasati.Peluru panas itu menembus punggung kiri jas hitam Elang, merobek tulang rusuk rapuh Elister, dan bersarang tepat di bilik jantung aslinya—jantung yang memompakan kehidupan kedua baginya."Ugh!"Tubuh
Helipad Gedung Mahkamah Agung - Pukul 08.10 WIB.Cahaya putih dari lampu sorot helikopter polisi membutakan pandangan. Angin puting beliung dari baling-baling menerbangkan debu, pecahan kaca, dan rintik hujan ke udara.Di angkasa, bukan hanya helikopter polisi yang mengitari atap gedung itu. Tiga buah drone kamera beresolusi tinggi milik stasiun TV berita nasional melayang dekat, menyorotkan lensa mereka dengan lampu merah yang berkedip tanda siaran langsung.Seluruh Indonesia sedang menahan napas menonton adegan ini.Sanjaya tertawa serak, meski lehernya menempel pada bilah pisau berdarah milik Elang."Kau tamat, Elang," bisik Sanjaya di sela deru angin. "Jutaan orang sedang menontonmu sekarang. Kalau kau menggorok leherku, kau akan dicatat sejarah sebagai teroris gila yang membunuh Ketua Mahkamah Agung. Turunkan pisaumu. Hukum manusia akan melindungiku!"Dari pengeras suara helikopter polisi, suara Toba kembali menggema keras.
Helipad Gedung Mahkamah Agung - Pukul 08.05 WIB.Angin puting beliung buatan dari baling-baling helikopter AgustaWestland menyapu atap beton itu. Suara mesin jetnya memekakkan telinga, menenggelamkan raungan sirine polisi jauh di jalanan bawah sana.Sanjaya—sang Ketua Mahkamah Agung yang kini menjadi buronan—mendorong kursi roda Barata dengan kasar menuju pintu helikopter yang terbuka. Dua pengawal elitnya menyeret Larasati yang meronta-ronta dan menangis."Cepat! Masukkan mereka!" teriak Sanjaya pada pilot.Tapi langkah mereka terhenti.Di ambang pintu akses tangga, Elang berdiri. Kemeja hitamnya basah oleh keringat dan darah. Dua pistol Glock di tangannya memuntahkan peluru.DOR! DOR!Dua pengawal yang menyeret Larasati ambruk dengan lubang di kepala mereka. Larasati jatuh berlutut di aspal helipad, menutupi telinganya.Sanjaya memucat. Dia bersembunyi di balik kursi roda Barata, menjadikan pria tua yang sakit






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews