Mag-log inKaisar Ceptra memberikan daftar bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membangkitkan tubuh fisiknya kepada Chandra. Semua bahan yang tertera sangatlah langkah. Kemunculan dari setiap bahan itu akan memunculkan persaingan dari para prajurit kuat. Chandra sadar, kalau dirinya akan kesulitan untuk mendapatkan semua bahan itu dengan kekuatannya saat ini. Dia pun menyimpan daftar itu dengan hati-hati. Kaisar Ceptra memperhatikan raut wajah Chandra yang serius lalu dia tersenyum seraya berkata, “Aku sudah bilang, kalau kamu tidak perlu terburu-buru. Kamu memiliki waktu sekitar seratus ribu tahun untuk mengumpulkannya.” “Tapi ....”Raut wajah Kaisar Ceptra seketika berubah serius lalu kembali berkata, “Aku telah menghabiskan banyak kekuatan dalam pertempuran sebelumnya. Sekarang, aku harus fokus ke pemulihanku. Aku tidak akan bisa menolongmu jika aku kembali mengalami bahaya. Di Dunia Tawang ini, kamu harus selalu berhati-hati dengan apa yang kamu lakukan.”“Aku mengerti, terima kasih atas peri
“Baiklah,” ujar Nova tanpa ragu. Kemudian dia mengingatkan Chandra dengan berkata, “Pavilion Pil adalah kekuatan paling kuat di Dunia Tawang. Bahkan penggabungan ratusan Sekte Bela Diri Sejati saja tetap tidak akan mampu melawan satu Pavilion Pil. Jadi, berhati-hatilah.”Chandra mengangguk lalu berkata, “Baiklah, aku akan lebih berhati-hati.”Kemudian Chandra kembali berdiri dan menatap Dewi seraya berkata, “Katakan pada Burando, kalau aku ada urusan penting dan harus segera pergi sekarang juga.”Raut wajah Dewi terlihat enggan lalu dia berkata, “Papa, apa Papa harus benar-benar pergi sekarang?”Chandra membelai lembut rambut putrinya lalu berkata, “Kita masih punya banyak waktu di masa depan. Kita akan menghabiskan waktu bersama setelah masalah-masalah sulit ini berhasil terselesaikan.”“Oh,” ujar Dewi. Dia sadar kalau Chandra memiliki banyak masalah yang jauh lebih penting yang harus segera diselesaikan. Oleh karena itu, Dewi sama sekali tidak berusaha mencegah kepergian Chandra.
Chandra memutuskan untuk tinggal di Sekte Bela Diri Sejati sementara waktu agar bisa menghabiskan waktu bersama istri dan putrinya. Di sisi lain, Ayu tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Namun, dia merasa kalau Chandra saat ini terasa semakin misterius dengan jarak yang semakin lebar di antara mereka.Dia tidak bisa menahan diri untuk menatap Nova. Wajar saja Chandra tidak tertarik padanya, karena Chandra sudah memiliki istri yang cantik dan menawan seperti Nova. “Nova, apa yang terjadi pada Dewi?” tanya Chandra. Dia sudah cukup lama ingin menanyakan hal ini kepada Nova. Namun, tidak pernah memiliki kesempatan untuk mengajukannya. Dia memang sudah tahu kalau Dewi adalah putrinya, tapi Dewi dilahirkan jauh sebelum Chandra mengetahuinya. Nova langsung menatap Chandra lalu berkata, “Apa lagi yang perlu kamu tanyakan? Aku sudah hamil sejak masih berada di Bumi.”“Lalu kenapa kamu tidak memberitahuku?”“Aku ingin memberimu kejutan, tapi aku malah tersesat di Sungai Waktu.”Chandra m
Tidak lama kemudian, mereka semua sudah meninggalkan penginapan. Di luar penginapan, banyak orang sudah menunggu, termasuk Burando, Tetua Sekte Bela Diri Sejati dan Penguasa Kota Gurun Selatan yang terus menunjukkan rasa hormatnya ketika berhadapan dengan Burando. Di saat yang bersamaan, Ayu tampak bingung ketika melihat ada banyak orang di luar. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa ada begitu banyak prajurit kuat di sini? “Senior Chandra, apa kita bisa pergi sekarang dari tempat ini?” tanya Burando kepada Chandra dengan penuh hormat. Chandra mengangguk pelan lalu berkata, “Ya, kita pergi sekarang.”Burando memberi isyarat seraya berkata, “Silakan, lewat sini.”Chandra langsung berjalan di urutan paling depan yang terus membuat Ayu terkejut bukan kepalang. Bagaimanapun juga, Burando adalah sosok terkuat di Dunia Tawang, tapi dia bersikap sangat penuh hormat kepada Chandra. Hal ini sungguh membuat Ayu bingung dan dia hanya bisa mengikuti Chandra dengan tatapan kosong. Mereka semua pe
Chandra memutuskan untuk pergi mengunjungi Sekte Bela Diri Sejati setelah mendapatkan undangan hangat dari Burando. Para prajurit kuat yang sudah dibebaskan dari pengaruh hitam berbondong-bondong menghampiri Chandra. “Senior Chandra, sampai jumpa. Kamu bisa datang kepadaku, kapan pun kamu membutuhkan bantuanku.”“Senior Chandra, sampai jumpa. Jangan ragu untuk bertanya padaku kalau memang ada hal yang ingin kamu tanyakan padaku.”*** Semua makhluk yang berada di sana langsung berterima kasih kepada Chandra, baik yang masuk ke dalam dunia terkutuk tanpa sengaja ataupun yang terpengaruh dan terperangkap di sana cukup lama. Mereka semua menyatakan rasa terima kasih mereka dan tidak segan untuk membalas budi kepada Chandra karena Chandra sudah menyelamatkan nyawa mereka, sekalipun nyawa adalah taruhannya. Chandra hanya tersenyum kecil mendengar perkataan orang-orang itu. Tidak lama kemudian, mereka semua bergegas pergi menuju Sekte Bela Diri Sejati dengan dipandu oleh Burando dan para p
Para tokoh kuat langsung mencibir. Kekuatan rendah? Semua prajurit di sini sama sekali tidak kuat kalau memang Chandra memiliki tingkat kekuatan yang rendah. Chandra juga ingin segera meninggalkan dunia ini lalu dia pun menatap Nova dan berkata, “Nova, apa kamu benar-benar tidak tahu cara keluar dari tempat ini?”Nova langsung menggeleng lalu berkata, “Aku benar-benar tidak tahu.”Kemudian Chandra kembali berkata, “Bagaimana kalau kita semua berpencar dan mencari tahu, apakah ada jalan keluar di sini.”“Baik, kami akan mendengarkan Senior.”Para prajurit kuat langsung menuruti apa yang Chandra katakan. Kemudian para prajurit kuat bergegas pergi berpencar dan mencari jalan keluar di seluruh dunia ini. Namun sayangnya, tidak ada yang berhasil menemukannya, sekalipun mereka sudah mencarinya dengan sekuat tenaga.“Senior, kami tidak berhasil menemukan jalan keluarnya, sekalipun sudah mencarinya di mana-mana.”“Apa yang harus kita lakukan sekarang?”Para prajurit kuat terus menatap ke arah
Josan adalah seorang prajurit pedang. Kemunculan ribuan energi pedang telah mengejutkannya. Akan tetapi, energi pedang itu lenyap secepat kemunculannya. Josan pun tidak tahu apa yang telah terjadi. Oleh karena itu, dia bergegas datang untuk bertanya.Master Pedang melirik Chandra. Saat ini, dia mula
“Josan, apa yang sedang kamu pikirkan?”Sebuah suara membuyarkan lamunan Josan. Dia tersadar, lalu mendongak dan mendapati seorang perempuan cantik sedang berjalan mendekat. Perempuan itu berjalan masuk ke aula, lalu duduk di pangkuan Josan dan meringkuk dalam pelukannya.Josan juga merangkul peremp
Energi Iblis mengalir ke seluruh tubuh Chandra. Luka-lukanya pun sembuh dengan sangat cepat. Sesaat kemudian, tubuhnya telah pulih sepenuhnya. Setelah itu, Chandra kembali menyerap energi pedang lagi dan tubuhnya kembali dirusak lagi oleh energi tersebut.Chandra berlatih membentuk tubuh pedang seka
Chandra langsung menghubungi Sasa setelah keluar dari kamar pengantin. Sasa berhasil memulihkan diri selama beberapa bulan terakhir di dalam Ruang Waktu. Sekarang, bukanlah masalah besar baginya untuk membantu Chandra mencuri Pohon Bodhi. “Ya,” jawab Sasa dari dalam Istana Abadi. Di saat yang bers






