Home / Young Adult / Jerat Cinta Dosen Killer / Fix Mereka Suami Istri

Share

Fix Mereka Suami Istri

Author: CitraAurora
last update Last Updated: 2025-12-29 16:08:14

"Serius, Pak?" Alex juga tidak percaya.

"Iya. Anggap saja reward karena kalian sudah menolong teman kalian dengan tulus," jawab Aron sambil mengeluarkan ponselnya dan mencatat di aplikasi penilaian mahasiswa.

Mira dan Alex sangat senang. Sepuluh poin dari Pak Aron yang terkenal pelit nilai? Ini seperti mimpi! Biasanya Pak Aron sangat susah memberikan nilai tinggi, apalagi memberikan poin tambahan tanpa ujian atau tugas tambahan.

"Terima kasih banyak, Pak!" seru Mira dengan antusias.

"Iya, terima kasih, Pak Aron!" Alex juga berterima kasih meski di benaknya muncul pertanyaan besar.

Kenapa Pak Aron memberikan sepuluh poin hanya karena mereka menjaga Natasya? Bukankah itu terlalu berlebihan? Seharusnya paling banter diberi lima poin saja sudah bagus. Tapi sepuluh poin?

Alex menyenggol lengan Mira, memberikan kode bahwa ada yang aneh. Tapi Mira hanya meliriknya sekilas dan tidak merespon.

"Sudah, kalian kembali saja. Pasti lelah seharian di sini," ujar Aron sambil melambaikan tangan, memi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jerat Cinta Dosen Killer   Tersayat Pisau

    Jam kuliah telah berakhir dan mahasiswa mulai berkemas untuk keluar kelas. Aron masih duduk di meja dosennya sambil pura-pura memeriksa berkas, menunggu semua mahasiswa keluar. Tangannya meraih ponsel dan mengetik pesan untuk Natasya."Sayang, jangan memaksakan diri mengerjakan tugas. Nanti saat jam istirahat datang ke ruanganku. Aku akan membantumu."Natasya yang sedang memasukkan buku ke dalam tas merasakan ponselnya bergetar. Dia mengambil ponselnya dan membaca pesan dari suaminya. Senyum tipis terbentuk di bibirnya."Oke, Mas. Nanti aku ke sana," balas Natasya singkat.Mira yang duduk di samping Natasya mengerling ke arah layar ponsel sahabatnya. "Pak Aron?" tanyanya dengan nada menggoda.Natasya mengangguk sambil tersenyum malu. "Iya, Mas memintaku datang ke ruangannya saat jam istirahat nanti.""Wah, romantis sekali. Mau kencan di ruangan ya?" goda Mira sambil menyiku lengan Natasya pelan."Bukan kencan," Natasya tertawa kecil. "Mas mau membantu aku mengerjakan tugas.""Enak sek

  • Jerat Cinta Dosen Killer   Dilema

    Tiga hari berlalu sejak Natasya terakhir kali masuk kampus. Pagi itu, dia akhirnya kembali ke kampus dengan kondisi yang sudah jauh lebih baik. Di basement sebelum Natasya turun Aron terus memberikan pesan agar istrinya hati-hati dan jangan terlalu memaksakan diri. "Kalau kamu merasa tidak enak badan, langsung hubungi aku. Mengerti?" ujar Aron sambil menggenggam tangan istrinya sebelum Natasya turun dari mobil. "Iya, Mas. Aku mengerti. Jangan terlalu khawatir," jawab Natasya sambil tersenyum menenangkan. "Aku sudah jauh lebih baik sekarang." "Tetap saja aku khawatir. Kamu sekarang sedang mengandung anakku. Aku tidak bisa tidak khawatir," ujar Aron sambil mengecup kening istrinya dengan lembut. Natasya tersenyum mendengar kekhawatiran suaminya yang begitu manis. "Baik, aku janji akan hati-hati. Sekarang aku turun dulu ya, nanti terlambat." "Hati-hati," pesan Aron sekali lagi sebelum melepas genggaman tangannya. Natasya turun dari mobil dan berjalan masuk ke area kampus. Sesekali

  • Jerat Cinta Dosen Killer   Semua Akan Baik-Baik Saja

    Ibu Asti tersadar dari lamunannya. Dia menatap Aron dengan pandangan khawatir. "Bukan begitu, Nak. Ibu senang. Tapi...""Tapi apa, Bu?" tanya Natasya yang sudah melepaskan pelukan dari kakeknya.Ibu Asti menarik nafas panjang. "Ibu hanya khawatir dengan kuliahmu, Natasya. Kamu masih kuliah. Bagaimana nanti dengan kuliahmu kalau kamu hamil? Bagaimana dengan cita-citamu?"Senyum di wajah Natasya perlahan memudar. Dia baru menyadari kekhawatiran yang sama yang ada di pikiran ibunya."Ibu," Aron angkat bicara. "Saya mengerti kekhawatiran Ibu. Tapi saya berjanji akan membantu Natasya untuk tetap bisa menggapai cita-citanya. Saya tidak akan egois dan memaksa Natasya untuk hanya menjadi ibu rumah tangga."Ibu Asti menatap menantunya dengan pandangan menyelidik. "Aron, kamu tahu betapa kerasnya perjuangan Ibu untuk menyekolahkan Natasya kan? Setelah ayahnya meninggal, Ibu yang berjuang sendirian. Mencari pekerjaan sana-sini, bahkan harus berhutang untuk biaya sekolah Natasya."Aron mengangguk

  • Jerat Cinta Dosen Killer   Bagaimana Dengan Kuliah Kamu?

    Di dalam mobil yang melaju pelan meninggalkan area parkir rumah sakit, suasana terasa sangat hening. Natasya duduk di kursi penumpang dengan tangan terus mengusap perutnya yang masih rata. Matanya menatap kosong ke luar jendela, pikirannya berkecamuk dengan berbagai perasaan yang campur aduk.Aron sesekali melirik istrinya sambil menyetir. Dia bisa merasakan kegelisahan yang Natasya alami. Tangannya yang bebas meraih tangan istrinya dan menggenggamnya dengan lembut."Sayang," panggil Aron dengan suara pelan.Natasya menoleh menatap suaminya tapi tidak bersuara."Aku tahu kamu sedang bingung dan takut sekarang," lanjut Aron sambil mengusap punggung tangan Natasya dengan ibu jarinya. "Tapi dengar, anak adalah anugerah dari Tuhan. Ini adalah berkat yang harus kita syukuri."Natasya mengangguk pelan, air mata mulai mengalir di pipinya lagi. "Aku tahu, Mas. Aku tahu ini anugerah. Tapi aku tetap takut.""Takut itu wajar," Aron tersenyum lembut. "Bahkan aku juga takut. Takut tidak bisa menja

  • Jerat Cinta Dosen Killer   Hamil

    Natasya menatap mata suaminya yang berbinar dengan perasaan bersalah. "Bukan begitu, Mas. Aku ingin punya anak, tapi...""Tapi apa?" desak Aron."Tapi tidak sekarang," jawab Natasya dengan suara pelan. "Aku masih kuliah, Mas. Aku belum siap untuk hamil dan punya anak sekarang."Senyum di wajah Aron perlahan memudar mendengar ucapan istrinya. Dia baru menyadari kekhawatiran yang Natasya rasakan."Natasya, dengar," Aron menggenggam kedua tangan istrinya. "Aku tahu kamu masih kuliah. Aku tahu ini bukan waktu yang ideal. Tapi kalau memang kamu hamil, bukankah itu anugerah?""Aku tahu, Mas. Tapi bagaimana dengan kuliahku? Bagaimana aku bisa fokus kuliah kalau aku hamil? Apalagi nanti kalau perutku membesar, semua orang di kampus akan tahu. Rahasia kita akan terbongkar," ujar Natasya dengan nada panik.Aron terdiam mendengar kekhawatiran istrinya. Dia mengerti poin yang Natasya sampaikan. Memang ini bukan waktu yang tepat untuk hamil mengingat status mereka yang masih harus dirahasiakan."T

  • Jerat Cinta Dosen Killer   Mual Dan Muntah

    Pagi itu Natasya terbangun dengan perasaan tidak enak. Perutnya kembali terasa mual meski kemarin dia sudah merasa jauh lebih baik. Dia mencoba mengabaikan rasa mual itu dan bangkit dari tempat tidur dengan perlahan agar tidak membangunkan Aron yang masih tertidur pulas di sampingnya.Tapi begitu kakinya menyentuh lantai, gelombang mual yang lebih hebat menyerangnya. Natasya langsung berlari ke kamar mandi sambil menutup mulutnya dengan tangan. Dia hampir tidak sempat menutup pintu kamar mandi sebelum akhirnya muntah di toilet.Suara muntahan Natasya membangunkan Aron. Pria itu langsung tersentak bangun dan mencari istrinya dengan panik. Begitu mendengar suara dari kamar mandi, Aron langsung turun dari tempat tidur dan berlari ke sana."Natasya!" panggil Aron sambil mengetuk pintu kamar mandi dengan keras.Natasya tidak bisa menjawab karena masih sibuk muntah. Perutnya terasa seperti diperas, mengeluarkan semua isinya dengan paksa. Air matanya mengalir karena sensasi tidak nyaman yang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status