Share

Terjebak

Penulis: Kuldesak
last update Tanggal publikasi: 2026-02-20 13:29:58

KLIK.

Bunyi kunci otomatis yang mengunci pintu itu terdengar seperti hukuman mati di telinga Chloe. Ruangan pribadi Rian luas, mewah, namun terasa menyesakkan seperti peti mati.

"Duduklah, Amora," Rian berjalan santai menuju meja bar, menuangkan whiskey ke dalam dua gelas. "Atau kamu lebih suka langsung ke intinya?"

Chloe berdiri kaku di tengah ruangan, matanya menyapu sekeliling. Tidak ada jendela. Satu-satunya jalan keluar hanyalah pintu yang baru saja terkunci otomatis itu.

"Aku tidak datang
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Ruang Jenazah

    Pagi itu, langit Jakarta masih diselimuti awan kelabu yang pekat. Sisa-sisa hujan semalam meninggalkan genangan air di pelataran rumah sakit, memantulkan pemandangan suram yang sejalan dengan hati Chloe. Lorong menuju kamar jenazah di lantai dasar gedung itu terasa begitu panjang dan membekukan. Suara ketukan sepatu Jordan, Chloe, dan Jerry menggema beradu dengan keheningan yang mencekam. Udara di sana beraroma karbol dan bahan kimia yang menusuk hidung, membuat dada Chloe semakin terasa sesak. Langkah mereka terhenti di depan pintu ganda berbahan stainless steel. "Kiko, jaga Xavier di ruang tunggu. Balita tidak diizinkan masuk ke ruang jenazah," perintah Jordan tegas seraya menyerahkan putranya yang sejak tadi berada di gendongannya. "Siap, Bosman," jawab Kiko, menerima Xavier dengan hati-hati. Xavier yang kebingungan menatap ibunya. "Mommy yau emana? (Mommy mau ke mana?)" Chloe memaksakan sebuah senyum tipis, mengusap pipi gempal putranya. "Mommy mau ketemu Nenek sebentar, Ya

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Ke Indonesia

    Tujuh jam kemudian, di atas ketinggian tiga puluh ribu kaki, jet pribadi berlogo Arsenio Group membelah awan malam yang pekat menuju Jakarta. Suasana di dalam kabin mewah itu sangat suram. Tidak ada obrolan, tidak ada denting gelas yang biasanya menemani perjalanan panjang mereka. Hanya terdengar dengung statis mesin pesawat yang seakan ikut meratapi kepedihan penumpangnya. Chloe duduk meringkuk di sofa kulit kebesaran, bersandar sepenuhnya ke dada Jordan. Selimut tebal membungkus tubuhnya, namun wanita itu sesekali masih menggigil. Jordan memeluknya posesif, mengusap punggung dan mengecup puncak kepala istrinya tanpa henti, memberikan jangkar kewarasan agar istrinya tidak tenggelam dalam pusaran duka. Di ranjang kabin yang tak jauh dari mereka, Xavier tertidur lelap. Bocah dua tahun itu sama sekali tidak menyadari bahwa langit ibunya baru saja runtuh. Sementara di kursi seberang, Jerry duduk membisu menatap ke luar jendela yang gelap gulita. Pria paruh baya itu terlihat menua sepu

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Kabar Duka

    Deg!Dunia Chloe seakan ditarik paksa dari pijakannya. Keriuhan tamu, alunan musik pesta yang ceria, hingga celoteh riang Xavier di gendongan Kiko, mendadak lenyap ditelan dengung panjang yang memekakkan telinga.Waktu seolah membeku. Udara musim panas Madrid yang tadinya hangat tiba-tiba berubah menjadi bilah-bilah es yang menusuk langsung ke paru-parunya."P-Papa... bilang apa tadi?" Suara Chloe terdengar sangat kecil dan rapuh. Matanya menatap kosong ke arah Jerry yang bersimpuh lemas. "Ibu ... gantung diri? Papa pasti bercanda, kan? Perempuan selicik dan seambisius Ibu ... mengakhiri hidupnya sendiri? Itu sama sekali bukan gayanya, Pa!""Chloe..." Jerry merintih pilu, memukul dadanya yang sesak. "Polisi dari Jakarta baru saja menghubungi Papa. Ibumu ditemukan tidak bernyawa di selnya saat pergantian petugas jaga subuh tadi. Dia sudah tidak ada, Nak."Pernyataan mutlak itu menghancurkan sisa-sisa tembok pertahanan Chloe. Bertahun-tahun ia menahan benci, bertahun-tahun ia berusaha m

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Setelah Dua Tahun

    Dua tahun telah berlalu, dan waktu benar-benar telah menyulap segalanya. Badai yang dulu mengoyak keluarga Arsenio kini terasa seperti memori usang yang terkunci rapat bersama masa lalu. Musim telah berganti, dan hari ini, langit Madrid seolah ikut tersenyum merayakan hari paling penting bagi keluarga Arsenio. Taman belakang mansion Arsenio yang seluas lapangan golf itu telah disulap total menjadi "Arsenio Land". Ada komidi putar berlapis emas murni, kastil balon raksasa, hingga kebun binatang mini yang berisi anak singa putih, pinguin, dan tentu saja... sepasang alpaka langka dari Pegunungan Andes. Semua kemewahan yang tidak masuk akal itu hanya dipersembahkan untuk satu orang: Xavier Arsenio, yang hari ini genap berusia dua tahun."Daddy! Ayo yayi! Yayi!" teriak seorang bocah dengan suara cempreng nan menggemaskan.Xavier, yang kini sudah jago berlari, melesat melintasi rumput dengan kaki-kaki mungilnya yang gempal. Ia mengenakan setelan jas tuxedo miniatur rancangan desainer Ital

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Tak Kelihatan

    Merasa dinding rahim istrinya berkedut-kedip dan mencengkeram erat pusakanya yang masih mengeras, Jordan menggeram rendah di telinga Chloe."Keluarkan ... semua untukku," erang Jordan, pelipisnya berdenyut. "Dengan... senang hati."Isk! Akhh!Dengan hentakan terakhir yang dalam dan getar hebat, Jordan menusuk sampai ke pangkal dan menahan diri di sana. Panasnya benih meletus deras, membanjiri liang Chloe yang masih berdenyut-denyut dengan gelombangnya sendiri. Rasa kepenuhan yang membakar itu membuat Chloe menjerit lemah, jemari putihnya mencengkeram sprei erat-erat.Jordan bertahan di puncak untuk beberapa saat, tubuhnya gemetar menumpahkan sisa-sisa nafsu. Napasnya yang berat bersahutan dengan desahan Chloe yang perlahan melandai. Perlahan, tekanan di punggung Chloe berkurang saat Jordan menopangkan sebagian berat badannya ke samping, menarik pelan pusakanya yang mulai lembek dari tempatnya yang hangat dan basah.Jlebb.Suara basah itu membuat Chloe mengerang. Jordan terjatuh di sa

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Minta Jatah 21++

    "Hmm... Mau gaya bebas aja, Dad! Aku kan istri siaga. Siap dihantam gaya apa saja," jawab Chloe menantang."Istri siaga, hm?" kekeh Jordan. Suara baritonnya serak dan mengancam. "Kata-kata yang sangat menantang, Kitten. Mari kita lihat seberapa siaga jepitanmu menerima suamimu."Tanpa membuang waktu, Jordan merobek sisa kemejanya sendiri. Tangan besarnya langsung menyibak piama istrinya hingga tubuh Chloe terekspos polos sepenuhnya."Chloe," geram Jordan. Tangannya meremas p*yudara Chloe dengan kasar. "Kamu tahu rasanya mau gila saat aku menahan diri ketika melihat ukuran dadamu yang membesar karena menyusui ini, hm?""Ah... Dad..." Chloe mendesah, melengkungkan punggungnya. "Itu kan memang jatah anakmu. Jangan banyak protes... Kalo Daddy mau, hisap saja."Jordan menyeringai. "Ah... Tidak mau, masih ada asinya!" Jawab Jordan.Pria itu langsung menunduk, namun bukan melahap bukit dada istrinya, melainkan langsung turun ke perut, lalu membelah kedua paha istrinya lebar-lebar.Namun, tep

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Kejar-kejaran

    BRAAAKKK!Jeep Rubicon hitam itu menghantam tanah berbatu dengan brutal setelah menabrak pembatas lalu melompati gundukan hutan. Pegas suspensi mobil Rubicon itu menjerit, memantulkan badan mobil seberat dua ton itu ke udara sebelum bannya kembali mencengkeram bumi.Brak!"Awww! Hei! Kamu gila?!"

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Sarapan Beracun

    Sinar mentari pagi menembus jendela besar ruang makan Mansion Arsenio, meja panjang yang penuh dengan hidangan mewah. Namun, Chloe yang berdiri di samping kursi kosong Tuan Rumah justru menatap hamparan makanan itu dengan horor.Tubuh Chloe yang ringkih masih terasa linu di sana-sini. Semalam adala

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Dua Pilihan

    "KIKO! KIKO! Ke mana anak sialan itu?!" Suara bariton Ryu menggelegar memecah ketegangan di lorong vila. Ia baru saja keluar dari ruangan Jordan dengan napas memburu dan wajah menahan emosi. "Hais, merepotkan sekali si Jordan ini. Seharusnya aku tidak peduli. Lagian, dia pria dewasa yang sudah je

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Musang Malam Turun Arena

    "Jangan pedulikan lukaku!" bentak pria bertopeng Oni itu dari balik alat pengubah suara yang terdengar berat dan mekanis."Bagaimana aku tidak peduli? Darahmu mengalir deras sekali! Kamu bisa kehabisan darah sebelum kita sampai ke jalan raya!" bantah Chloe, menarik lengannya."Dengar, Nona! Untuk s

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status