Mag-log inDihukum bukan karena dosa, melainkan karena kecantikannya yang dianggap sebagai kutukan. Selama ratusan tahun, Ruan Yu membusuk dalam kegelapan Ruang Dosa. Tempat di mana jiwa-jiwa yang terkorosi perlahan menghilang. . Hingga sebuah sistem ilegal menawarkan satu jalan keluar. . Syaratnya sederhana, namun mematikan. . Hancurkan takdir itu sendiri. . Demi mendapatkan kembali kebebasannya, Ruan Yu harus melintasi berbagai dunia untuk merebut para Putra Takdir dari pasangan sejati mereka. . Dia adalah racun yang dibungkus dengan aroma manis. Memikat pria-pria paling berkuasa ke dalam obsesi yang menyesakkan. Hingga mereka rela mengkhianati garis hidup yang telah tertulis demi memilikinya. . Dia tidak datang untuk mencintai. Dia datang untuk memikat, merusak, dan menghancurkan. . Jika semesta menganggap kehadirannya adalah sebuah kesalahan... . Maka Ruan Yu akan memastikan dia menjadi satu-satunya dosa yang tak akan pernah bisa mereka hapus dari ingatan. . 🦋🦋🦋
view moreKeheningan di ruang tamu itu terasa begitu berat. Detak jam dinding terdengar seperti dentuman palu yang mengiringi ketegangan. Ye Shiwan membeku. Isak tangis yang tadi dia buat-buat seketika terhenti, seolah tertahan di kerongkongannya. Kalimat Lu Shenyuan itu bagai bom yang semakin memperkeruh keadaan. Dia mendongak, menatap Lu Shenyuan yang masih berdiri tegak dengan keangkuhan yang tak tergoyahkan. Bahkan terkesan bosan, seolah semua kejadian ini sama sekali tak menimbulkan sedikitpun riak dalam hidupnya. Harapan yang dia buat agar Kakek Lu dapat membantunya malah menjadi bumerang yang menghancurkan jalan masa depannya. "Ayuan... kau pasti bercanda kan?" Bisik Ye Shiwan dengan suara tercekat. Kali ini rasa sakit di matanya bukan lagi akibat cubitan, melainkan rasa sakit yang menghujam jantungnya dengan keras. Lu Shenyuan tidak menjawab. Dia bukan tipe orang yang akan mengulangi kalimatnya. Dia hanya berdiri di sana dengan tenang, membiarkan keheningan itu menjawab pertanya
Mobil mewah itu berhenti tepat di depan vila yang tampak angkuh. Pintu pengemudi terbuka, seorang supir dengan sigap membukakan pintu belakang.Detik berikutnya, sosok tegap Lu Shenyuan keluar dari mobil. Jas tiga potongnya masih terpasang dengan sempurna. Namun aura yang dipancarkannya tampak lebih berbahaya dan mengintimidasi.Ye Shiwan datang dengan langkah sedikit cepat. Dia segera mencubit pahanya dengan keras, dan seketika matanya menjadi merah dan berkaca-kaca. Semua sisa kemarahan di wajahnya seketika lenyap digantikan oleh emosi menyedihkan. Dia dengan cepat menghampiri Lu Shenyuan saat pria itu sudah menaiki tangga vila."Ayuan, kau sudah pulang" Suara Ye Shiwan terdengar serak, seolah dia telah menghabiskan waktu berjam-jam untuk menangis. Lu Shenyuan tidak berhenti. Dia bahkan tidak melirik ke arah perempuan yang masih berstatus tunangannya. Langkah kakinya stabil dan mantap, berjalan menuju pintu kayu jati besar yang telah terbuka di depannya."Ayuan, tunggu!" Ye Shiwa
Di sudut taman vila keluarga Lu. Tampak Ye Shiwan tengah mondar-mandir dengan resah. Gaun biru mudanya yang anggun tampak kontras dengan wajah pucatnya. Kedua alisnya berkerut rapat. Mata almond miliknya sesekali melihat ke arah gerbang utama dengan perasaan gelisah. Menunggu deru mesin mobil yang sangat dikenalnya. Seharusnya dia ada di dalam. Duduk manis bersama dengan Kakek Lu dan Ayahnya. Namun dinding-dinding mewah vila itu bagai penjara yang membuat napasnya sesak. Berulang kali dia akan mengecek ponselnya dan melihat tren Weibo yang menolak untuk turun. Daftar puncak masih dipegang oleh berita tunangannya dan wanita jalang sialan itu. Melihat kedua orang di dalam foto itu. Amarah Ye Shiwan kembali tersulut. Dia ingin berteriak, ingin menghancurkan ponselnya. Namun sedetik kemudian Ye Shiwan sadar di mana dia sedang berdiri. Dia harus tetap menjadi tunangan yang sempurna dan bermartabat di depan Kakek Lu. Namun... perasaan cemas itu sangat mengganggu hingga dia me
Lu Shenyuan membeku. Deru napasnya masih terasa hangat di leher Ruan Yu. Namun suara dering ponsel yang terus menerus bagai siraman air es yang mengembalikan sisa-sia kewarasannya.Dia tidak segera menjauh. Mata phoenix di balik kacamata bingkai emas itu menatap tajam pada Ruan Yu. Seolah tatapan itu menjanjikan bahwa interupsi dari ponsel tak akan menyelamatkan nasib Ruan Yu selamanya. Ruan Yu tersenyum manis, dengan kesan menantang. Jemari lentiknya menelusuri dasi Lu Shenyuan dengan gerakan malas."Angkatlah, Presiden. Mungkin itu penting"Lu Shenyuan mendengus dingin. Dengan enggan, dia mengambil ponsel yang berdering di celananya. Namun tetap tak melepaskan belitan lengannya di pinggang lembut perempuan itu.Melihat nama yang tertera di layar, kedua alis Lu Shenyuan sedikit berkerut. Dering ponsel itu terus menyala seolah tak akan berhenti sampai pemilik telepon mengangkatnya.Dengan perasaan kesal, Lu Shenyuan tidak langsung menjawabnya. Dia membiarkan dering itu berteriak sam
Ruangan itu sangat sunyi. Bukan sunyi yang tenang, melainkan sunyi yang terasa menekan. Perkataan Ruan Yu masih menggantung di udara, seperti pisau tipis yang siap jatuh kapanpun. Mata phoenix Lu Shenyuan menatap lurus pada perempuan di depannya. Tidak lagi sekedar dingin. Ada sesuatu yang lebih
Pagi datang tanpa suara. Kabut tipis menyelimuti kaca-kaca gedung tinggi, memantulkan cahaya matahari yang masih terasa dingin. Kota perlahan terbangun dari tidurnya. Suara aktifitas mulai terdengar semarak. Di lantai presiden gedung Lu Group, ritme kerja mulai berjalan dengan teratur seperti bia
Waktu berlalu dengan cepat. Senja mulai menampakkan kanvas indahnya. Namun, sisa-sisa dari keresahan itu sama sekali tidak menghilang. Tidak ada bunga serta aroma, bahkan tidak ada hal apapun yang akan mengacaukan segala pikirannya. Kedua alis Lu Shenyuan berkerut halus. Matanya menatap layar komp
Malam telah larut. Cahaya lampu kota yang gemerlap memantul di kaca-kaca gedung tinggi, menciptakan ilusi tidak pernah benar-benar tertidur. Di lantai gedung tertinggi Lu Group, lampu di ruang kerja presiden masih menyala dengan terang. Suasana terasa tenang. Hanya menyisakan suara lembaran k






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.