LOGINDihukum bukan karena dosa, melainkan karena kecantikannya yang dianggap sebagai kutukan. Selama ratusan tahun, Ruan Yu membusuk dalam kegelapan Ruang Dosa. Tempat di mana jiwa-jiwa yang terkorosi perlahan menghilang. . Hingga sebuah sistem ilegal menawarkan satu jalan keluar. . Syaratnya sederhana, namun mematikan. . Hancurkan takdir itu sendiri. . Demi mendapatkan kembali kebebasannya, Ruan Yu harus melintasi berbagai dunia untuk merebut para Putra Takdir dari pasangan sejati mereka. . Dia adalah racun yang dibungkus dengan aroma manis. Memikat pria-pria paling berkuasa ke dalam obsesi yang menyesakkan. Hingga mereka rela mengkhianati garis hidup yang telah tertulis demi memilikinya. . Dia tidak datang untuk mencintai. Dia datang untuk memikat, merusak, dan menghancurkan. . Jika semesta menganggap kehadirannya adalah sebuah kesalahan... . Maka Ruan Yu akan memastikan dia menjadi satu-satunya dosa yang tak akan pernah bisa mereka hapus dari ingatan. . 🦋🦋🦋
View More"Sudah berapa lama aku ada di sini?"
Tidak ada yang menjawabnya. Hanya bisikan tentang dosa, kekejaman, serta kebejatan sifat manusia yang terus mengulang di telinganya. Nada itu terasa ringan, namun bergerigi. Seperti suara amplas yang menggosok gendang telinga, membuat kulit kepala kesemutan. Suaranya terkesan tumpang tindih, hingga jenis kelaminnya tak dapat dibedakan antara pria dan wanita, tua dan muda. Ruan Yu tidak tahu apakah ada orang lain di sini selain dirinya, karena yang bisa dia lihat hanyalah kegelapan. Kegelapan total. Seolah seberkas cahaya saja sudah cukup untuk merobek tatanan di ruang ini. Udara di sini tidak berasa. Tidak ada manis, pahit, ataupun menyengat. Dulu, dia sering berteriak dan memanggil seseorang. Namun seberapa keraspun dia bersuara, tidak ada yang menyahut atau menjawabnya. Hanya suara-suara mendesis di telinganya yang berbicara tentang kehancuran. Ruan Yu tidak tahu bagaimana dia bisa sampai di sini. Dia juga tidak tahu siapa dirinya. Yang bisa dia ingat hanyalah bisikan gila serta kegelapan pekat. Dia sudah melewati masa katakutan, keputusasaan, bahkan kegilaan hebat saat berada di sini. Yang dirasanya sekarang hanyalah ketenangan... ketenangan yang menghancurkan. Mendengar bisikan seperti iblis di telinganya, rasa takut itu telah lama mati. Tidak ada lagi tangis serta teriakan putus asa. Dia sekarang layaknya sumur kuno. Tenang, kosong, namun juga terasa... sedikit menyeramkan. Terkadang dia bahkan bisa tertawa geli mendengar bisikan keji di telinganya. Tertawa tentang betapa kompleks dan penuh kebenciannya sifat seorang manusia. Bukankah seperti itu manusia? Di balik wajah baik mereka, selalu ada sesuatu yang busuk tersembunyi rapi. Semua itu hanya ditekan paksa di balik moral dan aturan dunia yang mengekang. Di balik senang ada duka. Di balik suka cita ada rasa iri yang menghantui. Di balik kebahagiaan, ada kebencian yang membayangi. Dan di balik cinta... ada kebejatan yang mengikuti. Ruan Yu merasa sangat lelah. Terkadang dia berpikir biarkan saja dia langsung menghilang daripada jiwanya harus dimakan sedikit demi sedikit. Rasa sakit itu terlalu lama menelannya. Hingga yang tersisa hanyalah mati rasa. Namun kebencian di dalam dirinya yang lebih kuat tidak dapat menerimanya. Kenapa dia ada di sini?! Apa salahnya sampai berada di sini?! Kebencian dan rasa sakit itu terasa seolah menggerogoti akal sehatnya. Berusaha untuk memariknya keluar dari tempat terkutuk ini. Tapi tak peduli seberapa keras dia berusaha, dia hanya bisa menyaksikan tanpa daya jiwanya yang perlahan dilahap dan menghilang. Mungkin merasakan kebenciannya yang luar biasa kuat, tiba-tiba secercah cahaya menerobos masuk merusak kegelapan abadi di sekitarnya. Mata Ruan Yu otomatis menutup. Dia sempat berpikir apakah ajalnya telah datang sehingga dia berhalusinasi. Tetapi cahaya terang yang dilihatnya meski dengan mata tertutup masih tetap berada di depannya. Dia mulai merasa aneh sekaligus sedikit gemetar karena kegembiraan. Hal pertama yang terlintas di benaknya, apakah ruang sialan ini akhirnya akan hancur? Tempat sial ini akan musnah? Jika memang iya, maka dia rela hancur bersama dengan ruang yang penuh kebencian ini! Ketika dia kembali membuka matanya, yang dilihatnya adalah gumpalan bulat bercahaya yang sangat terang, namun anehnya tetap mampu membuatnya untuk melihat. Matanya tanpa sadar melirik ke segala arah. Di dalam cahaya terang ini, hanya ada kekosongan tanpa setitik debu pun. Dan di balik tempat yang disinari, hanya ada kegelapan total yang sangat dikenalnya. Matanya tiba-tiba menajam. "Halo, Nona Ruan Yu" Suara datar elektromagnetik yang tak dapat dibedakan jenis kelaminnya itu berbicara padanya. Kedua alis Ruan Yu berkerut, hatinya menjadi waspada. "Siapa kau? Bagaimana kau tahu namaku?" "Panggil saja aku 13. Aku adalah sebuah entitas yang akan membuat kesepakatan denganmu. Jika kau bersedia, kau akan dipindahkan dari dimensi ruang dosa ini dan harus melakukan sebuah tugas. Jika kau menolak, maka kau akan tetqp di sini menunggu jiwamu digerogoti dan menghilang" Mendengar penjelasan benda bercahaya di depannya, Ruan Yu merasa sedikit tergerak. Namun sebelum itu, ada sebuah kata yang sangat menarik perhatiannya. "Ruang dosa?" Tanya Ruan Yu dengan datar. "Apakah tempat aku berada ini bernama ruang dosa?" "Benar. Tempatmu berada sekarang adalah sebuah dimensi di mana semua kejahatan bertumpuk membentuk sebuah ruang statis untuk menampung segala dosa dan jiwa manusia yang terkorosi" "Bisa dibilang ini adalah sebuah tempat pembuangan sampah yang digunakan untuk jiwa yang telah melakukan dosa keji" "Dosa?" Lirih Ruan Yu pada diri sendiri dengan tawa lirih penuh nada meremehkan. Kelopak matanya terangkat menatap bola di depannya dengan tenang, namun terselip kebencian yang luar biasa. "Dosa apa yang kulakukan hingga berada di tempat seperti ini?" Kepalanya sedikit miring ke samping. "Dan... apakah kau yang menempatkan aku di sini?" Lanjutnya lirih, namun menganding racun yang tersembunyi dalam setiap kalimatnya. Bola cahaya itu sedikit terdiam. "Bukan aku yang menempatkanmu di sini" "Dan untuk masalah dosamu sendiri adalah karena... kecantikanmu" 🍷 Bersambung 🍷Keheningan di ruang tamu itu terasa begitu berat. Detak jam dinding terdengar seperti dentuman palu yang mengiringi ketegangan. Ye Shiwan membeku. Isak tangis yang tadi dia buat-buat seketika terhenti, seolah tertahan di kerongkongannya. Kalimat Lu Shenyuan itu bagai bom yang semakin memperkeruh keadaan. Dia mendongak, menatap Lu Shenyuan yang masih berdiri tegak dengan keangkuhan yang tak tergoyahkan. Bahkan terkesan bosan, seolah semua kejadian ini sama sekali tak menimbulkan sedikitpun riak dalam hidupnya. Harapan yang dia buat agar Kakek Lu dapat membantunya malah menjadi bumerang yang menghancurkan jalan masa depannya. "Ayuan... kau pasti bercanda kan?" Bisik Ye Shiwan dengan suara tercekat. Kali ini rasa sakit di matanya bukan lagi akibat cubitan, melainkan rasa sakit yang menghujam jantungnya dengan keras. Lu Shenyuan tidak menjawab. Dia bukan tipe orang yang akan mengulangi kalimatnya. Dia hanya berdiri di sana dengan tenang, membiarkan keheningan itu menjawab pertanya
Mobil mewah itu berhenti tepat di depan vila yang tampak angkuh. Pintu pengemudi terbuka, seorang supir dengan sigap membukakan pintu belakang.Detik berikutnya, sosok tegap Lu Shenyuan keluar dari mobil. Jas tiga potongnya masih terpasang dengan sempurna. Namun aura yang dipancarkannya tampak lebih berbahaya dan mengintimidasi.Ye Shiwan datang dengan langkah sedikit cepat. Dia segera mencubit pahanya dengan keras, dan seketika matanya menjadi merah dan berkaca-kaca. Semua sisa kemarahan di wajahnya seketika lenyap digantikan oleh emosi menyedihkan. Dia dengan cepat menghampiri Lu Shenyuan saat pria itu sudah menaiki tangga vila."Ayuan, kau sudah pulang" Suara Ye Shiwan terdengar serak, seolah dia telah menghabiskan waktu berjam-jam untuk menangis. Lu Shenyuan tidak berhenti. Dia bahkan tidak melirik ke arah perempuan yang masih berstatus tunangannya. Langkah kakinya stabil dan mantap, berjalan menuju pintu kayu jati besar yang telah terbuka di depannya."Ayuan, tunggu!" Ye Shiwa
Di sudut taman vila keluarga Lu. Tampak Ye Shiwan tengah mondar-mandir dengan resah. Gaun biru mudanya yang anggun tampak kontras dengan wajah pucatnya. Kedua alisnya berkerut rapat. Mata almond miliknya sesekali melihat ke arah gerbang utama dengan perasaan gelisah. Menunggu deru mesin mobil yang sangat dikenalnya. Seharusnya dia ada di dalam. Duduk manis bersama dengan Kakek Lu dan Ayahnya. Namun dinding-dinding mewah vila itu bagai penjara yang membuat napasnya sesak. Berulang kali dia akan mengecek ponselnya dan melihat tren Weibo yang menolak untuk turun. Daftar puncak masih dipegang oleh berita tunangannya dan wanita jalang sialan itu. Melihat kedua orang di dalam foto itu. Amarah Ye Shiwan kembali tersulut. Dia ingin berteriak, ingin menghancurkan ponselnya. Namun sedetik kemudian Ye Shiwan sadar di mana dia sedang berdiri. Dia harus tetap menjadi tunangan yang sempurna dan bermartabat di depan Kakek Lu. Namun... perasaan cemas itu sangat mengganggu hingga dia me
Lu Shenyuan membeku. Deru napasnya masih terasa hangat di leher Ruan Yu. Namun suara dering ponsel yang terus menerus bagai siraman air es yang mengembalikan sisa-sia kewarasannya.Dia tidak segera menjauh. Mata phoenix di balik kacamata bingkai emas itu menatap tajam pada Ruan Yu. Seolah tatapan itu menjanjikan bahwa interupsi dari ponsel tak akan menyelamatkan nasib Ruan Yu selamanya. Ruan Yu tersenyum manis, dengan kesan menantang. Jemari lentiknya menelusuri dasi Lu Shenyuan dengan gerakan malas."Angkatlah, Presiden. Mungkin itu penting"Lu Shenyuan mendengus dingin. Dengan enggan, dia mengambil ponsel yang berdering di celananya. Namun tetap tak melepaskan belitan lengannya di pinggang lembut perempuan itu.Melihat nama yang tertera di layar, kedua alis Lu Shenyuan sedikit berkerut. Dering ponsel itu terus menyala seolah tak akan berhenti sampai pemilik telepon mengangkatnya.Dengan perasaan kesal, Lu Shenyuan tidak langsung menjawabnya. Dia membiarkan dering itu berteriak sam






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.