Kau Abaikan Aku, Kunikahi Pamanmu!

Kau Abaikan Aku, Kunikahi Pamanmu!

last updateZuletzt aktualisiert : 29.07.2026
Von:  Anna FreyGerade aktualisiert
Sprache: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
5 Bewertungen. 5 Rezensionen
136Kapitel
9.9KAufrufe
Lesen
Zur Bibliothek hinzufügen

Teilen:  

Melden
Übersicht
Katalog
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN

Zusammenfassung

Cinta yang Manis

Bangsawan

Pria Dominan

Nikah Kilat

Dua kali pernikahannya dibatalkan sepihak oleh sang tunangan, Cecilie tidak akan membiarkan dirinya terus diremehkan lagi. Pada pembatalan ketiga, ia memutuskan untuk melangkah ke altar bersama paman dari tunangannya sendiri, Evander Vane, seorang Grand Duke paling berkuasa di kekaisaran.

Mehr anzeigen

Kapitel 1

1. Gadis yang Dipermainkan

Malam itu, Cecilie akhirnya berhasil meniduri sang Grand Duke.

Bukan dengan jebakan, bukan dengan paksaan, tapi karena keinginan mereka sendiri.

Dan tidak seperti kata orang-orang, alih-alih dingin, pria itu menunjukkan kelembutan memabukkan, dengan gairah yang begitu membara.

Sesuatu yang tidak pernah Cecilie rasakan dari mantan tunangan pengkhianatnya itu.

“Cecilie, memikirkan pria lain ketika bersamaku, apa kau tidak tahu itu menyakitiku?”

Senyum tipis terbentuk di bibir Cecilie, dan dia beralih menduduki pinggang pria paling ditakuti di negeri itu.

“Kalau begitu, buat aku melupakan keponakanmu yang bajingan itu, Grand Duke.”

Ya, Cecilie berhasil meniduri sang Grand Duke, pria paling ditakuti di kerajaan, sekaligus paman dari mantan tunangannya yang berkhianat.

Dan ini adalah cerita mereka.

----

“Berapa kali lagi kau ingin mempermalukan keluarga kita?”

Suara tajam Lucian, kakak sulung Cecilie dan pewaris gelar Viscount Argenton,

Memecah keheningan ruang duduk. “Jawab, Cecilie.”

Namun, Cecilie hanya mampu menegakkan punggungnya dengan jemari yang saling menggenggam erat di pangkuan, berusaha menghindari tatapan kakaknya.

“Ini sudah yang ketiga kalinya,” lanjut Lucian, nada suaranya yang terkendali masih tak bisa menyembunyikan gelombang kemarahannya. “Dua kali sebelumnya sudah cukup menjadi bahan pembicaraan seluruh ibu kota. Dan sekarang, kau kembali menyebar undangan?”

Emrys—kakak kedua Cecilie—yang sedari tadi berdiri di dekat jendela, mengembuskan napas berat sebelum berbalik.

“Dan seperti sebelumnya,” katanya, lebih dingin, “alasannya selalu sama. Selalu ada sesuatu yang lebih penting daripada pernikahan denganmu.”

Ia menahan napas, menyadari ucapan kakak-kakaknya tidak sepenuhnya salah.

“Yang Mulia memiliki tanggung jawab sebagai Putra Mahkota,” ujarnya pelan, berusaha tetap tenang. “Ada keadaan yang tidak bisa dihindari.”

Lucian tertawa pendek tanpa humor.

“Keadaan darurat yang selalu melibatkan Putri Floria?” sindirnya. “Kebetulan yang sangat konsisten.”

Ia menunduk.

Nama itu kembali disebut, seperti biasa. Seperti dua kali sebelumnya.

Ia masih ingat dengan jelas bagaimana undangan-undangan itu ditarik kembali. Selalu Floria—adik tiri putra mahkota—yang menjadi alasan. Dan selalu ia yang diminta mengerti.

“Cukup, Lucian,” katanya pelan, meski suaranya nyaris tak terdengar. “Kali ini berbeda.”

“Apa yang berbeda?” tukas Emrys, alisnya terangkat sedetik.

Ia mengangkat pandangannya. Untuk pertama kalinya sejak percakapan itu dimulai, ada keyakinan di matanya.

“Aku yakin kali ini Yang Mulia akan datang.”

Lucian menatapnya lama.

“Kalau dia tidak datang lagi,” katanya akhirnya, suara rendahnya terasa lebih berat dari sebelumnya, “maka ini yang terakhir, Cecilie.”

Jantungnya berdegup lebih cepat.

“Aku tidak akan membiarkanmu terus menunggu pria yang jelas tidak menghargaimu.” Tatapan kakaknya mengeras. “Setelah ini, aku sendiri yang akan mencarikan suami untukmu.”

Kata-kata itu terasa seperti vonis yang melukai hatinya. Namun yang lebih menyakitkan adalah kenyataan bahwa keluarganya sendiri tidak lagi mempercayai Sylas, sang Putra Mahkota, maupun dirinya.

“Aku hanya ingin mempercayainya sekali lagi,” gumamnya pada diri sendiri. Ia pun bertekad untuk memastikan hal itu langsung kepada Sylas hari ini juga.

Perjalanan menuju Astoria terasa lebih panjang dari biasanya. Kediaman resmi Putra Mahkota tersebut sebenarnya terletak sangat strategis, berada di dalam satu kompleks yang megah dengan Istana Kaisar.

Roda kereta berderak halus di atas jalan batu, sementara ia duduk diam di dalamnya, ditemani pelayan pribadinya di sisi dan seorang pengawal di luar.

Sebagai tunangan resmi, Cecilie sudah sering mengunjungi tempat ini. Ia seharusnya merasa seperti bagian dari keluarga kerajaan. Namun hari ini kegelisahan yang luar biasa mulai merongrong keyakinan yang selama ini ia pertahankan.

Kereta berhenti.

Ia menunggu pintu dibuka, dan dengan bantuan pelayannya, ia melangkah turun.

Kepala pelayan Astoria menyambutnya dengan sopan, seperti biasa.

“Yang Mulia sedang berada di ruang kerjanya, Lady Callais,” ujar kepala pelayan.

Ia mengangguk kecil dan mulai melangkah.

“Tidak perlu mengantar. Aku bisa menemukannya sendiri,” ujar Cecilie menolak pengawalan.

Karena sudah terbiasa dengan seluk-beluk Astoria, ia melangkah dengan tenang menuju sayap bangunan tempat ruang kerja Sylas berada.

Langkahnya bergema di koridor yang sepi. Sylas memang dikenal tidak mengizinkan pelayan mendekati wilayah itu jika ia sedang bekerja.

Ia melihat pintu ruang kerja di ujung koridor, dan melangkah ke sana.

“.....aku tidak punya rencana untuk menikahinya.”

Ia baru saja hendak mengetuk pintu itu ketika mendengar suara itu dari dalam ruang kerja. Itu suara Sylas.

“...Sylas? Kenapa kau bilang begitu?” suara perempuan menyahut, lembut seperti bisikan. Itu adalah suara Floria.

Cecilie mematung. Dunia seolah runtuh seketika.

“Memangnya apa yang kau pikirkan?” lanjut Sylas ringan, seolah membicarakan sesuatu yang tidak penting. “Cecilie adalah gadis cantik yang sesuai dengan tuntutan ayahku dan kekaisaran. Sikapnya sangat manis. Dia juga pendiam, tidak banyak bertanya.”

Nada suaranya datar, hampir acuh.

“Dia juga berasal dari keluarga bangsawan yang loyal pada Kekaisaran. Sempurna untuk menjadi tameng di mata masyarakat.”

Napas Cecilie tercekat. Itu bukan pujian jika diucapkan sepahit itu.

“Tapi menikahinya? Itu tidak pernah ada dalam rencanaku.”

Ruangan di dalam sana sunyi sejenak, lalu terdengar Floria tertawa kecil.

“Aku senang kau masih di sisiku, Kakak.”

“Tentu saja, Floria,” suara Sylas terdengar rendah dan lembut. “Aku tidak bisa jauh darimu.”

Cecilie berdiri dengan kaki yang terasa seberat timah. Kesadaran pahit itu menghujam benaknya.

Jadi selama ini, ia hanya dimanfaatkan?

***

Erweitern
Nächstes Kapitel
Herunterladen

Aktuellstes Kapitel

Weitere Kapitel

An die Leser

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Rezensionen

Anna Frey
Anna Frey
Hai hai! Author di sini. Cuma mau bilang makasih sudah membaca kisah Cecilie dan Evander sampai sejauh ini. Terima kasih utk teman-teman yg sudah buka bab baik gratis or berbayar, jg yg sdh kasih diamond, gift, dan komentar. I'm so happy karena tulisanku bisa menghibur kalian. Luv you!
2026-07-29 10:51:13
0
0
Mulya Binti Wihadi
Mulya Binti Wihadi
ceritanya bagus, gaya bahasa beserta penulisannya juga sangat menarik
2026-07-17 12:09:50
1
0
Vera Winata
Vera Winata
bagus bangeet... kaoan ada lanjutannya?
2026-07-09 20:51:33
1
0
imhaseena01
imhaseena01
Suka cerita nya gak terlalu rumit masi ringan dan.. karakter utama juga pkoknya bagus bagus ...............
2026-07-02 11:01:33
1
0
t.he
t.he
aduh seru ceritanya, cecilie sama om om ganteng nih
2026-05-25 19:10:39
1
0
136 Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status