author-banner
Anna Frey
Anna Frey
Author

Novels by Anna Frey

Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!

Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!

Skandal istana memaksa Lady Alize Deschanel menikah dengan musuh lama keluarganya, Duke Corentine de Mably, yang menjanjikan perceraian setelah ia membantunya membuka rahasia setengah abad lalu. Namun ketika kebenaran itu mulai terungkap dan mengancam menghancurkan salah satu keluarga mereka, Alize harus memilih—menepati janjinya untuk pergi, atau mempertaruhkan hatinya pada pria yang sejak awal tak boleh ia cintai.
Read
Chapter: Ingatan yang Kembali
Lady Julia menatapnya. Wajahnya tetap tenang, tetapi sorot matanya menunjukkan bahwa kabar itu memang cukup mendesak. “Dia di kebun sayur,” jawabnya. “Kebun sayur?” ulang Alize. “Kudengar dia dibawa ke sana oleh para pelayan setelah mulai berteriak. Katanya udara terbuka akan membuatnya lebih tenang.” Alize segera berbalik kepada Corentine. “Aku harus menemuinya dulu.” Corentine tidak menahannya. Ia hanya mengangguk singkat. “Pergilah,” sahutnya. Alize tidak menunggu lebih lama. Ia mengangkat ujung rok gaunnya, lalu mempercepat langkah menuju kebun sayur. Greta mengikuti di belakangnya. Begitu melewati pintu menuju kebun, Alize melihat Fran berdiri di dekat deretan tanaman sayuran. Dua pelayan menjaga jarak tidak jauh darinya. Keduanya tampak cemas, seolah-olah tidak tahu harus berbuat apa terhadap wanita muda yang sejak tadi terus memanggil nama Duchess. Namun begitu melihat Alize, Fran langsung menoleh. Wajahnya berubah cerah. “Yang Mulia!” Alize berhenti
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: Jawaban yang Masih Ditunggu
Alize menelan ludah. Pertanyaan Corentine masih menggantung di antara mereka, jauh lebih berat daripada yang seharusnya. Lelaki itu menatapnya dengan tenang, tetapi Alize sudah cukup mengenalnya untuk menyadari bahwa ketenangan tersebut tidak sepenuhnya nyata. Ada ketegangan tipis di sekitar matanya. Seolah-olah Corentine benar-benar menunggu jawabannya. Alize menurunkan pandangan pada cangkir teh di tangannya. Uap tipis masih mengepul dari permukaannya, tetapi minuman itu sudah tidak lagi menarik perhatiannya. “Aku masih punya waktu sampai besok untuk memberikan jawaban,” ujarnya akhirnya. Keheningan segera memenuhi ruangan. Wajah Corentine yang semula tampak penuh harap perlahan menjadi sedikit lesu. Perubahannya begitu kecil hingga orang lain mungkin tidak akan menyadarinya. Namun Alize melihatnya. Dan entah kenapa, hal itu membuat hatinya merasa bersalah. Corentine mengalihkan pandangan, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi. “Baiklah.” Suaranya terdengar tena
Last Updated: 2026-09-13
Chapter: Apakah Kau Masih Bersedia?
Corentine menoleh kepadanya. Dari wajahnya ia tampak sudah memikirkan hal itu. “Kemungkinan besar dia sudah meninggalkan ibu kota.” Anehnya, Tyron tampak kecewa, seolah ia berharap bisa membekuk sendiri pentolan pemberontak itu. “Apakah kita akan mengejarnya, Yang Mulia?” Corentine menggeleng. “Pasukan Putra Mahkota akan melakukannya.” Corentine mengambil sebuah dokumen dari atas meja. Alize menduga itu adalah dokumen perjanjian Duke de Mably dengan Putra Mahkota. “Untuk saat ini, kewenangan penangkapan berada di tangan Putra Mahkota. Reagan melakukan kekacauan di ibu kota, wilayah yang berada di bawah tanggung jawabnya.” Dengan agak tidak puas, Tyron bertanya. “Tetapi jika dia kembali ke wilayah Montveraine...“ “Jika mereka mengacau lagi di perbatasan, pasukan kita akan bergerak,” sahut Corentine cepat. Corentine meletakkan dokumen itu kembali. “Reagan tidak akan mudah ditangkap. Dia tahu kapan harus mundur.” Alize memandangi meja kerja di hadapannya. Reag
Last Updated: 2026-09-12
Chapter: Aku Minta Maaf
Di persimpangan jalan utama, kereta kuda Duke de Mably akhirnya berpisah jalan dengan rombongan pasukan Putra Mahkota. Enam pemberontak yang berhasil ditangkap dibawa menuju kediaman Putra Mahkota untuk diinterogasi. Karena mereka tertangkap setelah melakukan kekacauan di wilayah ibu kota, kewenangan penanganan sementara berada di tangan sang Putra Mahkota. Seharusnya Corentine ikut mengiringi rombongan itu. Ia adalah saksi langsung atas kejadian tersebut. Laporannya akan membantu menjelaskan bagaimana Reagan berhasil menyusup ke ibu kota, mengapa keenam anak buahnya mencegat kereta Alize, dan bagaimana pemimpin pemberontak itu bisa melarikan diri. Namun Corentine hanya berdiri di samping kereta, memandangi rombongan yang semakin menjauh. “Aku akan mengantarmu pulang lebih dahulu,” katanya kepada Alize. Alize yang berada di dalam kereta menoleh. “Bagaimana dengan laporanmu?” “Kapten pengawalnya bisa menyampaikannya untuk sementara.” Corentine mengangkat pandangan k
Last Updated: 2026-09-12
Chapter: Mengalahkan Reagan
“Jauhi kereta itu, Reagan!” Suara Corentine menggema di sepanjang jalan. Alize menahan napas. Di luar, suasana yang semula riuh mendadak berubah tegang. Reagan tidak menjawab selama beberapa detik. Kemudian terdengar tawanya. “Yang Mulia Duke.” Nada suaranya tetap ringan. “Anda datang sendirian?” Perlahan Alize bergerak ke dekat ke jendela dan mengintip. Ia melihat suaminya, dengan Tyron di belakangnya. Seperti dugaannya, ekspresi Corentine terlihat tenang. Namun dari cara suara derap kuda berhenti tepat di depan kereta, Alize tahu Corentine memang tidak datang untuk berbicara. “Jangan banyak bicara, Reagan.” Reagan terkekeh. “Jangan sok berani, Duke.” Alize mengeratkan jemarinya. “Anda bisa melihat sendiri jumlah kami.” Salah seorang anak buah Reagan ikut tertawa. “Enam orang melawan dua orang. Bahkan seorang Duke tidak sebodoh itu.” Alize langsung menyadari sesuatu.Corentine memang sendirian. Ia datang terlalu cepat. Mungkin bahkan tanpa sempa
Last Updated: 2026-09-10
Chapter: Terperangkap
Alize menatap Countess Rouchet dengan saksama. “Di mana tepatnya Sir Reagan bersembunyi?” Countess Rouchet menurunkan pandangannya pada cangkir teh di tangannya. Jemarinya kembali bergerak gelisah di sepanjang gagang porselen. “Di suatu tempat, ” jawabnya pelan. “Masih di dalam wilayah kerajaan.” Alize tidak langsung bereaksi. Ada sesuatu yang mengganjal dari pengakuan wanita itu. “Kalau Anda mengetahui keberadaannya sejak awal, mengapa Anda tidak melaporkannya?” Countess Rouchet mengangkat wajah. “Karena saya takut.” “Takut kepada Reagan?” Wanita itu menggeleng. “Takut kepada semua orang.” Alize terdiam. Countess Rouchet meletakkan cangkirnya dengan hati-hati. “Jika saya melaporkan keberadaannya, keluarga saya mungkin akan dianggap berkhianat oleh pihaknya. Tetapi jika saya terus diam, saya bisa dituduh membantu pemberontak oleh kerajaan.” Ia menarik napas panjang. “Saya sudah menyadari bahwa cepat atau lambat, nama saya akan terseret.” Alize memaham
Last Updated: 2026-09-09
Kau Abaikan Aku, Kunikahi Pamanmu!

Kau Abaikan Aku, Kunikahi Pamanmu!

Dua kali pernikahannya dibatalkan sepihak oleh sang tunangan, Cecilie tidak akan membiarkan dirinya terus diremehkan lagi. Pada pembatalan ketiga, ia memutuskan untuk melangkah ke altar bersama paman dari tunangannya sendiri, Evander Vane, seorang Grand Duke paling berkuasa di kekaisaran.
Read
Chapter: 286. Meredam Bisik-Bisik
Keduanya tampak ragu. “Saya... tidak tahu, Yang Mulia.” “Tidak ada apa-apa.” Cecilie menghembuskan napas. “Tidak ada seorang pun di sini.” Ia belum selesai memeriksa ruangan ketika terdengar langkah kaki dari koridor. Seseorang rupanya datang dengan tergesa. Nyonya Halloway muncul di ambang pintu. “Yang Mulia.” Serena membungkuk. “Maaf saya terlambat. Saya sedang memeriksa laporan persediaan minuman. Tadi ada laporan bahwa stoknya menipis, tetapi setelah saya periksa sendiri, ternyata jumlahnya masih mencukupi.” Ia kemudian melihat keadaan kamar. Tatapannya berpindah kepada para pelayan. “Saya sudah mendengar apa yang terjadi,”ujarnya. “Beberapa pelayan memang merasa gelisah sejak kamar ini tidak lagi dikunci, Yang Mulia.” Nada suaranya tenang. Namun kalimat itu terdengar seperti pembenaran atas apa yang terjadi. “Dan sebenarnya rumor tentang hantu di kamar ini bukan kali ini saja. Sudah ada tiga laporan sejauh ini,” ujarnya. “Sebab itu bukan tanpa alasan kamar ini selalu dik
Last Updated: 2026-10-08
Chapter: 285. Hantu di Kamar Celeste?
Beberapa orang yang berdiri tidak jauh dari kedua pelayan itu mulai menoleh. Suasana di aula yang semula dipenuhi musik dan percakapan perlahan berubah. Kata hantu rupanya cukup untuk membuat beberapa bangsawan menghentikan pembicaraan mereka. “Apa kau mendengarnya?” “Katanya ada hantu di kastel ini.” “Celeste. Aku mendengar nama Grand Duchess Celeste disebut tadi.” “Grand Duchess Celeste menjadi hantu? Tidak mungkin.” “Bukankah kamar itu sudah lama ditutup?” Bisikan-bisikan kecil menyebar dari satu kelompok ke kelompok lain. Cecilie berdiri diam selama beberapa detik. Ia bisa merasakan perhatian para tamu beralih kepadanya. Sebagian tampak penasaran. Sebagian lagi terlihat tidak nyaman. Beberapa bangsawan tua bahkan saling bertukar pandang dengan wajah serius, seolah nama Celeste bukan sekadar nama seorang leluhur yang telah lama meninggal. Cecilie segera mengambil keputusan. Ia tidak mungkin membiarkan para pelayan menceritakan semuanya di tengah aula. “Thomas.” Cecili
Last Updated: 2026-10-08
Chapter: 284. Para Bangsawan yang Terbuang
Makan malam kemudian dimulai. Cecilie duduk di sisi Evander sesuai susunan meja utama. Di seberangnya ada Lady Carwyn dan Godric. Sementara di sisi kanannya, entah sengaja atau tidak, adalah kursi yang ditempati Lord Veyron. Beberapa hidangan pertama berlalu dalam percakapan ringan. Cecilie sempat berbicara dengan Lady Carwyn tentang persiapan musim dingin yang akan segera tiba. Namun ketika pelayan mengganti piring utama, ia menoleh kepada sang marquez tua di sampingnya. “Apa Anda pernah mencicipi hidangan babi panggang Argenton, Lord Veyron?” tanyanya. “Sebentar lagi, pelayan kami akan menghidangkannya.” Pria tua itu tersenyum tipis. “Sewaktu muda saya cukup sering bepergian, Yang Mulia. Tentu saja saya pernah makan hidangan itu langsung di wilayah Anda.” “Oh, saya mengerti,” ujar Cecilie. “Saya yakin Anda punya banyak pengalaman bepergian jauh.” Lord Veyron terkekeh pelan. Ia menggeser goblet anggurnya setelah meneguk isinya sedikit. “Masa itu sudah lama berlalu, Yang Muli
Last Updated: 2026-10-07
Chapter: 283. Janji Grand Duchess
“Saya harap kehadiran saya tidak merepotkan Anda, Yang Mulia,” jawab sang marquez tua. Pria tua itu tampak tenang. Pakaiannya bagus tetapi sedikit lusuh. Namun hal itu tidak menghapus kesannya yang penuh martabat dan berwibawa. Cecilie bertanya-tanya apakah ia memang tidak setia. “Justru sebaliknya, Lord Veyron,” ujar Evander. “Saya senang. Kita sudah lama tidak bertemu.” Lord Veyron tampak sedikit terkejut. Seolah ia tidak menyangka bahwa ia memang diharapkan untuk hadir. “Benar, Yang Mulia.” Lord Veyron kembali membungkuk. “Karena itu saya berterimakasih Anda masih mengingat saya.” Kemudian ia bergeser ke samping agar tamu berikutnya dapat maju. Tidak lama kemudian, bangsawan lain yang selama ini juga dikucilkan datang. Kemudian keluarga berikutnya. Lalu keluarga yang lain. Cecilie memperhatikan mereka satu per satu. Dan semakin banyak dari lima keluarga itu yang datang, semakin sulit baginya memahami alasan mereka dikucilkan. Tidak ada seorang pun yang datang dengan wajah
Last Updated: 2026-10-07
Chapter: 282. Rumor dan Pesta Penyambutan
“Sepengetahuan saya, dia putra kedua. Jadi saya tidak mengira bahwa Earl Carwyn ternyata dia,” ujar Cecilie. “Dan saya bahkan tidak tahu bahwa dia bangsawan Silveron.” Evander mengangguk. “Ayahnya adalah berasal dari sini, tetapi Godric dibesarkan keluarga ibunya di Valestrine.” Cecilie mendongak sedikit. “Anda mengenal baik keluarga Earl Carwyn, ayah Godric?” Evander mengangguk. “Othild Carwyn orang yang baik dan bangsawan yang setia. Dia ikut berperang denganku.” Lalu ia terdiam dengan wajah tak terbaca. Cecilie mengerti, Evander mungkin merasa sedih karena Earl Carwyn, istrinya, dan putra sulungnya telah meninggal. Cecilie ingin bertanya apakah Evander mempercayai Godric sama seperti ia mempercayai ayah Godric. Namun kalimat itu tertahan di lidahnya. Ia memang mengenal Godric sebagai sahabat Sylas. Namun persoalan masa lalunya dengan Sylas tidak seharusnya menjadi dasar penilaiannya terhadap Godric sekalipun sang earl bersikap dingin terhadapnya. “Sudah larut,” akhir
Last Updated: 2026-10-06
Chapter: 281. Kau Sedang Cemburu?
Malam telah sangat larut ketika Cecilie berbaring di sisi Evander setelah mereka selesai bercinta. Seperti kemarin, Evander datang setelah lewat waktu makan malam. Cecilie berhasil membuatnya setuju untuk makan sedikit, dan Greta membawakannya langsung dari tangan koki ke kamar Grand Duchess. Saat ini, setelah hari yang panjang diakhiri kehangatan di peraduan, seluruh ketegangan berubah menjadi rasa kantuk. Cecilie bergeser, menyandarkan kepala di dada suaminya. Jari Evander bergerak perlahan menyusuri rambutnya. Ia terdiam cukup lama sebelum akhirnya memulai pertanyaannya. “Evander.” Cecilie mengangkat wajah sedikit. “Bagaimana awalnya Nyonya Halloway diangkat menjadi kepala rumah tangga Emberfall?” Tangan Evander berhenti sebentar. “Kenapa kau bertanya tentang dia?” Cecilie tidak lekas menjawab. Ia teringat lagi laporan Greta tentang lingkaran orang-orang lama di kastel itu. Dan Serena yang tampaknya memiliki kendali terlalu besar. Namun ia tidak ingin menceritakannya itu s
Last Updated: 2026-10-06
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status