Chapter: 188. Seharusnya Kau Tidak Ke siniUtusan itu mengangkat sebuah kotak kecil dari kayu gelap yang dibawanya dengan kedua tangan.“Benar, Yang Mulia. Kami diperintahkan untuk menyerahkan ini kepada Yang Mulia.”Cecilie menatap kotak itu, menunggu. Utusan tersebut membuka tutupnya.Di dalamnya terdapat sebuah kunci panjang dengan lambang kekaisaran terukir pada kepalanya.“Kunci ruangan penyimpanan peralatan ritual untuk Festival Musim Gugur.”Cecilie tidak langsung mengambilnya. Tatapannya tertahan pada benda kecil itu.Semua perlengkapan untuk upacara persembahan Dewi Musim Gugur, Opheryn, disimpan di salah satu ruangan khusus milik istana.Dan inilah yang ia minta dalam suratnya waktu itu.Cecilie mengulurkan jemarinya perlahan. Namun sebelum menyentuh kunci itu, sebuah pertanyaan muncul di benaknya.Mengapa baru sekarang menyerahkan kunci yang sangat penting untuk ritual pembuka festival ini?Ia mengangkat pandangan kepada utusan istana.“Siapa yang menyuruh Anda memberikannya kepada saya?”Pria itu menundukkan hormat
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-08-23
Chapter: 187. Grand Duke Harus MakanEvander menatapnya dengan tatapan datar sejenak. Lalu perlahan ia menggeleng, menyembunyikan senyum yang nyaris terbit.“Kalau begitu pikirkanlah caranya,” ujar suaminya.Cecilie tersenyum kecil. Ia tidak pernah bisa mengerti mengapa Evande lebih suka menahan ekspresinya seperti itu. Namun, ia tidak mengatakan apa-apa lagi. Energinya sudah nyaris habis untuk hari ini. Ketika akhirnya Evander membuka kembali dokumennya, Cecilie memutuskan untuk memejamkan mata dan tidur sebentar. Mengabaikan guncangan roda kereta dan derap kaki kuda di atas jalan berbatu, akhirnya ia terlelap.Evander membangunkannya ketika mereka tiba kembali di mansion. Tangannya mengguncang lembut bahunya.“Cecilie,” bisiknya. “Kita sampai. Kau bisa melanjutkan tidurmu di kamar.”Cecilie menyambut uluran tangan Evander saat turun. Matanya masih berat, langkahnya gontai. Ia nyaris jatuh ke depan ketika kakinya kehilangan keseimbangan.“Cecilie…!”Dengan sigap Evander menangkap tubuhnya. Kedua lengannya melingkari pi
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-08-23
Chapter: 186. Aku Harus Berasa di SisimuKaisar mengangguk. “Itu langkah yang tepat,” ujarnya.Raut wajahnya masih serius. Tangannya memegangi cangkir teh sejak tadi, bahkan belum meneguk lagi isinya.Cecilie menduga masalah yang sedang Kaisar bicarakan dengan Evander sebenarnya lebih berat dari sekedar protes para buruh.“Aku sudah memberi instruksi pada Dewan Konselor yang menjadi wakilku untuk melakukan tindakan yang diperlukan, agar protes itu tidak meluas ke pelabuhan-pelabuhan kecil di sekitar Silveron.”Cecilie menelan ludah. Bahkan bagi dirinya yang awam soal politik, Cecilie menyadari bahwa hal itu bukan sekedar protes meminta kenaikan upah. Ia ingin sekali menanyakan apa yang sebenarnya diinginkan para buruh itu, tetapi tak berani.Bagaimana pun ini adalah pembicaraan kaum pria.Namun bahkan rasa ingin tahunya itu terjawab dengan sendirinya ketika Evander dengan muram mengatakannya sendiri.“Mereka menuntut upah yang tiga kali lipat lebih tinggi dari sektor mana pun, itu tidak masuk akal,” ujar Evander. “Pelabuha
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-08-22
Chapter: 285. Max dan EvanderCecilie bangkit dari duduknya dan mendekat dengan wajah terkejut. “Kaisar?”Pelayan itu membungkuk. Napasnya masih agak tersengal.Tentu saja. Siapa yang tidak terkejut jika Kaisar tiba-tiba datang tanpa pemberitahuan? Padahal banyak hal seharusnya disiapkan dahulu sesuai protokoler agar membuat beliau nyaman.Namun sejenak kemudian, Dagny tersenyum. Ia justru tampak senang ketika mengetahui yang datang adalah Kaisar.“Dasar Max,” ujarnya, menyebut nama kecil Kaisar. “Sepertinya kalau tidak mengejutkanku, hidupnya terasa membosankan.”Ia menoleh kepada Cecilie, dan senyumnya merekah.“Mari, Cecilie,” ajaknya. “Kita harus menyambut Kaisar. Aku berani bertaruh Evander sudah menyambut lebih dulu.”Matanya berbinar geli. Cecilie bisa merasakan gelombang kasih sayang yang terpancar dari sosok wanita itu. Dagny begitu mudah disukai, meskipun tanpa kekuasaan sebesar Permaisuri. Dan sepertinya itu menjadi alasan Dagny membatasi diri dari sorotan. Karena soal kekuasaan, Permaisuri bukan oran
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-08-22
Chapter: 184. Menunggu Lebih LamaDagny menatapnya dengan sorot mata penuh arti.“Begitukah menurut Anda?” tanyanya lembut. Bibirnya menyunggingkan senyum keibuan. “Anda tampaknya semakin lama semakin memahami Grand Duke, Yang Mulia. Dan saya merasa senang karenanya.”Dagny meraih cangkir tehnya, memasukkan sepotong gula, dan mengaduknya perlahan.“Saya juga merasa Grand Duke menutupi sesuatu. Dia tidak menatap mata saya sejak baru tiba.” Dagny tertawa lirih. “Kalau begitu kita lihat saja nanti. Jangan khawatir. Apapun yang akan dilakukannya tidak mungkin berbahaya.”Keduanya kemudian bergabung lagi dengan percakapan para lady yang lain. Pembahasan utama sudah sejak awal dilakukan, jadi saat itu mereka hanya sedang berdiskusi ringan.Makan siang yang disajikan di ruang makan utama mengakhiri rapat yang menyenangkan itu. Cecilie bisa membayangkan para anggota panitianya bercerita dengan bangga bahwa mereka diundang langsung oleh Countess Dagny ke Rosehill.Sesuatu yang jarang terjadi, karena sang Selir Agung selama in
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-08-21
Chapter: 183. Grand Duke Punya Alasan LainNyatanya misi rahasia yang kedua itu berjalan dengan lancar. Seorang pelayan dari dapur mansion diutus ke kediaman Lady Caldevon dengan membawa sekotak kue buah yang disukai sang lady. Bersama kue itu, disertakan sembilan surat pemberitahuan mengenai waktu dan tempat rapat mereka yang baru yang ditulis sendiri oleh Grand Duchess Silveron. Lady Caldevon tanpa membuang waktu langsung memerintahkan kurirnya untuk menyampaikan surat-surat lainnya ke setiap alamat. Sementara itu, Elias dikirim lagi ke Rosehill untuk memberitahu tanggal kedatangan rombongan panitia festival kepada Dagny. “Misinya rumit sekali, Yang Mulia,” komentar Greta. “Lain kali, Yang Mulia tidak harus memikirkannya sendirian.” Ia tidak bermaksud mengkritik, karena tahu majikannya mempunyai alasan kuat melakukan semua itu. Namun melihat wajah Cecilie yang lelah dan tegang selama mengatur semua itu, Greta mulai merasa khawatir. Cecilie hanya tersenyum. Selama dua hari itu ia memang sangat sibuk, tetapi hal itu ter
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-08-21
Chapter: Duke Mungkin Akan MencecarnyaAlize baru saja melangkah menuju pintu utama kastil. Pintu itu tiba-tiba terbuka, dan ketika seorang wanita bergegas keluar dari dalam. “Duchess.” Lady Julia menyambutnya. Tatapannya memindai seluruh tubuh Alize seolah mencari sesuatu yang tampak tak biasa. “Syukurlah kau sudah kembali,” ujarnya kemudian. Alize tersenyum. “Senang bertemu dengan Anda lagi, Lady Julia.” Lady Julia masih belum melepaskan tatapannya kepada Alize, seolah ia belum puas untuk memastikannya semuanya baik-baik saja. “Perjalananmu tidak terlalu melelahkan? Kau tidak sakit?” “Saya baik-baik saja,” sahutnya tenang. “Biara Dunholm sangat nyaman.” “Baguslah.” Lady Julia mengembuskan napas lega. “Rasanya kastil ini baru benar-benar kembali menjadi rumah setelah kau pulang.” Alize sempat menoleh ke sekeliling. Ada sesuatu yang memang terasa berbeda. Lebih sepi. Beberapa wajah pelayan yang biasa menyambutnya tidak kelihatan sejak tadi. Lady Julia rupanya menyadari tatapannya. “Beberapa pe
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-08-23
Chapter: Kembali ke Kastil de MablyCorentine tidak langsung menjawab. Tatapannya masih tertuju pada Alize, tetapi kali ini tidak ada kehangatan seperti ketika mereka bertemu di halaman istana tadi. Wajahnya perlahan menjadi serius, seolah ia sedang berusaha memahami sesuatu yang menurutnya sama sekali tidak masuk akal. “Aku tidak melihatnya.” Alize mengerutkan kening. “Tidak melihat apa?” “Kesamaan antara Fran dan Mirelle.” Corentine mengembuskan napas pendek. Ia memalingkan wajah sejenak, kemudian kembali menatap Alize dengan sorot mata yang sulit dibaca. “Bahkan jika kau memberitahuku bahwa dia adalah Mirelle, aku tidak akan langsung mempercayainya.” Alize sudah menduga jawaban itu. Namun tetap saja, mendengarnya membuat perasaannya sedikit kecewa. Corentine melanjutkan dengan suara tenang. “Jadi kau membawanya pulang karena mengira dia pelayanmu?” Alize diam. Ia tidak merasa perlu menyangkal. Corentine menatapnya beberapa detik sebelum berkata, “Alize, Mirelle mungkin masih hidup. Mungkin d
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-08-22
Chapter: Bagaimana Jika....Alize terdiam sesaat. Kemudian senyum tipis muncul di bibirnya. Menarik? Kalau Yang Mulia Raja tahu apa saja yang terjadi di Biara Dunholm, mungkin kata menarik adalah cara yang terlalu sederhana untuk menggambarkannya. Alize berjalan beberapa langkah mendekati meja kerja Raja. Ia merapikan ujung sarung tangannya sebelum menjawab dengan sikap tenang. “Pelayan saya sudah menyerahkan map laporan kepada sekretaris Yang Mulia. Saya mencatat semua yang saya temukan selama berada di Dunholm, termasuk persoalan-persoalan kecil dalam urusan logistik.” Ia menundukkan kepala sedikit. “Saya berharap Yang Mulia berkenan membacanya.” Raja mengangguk. “Aku akan membacanya.” Namun ekspresinya menunjukkan bahwa ia belum puas. “Tapi aku ingin mendengar darimu sendiri. Apa inti persoalan di sana?” Alize menarik napas pelan. “Pada awalnya, tidak ada sesuatu yang benar-benar mengkhawatirkan.” Ia melirik sekilas kepada Corentine. “Biara itu berjalan dengan baik. Para
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-08-20
Chapter: Melapor Kepada Raja“Siapa?” tanya Corentine. Tatapannya masih tertuju pada sosok wanita muda yang baru saja turun dari kereta. Greta membantu Fran menapakkan kakinya ke tanah. Wanita itu tampak sedikit canggung menghadapi halaman istana yang luas, tetapi tidak menunjukkan rasa takut. Ia justru menatap ke sekeliling dengan rasa ingin tahu yang polos. Alize memperhatikan suaminya. Ia sudah menduga reaksi seperti ini. Tidak mungkin Corentine langsung mengenali Mirelle hanya dari wajah yang telah berubah begitu banyak. Terlebih lagi, selama beberapa minggu, Alize sendiri bahkan membutuhkan begitu banyak petunjuk untuk berani mempercayai ingatannya. “Dia...” Alize menarik napas pelan. “Salah satu pasien di Biara Dunholm.” Alis Corentine terangkat. “Pasien?” Alize mengangguk. “Namanya Fran. Dia ditemukan di depan gerbang biara dalam keadaan tidak sadarkan diri. Ketika terbangun, dia tidak mengingat siapa dirinya.” Corentine memandang Fran sekali lagi. Lalu tatapan pria itu berpindah kepa
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-08-19
Chapter: Kembali Ke PelukanAlize belum juga masuk ke dalam kereta. Setelah memastikan semua orang telah berada di tempat masing-masing, ia berdiri beberapa langkah dari pintu kereta dan menoleh kepada Rahib Agung Gregor serta para saudari yang mengantarnya. Udara pagi di halaman Biara Dunholm terasa dingin. Angin menggerakkan ujung selendang yang melingkari bahunya, sementara lonceng biara terdengar samar dari menara di kejauhan. “Terima kasih,” ujar Alize akhirnya. Ia menundukkan kepala dengan hormat. “Selama berada di sini, saya dan rombongan saya telah menerima begitu banyak kebaikan dari kalian. Saya tidak akan melupakannya.” Gregor tersenyum tipis. “Biara Dunholm selalu terbuka bagi para pelindung kami.” Tatapan lelaki tua itu kemudian beralih kepada Alize. “Jika suatu hari Yang Mulia ingin kembali sebagai seorang peziarah, bukan sebagai wakil Raja, kami akan menyambut Anda dengan senang hati.” Alize tersenyum kecil. “Saya akan mengingat tawaran itu.” Saudari Deirdre yang berdiri di
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-08-18
Chapter: Di Hari KeberangkatanAlize menatap buku itu beberapa saat sebelum akhirnya mengangkat wajah. “Buku ini... sebenarnya milik Anda?” Gregor menggeleng pelan. Jemarinya masih menyusuri sampul tua yang telah mulai kusam, seolah sedang memastikan benda itu benar-benar berada di tangannya lagi. “Bukan milik saya sejak awal.” Ia mengembuskan napas. “Buku ini milik Rahib Agung sebelum saya.” Alize mengernyit. “Namun bagaimana bisa sampai ke rumah keluarga Elroy?” “Itulah yang tidak kami ketahui.” Gregor membawa buku itu ke meja dan meletakkannya dengan hati-hati. “Seharusnya buku ini selalu berada di dalam laci meja kerja saya. Hanya Rahib Agung yang boleh mengaksesnya. Tetapi suatu hari ketika saya mencarinya...” Ia berhenti sejenak. “Buku itu sudah tidak ada.” Alize merasakan tengkuknya menegang. “Tidak ada yang tahu siapa yang mengambilnya?” “Kami menduga Jasper Elroy.” Nama itu membuat Alize terdiam. Gregor melanjutkan dengan suara tenang. “Jasper pernah menjadi staf administrasi tamb
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-08-17