Share

Bab 238

Penulis: Finella Zakaria
Pikiran Nayla sepenuhnya terfokus pada Simon. Di tengah perjalanan, dia tidak sengaja bertabrakan dengan pria yang tinggi besar.

Sosok itu kokoh dan menakutkan, membayangi Nayla.

"Maaf."

Nayla segera menundukkan kepalanya dan meminta maaf, tanpa menoleh sedikit pun kepadanya, dan tanpa sadar menatap ke arah Simon.

Tapi pria itu menghilang.

Nayla membeku, matanya melirik ke sekeliling ruangan.

Tidak ada jejaknya sedikit pun.

Teringat pada wanita cantik tadi, Nayla merasa gelisah dan ingin pergi m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Silvia Lina
Katany keeas kepala, tegas . Koq mau aja ikutin alur nya si Soni. Koq karakternya ga sesyai realita. Lha ketabrak kn murni kecelakaan ya kale minta kompensasi. Disenggol koq mau diminta ganti rygi. Koq demen bngt koleksi utang budi yg ga jelas. Ayo Thor lbh semangat nulis cerita yg lbh masuk akal.
goodnovel comment avatar
Mysanyaperi 101
berbelit belit banget author . .udh sampe BAB 238 lohhh . . mau sampe 500 kah ?????????
goodnovel comment avatar
Elisabeth Mussa
cerita muter" kayak main gangsing.. jenuhhhhh n g menarkk lg
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1519

    Orang itu menerobos masuk dan melemparkan baskom berisi sesuatu ke arah Amanda.Meski Amanda bereaksi dengan cepat, tubuhnya tetap basah kuyup.Cat merah yang lengket tumpah ke tubuhnya. Pipi sebelah kanan, leher, dan seluruh tubuhnya berlumuran cat merah.Amanda tampak sangat berantakan."Amanda!"Nayla dan Winda sama-sama berseru kaget melihatnya.Pengawal yang berjaga di belakang Nayla segera bertindak dan menahan orang tersebut."Aku nggak apa-apa."Amanda bersyukur cairan itu bukan air keras. Kalau tidak, wajahnya pasti hancur.Dia menoleh melihat pria itu dan memicingkan matanya.Ternyata Farrel.Farrel tertawa jahat sambil mengumpat. "Jalang sialan, kamu menghancurkanku hidupku! Nggak akan kubiarkan kamu lolos begitu saja!"Wajah Amanda berlumuran cat merah. Kemeja putih dan celana jins-nya penuh noda. Bercak-bercak cat menempel di pakaian dan tubuhnya, hingga lekuk tubuh bagian atasnya samar-samar terlihat.Nayla cepat-cepat mengambil selendang dan memasangkannya di bahu Amanda

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1518

    Dia menyeringai puas. "Andini, satu persen saham itu bukan jumlah yang kecil. Kalau kamu terlalu baik begini, suatu saat nanti kamu gigit jari, baru tahu rasa kamu.""Kamu ...."Andini sangat marah. Sebelum dia sempat berkata, Kartika menutup telepon dengan penuh kemenangan.Mendengar nada telepon ditutup, wajah Andini merah padam karena marah.Hampir menjatuhkan ponsel di tangannya.Namun, didikan kesopanan selama puluhan tahun membuatnya bisa menahan diri. Detak jantungnya yang semula berlarian kencang pun perlahan mereda.Setelah menutup telepon, Kartika merasa jauh lebih lega.Semua amarah yang terpendam saat di rumah akhirnya dilampiaskan sepenuhnya.Kembali ke ruang tamu, dia telepon dari pengawalnya, memberitahukan bahwa Viola telah tiba di Sarmania.Tatapannya goyah saat dia melihat sosok yang tampak cemas di ruang tamu. Dia bergumam dan menutup telepon.Sosok itu tak lain adalah suaminya, Arnold."Kamu benar-benar sekejam itu mengusir Viola ke luar negeri?"Arnold melangkah me

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1517

    "Mau tahu?"Mario menyipitkan matanya, bertingkah misterius.Amanda langsung mengangguk. "Mau."Mario diam sebentar.Melihat Mario masih ingin membuatnya penasaran, Amanda mendesaknya dengan tidak sabar, "Cepat beri tahu aku, ada apa sebenarnya?"Amanda merasa kesal dan mengulurkan tangan, mencubit bagian dalam lengan Mario.Lengan bagian dalam adalah bagian yang paling sensitif.Bahkan Mario pun tidak bisa menghindar dari rasa sakit, wajahnya memerah."Kamu mau membunuh suamimu sendiri?"Meskipun Mario berkata begitu, dia kemudian menjelaskan kepadanya, "Nenek sangat sayang dengan anak perempuannya. Tante itu bisa dibilang permata hatinya, paling berharga dan selalu dimanjakan.""Walaupun Tante pilih kasih kepada anak laki-lakinya dan nggak peduli dengan Viola, dia tetap peduli reputasi Keluarga Sasmitha. Apalagi, Keluarga Sasmitha sebentar lagi akan diserahkan ke tangan putra sulungnya.""Kalau sekarang muncul skandal apa pun, bahkan kalau putra sulungnya mengambil alih bisnis keluar

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1516

    "Oke, mari kita bahas yang terpenting."Nenek Ratna menunjukkan raut wajah puas, lalu kembali menunjukkan kewibawaannya yang biasa."Amanda, aku memanggilmu ke sini bukan cuma soal ini saja, tapi ada satu hal lagi.""Silakan."Amanda tampak tenang, tetapi dalam hati sudah menduga apa yang akan dia katakan.Seperti yang dia duga, Nenek Ratna langsung mengatakan terus terang."Viola akan dikirim ke luar negeri dan nggak akan kembali ke Hanka dalam beberapa tahun ke depan. Ini sebagai bentuk pertanggungjawaban untukmu. Selain itu, soal Kartika melukaimu, kamu juga melukainya. Kalian bisa dibilang sudah impas.""Tapi pada akhirnya, yang dilakukan Viola sebelumnya itu menyakitimu. Ini kompensasi untukmu."Nenek Ratna benar-benar memenuhi reputasinya sebagai kepala Keluarga Senja selama 30 tahun. Dia berbicara dengan tenang dan tanpa melewatkan satu detail pun.Begitu kalimatnya selesai, Paman Giyono menyerahkan sebuah dokumen kepada Amanda.Di atas dokumen itu, terdapat sebuah cek.Amanda m

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1515

    "Kamu mau?"Mario menunduk, menggigit es krim di tangan Amanda sambil menatapnya dan bertanya.Pandangannya meluncur ke bawah.Tatapan panasnya mendarat pada bibir Amanda.Merah merona, menggoda.Ada sedikit es krim yang menempel di sudut mulutnya.Menggugah hati untuk menggigitnya.Amanda tiba-tiba mundur selangkah, takut dia akan memintanya lagi sebelum meninggalkan rumah, seperti terakhir kali."Oke, kenapa nggak?"Amanda buru-buru menyerahkan es krim itu ke tangannya, berbicara sambil berjalan ke kamar."Tunggu sebentar, aku ganti baju dulu."Terlepas dari apa pun tujuan Nenek Ratna.Bertemu calon mertua tetap harus dengan pakaian sopan. Setidaknya, agar tidak menjadi bahan untuk mencari-cari kesalahan.Amanda berjalan ke kamar dengan pinggul berliuk. Mario menatapnya dengan tatapan dalam, lalu menggigit es krimnya lagi.Tatapannya menjadi semakin dalam, disertai sedikit gairah.Satu jam kemudian, Amanda mengikuti Mario ke kediaman keluarga besar Keluarga Senja.Ini pertama kalinya

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1514

    "Nggak marah.""Kamu nggak akan dipersulit?""Siapa yang bisa menyulitkanku?"Pertanyaan balik dari Mario itu membuat Amanda semakin percaya diri.Asal tidak dipersulit.Saat ini, selain Nayla, Mario adalah orang yang paling dia sayangi.Setidaknya jawaban Mario barusan tidak mengecewakannya. Kalau tidak, sebesar apa pun rasa cintanya, dia akan putus tanpa ragu-ragu."Semoga saja yang kamu katakan itu tulus." Amanda tersenyum cerah dengan penuh arti.Mario tiba-tiba membungkuk, tangan bertumpu di kedua sisi sofa, menjebaknya di antara sofa dan dadanya. Wajahnya mendekat, dan embusan napas yang panas menyentuh pipi Amanda.Amanda seketika menahan napas."Apa?"Pipinya terasa panas, entah mengapa merasa sedikit takut dengan tatapan yang seolah-olah ingin menelannya itu."Nona Amanda, sudah setengah tahun lebih aku bersamamu, tapi kamu masih meragukan perasaanku?"Suara Mario yang jernih dan lembut itu bernada rendah, agak terdengar seperti mengeluh.Amanda batuk kecil, memasang senyum. "

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status