แชร์

Bab 332

ผู้เขียน: Finella Zakaria
Melihat Hans membela dengan begitu gigih, Shania awalnya merasa sedikit kesal.

Tapi, dia segera melunak dengan senyum puas. "Oke, demi kamu, aku nggak akan mengejeknya."

"Tapi beri tahu aku, apa mereka benar-benar menikah?"

Hans sendiri masih ragu.

Dia tidak yakin apakah kata-kata Simon itu benar atau hanya untuk menghancurkan harapannya.

Tapi, mengingat Shania adalah wanita yang dicintai Simon, dia langsung menyimpulkan Simon hanya menggunakan Nayla untuk memancing emosi Shania.

"Kakakku sangat
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Norita Norita
Aduh,capek deh. ketebak pasti Sania menggunakan cerita kakeknya utk menekan Nayla
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1499

    "Kamu gila!"Julian buru-buru mencengkeram pergelangan tangannya, merebut sisa leher botol itu dan membuangnya ke tempat sampah.Namun, pecahan kaca yang beterbangan akibat botol pecah itu tetap menggores lengan Sandra hingga menimbulkan luka kecil yang berdarah.Darah mengalir, dan bau darah seketika memenuhi udara.Julian cepat-cepat mengambil tisu untuk menekan luka itu. "Berhenti minum, ayo ke rumah sakit."Sandra menolak, tetap duduk tanpa bergerak.Dengan tatapan kosong, dia menatap luka yang berdarah. Kepalanya terasa pusing, dan Julian jadi berbayang hingga puluhan hingga ratusan sosok di hadapannya."Kalau sudah kehilangan segalanya, apa gunanya hidup? Jangan pedulikan aku."Sandra mendorongnya dengan keras, tetapi Julian tidak bergeming. Sebaliknya, dia menggendong Sandra dan membawanya keluar tanpa memberi kesempatan untuk perlawanan."Pergi ke rumah sakit, obati lukamu. Kalau nggak bisa infeksi.""Turunkan aku, aku nggak mau pergi."Sandra menangis dan meronta, tetapi tenag

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1498

    Amanda menjawab lagi dengan tegas, "Aku percaya.""Kalau begitu, teruslah percaya padaku. Yang perlu kamu lakukan cuma mengatakan satu hal, maukah kamu menikah denganku?"Tatapan Mario begitu tajam hingga membuat Amanda merasa gelisah.Dia termenung. Dia dengan kepribadiannya ini sangat tegas dalam hal cinta dan benci, dan tidak pernah mempertimbangkan faktor lain."Kalau kamu berani menikah denganku, aku pun berani menikah denganmu."Wajah Mario yang biasanya tenang tiba-tiba memancarkan kehangatan, lalu dia mencubit pipi Amanda dengan keras."Jangan berubah pikiran."Amanda meringis kesakitan, mendesis, dan menatapnya dengan garang."Kamu harus bisa mengatasi masalahnya dulu."Mario menepuk kepalanya dan tertawa kecil. "Asal kamu jangan kabur saja."Amanda menatapnya dengan curiga, dan saat itu juga seluruh amarahnya lenyap.Sepertinya, Mario sudah lama menyimpulkan bahwa dia tidak akan mendapat dukungan dari Nenek Ratna, jadi dia tidak terlalu memikirkannya.Bukan berarti tidak pedu

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1497

    Amanda tiba-tiba mundur selangkah, menatapnya seolah-olah dia orang gila."Kamu salah minum obat?"Mario berlutut satu kaki, punggungnya tegap."Kalau memang kita ditakdirkan untuk bersama, kenapa nggak lebih cepat saja?""Amanda, izinkan aku masuk ke dalam hidupmu. Aku memang melewatkan masa lalumu, tapi aku berharap menjadi bagian dari masa depanmu."Amanda merasa yakin pria ini sudah gila. Dia berdiri terpaku dan belum kunjung tersadar untuk waktu yang lama.Melihat raut wajah Mario yang serius, hatinya perlahan goyah. Matanya menatap cincin di dalam kotak itu, dan seperti bisa mengenalinya.Sepertinya, itu cincin di toko perhiasan tadi yang merupakan pesanan khusus.Sebuah pikiran tiba-tiba melintas di benaknya. "Cincin ini untukku?"Mario mengangguk tegas. "Kamu masih ingat yang kutanyakan padamu beberapa hari lalu?"Ingatan Amanda berangsur-angsur menjadi lebih jelas."Menikah?"Mario menjawab, "Ya. Pacaran saja terlalu rapuh. Aku ingin kepastian.""Cincin ini dibuat khusus denga

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1496

    Mata Sandra seketika memerah, dan dia berusaha keras untuk menahan air mata.Baru setelah tenggorokannya tidak terasa tersumbat lagi, dia menatap Mario dan berkata."Kamu tetap ingin memilih dia?"Matanya penuh rasa tidak percaya. Dia masih tidak percaya Mario akan memilih Amanda.Mario menjawab dengan tegas, "Tentu saja."Sandra merasa tenggorokannya tercekat, tetapi harga dirinya memaksanya untuk tersenyum."Dokter Mario, selamat.""Terima kasih."Mario menoleh sedikit kepadanya, tangan di saku, tampak santai dan tenang."Semuanya sudah jelas, jadi aku pergi dulu."Dia melontarkan kata-kata itu dan berlalu pergi.Sandra merasa seolah-olah terjatuh dari awan dalam sekejap.Dua jam yang lalu, dia masih bertingkah sombong di hadapan Amanda, merasa bangga.Baru sekarang dia menyadari, yang badut di sini adalah dirinya.Sandra buru-buru menoleh, ingin memanggil Mario untuk bertanya mengapa, tetapi Mario sudah meninggalkan ruang kerja.Dia membuka mulutnya, air mata mengalir deras, melewat

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1495

    Wajah Nenek Ratna semakin tertutup kelabu, hingga akhirnya tidak bisa menahan diri dan menegur."Melanie, jangan cerewet."Melanie menatap ekspresi seolah penuh pengertian."Iya, iya, aku nggak akan bicara lagi, biar Kak Sandra nggak malu."Sandra menoleh.Saat itu juga, melihat keseriusan di mata Nenek Ratna, jantungnya berdebar kencang. Firasat buruk tiba-tiba memenuhi dadanya."Sandra, Mario, ikut aku."Nenek Ratna bangkit dengan bantuan tongkatnya, berjalan menuju ruang kerja.Sandra tanpa sadar menatap Mario, tetapi Mario bahkan tidak meliriknya sedikit pun. Dia hanya mengikuti Nenek Ratna dengan sikap dingin yang membuatnya cemas."Kak Sandra, cepat, kenapa diam saja?"Melanie menyenggol bahunya pelan dan bercanda, "Terlalu senang sampai bingung harus bicara apa?"Sandra tersenyum tipis, lalu mempercepat langkahnya untuk mengejar mereka.Begitu masuk ke ruang kerja, Nenek Ratna duduk tenang di kursi goyang kayu mahoninya, raut wajahnya berubah menjadi sangat serius."Sandra, aku

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1494

    "Ya sudah, semoga kamu bahagia."Dia langsung menutup telepon tanpa perasaan.Mario mengedipkan mata dengan perasaan geli dan menekan nomornya lagi.Nayla merasa ada yang tidak beres ketika Amanda menutup telepon."Bagaimana?""Katanya mau pulang ke rumah keluarga besar, mau membicarakan pernikahan."Winda merasa seolah petir menyambar di siang bolong. "Dokter Mario beneran mau menikah dengan Sandra? Terus kamu bagaimana? Bisa-bisanya dia!"Nayla tetap tenang. "Dia bilang mau menikah?"Amanda berkata dengan tajam, "Mungkin dia akan bilang malam ini. Daripada pasrah menunggu, lebih baik aku duluan."Setelah dia bicara begitu, telepon dari Mario masuk lagi. Dia tidak mengangkatnya dan mengirim pesan.[Kita putus.]Nayla melihat sekilas kata-kata dalam pesan itu dan menasihati, "Tenang dulu. Paling nggak tanyakan dulu, minta penjelasan. Siapa tahu cuma salah paham."Amanda memaksakan senyuman yang cerah dan menawan."Kamu tahu, aku sejak kecil takut ditinggalkan. Daripada mengalami lagi,

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status