Share

Bab 344

Author: Finella Zakaria
Ben memandang senyum mabuk kepayang di wajah bosnya dan mengangguk mengiakan.

"Benar."

Senyuman Simon semakin dalam.

Ben berpikir dalam hati, apakah ini benar bos yang dia kenal?

Semua orang menyebutnya iblis, tapi begitu di depan istrinya, dia jadi sangat manis.

Pintu lift terbuka.

Sekretaris sudah menunggu di luar, tampak gelisah. "Pak Simon, Nona Shania datang ke sini, sedang menunggu di ruang penerima tamu."

Wajah Simon mendadak gelap. "Mau apa dia pagi-pagi begini?"

Sekretaris itu tidak ber
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Misni
thor apa gak pingin bikin cerita sat set gitu... jangan kaya ikan terbang
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1479

    Hanya dalam sekejap, dia menjadi dingin dan tanpa ampun."Kembalikan uangnya!"Ketika suaranya terdengar, Maya dan Rendra tampak terkejut dan menoleh ke arah suaranya.Ryan tampak ketakutan.Gawat!Uangnya akan melayang.Ketika Mario melihatnya datang, dia sedikit terkejut, lalu berjalan cepat menghampirinya.Amanda menekan tombol kursi roda listriknya, melaju ke depan.Dia berjalan ke arah Mario, dan Mario berjalan ke arahnya.Akhirnya, mereka berhenti bersamaan."Kenapa kamu ke sini?"Mata Mario tampak suram. Pasti Amanda mendengar semuanya.Amanda segera menyembunyikan emosi di matanya. "Kalau aku nggak ke sini, aku nggak bisa mendengar kata-kata yang tulus itu."Dia perlahan menatap pasangan tua di belakang Mario.Dia sudah sejak kecil tahu bahwa dirinya tidak dicintai.Namun, dia selalu mengira orang tuanya bukan tidak menyayanginya, tetapi hanya lebih menyayangi Ryan saja.Namun, kata-kata barusan memberinya jawaban.Dia tidak pernah dicintai.Tidak peduli dengan siapa atau apa p

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1478

    Mario melontarkan kata-kata itu dengan nada dingin, lalu berbalik hendak pergi.Plak!Punggungnya terasa sakit.Kartika yang marah mengambil majalah dan melemparkannya dengan keras ke punggung Mario."Mario, aku tantemu, keluargamu sendiri. Tega-teganya kamu begitu kepadaku!""Cuma demi seorang wanita. Kamu mau bermusuhan dengan seluruh keluarga cuma karena seorang wanita?!"Kartika menanyai dengan marah, suaranya serak karena emosi.Mario tidak menoleh. "Dia wanitaku."Jawaban singkat itu terdengar tegas dan mendalam.Seperti batu besar jatuh ke permukaan laut, menimbulkan gelombang besar.Mario keluar dari bangsal.Rendra sekeluarga sangat cemas dan tidak bisa berkutik. Begitu melihatnya keluar, mereka segera menghampiri."Mario, atas dasar apa kamu menahan kami!""Ya, ini menyalahi hukum. A-aku akan melaporkanmu!""Kakak Ipar, kami datang ke sini cuma mau bicara dengan Nyonya Kartika, kamu nggak boleh begini kepada kami."Ketiganya berbicara serempak, sangat riuh."Diam!"Mario mena

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1477

    Amanda mendengar langkah kakinya menjauh, dan hatinya merasa sedikit gelisah.Tak lama kemudian, dia menerima pesan dari Mario.[Aku pergi dulu sebentar.]Amanda merasa curiga dan memanggil pengawal dari luar."Dokter Mario pergi ke mana?"Pengawal tidak berani menjawab secara langsung."Dia menerima telepon sebelum pergi, entah ke mana."Amanda tahu pengawal itu menyembunyikannya."Kalau kamu nggak mau bilang, aku cari sendiri saja."Pengawal itu pun terlihat bingung."Ini ...."Saat itu, Mario sudah sampai di lantai atas, di kamar rawat Kartika.Tepat sekali.Maya dan Rendra keluar dari dalam dengan senyum gembira, dan terkejut melihat Mario di depan pintu."Sedang apa kalian?"Mario bertanya dengan suara dingin.Maya dan Rendra merasa bersalah, menarik Ryan dan berusaha melarikan diri."Hentikan mereka!"Ekspresi Mario tampak tegas.Pengawal di belakangnya maju ke depan dan menghentikan mereka.Wajah mereka pucat. "Mario, m-mau apa kamu?""Kami cuma berbincang sebentar dengan tantem

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1476

    Siapa sangka, Amanda ternyata begitu kejam, berani memutuskan hubungan dengan mereka dan mengatakan tidak akan memberi uang sepeser pun.Karena memang begitu, dia tidak perlu segan lagi!Sandra yang sedang lewat mendengar percakapan mereka, lalu berhenti dan menatap mereka."Kalian orang tua Amanda?""Ya, kami orang tuanya. Siapa kamu?" Rendra menatapnya dengan waspada.Sandra mengedipkan mata dan tersenyum tipis. "Aku teman Dokter Mario. Aku turut prihatin karena Amanda terluka, tapi Amanda juga menusuk Tante Kartika, tantenya Mario.""Dia sekarang masih dirawat di kamar rawat inap pribadi di lantai atas."Setelah selesai mengatakan itu, Sandra beranjak pergi.Sambil memandangi punggungnya, Rendra tampak merenung dan tiba-tiba menangkap informasi penting."Ayo, kita ke atas. Tagih ganti ruginya ke Kartika!"Amanda melihat raut wajah Mario yang garang, lalu setengah bercanda berkata, "Dokter Mario tadi gagah sekali.""Kendalikan dirimu, jangan terlalu terpesona." Bibir tipis Mario ters

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1475

    Rendra Maya tercengang.Ryan tiba-tiba teringat bahwa Amanda sepertinya tidak boleh makan nanas.Mereka tidak ingat sama sekali, bahkan menganggap Amanda hanya mengada-ada dan tidak tahu berterima kasih."Intinya, kamu menyalahkan kami. Kamu sudah sukses, jadi nggak mau mengakui kami sebagai keluargamu lagi."Maya mengamuk, "Apa pun yang terjadi, kami itu orang tuamu. Kamu menderita, kami di sini menemanimu dan memperjuangkan keadilan untukmu!""Ya! Orang Keluarga Senja menusukmu, mereka harus tanggung jawab! Pokoknya harus ganti rugi!" seru Rendra dengan tegas.Ryan ingin menghentikan mereka, takut mereka mengucapkan sesuatu yang tidak semestinya, tetapi sudah terlambat.Amanda menyadari bahwa mereka memang bukan menjenguknya karena hati mereka tiba-tiba tersentuh.Mereka hanya ingin memanfaatkan kejadian ini untuk meraup uang."Pergi dari sini!"Amarah yang membara di dada Amanda tiba-tiba meledak.Seharusnya, dia tidak menaruh harapan sedikit pun kepada mereka!Winda baru selesai me

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1474

    Namun sebenarnya, Winda dua tahun lebih tua darinya.Saat mereka berbincang, beberapa orang tiba-tiba masuk dari pintu."Amanda."Amanda mengernyit mendengar suara yang tidak asing itu, menoleh ke arah pintu.Ryan dan orang tuanya berdiri di depan pintu.Begitu melihat mereka, Amanda tiba-tiba merasa sakit kepala tanpa alasan."Kenapa kalian di sini?""Kalian silakan ngobrol, aku cuci piring dulu. Panggil aku kalau ada apa-apa," kata Winda mengambil panci sup dan meninggalkan kamar rawat.Maya bergegas ke tepi tempat tidur. "Anakku, kamu pasti menderita.""Iya, kamu terluka parah, kenapa nggak mengabari kami? Kalau nggak dengar dari berita, kami nggak akan tahu apa-apa." Rendra ikut mendekat, dengan raut wajah yang penuh perhatian.Ryan menimpali, "Kak, Ayah dan Ibu sangat khawatir setelah tahu kamu terluka.""Mereka memang pernah salah, tapi mereka nggak berpendidikan, nggak tahu cara komunikasi dengan anak muda. Jangan salahkan mereka."Amanda merasa kepahitan dalam hati. Dulu, dia m

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status