Mag-log inAmanda tetap ingin tahu apa pendapat Mario. "Menurutmu, sebaiknya bagaimana?"Mario membelai ujung hidung Amanda dan tersenyum lembut. "Calon istriku, lakukan saja apa pun yang kamu mau."Dia jeda sejenak sambil tersenyum. "Aku ikut apa pun katamu.""Itu tergantung seberapa besar iktikad baik Keluarga Wistara."Amanda sudah punya gambaran di benaknya dan melanjutkan, "Farrel nggak cuma satu kali menyerangku Bahkan yang terakhir hampir mengancam kandungan Nayla. Dalam hal ini, kita harus memberinya sedikit pelajaran."Mario mengangkat alisnya. "Oh, sudah dipikirkan bagaimana?"Amanda tersenyum misterius, mengangkat tangannya untuk memeluk leher Mario, menempelkan hidungnya ke hidung Mario dan tertawa nakal. "Kamu nggak perlu khawatir, tunggu saja."Mario sedikit memicingkan mata, kelembutan yang mendalam di matanya berubah menjadi antisipasi. "Oke, aku tunggu."Dia menunduk hendak menciumnya, tetapi kepala Amanda menghindar ke belakang, lalu dia tiba-tiba teringat sesuatu. "Oh ya, meman
"Kepemimpinan Keluarga Wistara beberapa tahun ini sudah diserahkan kepadanya. Walaupun belum mendapat dukungan penuh dari seluruh Keluarga Wistara, dan kedua cabang keluarga selalu berselisih ....""Tapi, setelah kejadian ini, cabang ketiga Keluarga Wistara benar-benar kehilangan kekuatan untuk bersaing. Selain itu, begitu Rasya menyelesaikan masalah ini, dia akan menjadi ketua dewan direksi sekaligus kepala Keluarga Wistara."Amanda seketika mengerti mengapa Gina begitu merendah di hadapannya. Ternyata demi kedua putranya.Jika Gina tidak bertindak demikian, kedua putranya akan benar-benar kehilangan kesempatan untuk bersaing.Perselisihan internal Keluarga Wistara sejak awal sangat sengit. Dan dengan kejadian ini, kedua putra dari cabang ketiga Keluarga Wistara berada dalam posisi yang tidak menguntungkan.Amanda sedikit tersadar, jadi tidak heran jika Gina rela bersikap begitu rendah di hadapannya.Pada akhirnya, semua itu demi posisi dirinya sendiri, demi merencanakan masa depan ke
Amanda menatapnya dengan kesal. "Apa sih yang ada di otakmu?!"Mario bergumam setuju, tatapan matanya tampak merenung dan menyelidik.Amanda kehabisan akal. "Oke, anggap saja aku iba yang berlebih, oke? Pak Boby memang sangat kasihan."Mario akhirnya menyerah. "Mencari orang yang sudah hilang selama 22 tahun itu nggak beda dari mencari jarum di tumpukan jerami."Dia sudah lama mendengar bahwa Boby berusaha mencari adiknya. Komentarnya seolah-olah menasihati Amanda agar tidak terlalu memikirkannya.Amanda mengabaikan sarannya. "Pak Boby sebelumnya sudah baik padaku, dengan berhenti menuntut Ryan dan Sunny. Aku merasa harus membantu."Mario mengenal sifat Amanda, jadi dia tidak mengatakan apa-apa lagi. Beberapa hari kemudian, Farrel diajukan ke pengadilan.Kapten Fadli telah menelepon Amanda sebelumnya, mengatakan bahwa mereka akan mengajukan gugatan terhadap Farrel sesuai hukum.Namun, Keluarga Wistara tampaknya tidak menyerah begitu saja.Meskipun secara lisan mengatakan telah memutusk
Nayla memperhatikan nada suaranya yang setengah serius setengah bercanda. "Lalu, bagaimana kalau memang menyembunyikan sesuatu?"Amanda mendengus. "Kalau begitu, pertemanan kita putus."Ekspresi Nayla sedikit berubah menjadi serius.Amanda tidak menyadarinya, pikirannya hanya tertuju pada Boby. Dia melanjutkan bertanya. "Oh ya, kamu belum bilang Pak Boby ada urusan apa mencarimu."Nayla kembali tenang dan berkata dengan datar, "Dia pergi ke luar negeri.""Pergi kenapa?" tanya Amanda dengan penuh kepedulian.Dalam hatinya, dia sangat bersimpati pada Boby, sehingga terdorong untuk mencari tahu kabarnya.Mungkin karena tekad Boby yang tidak pernah padam untuk mencari adiknya, serta kegigihannya yang tak kenal lelah, membuat hatinya tersentuh.Dia belum pernah merasakan dicintai oleh keluarganya sejak kecil. Meskipun dia bersimpati kepada Boby, dia justru iri kepada si adik itu.Nayla menjawab dengan pikiran yang melayang, "Katanya mau tanya sesuatu ke keluarga ibunya, sekaligus mencari in
Mario tidak memberikan tanggapan apa pun atas perkataan Amanda.Setelah mendengarkan penjelasannya, Amanda mengatakan bahwa dia bisa mengerti, tetapi melarangnya untuk mengulangi hal serupa di masa depan.Kali ini, Farrel tidak bisa lolos dari hukuman.Selama dua hari berikutnya, kasus penggunaan obat terlarang oleh Farrel diliput secara luas oleh media.Keluarga Wistara segera mengeluarkan pernyataan, menyatakan bahwa Farrel telah diusir dari Keluarga Wistara, dan segala perbuatannya tidak berhubungan dengan Keluarga Wistara.Tidak ada yang menjamin pembebasan Farrel, jadi dia ditahan oleh polisi.Selama beberapa hari berturut-turut, berbagai opini bermunculan di media.Amanda tidak peduli dengan semua itu, dan memang tidak bisa berbuat apa-apa. Nayla sudah sehat kembali dan pulang dari rumah sakit untuk beristirahat di rumah.Amanda dan Winda pergi menjenguknya, membawakan banyak perlengkapan bayi."Kalian agak berlebihan nggak sih? Beli sebanyak ini?"Nayla berseru kaget melihat bag
"Jadi, bagaimana menurutmu?"Sandra menatapnya dengan mata merah dan berkaca-kaca. "Aku ingin pergi, pergi begitu saja.""Semua orang mengira aku akan menikah dengan Mario, tapi kamu juga dengar sendiri tadi, aku sekarang cuma jadi bahan tertawaan di rumah sakit.""Bahkan semua orang mengira aku dan Julian sudah seperti itu."Sandra menundukkan kepalanya dengan putus asa, wajahnya basah oleh air mata yang berderai.Calvin mengulurkan tangannya untuk menyeka air mata di wajahnya, suaranya berat dan dalam."Katakan padaku, apa yang bisa aku lakukan untuk membantumu?"Sandra terdiam, lalu menatapnya lagi. "Pak Calvin, kamu mau membantuku?""Masih belum cukup jelas?" tanya Calvin balik dengan senyum tipis.Beberapa hari yang lalu, kabar bahwa Mario akan menikah dengan Amanda telah menyebar di kalangan mereka.Sandra diinterogasi dan disalahkan oleh orang tuanya. Dia lari dari rumah di tengah malam sambil menangis, pergi ke jembatan untuk mencari udara.Dia berdiri di tepi jembatan, wajahny







