Share

Bab 9

Author: Darrel Gilvano
Sayang sekali, ketika Yasmin menyadarinya, semua sudah terlambat. Dia sudah mencari-cari di area sekitar, tetapi tidak menemukan sosok pendekar tersembunyi itu.

"Siapa yang menekan Serigala Darah hingga dia nggak mampu bergerak?" tanya Rubah Perak kaget. Matanya menatap Yasmin tidak percaya.

Yasmin menggeleng pelan dan berucap, "Orang itu nggak menunjukkan diri, tapi dia sudah pasti sangat kuat, bahkan mungkin jauh melampaui keempat raja perang."

Mendengar itu, Rubah Perak sontak terkesiap. Katanya, "Aku nggak menyangka ada pendekar sekuat itu di Bataram!"

"Ya." Yasmin mengangguk dan menambahkan, "Segera selidiki tujuan Serigala Darah menyusup ke Bataram. Hal ini harus diungkap jelas."

Pertemuan Yasmin dengan Serigala Darah adalah sebuah kebetulan. Lantaran tidak leluasa bertarung di tempat keramaian, dia diam-diam mengikutinya ke sini.

Serigala Darah menyusup ke Bataram. Dia pasti memiliki motif khusus!

"Baik!" Rubah Perak menyanggupi perintah, lalu berucap lagi dengan rasa sesal, "An
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 100

    Jimmy sudah memaksa keluar racun api itu. Sisanya diserahkan kepada Mukhtar. Cukup ditangani seperti bisul biasa saja.Belum sempat Mukhtar menyelesaikan penanganan luka di wajah Kimberly, Endaru sudah meminta nomor rekening Jimmy, bersiap membayar biaya pengobatan 20 miliar itu.“Kamu nggak takut kalau sebenarnya aku nggak bisa mengobati penyakit ini, lalu langsung kabur setelah mengambil uangmu?” Jimmy menatap Endaru dengan senyuman tipis.Awalnya, dia bahkan sempat berpikir untuk menagih uang itu setelah wajah Kimberly benar-benar pulih. Tak disangka, Endaru ternyata begitu tegas dan cepat dalam urusan pembayaran.“Jangan bercanda.” Endaru tersenyum kaku, lalu berkata penuh rasa bersalah, “Aku memang sebelumnya salah karena percaya ucapan Yasmin. Tapi sekarang aku percaya, Pak Jimmy ini jelas bukan penipu!”Meskipun dia tidak paham ilmu pengobatan, penglihatannya tidak bermasalah. Efek pengobatan Jimmy terlihat seketika, tidak mungkin tipu-tipu. Orang selevel ini mana mungkin kabur

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 99

    Melihat Endaru menyetujuinya, barulah Jimmy berbalik dan menghampiri Kimberly yang masih terus meronta sambil menjerit kesakitan.Belum sempat Endaru bereaksi, Jimmy mengayunkan tangan dan menghantam tengkuk Kimberly dengan satu tebasan telapak tangan, membuatnya langsung pingsan.Dalam sekejap, Kimberly berhenti meronta dan kembali tenang."Apa yang kamu lakukan?" Endaru langsung berdiri, menatap Jimmy lekat-lekat."Memangnya kamu mau melihat dia terus menderita?" Jimmy memutar bola mata. "Kalau kamu benar-benar ingin dia nggak kesakitan, cepat suruh orang tangkap seekor ular hidup!""Ular ... ular hidup?" Endaru benar-benar tidak mengerti.Mukhtar tidak memberinya kesempatan untuk bertanya lebih lanjut dan buru-buru berkata, "Pak Endaru, cepat suruh orang lakukan apa yang diperintahkan Pak Jimmy!"Endaru terdiam sejenak, lalu segera menghubungi sebuah nomor. Kurang dari sepuluh menit kemudian, beberapa ekor ular hidup dikirimkan kepadanya. Ada yang berbisa dan tidak berbisa.Jimmy me

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 98

    Menghadapi kondisi mendadak ini, Robin benar-benar panik.Begitu mendengar raungan marah Endaru, Robin semakin kalang kabut, kehilangan arah. Dia bergumam sendiri, "Seharusnya nggak begini! Kenapa bisa jadi begini? Kenapa bisa begini ....""Aku yang bertanya padamu atau kamu yang bertanya padaku?" Endaru bagaikan singa yang sedang murka. Tatapan marahnya seolah-olah hendak menelan Robin hidup-hidup.Bagaimana mungkin Robin tidak tahu besarnya pengaruh Endaru? Melihat Endaru begitu murka, dia langsung berkeringat dingin, ketakutan sampai tidak berani mengucapkan sepatah kata pun."Pak Endaru, sekarang bukan waktunya marah." Mukhtar menghela napas dan menggeleng, "Masalahnya sudah sampai sejauh ini. Masa kamu masih belum bisa melihat dengan jelas Pak Jimmy ini penipu atau bukan?""Jimmy ...." Endaru sedikit tertegun, lalu menoleh ke arah Jimmy di sampingnya.Jimmy tadi mengatakan bahwa cara pengobatan Robin akan memperparah kondisi cucunya dan hasilnya ... benar-benar terjadi!Mungkinkah

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 97

    "Kamu tahu Jarum Api Sembilan Naga?" Robin sedikit mengangkat pandangannya. "Mukhtar, penipu ini tahu soal Jarum Api Sembilan Naga darimu ya? Atau jangan-jangan kalian berdua satu komplotan?"Ucapan Robin ini benar-benar kejam. Hanya dengan satu kalimat itu saja sudah cukup untuk membuat Endaru menaruh kecurigaan pada Mukhtar.Benar saja, setelah mendengar kata-katanya, raut wajah Endaru langsung menunjukkan ekspresi merenung.Namun, Mukhtar sama sekali tidak membantah. Dia justru tersenyum dan berkata, "Aku dan Pak Jimmy memang satu pihak. Demi mendiang guru kami, aku mengingatkanmu satu hal.""Karena Pak Jimmy sudah mengatakan bahwa Jarum Api Sembilan Naga nggak bisa digunakan, sebaiknya kamu jangan mencobanya! Kalau sampai terjadi sesuatu, kamu nggak akan sanggup menanggung akibatnya!"Sebelum pensiun, Endaru adalah kepala Akademi Kader Bataram. Bahkan di tingkat provinsi, cukup banyak pejabat penting yang pernah menjadi muridnya.Endaru sangat menyayangi cucunya ini. Jika pengobata

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 96

    Penipu? Mukhtar menatap Endaru dengan ekspresi bingung. Dia melihat kemampuan Jimmy dengan mata kepala sendiri. Bagaimana mungkin Jimmy adalah penipu?"Jadi kamu memang penipu ya!" Robin menepuk tangan sambil tertawa terbahak-bahak, menatap Mukhtar dengan wajah penuh ejekan. "Mukhtar, penglihatanmu ini benar-benar sama dengan kemampuan medismu. Bertahun-tahun berlalu, tapi tetap saja nggak ada kemajuan!""Kemampuan medismu juga nggak meningkat banyak!" Mukhtar membalas tanpa sungkan, "Kamu membanggakan diri sebagai ahli medis hebat, tapi bukankah kamu juga tak berdaya menghadapi penyakit Kimberly?"Melihat kedua dokter itu saling menyerang, Jimmy justru semakin penasaran. Jelas terlihat bahwa hubungan kakak dan adik seperguruan ini memang buruk. Hanya saja, Jimmy tidak tahu apa yang sebenarnya membuat hubungan mereka menjadi seperti ini.Dalam situasi seperti sekarang, Jimmy juga tidak pantas bertanya terlalu jauh. Dia hanya menatap Endaru dengan tenang dan berkata, "Kalau yang kamu ma

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 95

    "Terkejut sampai jadi bengong ya?" Saat Jimmy sedang merapikan sedikit demi sedikit serpihan ingatan di dalam kepalanya, tiba-tiba terdengar sebuah suara yang tidak harmonis di telinganya.Ingatan Jimmy langsung terputus oleh suara itu. Dengan kesal, dia menoleh ke arah Robin dan berkata, "Kalau kamu nggak bicara, nggak ada yang mengira kamu bisu!"Mendengar ucapan Jimmy, wajah Robin langsung menggelap. Sebagai tabib ternama dari ibu kota sekaligus ahli pengobatan tradisional, generasi muda mana yang tidak bersikap hormat kepadanya? Namun sekarang, Jimmy justru berani berbicara kepadanya dengan nada seperti itu.Robin mendengus dingin, lalu menatap Mukhtar dengan wajah muram. "Mukhtar, pemuda yang kamu bawa ini sepertinya nggak begitu mengerti sopan santun.""Kak, sepertinya justru kamu yang lebih dulu bersikap nggak sopan, 'kan?" Mukhtar tersenyum tipis dan balik bertanya, "Kalau kamu sedang memeriksa kondisi pasien lalu ada orang yang mengejek, apa kamu masih bisa bersikap baik?"Rob

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status