LOGIN“Goyangan Nyonya mantap betul. Tapi beneran suka anu saya? Enggak jijik sama pelayan bau keringat kayak saya?” Agus, pemuda desa yang baru jadi pelayan di rumah mewah, kaget bukan main saat majikan cantiknya minta jatah ranjang. Rahasia panas itu ternyata baru permulaan, karena permintaan gila sang majikan malah membuat Agus semakin terjebak di antara gempuran gairah nyonya rumah.
View More"Non, kok malah bengong lihatin saya? Aneh, ya?" celetuk Agus yang tertawa. "Namanya juga habis jadi tukang dadakan, Non. Maklum kalau awut-awutan begini."Tawa Agus memecah lamunan liar Dina. Mahasiswi itu mengerjapkan mata."Bisa... anterin aku ke atas enggak, Mas?" tanya Dina.Suaranya sangat pelan, tapi bagi pendengaran Agus, Dina sedang mendesah. Efeknya luar biasa, pasokan darah di bawah perut bergejolak, memicu si rudal berkedut-kedut terus.Karena tidak kedengaran, Agus sengaja mendekatkan telinganya di depan wajah Dina. Sampai mahasiswi ranum itu bisa mencium lebih banyak aroma keringat yang sedap dan memikat dari tubuh polosnya."Apa, Non? Anu... enggak kedengeran jelas suaranya tadi," pancing Agus. Dia malah pura-pura budeg demi keuntungan pribadi."Antar ke kamarnya, Mas," bisik Dina lagi.Otak mesum Agus seketika jadi super liar. Si anak pejabat ini malah minta diantar ke kamarnya? Pikiran Agus langsung melompat ke kasur."Waduh, aku yang salah denger atau gimana nih? Ben
Setelah ketegangan si Danang selesai dan Siska yang merengut semalaman, siang ini kegiatan keseharian berjalan normal seperti biasa.Meski mendadak sultan, Agus sama sekali tidak menolak untuk turun langsung ke lapangan. Ini karena Rosa dan Siska adu otot imbas dari air kamar mandi habis dan mereka rebutan pagi-pagi.Kondisi darurat ini terpaksa memaksa Agus harus membongkar mesin pompa air di halaman belakang rumah."Piye toh, mesin kalau rusak tuh bilang-bilang, jangan sampe bikin para macan betina pada ngamuk," Agus bergumam.Rosa mendadak muncul dari pintu teras belakang sambil mengunyah apel merah. "Gus, udah belum?""Belum, sabar Say... eh, maksudnya Nyaaaah."Agus mendapat pelototan tajam dari Rosa karena ada Inem di dapur sedang masak. Bumil itu buru-buru masuk lagi ke dalam rumah.Tapi Agus asyik cekikikan melihat tingkah gemas kekasih gelapnya itu. Kalau saja tidak ada pekerjaan dia ingin menguntit Rosa, tapi harus puas memandangi bokong bahenol itu dari belakang.Membongka
Keamanan keluarga ini terjamin utuh di bawah kendali penuh pemuda desa tersebut. Di teras depan, suasana mendadak sunyi begitu rombongan Danang enyah. Napas Rosa yang tadi ngos-ngosan kini perlahan mulai teratur setelah ketegangan mereda."Keren banget sih kamu, Gus. Ternyata omongan kamu bener soal rumah ini. Coba aja kalau aku enggak serahin semua ke kamu, aku pasti udah bingung harus apa," ujar Rosa, nadanya lega bercampur kagum.Wanita itu menatap takjub keberanian kekasih gelapnya yang sukses mengusir ancaman besar. Tanpa pertumpahan darah atau babak belur, terpenting aset miliaran aman.Rosa langsung memeluk Agus dengan erat. Bumil semok ini mendadak jadi sangat manja, sengaja juga dia menempel ketat di dada bidang Agus."Nah, kan? Bener apa kata saya. Terbukti sekarang, jadi kamu enggak usah ragu lagi, Rosa!" sahut Agus yang santai menepuk pantat."Kamu... kok enggak panggil aku Nyonya lagi?" Rosa melepas pelukan, lalu menatap pada wajah Agus dengan mata menyipit curiga.Agus s
"Enggak usah banyak omong! Mana buktinya?!" tantang Danang.Pak tua ini jadi terpojok karena kepercayaan diri Agus. Alhasil suaranya jadi nyaring mirip sound horeg.Agus menyengir melihat si tua-tua keladi. Setelah ini, dia sangat yakin si kakek Danang yang encokan ini pasti bakal lari kocar-kacir karena kaget setengah mati.Dua preman berbodi kekar di belakangnya juga jadi diam. Mereka ikut menunggu kejutan apa yang akan dikeluarkan oleh pemuda perkasa ini.Tidak terburu-buru, Agus meraba saku celananya. Selembar kertas putih berharga dikeluarkan dari dalam saku. Memperlihatkan surat perjanjian pengalihan aset tanah dan bangunan yang kini sudah resmi atas nama pribadi Agus.Belum juga menyerahkannya dengan baik-baik, Danang yang kepalang penasaran, tidak kira-kira merampas kertas itu."Palingan suratmu ini palsu! Cuma akal-akalan kamu aja! Orang kayakmu ini bisa apa?" cibir Danang, masih terus menghina karena dia tahu Agus adalah si pelayan di rumah gede ini."Aduh, sembarangan bener












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews