Share

Kebangkitan Sang Jenderal Perang
Kebangkitan Sang Jenderal Perang
Penulis: Cici aremanita

Hidup Kembai

Nau Sang adalah seorang jenderal perang kerajaan Namgala yang sangat dikagumi, banyak peperangan yang sudah dimenangkannya. Nau Sang memiliki adik yang dibesarkannya sejak kecil seorang diri bernama Ran, Nau Sang yang sangat menyayangi adiknya membantu adiknya menjadi kuat dan membuat adiknya menjadi prajurit kesayangannya.

Daaaang daaaang daaaaang.

Jenderal besar Nau sang Sang pemimpin perang berdarah dingin sudah bersiap dengan ribuan pasukan siap mati di belakangnya, hanya tinggal mengangkat bendera lambang kerajaan yang ada di tangannya peperangan antara kerajaan Namgala dengan kerajaan musuh resmi dimulai dan pertumpahan darah akan terjadi, kemenangan akan dibawa olehnya.

Satu tusukan anak panah beracun yang sudah disiapkan khusus tepat mengenai jantungnya dan tembus ke punggung belakang tubuhnya, membuat Jenderal Nau Sang terjatuh dari kuda yang ditungganginya, sebelum menutup matanya Jenderal Nau Sang menatap dengan penuh kebencian pada adiknya yang tega mengarahkan panahnya untuk membunuhnya.

Jenderal Nau Sang masih tidak habis pikir kenapa adiknya melakukan semua itu, apa salahnya sampai membuat adiknya dengan tega mengkhianatinya dan membunuhnya.

"Aku tidak ingin mati seperti ini, aku ingin mati dengan cara terhormat mati di tangan musuh bukan di tangan adik ku sendiri," ucap Jenderal Nau Sang sebelum benar-benar menutup matanya.

***

Siraman air berbau menyengat membangunkan seorang pemuda berusia sembilan belas tahun yang tidak sadarkan diri dari berjam-jam lalu tidak jauh dari kota besar, Nau Sang yang membuka mata terkejut karena semua sudah berubah dan tidak seperti yang seharusnya, dirinya yang mati di tangan adiknya sendiri saat ini berada di tempat lain dan beberapa orang sedang menertawakannya.

"Lihatlah si bodoh itu, akhirnya bangun juga membuat ku kesal saja."

"Hahahaha, kenapa kamu jauh jauh membuang air kotor itu padanya, air kotor itu bahkan lebih bagus dari pada tubuhnya yang tidak berguna itu."

"Hahahaha."

"Aku masih hidup, aku benar-benar masih hidup."

Suara tawa dan teriakan Nau Sang membuat beberapa orang di sampingnya sangat ketakutan, mereka mengira kalau Nau Sang sudah menjadi gila karena terlalu lama tertidur di jalanan.

"Lebih baik kita pergi saja, buat apa kita bersama orang gila di sini."

"Benar, yang ada kita akan ikut menjadi gila juga."

Nau Sang merasa sangat senang ternyata dirinya masih hidup walau sudah di bunuh adiknya, karena terlalu senang Nau Sang tidak merasakan apapun dan tidak menyadari kalau saat ini ada yang berbeda darinya.

Tepat saat berusaha untuk bangun dari tempatnya Nau Sang dibuat terkejut karena kakinya tidak bisa digerakkan, tidak hanya itu Nau Sang juga baru menyadari kalau saat ini tubuhnya dipenuhi luka bahkan bau tubuhnya sangat busuk karena siraman air yang diterimanya.

"Apa yang sebenarnya terjadi padaku?," ucap Nau Sang.

Saat melihat ke genangan air yang ada di sampingnya Nau Sang terdiam mematung, usianya yang seharusnya menginjak empat puluh dua tahun bagaimana bisa berubah kembali menjadi muda, apalagi wajah itu terlihat sangat asing baginya tidak seperti wajahnya yang berkarisma.

Sambil terdiam sejenak Nau Sang mencoba berpikir jernih apa yang sebenarnya terjadi padanya, sebelumnya dirinya mati di tangan adiknya, setelah terbangun dirinya berada di tempat berbeda dengan tubuh berbeda serta wajah yang berbeda.

Setelah menyatukan semua yang dipikirkannya Nau Sang mengambil kesimpulan kalau dirinya saat ini telah bangkit di tubuh seseorang, Nau Sang yang sudah memahami semuanya langsung menganggukkan kepalanya dan perlahan bangkit berdiri.

Arrrrrrrrrrrrrkkkkkkhh.

Nau Sang berteriak menahan sakit yang sangat menjadi-jadi di kepalanya, bersamaan dengan itu ingatan-ingatan pemilik tubuh yang digunakannya saat ini mulai berputaran.

Nama pemilik tubuh sebelumnya sama seperti namanya yaitu Nau Sang, pemuda berusia 19 tahun yang dianggap sampah tidak berguna oleh orang sekitarnya, tidak memiliki orangtua dan saudara hidup Sebatang Kara dan selalu diperlakukan tidak adil semua orang yang ditemuinya termasuk orang orang yang tadi menertawakannya, selain ingatan itu Nau Sang juga merasakan ingatan lain walau hanya samar.

Mengingat itu Nau Sang hanya menggelengkan kepalanya, betapa malangnya pemilik tubuh sebelumnya, tapi semalang malangnya pemilik tubuh sebelumnya tentu lebih malang lagi dirinya.

"Haaaaaaah, baiklah, karena saat ini aku menggunakan tubuhmu aku akan membalaskan dendam dendam mu, kamu tenanglah di sana," ucap Nau Sang sambil berusaha kembali bangkit berdiri.

Nau Sang memperhatikan sekelilingnya, tak jauh darinya saat ini Nau Sang sangat tahu satu jalan menuju wilayah Osaka, dan wilayah Osaka adalah wilayah ras Demon.

Seketika Nau Sang mengerti kenapa pemilik tubuh sebelumnya terjatuh di tengah tengah jalan, Nau Sang tahu kalau pemilik tubuh sebelumnya ingin ke wilayah Osaka, walau Nau Sang tidak tahu kenapa pemilik tubuh itu ingin ke sana.

"Ahhhhh, sebagai rasa terima kasih ku karena aku menggunakan tubuh mu aku akan mengabulkan keinginan terakhir mu, aku akan pergi ke sana menggantikan mu," ucap Nau Sang.

Dengan langkah pelan dan terseok menahan sakit Nau Sang berjalan menuju gerbang yang hanya berbentuk dua pohon besar, setelah melewati gerbang masuk wilayah Osaka Nau Sang mulai memperhatikan sekelilingnya.

Tidak berbeda jauh dengan wilayah manusia, semua Demon yang ada di wilayah Osaka melakukan aktivitasnya seperti biasa, tepat setelah melihat dirinya semua Demon terdiam sejenak dan langsung menundukkan kepala, semua Demon bahkan tidak ada yang berani menatapnya terang terangan.

Nau Sang masih tidak habis pikir kenapa semua Demon menundukkan kepala padanya, walau merasa heran Nau Sang mencoba tidak banyak berpikir, Nau Sang kembali melanjutkan langkahnya melewati para Demon yang masih menundukkan kepala.

"Sebenarnya mereka semua kenapa," gumam Nau Sang sambil terus berjalan.

Baaaaag, baaaaag, baaaaag.

Suara yang terdengar dari kejauhan membuat Nau Sang seketika menghentikan langkahnya. Nau Sang menatap seseorang menunggangi Serigala besar yang sudah bermutasi mengerikan mengarah padanya, dari penampilannya Nau Sang bisa melihat kalau yang datang bukanlah sembarang Demon.

"Kakak ku akhirnya kamu pulang."

Nau Sang menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri mencoba mencari siapa yang dimaksud Raja Demon di depannya, setelah mencari dan tidak menemukan seseorang selain dirinya Nau Sang terdiam menatap Raja Demon.

"Kamu bicara padaku?" Tanya Nau Sang.

Raja Demon bergegas turun dari tunggangannya dan berjalan ke arah Nau Sang, tanpa Nau Sang duga Raja Demon yang sangat menyeramkan itu langsung memeluknya.

"Apa kita saling mengenal?" Tanya Nau Sang lagi.

"Kamu sudah melupakanku? Apa jiwa mu sudah dicuci oleh mereka? Kamu adalah Raja Demon yang sebenarnya," Raja Demon melepaskan pelukannya dari Nau Sang yang masih terdiam.

Nau Sang benar-benar tidak mengerti maksud Raja Demon, mereka siapa yang dimaksud olehnya? dan tidak mungkin dirinya adalah Raja Demon yang asli sedangkan Raja Demon sesungguhnya ada di depannya.

Melihat Nau Sang yang hanya terdiam Raja Demon menggelengkan kepalanya, Raja Demon mengira Nau Sang yang ada di depannya saat ini sudah dicuci oleh mereka, karena sudah dicuci Nau Sang bahkan tidak mengingat siapa dirinya yang sudah jelas adalah Kakaknya, dirinya menggantikan Nau Sang karena Nau Sang harus di hukum oleh Dewa.

"Kamu ikutlah denganku, melihatmu yang seperti ini aku benar-benar tidak tega. Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Tubuhmu yang dipenuhi luka seperti ini malah membuatmu bukan seperti Raja Demon," ucap Raja Demon sambil menaiki tunggangannya.

Raja Demom tanpa menunggu jawaban Nau Sang langsung memindahkannya ke tunggangannya, Raja Demon meminta tunggangannya berjalan kembali pulang tidak peduli Nau Sang yang terdiam kebingungan.

Dari apa yang dikatakan Raja Demon Nau Sang hanya mengerti satu hal, jiwa pemilik tubuh sebelumnya adalah Kakak Raja Demon yang sekarang. Tapi Nau Sang tidak mengerti satu hal lainnya, jika pemilik tubuh sebelumnya adalah Raja Demon lalu kenapa dia sangat lemah, sampai-sampai membuat banyak orang menindas nya dan nasibnya begitu sangat buruk.

Nau Sang masih diam melihat tunggangan Raja Demon yang berhenti, sama seperti sebelumnya Raja Demon tanpa mengatakan apapun langsung membawanya turun.

"Ikutlah denganku, kamu yang sekarang ini sama sekali tidak seperti Raja Demon," ucap Raja Demon sambil berjalan pergi.

Nau Sang bergegas mengikuti Raja Demon yang berjalan memasuki kediamannya, tulang-tulang dan tanduk hewan spiritual memenuhi setiap dinding kediamannya.

Nau Sang yang sebelumnya Jenderal perang sama sekali tidak terkejut melihat tulang-tulang dan tanduk di sepanjang dinding, sebagai Jenderal perang dirinya juga sering berburu, tulang-tulang dan tanduk sudah sering dilihatnya bahkan dirinya sendiri yang melepasnya dari dagingnya.

"Tubuhmu yang sangat lemah itu bisa menjadi aib buatku, aku akan membantumu menjadi kuat kembali seperti seharusnya," ucap Raja Demon.

Nau Sang yang masih tidak menjawab hanya mengikuti ke mana Raja Demon pergi, Nau Sang juga tidak memberitahu jika sebenarnya dirinya bukan Raja Demon yang asli, karena jika memberitahunya Nau Sang yakin Raja Demon yang sekarang juga tidak akan mempercayainya.

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status