Share

Bab 96

Author: Lilis
last update Last Updated: 2025-10-05 00:33:02

Malam itu, udara di Paviliun Angin Lembut terasa berbeda—terlalu sunyi untuk disebut damai.

Lin Yue duduk di meja kerjanya, meneliti campuran obat dengan gerakan lembut namun fokus. Di sisi lain, Pangeran Mo bersandar di dinding, menatap istrinya dengan tatapan bosan tapi penuh rasa ingin tahu.

Setelah kejadian di istana beberapa hari lalu, orang-orang yang berani menghina suaminya semakin jarang terdengar. Namun, Lin Yue tahu—ketenangan seperti ini takkan bertahan lama.

“Fhenghuang...” gumamnya pelan, menatap jendela. Burung spiritual itu sudah lama bertapa, tanpa tanda akan bangun. Kenapa kau diam saat bahaya datang? pikirnya.

Tiba-tiba, suara langkah samar memecah keheningan.

“Tap... tap... tap...”

Langkah berat tapi ritmis terdengar dari atap paviliun. Bukan suara prajurit istana. Terlalu halus. Terlalu... terlatih.

Lin Yue dan Pangeran Mo saling berpandangan.

Tanpa bicara, Pangeran Mo memadamkan lentera. Ruangan langsung tenggelam dalam kegelapan.

“Dari arah utara,” bisik Lin Yue
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kebangkitan Sang Putri Terbuang    Bab 347

    Ledakan cahaya itu belum sepenuhnya memudar ketika Lin Yue sudah bergerak. Bukan menerjang membabi buta. Ia melangkah pelan tapi pasti. Satu langkah ringan, nyaris tanpa suara, tubuhnya menyelinap di sela-sela tekanan aura Raja Iblis seperti bayangan yang tahu persis ke mana harus pergi. Pedangnya berputar. Bukan ayunan besar— melainkan tebasan pendek, rapat, efisien. Raja Iblis menyipitkan matanya. Untuk pertama kalinya, ia bergerak. CLANG! Pedang Lin Yue dan pedang raja Iblis bertemu di udara.logam dan logam beradu sehingga mengeluarkan percikan api,mereka mengayunkan pedang mereka dengan sangat cepat bahkan Lin Yue pun harus fokus ke arah mana pedang raja iblis itu berayun. Dua sosok itu berputar. Langkah Lin Yue membentuk lingkaran kecil, kakinya meluncur di atas tanah yang retak. Setiap gerakannya presisi, seolah ia sedang menari. Raja iblis yang awalnya hanya meremehkannya kini ia menatap Lin Yue dengan tajam,setiap gerakannya terlihat anggun. Satu

  • Kebangkitan Sang Putri Terbuang   Bab 346

    Di saat Qingyan berlari mencari nonanya, pandangannya tertuju pada awan gelap yang sangat tebal di wilayah timur. Tempat itu sunyi—tidak ada satu pun iblis berkeliaran. Yang ada hanyalah hamparan bebatuan sejauh mata memandang. Langkah Qingyan melambat. Hatinya berdebar. Apakah nonanya ada di sana…? Tanpa berpikir panjang, Qingyan segera mengubah arah dan berlari menuju tempat itu. Aura ini… sangat menekan, batinnya. Langit menggelap. Bahkan tak ada burung yang berani terbang di sekitar wilayah itu. Nonanya berada dalam bahaya. Ia langsung mempercepat langkahnya, memaksa tubuhnya bergerak lebih cepat—tak peduli napasnya mulai tersengal. Ia tidak boleh terlambat. Sementara itu— Di hadapan Raja Iblis, sosok itu berdiri dengan naga hitam di sampingnya, menatap Lin Yue dengan tajam. “Hahaha! Aku yakin kau saat ini sudah ketakutan!” ucap Raja Iblis, tertawa terbahak-bahak. Lin Yue tersenyum tipis. Tatapannya dingin, menusuk lurus ke arah Raja Iblis. “Aku harus mengakui,” katany

  • Kebangkitan Sang Putri Terbuang   Bab 345

    Udara di sekeliling mendadak membeku, beratnya berlipat ganda, seolah dunia sendiri menahan napas. Aura yang turun dari pusaran itu sama dengan milik Raja Iblis—gelap, dingin, dan absolut. Bukan aura bawahan. Melainkan aura sesuatu yang kuatnya sama namun lebih mengintimidasi. Lalu raungan rendah terdengar,raungan yang sangat rendah. Namun cukup untuk membuat tanah bergetar dan jiwa bergetar. Dari tengah pusaran awan hitam itu, sesuatu muncul. Seekor Naga Hitam. Napas Lin Yue tertahan,tubuh nya bergetar karena aura yang tidak main main,tanganya menggenggam pedang nya dengan erat dan sedikit gemetar jujur harus Lin Yue akui benar benar sekarang ini ia terintimidasi dengan auranya. Itu bukan naga biasa,bukan pula makhluk yang seharusnya masih ada di dunia ini. Naga Hitam—ras yang telah punah ribuan tahun lalu. Tubuhnya teramat besar, memanjang menembus awan. Sisik-sisiknya hitam pekat, bukan hitam biasa—melainkan hitam tanpa dasar, seperti menatap kehampaan. Setiap sis

  • Kebangkitan Sang Putri Terbuang   Bab 344

    Aura iblis itu menekan tanpa ampun. Tubuh Lin Yue bergetar, tulangnya berderak halus, napasnya tersendat seolah udara menolak memasuki paru-parunya. Setiap detik terasa seperti batas terakhir yang bisa ia tahan. Raja Iblis tertawa pelan. Ia menikmati pemandangan itu. Saat keyakinannya mencapai puncak— saat ia yakin kemenangan sudah di tangannya— sesuatu berubah. Pola cahaya yang indah terbentuk di bawah kaki Lin Yue, menyebar cepat seperti ukiran kuno yang hidup. Dalam sekejap, aura di tubuhnya berbalik arah—naik, membumbung, menembus batas yang seharusnya tak bisa dilewati. Langit bergetar. Tekanan ilahi turun seperti selimut cahaya. Lin Yue melayang setengah jengkal dari tanah, auranya berubah jernih namun menakutkan— seperti kehadiran seorang Dewi yang baru saja bangkit. Tingkat Abadi. Satu langkah lagi menuju ranah para Dewa. Kekuatan dahsyat itu menekan sekeliling. Angin muncul entah dari mana, menyapu tanah, batu, dan sisa-sisa energi iblis hingga ber

  • Kebangkitan Sang Putri Terbuang   Bab 343

    Qingyan dan teman-temannya menatap kepergian Lin Yue yang semakin jauh, menerobos ke tengah kerumunan iblis-iblis lapar. Sosok itu perlahan mengecil di kejauhan, namun auranya justru terasa semakin menekan. Pandangan Qingyan bergeser ke arah Yu Yan—yang masih sempat mengibaskan ekornya dengan santai, seolah pertarungan di sekelilingnya hanyalah angin lalu. Qingyan terdiam sejenak. Entah apa yang dipikirkannya. Namun detik berikutnya— matanya berubah. Cahaya dingin menyala di dalamnya, penuh ambisi dan aura membunuh. Tubuhnya bergetar halus, bukan karena takut, melainkan karena menahan gejolak kekuatan yang ingin dilepaskan. Di sekelilingnya, para murid sekte masih bertahan dalam formasi. Kini, tanggung jawab menjaga mereka berada di tangan Qingyan dan Mo Han. Pedang beradu, raungan iblis mengguncang udara. Di tengah kekacauan itu, Qingyan melangkah mendekat ke sisi Mo Han dan memberikan sebuah kode—gerakan kecil, nyaris tak terlihat. “Mungkin… ini sudah waktunya,”

  • Kebangkitan Sang Putri Terbuang   Bab 342

    Dan sesaat kemudian, portal itu menghilang tanpa jejak. Lin Yue menatap mereka dengan senyum puas. Ia menyapu pandangan ke arah para tetua, lalu ke arah lawan-lawan mereka, sebelum akhirnya menoleh kepada teman-temannya. “Aku tidak tahu sampai mana aku bisa melindungi kalian,” ucap Lin Yue sambil menatap mereka satu per satu. “Tapi akan kuusahakan agar kalian tidak mati.” Pandangan itu kemudian berhenti pada Qingyan. Baru saat itu Lin Yue menyadari keberadaannya. Ia tersenyum hangat, lalu memeluk Qingyan dengan erat. Perlakuan itu begitu tiba-tiba hingga Qingyan terkejut. Lin Yue mengelus rambut panjang Qingyan dengan lembut. Bibirnya terbuka perlahan. “Qingyan… jika aku mati, maka kau adalah harapan mereka. Usahakan kau selamat.” Alis Qingyan berkerut. Ia masih mencerna kata-kata nonanya. “Apa maksudmu, Nona?” tanyanya, seolah tak benar-benar paham. “Dia sudah bangun. Ini di luar rencana kita,” jawab Lin Yue sambil menatap langit yang masih memerah. “Apa maksudmu… suamimu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status