แชร์

Bab 201 ke rumah sakit

ผู้เขียน: Miss Luxy
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-08 21:55:40

Tanpa pikir panjang, Edi langsung membuka pintu kamar Ramli, pria itu terkejut bukan main saat melihat Ayu yang sedang kesakitan karena telah digigit oleh seekor ular. Tubuh gadis kecil itu langsung menggigil sambil memegangi kakinya yang tergigit. Sedangkan ular cobra itu nampak keluar dari jendela.

"Ayu!" Edi segera menghampiri Ayu. Dilihatnya tidak ada siapa-siapa di kamar itu selain Ayu. Entah di mana Ramli juga Bagas.

"Ya Tuhan, Tuan Aland ke mana? Kasihan kamu, Nak!" Tanpa basa-basi lagi, Edi segera menggendong tubuh mungil Ayu untuk segera ia bawa ke rumah sakit. Pria itu panik dan langsung membawa Ayu begitu saja.

Di sisi lain ular itu pergi ke arah halaman depan di mana ada Bagas yang sedang berada di sana. Entah kebetulan atau memang sudah apes. Ular itu juga menggigit kaki Bagas saat ia tak sengaja menginjak ekornya. Bocah itu seketika kaget dan langsung berteriak.

Ramli yang saat itu sudah keluar dari kamar Vina. Tiba-tiba ia mendengar suara teriakan Bagas dari arah lu
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 216 tembakan

    Tuan Andreas yang panik, akhirnya pria itu kelelahan, usianya yang sudah renta membuat fisik pria itu mudah kelelahan. Apalagi ia memiliki riwayat penyakit jantung. Napas pria itu nampak pendek dan sepertinya ia harus membutuhkan banyak oksigen. "Hah, hah, hah!" Akhirnya, Tuan Andreas berhenti dengan menjatuhkan dirinya di atas lantai, jantungnya terasa berdetak sangat kencang dan rasanya makin nyeri. "Aland! Tolong, jangan bunuh aku! Aku tahu kamu datang untuk membunuhku, bukan?" Suara Tuan Andreas melemah, rasa sakit di dadanya sudah membuat pria itu tidak bisa lari lagi. Aland mengangkat wajahnya. Kedua mata pria itu akhirnya menatap tajam wajah pria yang dulu sudah membunuh kedua orang tuanya. Bukan cuma itu saja, Tuan Andreas juga sudah berusaha untuk membunuh dirinya dan juga kedua anaknya. "Bagus lah kalau kamu sudah tahu jika sebentar lagi maut akan menjemputmu! Sepertinya Kamu sudah menyiapkannya, Tuan Andreas. Bersiap untuk bertemu dengan malaikat penghuni kub

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 215 pasca persalinan

    Setelah tahu keberadaan Tuan Andreas, Aland sendiri yang akan mengeksekusi pria itu. Ia dan beberapa asistennya akan terbang ke Paris untuk mencari Tuan Andreas dan tentunya ia akan menuntaskan dendamnya pada pria itu. "Anda yakin ingin membunuhnya sendiri, Tuan?" tanya Romi sebelum mereka berangkat. "Kenapa kamu tanyakan itu? Tentu saja aku sangat yakin! Sudah tidak ada kesempatan lagi untuk pria itu, sudah habis waktunya untuk bermain-main dengan Aland Orlando!" jawab Aland seraya menyiapkan sebuah senjata api yang akan ia gunakan untuk menghabisi nyawa ayah dari Vina itu. "Lalu jika Vina tahu, bagaimana?" tanya Romi lagi. "Dia tidak akan pernah tahu," jawabnya yakin. "Vina tidak akan pernah tahu jika Aland adalah Ramli, selamanya rahasia itu akan tertutup rapat!" imbuhnya. Sementara itu, kini Tuan Andreas sudah bersama putri dan kedua cucunya. Sungguh, pria itu sangat bahagia dan terharu sekali saat kali pertama ia menggendong dua cucu kembar sepasangnya secara bersa

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 214 Nathan dan Nala

    Sungguh, wajah dua anak kembar Vina delapan puluh persen diambil dari gen ayahnya, yakni Ramli alias Aland. Dari bentuk wajah, hidung, mulut, bahkan tipe rambut sangat mirip dengan ayah biologisnya. Berita kelahiran bayi kembar laki-laki dan perempuan itu sangat membahagiakan Tuan Andreas sebagai kakeknya. Pria itu tak berhenti mengucapkan syukur karena akhirnya sang pewaris lahir ke dunia. Di sisi lain, dokter yang memeriksa Aland, nampaknya dokter itu juga tidak melihat ada gejala yang serius pada pria itu. Sama halnya dengan apa yang dikatakan oleh Bu Mar, Aland sehat-sehat saja. "Bagaimana, Dokter? Keponakan saya sakit apa?" tanya Nyonya Ratna. Terlihat, wanita itu sangat khawatir dengan kondisi sang keponakan. "Tuan Aland baik-baik saja, beliau tidak ada gejala penyakit yang serius, mungkin beliau sedang kecapekan sehingga membuat otot-otot di sekitar perut dan pinggang menjadi kram, selebihnya saya tidak melihat ada penyakit tertentu, semuanya aman. Mungkin dengan istirahat

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 213 kehadiran dua bayi kembar

    Aland masih bingung, apa gerangan yang terjadi pada dirinya. Padahal tadi ia masih baik-baik saja tapi kenapa hanya dalam hitungan detik saja, mendadak dirinya merasa perutnya kram dan pinggangnya terasa kaku. "Entahlah, aku juga tidak tahu!" Sonya segera beranjak untuk mengambil minum. Aland masih mengeluh perutnya yang seperti mulas tak teratur tapi bukan ingin buang air. Namun cukup membuat keringat membanjiri wajahnya yang tampan. Bahkan pria itu sampai mengerang kesakitan karena rasanya lebih sakit dan semakin intens. "Diminum dulu Tuan!" Sonya sudah membawa segelas air putih untuk Aland. Namun, pria itu justru menepis tangan Solnya sehingga membuat gelas yang dibawanya jatuh, tumpah dan pecah. "Aku tidak mau minum! Aaarrrggghh, sakit sekali!" Sepertinya Aland sangat tersiksa, pria itu bahkan tak mampu membawa tubuhnya sendiri. "Tuan, ya ampun! Ini gimana dong!" Sonya panik, gadis itu segera meminta pertolongan dan mengadu pada Nyonya Ratna. Kebetulan sekali Nyonya Ra

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 212 berjuang di kamar operasi

    Sonya tercengang, gadis itu tidak menyangka jika Aland mengenal saudara ayahnya yang merupakan ayah dari Vina. "Tuan kenal sama Om Andreas?" tanyanya heran. "Jika aku tidak mengenalnya, mana mungkin aku menyuruhmu ke sini!" sahut Aland. "Memangnya apa hubungan Anda dengan Om Andreas?" Sejenak Aland terdiam, gadis ini masih terlalu muda untuk mengetahui alasan kenapa dirinya membenci pria itu. Lalu ia mengambil laptopnya dan menyodorkannya kepada Sonya. "Tidak usah banyak tanya, aku tahu kamu pasti bisa membantuku. Cari keberadaan pria itu sekarang juga! Karena selama ini anak buahku belum ada yang bisa menemukannya. Pria itu sangat pintar menghindariku, jika kamu berhasil, aku akan memberikan lima milyar untukmu, tapi jika kamu tidak bisa, kau tahu sekarang posisi ayahmu di perusahaan sedang terancam, aku bisa menghancurkannya lebih dalam jika sampai kamu gagal, bagaimana?" Sonya bingung, meskipun ia kesal dengan ayahnya, namun ia tidak mungkin tega melihat ayahnya hancur,

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 211 rudal super jumbo

    Sadar jika dirinya terlalu dekat dengan sang majikan, Sonya langsung menjauh sambil membalikkan badan. Gadis itu langsung mengatakan apa yang akan dilakukannya untuk sang majikan. "Ma-maaf, Tuan. Sa-saya datang ke sini sesuai perintah Anda, memangnya apa yang harus saya lakukan?" tanyanya dengan gugup. Aland menyipitkan matanya sambil tersenyum smirk. Lalu pria itu berjalan mengitari sang gadis yang nampak panik. Sungguh, wajahnya sangat mirip dengan mendiang sang istri yang bernama Aminah. Meskipun Aland menikahi Aminah saat dirinya sedang amnesia, tapi wanita itu adalah yang wanita yang hebat baginya. Seorang janda yang sangat menjunjung tinggi Marwah nya sebagai seorang perempuan. Aland yang waktu itu masih menjadi Ramli, sangat menghormati Aminah sebagai istrinya meskipun selisih usia mereka yang cukup jauh. Aland yang berumur 33 tahun, sedangkan Aminah sudah 38 tahun. Kini, setelah dua tahun Kematian sang istri setelah melahirkan putranya, Rendra, Aland bertemu lagi denga

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status