Beranda / Historical / Kehidupan Kedua Sang Pangeran Terbuang / Bab 83. Pengadilan di Hadapan Rakyat

Share

Bab 83. Pengadilan di Hadapan Rakyat

Penulis: Rattyslova
last update Tanggal publikasi: 2026-08-20 17:31:10

Langit ibu kota berubah merah ketika gambaran kehidupan pertama Zhao Chen terpampang di atas kota. Ribuan rakyat berhenti bergerak dan menatap bayangan seorang pangeran yang pernah mereka kenal sebagai pewaris bermasalah. Mereka melihat Zhao Chen bertengkar dengan saudara-saudaranya, mengambil keputusan-keputusan yang salah, dan pada akhirnya berdiri sendirian di hadapan pasukan. Tidak ada satu pun bagian yang disembunyikan. Bahkan saat Zhao Chen jatuh dan kehilangan segalanya, gambaran itu tet
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kehidupan Kedua Sang Pangeran Terbuang   Bab 144. Wajah yang Seharusnya Tidak Ada

    Malam di wilayah utara terasa lebih dingin daripada biasanya.Bukan karena musim.Bukan pula karena angin yang turun dari pegunungan.Orang-orang di tiga kota itu hanya mengatakan bahwa sejak pintu hitam muncul, mereka merasa seolah-olah ada sesuatu yang sedang memperhatikan mereka dari balik langit.Tidak seorang pun terluka.Tidak ada bangunan yang runtuh.Namun setiap malam, mimpi yang sama kembali datang.Sebuah pintu hitam.Seorang perempuan berjubah putih.Dan suara lembut yang memanggil nama mereka satu per satu.Yang paling mengerikan bukanlah kemunculan perempuan itu.Melainkan satu hal.Tidak seorang pun pernah mengenalnya.---Zhao Chen berangkat ke utara sebelum matahari terbit.Gu Qingyue ikut bersamanya.Zhao Mingyuan ingin turut serta, tetapi Zhao Chen memintanya tetap berada di ibu kota untuk mengawasi keadaan Kaisa

  • Kehidupan Kedua Sang Pangeran Terbuang   Bab 143. Ketika Dunia Mulai Memilih

    Seluruh dunia menjawab.Bukan dengan suara yang berasal dari satu tempat, melainkan ribuan suara yang muncul bersamaan dari balik 1.028 pintu. Ada yang tertawa, ada yang menangis, ada yang memanggil nama seseorang, dan ada pula yang hanya terdengar seperti tarikan napas pertama setelah tidur panjang.Zhao Chen berdiri di tengah aula dengan telapak tangan masih menghadap ke atas.Simbol putih itu telah menghilang.Namun kehangatan yang ditinggalkannya belum pergi.Untuk beberapa saat, ia hanya mendengarkan.Dahulu, ketika ribuan kehidupan berada di hadapannya, ia selalu merasa harus melakukan sesuatu. Membuka jalan. Menghentikan kehancuran. Menghapus ingatan. Mengulang dunia. Menyelamatkan seseorang sebelum terlambat.Sekarang tidak.Ia hanya mendengar.Dan untuk pertama kalinya, suara-suara itu tidak terdengar seperti permintaan untuk diselamatkan.Mereka terdengar seperti kehidupan yang baru saja menemukan suara mereka sendiri.---“Chen.”Gu Qingyue berdiri di sampingnya.“Ya?”“Apa

  • Kehidupan Kedua Sang Pangeran Terbuang   Bab 142. Kehidupan yang Tidak Pernah Mati

    Kalimat itu tidak segera menghilang.KEHIDUPAN KE-0 TELAH TERBANGUN.Cahaya putih yang membentuk huruf-huruf tersebut berdenyut perlahan di lantai aula, seperti detak jantung yang berasal dari sesuatu yang sangat jauh.Zhao Chen berdiri tanpa bergerak.Untuk beberapa saat, ia bahkan lupa bernapas.Kehidupan ke-0.Istilah itu seharusnya tidak ada.Selama ini ia mengetahui 127 kehidupan sebelumnya. Kehidupan ke-128 adalah kehidupan yang berbeda karena tidak lagi menjadi pengulangan. Namun tidak pernah ada kehidupan sebelum kehidupan pertama.Setidaknya, itulah yang selama ini dipercayainya.“Ayah.”Zhao Chen menoleh kepada Zhao Mingyuan.“Yang dikatakan Lianhua tentang jiwaku… apa maksudnya?”Zhao Mingyuan tidak langsung menjawab.Wajah pria itu terlihat lebih tua daripada beberapa saat sebelumnya.Akhirnya ia berkata, “Aku tidak mengetahui semuanya.”

  • Kehidupan Kedua Sang Pangeran Terbuang   Bab 141. Kembalinya sang Kaisar

    Lonceng kekaisaran masih menggema ketika Zhao Chen tiba di halaman utama.Para penjaga telah berlutut. Para pelayan berbaris di sepanjang jalan batu. Bahkan para pejabat yang kebetulan berada di kediaman luar istana tampak menundukkan kepala dengan wajah tegang.Di ujung halaman, kereta kekaisaran berhenti.Pintu kereta terbuka.Seorang pria turun dengan jubah naga hitam keemasan.Wajah itu tidak mungkin salah.Zhao Tianlong.Kaisar yang selama beberapa waktu terakhir tidak diketahui keberadaannya kini berdiri di hadapan seluruh istana seolah tidak pernah pergi.Namun Zhao Chen tidak berlutut.Bukan karena ia menolak menghormati ayahnya.Ia hanya sedang memperhatikan mata pria itu.Mata seorang manusia memiliki sesuatu yang tidak bisa ditiru oleh sistem mana pun.Keraguan.Kelelahan.Kemarahan.Kasih sayang.Atau sekadar kebingunga

  • Kehidupan Kedua Sang Pangeran Terbuang   Bab 140. Kehidupan yang Benar-Benar Dimulai

    Tidak ada suara ketika pintu hitam itu tertutup.Tidak ada gemuruh, tidak ada cahaya yang meledak, bahkan tidak ada tanda bahwa dunia yang baru saja mereka tinggalkan pernah ada. Zhao Chen hanya berdiri di tempat yang sama dengan tangannya masih terulur, seolah-olah beberapa detik yang lalu Lianhua masih berada di hadapannya.Namun, ketika ia menurunkan tangan, sesuatu terasa berbeda.Untuk pertama kalinya setelah seratus dua puluh tujuh kehidupan, ia tidak merasakan dunia sedang menunggunya untuk mengulang sesuatu.Ia hanya mendengar angin.Angin yang benar-benar biasa.Daun-daun di halaman bergerak perlahan. Suara burung terdengar dari balik pepohonan. Bahkan aroma tanah basah yang masuk melalui jendela terasa begitu sederhana sampai Zhao Chen hampir tidak mampu mempercayainya.Ia mengangkat wajah.Atap kediaman Pangeran Ketujuh berada tepat di hadapannya.Mereka telah kembali.---Zhao Mingyuan berdiri beberapa langkah di belakangnya. Pria itu tidak segera berbicara. Tatapannya men

  • Kehidupan Kedua Sang Pangeran Terbuang   Bab 139. Lianhua yang Tidak Pernah Menjadi Manusia

    Dunia runtuh tanpa suara.Tidak ada ledakan. Tidak ada gempa. Hanya retakan-retakan hitam yang menjalar di langit, lalu turun ke tanah seperti tinta yang tumpah di atas kaca. Rumah-rumah di kejauhan mulai menghilang satu demi satu, tetapi orang-orang yang tinggal di dalamnya tidak berteriak.Mereka justru berhenti bergerak.Seolah dunia itu sedang kembali menjadi ingatan.Zhao Chen menarik Gu Qingyue mendekat. “Jangan lepaskan tanganku.”“Aku tidak akan,” jawab Gu Qingyue.Di belakang mereka, Zhao Mingyuan dan Wei Han berusaha menjaga orang-orang kota menjauh dari retakan. Namun setiap kali seseorang berlari, tubuhnya berubah menjadi cahaya dan kembali ke tempat semula.“Tempat ini sedang dihapus,” kata Zhao Mingyuan.Lianhua menatap langit dengan wajah pucat.“Bukan dihapus.”Ia menggenggam tangannya sendiri.“Ditarik kembali.”---Mata raksasa di langit terbuka lebih lebar.Suara Lianhua kembali terdengar.“Kau selalu melakukan kesalahan yang sama, Chen.”Zhao Chen menatap ke atas.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status