Share

236. Selalu diremehkan!

Penulis: Al_Fazza
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-18 22:50:55

"Saudara, apa kau memiliki beberapa kenalan yang bisa melindunginya dalam beberapa tahun?"

"Sudah tak ada... Tapi kamu tenang saja, mulai hari ini... Kita akan melakukan pelatihan tertutup secara ekstrim... Dan aku, akan mengajarkan tujuh pemahaman, dari tahap Dewa Abadi ke semua orang dikota ini.. Setelah kekuatan kita cukup, kita akan bergerak, karena bagaimanapun... Saudara Chen pasti singgah di domain pedang."

Shang Guan mengangguk pelan, tapi hatinya masih belum ikhlas.

*

Di Akademi Pedang Daluo. Para petinggi, tetua, dan murid akademi mulai menjaga jarak. Taruhan, aturan pertarungan telah ditetapkan. Kini hanya nafas yang tertahan yang tersisa.

"Apa kita akan bertindak untuk melanggar aturan?"

Mereka saling pandang, namun dengan inisiatif tidak ingin membuat Dewa Pedang marah, mereka mulai memberi pesan.

Hingga, semua mata tertuju kearah dua pemuda yang saling berhadapan.

"Ingatlah, gunakan jurus yang paling kau banggakan, bahkan menjadi jurus andalanmu... Karena setiap serangan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Alas Roban
up lagi thor... tetap semangat...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Kelahiran Penguasa Benua Tak Tertandingi!   243. Melawan Yule!

    "Menantang?"Para murid mulai menganggukan kepalanya. Sorot wajah keserakahan terlihat. Pasalnya, mereka sudah memikirkan sebuah rencana jebakan untuk Yao Chen."Benar, kau bisa memilih lawan yang kau inginkan... Ingat harus sesama murid, tapi kau harus bertaruh dengan kami..."Yao Chen menyeringai dingin, cukup membuat ekspresi para murid kebingungan. "Apa yang kau remehkan?""Katakan saja taruhannya...""Jika salah satu diantara kami keluar menjadi pemenang... Maka kau harus menyerahkan kunci kediaman putra pedang tujuh surgawi."Menganggukan kepalanya singkat. Yao Chen langsung meminta persetujuan semua murid, tetua untuk menjadi saksi."Bagaimana jika aku menang?""Kau bisa meminta apapun dari kami...""Baik aku setuju..."Semua murid, tetua yang mendengar keberanian itu sempat terdiam. Suasana berubah menjadi hening, tapi langsung pecah oleh pilihan dari Yao Chen."Aku menantang pemuda yang ada dipojok sana?!"Semua pandnagan tertuju kearah sudut jam 9. Disana pemuda yang berwaj

  • Kelahiran Penguasa Benua Tak Tertandingi!   242. Mencoba membuat masalah 1.

    Didalam informasi yang baru ia dapatkan. Nona muda yang pria bercadar itu sampaikan ternyata memiliki masalalu yang lebih kelam.Dia sebenarnya jiwa yang sudah mati, tapi dibangkitkan oleh seseorang pria misterius. Ditakdirkan untuk tidak berkultivasi, saat melihat gadis itu memiliki tekad yang kuat. Pria misterius menggunakan kejeniusannya.Membentuk jalan kultivasi baru, menyerap bola kultivasi lawan, hingga, para jiwa jiwa sampai ketahap Dewa Tinggi. Pada saat pemahamannya, pria misterius itu memberikan sebuah jalan yang bernama Dao penentang takdir."Tapi kenapa kitab penentang langit tidak menyimpan teknik itu?" merasa heran, tiba tiba informasi baru bermunculan.Kitab Penentang Langit, memang memiliki jutaan teknik yang berbeda. Kuat, tapi bukan bearti selama generasi baru tidak ada yang mampu menciptakan teknik yang baru. Dan kitab Penentang Langit, hanya mencatat teknik kuno di generasi awal lahirnya para Dewa."Sepertinya, aku juga harus memilih jalan Dao ku sendiri.."Menata

  • Kelahiran Penguasa Benua Tak Tertandingi!   243. Sosok misterius

    "Tidak sama sekali, karena tadi aku juga mengusirnya... Memang apa ada masalah?"Yua Yi yang memimpin para tetua dibelakangnya mulai menatap wajah Yao Chen dengan datar."Dia siapa?"Salah satu tetua mulai membisikan suaranya kearah telinga Yua Yi secara pelan. Mendengarnya, reaksi wajah Yua Yi belum berubah. Hingga, ia mengangguk singkat."Katakan yang jujur!"Menarik nafasnya pelan, sembari wajah yang terlihat bosan. Yao Chen menyampingkan tubuhnya, lalu merenggangkan lengan kirinya."Apa maksudmu?""Coba cek sendiri, apakah aku menyembunyikan gadis gila itu atau tidak..."Saat Yua Yi akan memerintahkan beberapa tetua untuk mengecek kedalam kediaman. Yao Chen segera menciptakan formasi pelindung. Gerakan spontan, yang terlihat memprovokasi sontak membuat sorot mata Yua Yi berubah begitu tajam."Apa maksudmu..."Tersenyum tipis, "kau begitu perhitungan pada kultivator selemahku... Sekarang masih berniat aku menyembunyikan orang yang kau cari? Tanpa kompensasi, bahkan kalaupun aku mat

  • Kelahiran Penguasa Benua Tak Tertandingi!   242.

    "Mudah saja, buka pintu keluar dari dunia kecil ini... Lepaskan Ling Shu dan rombongannya, biarkan kami pergi... Maka kau bisa tetap hidup."Ancaman itu membuat semua tetua saling berpandangan. Sekilas mereka menatap kearah istana utama, disana mereka tidak merasakan pergerakan apapun."Petinggi Agung memang benar benar terluka... Situasi saat ini, sepertinya harus mengalah dulu..." senyum tipis Yua Yi terlihat ketika berkata dalam hati.Namun ia segera menganggukan kepalanya."Baik... Mundur... Buka pintu keluar.""Tu-tuan muda...""BUKA?!"Para tetua mengeluarkan sebuah kunci energi, lalu menembakan kearah pintu keluar dari dunia kecil itu. Hingga sesaat setelahnya."Kami sudah membukanya... Lepaskan aku...""Melepaskanmu? Kau kira, kita bisa kau bodohi?""..." Yua Yi semakin kesal, namun ia tidak bisa bergerak lebih."Tarik tetua itu mundur..."Menatap para tetua yang ada dipihaknya. Lima tetua itu segera menjaga jarak. Hingga pandangan mata menatap kearah Ling Shu."Masuklah kedal

  • Kelahiran Penguasa Benua Tak Tertandingi!   243. Yao Chen turun tangan.

    "Kau benar... Kakakmu adalah salah satu dari banyaknya jenius yang harus menjadi tumbal..."Sorot mata Ling Shu semakin dingin, dia hendak bersiap melesat dan mengayunkan pedang esnya. Namun disisi lain, para tetua yang bertugas dipihak tiga petinggi Agung berkumpulan."Yua Yi, kamu harus melaksanakan tugas secepatnya... Kita tidak boleh membuat para murid jenius lain merasa waspada..."Yua Yi mengangguk tenang. "Para sampah itu, kuserahkan pada kalian... Sedangkan, gadis dingin ini serahkan padaku..."BSSSSSSST!Tanpa banyak percakapan, pertempuran dua pihak pecah. Dari dalam ruang, Yao Chen belum terlihat untuk ikut campur. Namun bukan bearti dia angkat tangan. Semua itu dikarenakan kematian kakak dari Ling Shu, memang ada hubungannya dengan kematian tuan besar dari Shang Guan.BOOOOOOOM! BOOOOOM!Disisi lain, tepat para tetua dan Ling Yan berada. Pihak mereka hanya bisa bertahan. Menciptakan formasi pelindung secara bersama. Meski cukup kuat, tapi tetua yang menghajar mereka pemah

  • Kelahiran Penguasa Benua Tak Tertandingi!   242. Sarang konspirasi!

    Melihat Ling Shu mulai bergerak kearah satu istana terbesar. Dan terdapat beberapa tetua yang menjaganya.Ling Shu mulai menatap mereka dengan santai. Seperti tidak ada masalah yang tengah menghantui pikirannya."Ling Shu, apa yang ingin kau lakukan disini?""Tiga guruku tengah terluka parah... Bagaimana bisa aku berdiam diri, tanpa melihat kondisinya?"Kedua tetua penjaga istana besar kediaman Petinggi Agung saling pandang. Tapi mereka langsung menyilangkan pedangnya."Tidak bisa... Meski kau murid resmi mereka, Petinggi Agung tidak ingin diganggu selama masa pemulihannya."Ling Shu menyeringai tipis."Aku muridnya, diantara kalian dan aku, siapa yang dapat dipercaya? Atau jangan jangan, kalian berniat buruk pada petinggi Agung?!"Itu suara tantangan, yang membuat kedua tetua kembali saling pandang. Dan ditempat persembunyian Yao Chen berada."Petinggi Agung, bukankah tiga pria tua tadi yang menyelamatkan Zhe Bai Ga? Terluka parah? Apa serangan jiwaku sangat mematikan?" berkata pada

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status