MasukPunya tangan bersinar seperti senter ribuan watt, senjata bersayap bak bumerang, hingga tujuh (7) pelindung setia yang pintar memanah, memalu, dan menyihir, bukankah itu semua sungguh luar biasa? Tapi bagi Naya, buat apa itu semua jika dia seperti anak yatim piatu yang penuh dengan kesialan. Mungkin, planet aneh itulah biang keladi atas segala yang dihadapinya. Akankah Naya bisa menemukan setidaknya setitik bahagia, layaknya remaja pada umumnya?
Lihat lebih banyakSyukur Mayura bisa menghindari serangan mendadak, walau harus dengan susah payah. Bagian paha belakangnya yang terluka karena serangan Ahool membuatnya bergerak lebih lamban. Karena itulah, salah satu Ahool dengan gesit berhasil menyaingi laju Mayura, kembali menembakkan bongkahan es tajam dan mengenai sayap kanan Mayura. Ia pun terdorong ke kiri, sudah tidak kuat menahan rasa sakit dan meluncur pelan-pelan ke bawah. Naya dan Bima yang pertama kali dalam situasi darurat seperti ini semakin panik, tapi Sunam masih teguh dalam ketenangan meski dengan wajah sengit. “Sedikit lagi, Mayura, sedikit lagi. Kumohon…” Tak berselang lama, ketika masih berada di udara, tahu-tahu mereka seperti habis melewati sebuah lapisan tak kasat mata. Sunam menjadi sumringah dan hanya dia yang menyadarinya, tersenyum lebar sampai membuka mulut, menatap Mayura dengan bangga. Bagaimana pun, Mayura tak kuasa lagi mengepakkan sayapnya, hingga kemudian ia menukik mencari tempat mendarat yang a
Cahaya begitu menyilaukan, Naya sampai menutup matanya dengan tangan, berusaha untuk melindungi dari kebutaan -meski sementara-. Perlahan-lahan cahaya semakin meredup, menyisakan pemandangan yang tak pernah dibayangkan oleh orang-orang bumi seperti Naya dan Bima. Ternyata mereka berada di ruang angkasa yang begitu luas, sedang mereka bisa menapak selayaknya berpijak pada tanah. Setelah kesadaran makin penuh, refleks Naya dan Bima menutup hidungnya, takut jika mereka menghirup udara yang mestinya tidak dihirup manusia normal seperti mereka. Tahu betul bahwa dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam ruang angkasa bukan sembarang tempat, seperti orang-orang yang sudah berhasil tinggal di bulan meski tidak dalam waktu yang lama. Bagaimana mereka mesti mengenakan pakaian khusus dan menyediakan tabung oksigen untuk nafas sehari-hari. “Kalian kenapa?” Sunam memandangi mereka keheranan. Melihat Sunam bisa bernafas dengan normal, Naya berhenti menutup hidungnya dan
“Jadi gitu…” respon Maya sembari memegang dagunya. “Aku sepakat sama temen Kak Sunam. Kayak-kayaknya Patih Janu itu tukang jebak. Dia kelihatan ngotot banget,” tegas Bima. Hutan dipenuhi suara kicauan burung dan desis dedaunan yang bergesekan terkena angin. Naya, Bima, dan Sunam masih duduk di atas rumput dengan santai, mengelilingi bekas tempat tumbuhnya tanaman merambat dari Batu Akik sebagai uji coba. “Semua masih duga-duga, Bim. Yang terpenting sekarang aku harus segera mencari cara untuk menyembuhkan Ratu Sharma, kalau tidak bisa terjadi kekacauan,” timpal Sunam. Naya yang sedari tadi mendengarkan dengan cermat pun melayangkan pertanyaan, “Aku yang masih nggak paham adalah.. Kenapa harus pakai Kapita-ku? Atau ayahku?” Sunam hanya bisa menghela nafas, menggeleng-gelengkan kepala. “Masih banyak misteri, Nay. Ratu Sharma tidak sempat menjelaskan alasannya. Rasanya setahun kemarin aku tak ada kemajuan, kecuali tentang keberadaan Batu Akik. Aku sudah coba mengotak-atik kompas
Hari berikutnya, pagi dengan suasana yang cukup mendung, Naya, Sunam, dan Bima berkumpul di ruangan luas dekat dapur. Sedang Mbak Tini dan adik-adik panti sudah duluan pergi mengungsi ke villa kedua milik bibi Naya, setelah sang bibi memaksa penjaga villa untuk segera kembali dengan sogokan tambahan uang ‘lembur’. Walaupun Naya dan Bima mesti datang ke sekolah untuk class meeting hari terakhir, mereka sudah tak peduli. Lagipula, mereka sudah lagi tak mau jadi babu atau pajangan untuk menarik perhatian orang-orang. “Nggak papa nih ninggalin mereka semua di sana?” kata Bima sembari menengok pemandangan di balik pintu rumah yang terbuka. “Tenang saja, Tasanee tak tahu lokasinya. Lagipula, aku pikir dia tak mau mengambil resiko jika Naya dan ayahnya menggabungkan kekuatan untuk balas dendam,” jelas Sunam santai setelah meneguk es teh di depannya. “Kalau kata Letjen Uda, Kapita-mu sebenarnya sekuat itu. Aku belum bisa membayangkan bagaimana jika kelima Kapita Almiya bergabung bersama Ka
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.