LOGINDidalam informasi yang baru ia dapatkan. Nona muda yang pria bercadar itu sampaikan ternyata memiliki masalalu yang lebih kelam.Dia sebenarnya jiwa yang sudah mati, tapi dibangkitkan oleh seseorang pria misterius. Ditakdirkan untuk tidak berkultivasi, saat melihat gadis itu memiliki tekad yang kuat. Pria misterius menggunakan kejeniusannya.Membentuk jalan kultivasi baru, menyerap bola kultivasi lawan, hingga, para jiwa jiwa sampai ketahap Dewa Tinggi. Pada saat pemahamannya, pria misterius itu memberikan sebuah jalan yang bernama Dao penentang takdir."Tapi kenapa kitab penentang langit tidak menyimpan teknik itu?" merasa heran, tiba tiba informasi baru bermunculan.Kitab Penentang Langit, memang memiliki jutaan teknik yang berbeda. Kuat, tapi bukan bearti selama generasi baru tidak ada yang mampu menciptakan teknik yang baru. Dan kitab Penentang Langit, hanya mencatat teknik kuno di generasi awal lahirnya para Dewa."Sepertinya, aku juga harus memilih jalan Dao ku sendiri.."Menata
"Tidak sama sekali, karena tadi aku juga mengusirnya... Memang apa ada masalah?"Yua Yi yang memimpin para tetua dibelakangnya mulai menatap wajah Yao Chen dengan datar."Dia siapa?"Salah satu tetua mulai membisikan suaranya kearah telinga Yua Yi secara pelan. Mendengarnya, reaksi wajah Yua Yi belum berubah. Hingga, ia mengangguk singkat."Katakan yang jujur!"Menarik nafasnya pelan, sembari wajah yang terlihat bosan. Yao Chen menyampingkan tubuhnya, lalu merenggangkan lengan kirinya."Apa maksudmu?""Coba cek sendiri, apakah aku menyembunyikan gadis gila itu atau tidak..."Saat Yua Yi akan memerintahkan beberapa tetua untuk mengecek kedalam kediaman. Yao Chen segera menciptakan formasi pelindung. Gerakan spontan, yang terlihat memprovokasi sontak membuat sorot mata Yua Yi berubah begitu tajam."Apa maksudmu..."Tersenyum tipis, "kau begitu perhitungan pada kultivator selemahku... Sekarang masih berniat aku menyembunyikan orang yang kau cari? Tanpa kompensasi, bahkan kalaupun aku mat
"Mudah saja, buka pintu keluar dari dunia kecil ini... Lepaskan Ling Shu dan rombongannya, biarkan kami pergi... Maka kau bisa tetap hidup."Ancaman itu membuat semua tetua saling berpandangan. Sekilas mereka menatap kearah istana utama, disana mereka tidak merasakan pergerakan apapun."Petinggi Agung memang benar benar terluka... Situasi saat ini, sepertinya harus mengalah dulu..." senyum tipis Yua Yi terlihat ketika berkata dalam hati.Namun ia segera menganggukan kepalanya."Baik... Mundur... Buka pintu keluar.""Tu-tuan muda...""BUKA?!"Para tetua mengeluarkan sebuah kunci energi, lalu menembakan kearah pintu keluar dari dunia kecil itu. Hingga sesaat setelahnya."Kami sudah membukanya... Lepaskan aku...""Melepaskanmu? Kau kira, kita bisa kau bodohi?""..." Yua Yi semakin kesal, namun ia tidak bisa bergerak lebih."Tarik tetua itu mundur..."Menatap para tetua yang ada dipihaknya. Lima tetua itu segera menjaga jarak. Hingga pandangan mata menatap kearah Ling Shu."Masuklah kedal
"Kau benar... Kakakmu adalah salah satu dari banyaknya jenius yang harus menjadi tumbal..."Sorot mata Ling Shu semakin dingin, dia hendak bersiap melesat dan mengayunkan pedang esnya. Namun disisi lain, para tetua yang bertugas dipihak tiga petinggi Agung berkumpulan."Yua Yi, kamu harus melaksanakan tugas secepatnya... Kita tidak boleh membuat para murid jenius lain merasa waspada..."Yua Yi mengangguk tenang. "Para sampah itu, kuserahkan pada kalian... Sedangkan, gadis dingin ini serahkan padaku..."BSSSSSSST!Tanpa banyak percakapan, pertempuran dua pihak pecah. Dari dalam ruang, Yao Chen belum terlihat untuk ikut campur. Namun bukan bearti dia angkat tangan. Semua itu dikarenakan kematian kakak dari Ling Shu, memang ada hubungannya dengan kematian tuan besar dari Shang Guan.BOOOOOOOM! BOOOOOM!Disisi lain, tepat para tetua dan Ling Yan berada. Pihak mereka hanya bisa bertahan. Menciptakan formasi pelindung secara bersama. Meski cukup kuat, tapi tetua yang menghajar mereka pemah
Melihat Ling Shu mulai bergerak kearah satu istana terbesar. Dan terdapat beberapa tetua yang menjaganya.Ling Shu mulai menatap mereka dengan santai. Seperti tidak ada masalah yang tengah menghantui pikirannya."Ling Shu, apa yang ingin kau lakukan disini?""Tiga guruku tengah terluka parah... Bagaimana bisa aku berdiam diri, tanpa melihat kondisinya?"Kedua tetua penjaga istana besar kediaman Petinggi Agung saling pandang. Tapi mereka langsung menyilangkan pedangnya."Tidak bisa... Meski kau murid resmi mereka, Petinggi Agung tidak ingin diganggu selama masa pemulihannya."Ling Shu menyeringai tipis."Aku muridnya, diantara kalian dan aku, siapa yang dapat dipercaya? Atau jangan jangan, kalian berniat buruk pada petinggi Agung?!"Itu suara tantangan, yang membuat kedua tetua kembali saling pandang. Dan ditempat persembunyian Yao Chen berada."Petinggi Agung, bukankah tiga pria tua tadi yang menyelamatkan Zhe Bai Ga? Terluka parah? Apa serangan jiwaku sangat mematikan?" berkata pada
Ketika sepasang mata mereka bertemu, Ling Shu langsung membuka mulutnya."Kau yang berani mengatakan kakakku telah mati? Bahkan ingin merebut kediaman penuh kehormatan ini?"Yao Chen mengangguk pelan, meski dia tidak tahu kabar tentang kakak Ling Shu. Tapi dari pesan yang ditinggalkan sudah jelas, bahwa sosok yang bernama Ling Shuan mungkin telah mati."Aku hanya mengikuti rumor saja, kenapa begitu marah padaku... Bukankah kau juga tahu, pemilik kunci kediaman, itu diartikan... Ia adalah pemiliknya..."Sorot mata Ling Shu semakin dingin, suasana diseluruh wilayah kediaman putra tujuh pedang surgawi juga ikut membeku."Coba ulangi sekali lagi..."WUUUUUUUSH!Ling Shu berkelebat sangat cepat. Hingga, melihat kecepatan itu. Yao Chen segera menarik pedang baloknya. Ia menahan serangan pedang es yang dilancarkan oleh gadis dingin didepannya.BRAAAAAK! BOOOOOM!Fluktuasi energi yang begitu dahsyat menyebar. Tapi belum cukup untuk meruntuhkan kediaman tersebut.Yao Chen pun harus terpukul mu







