Share

64| Not Her

Penulis: Lefkilavanta
last update Tanggal publikasi: 2026-09-20 13:00:28

BRAK!

Pintu depan rumah dihantam dari luar hingga engsel kayunya terlepas dan terhempas ke lantai!

Darian menerobos masuk bagai badai. Sebelum mata pisau itu sempat menyentuh kulit pipi Luna, tangan kekar Darian meluncur secepat kilat, mencengkeram pergelangan tangan pria bertopeng itu tepat beberapa sentimeter di atas wajah Luna!

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kembalinya Janda Wiratama   70| Melawan Pembuli

    Meja belajarnya telah hancur tak berbentuk. Permukaan kayu meja itu dipenuhi coretan spidol beracun yang sama.Tak hanya itu, sisa makanan busuk dan siraman cairan minuman manis yang lengket disiramkan membanjiri permukaannya, menetes lambat menimpa lantai. Kursi belajarnya telah diseret dan ditarik jauh ke sudut belakang.Di samping puing-puing mejanya, Arumia berdiri anggun bersama gengnya. Cewek populer itu menyilangkan kedua tangannya di dada, menyunggingkan senyuman iblis yang menawan.Luna menatap mejanya yang kotor, lalu mengalihkan pandangannya tepat ke manik mata Arumia. "Kamu yang melakukan ini?"Arumia mengulas senyum tipis, melangkah satu ayunan mendekat. "Kenapa? Kamu keberatan, Luna?""Hapus," tuntut Luna

  • Kembalinya Janda Wiratama   69| Mirror

    Sinar matahari pagi menembus celah-celah dedaunan di sepanjang jalan menuju sekolah, namun tak mampu menghangatkan tubuh Luna yang bergidik dingin. Seragam abu-abunya terasa makin kaku, dan lebam memar di sudut bibirnya masih menorehkan perih. Namun, desakan teror tak kasatmata yang semalam merayap lewat dering telepon tak bernama jauh lebih menakutkan daripada sekadar rasa sakit fisik.Begitu langkah kakinya menapak melewati gerbang besi sekolah, atmosfer di sekitarnya mendadak berubah drastis. Keheningan yang janggal merayap, digantikan oleh bisik-bisik beracun yang terbang di udara.Beberapa siswa menoleh terang-terangan. Siswi-siswi berkerumun di lorong, mata mereka berbinar liar sembari saling menyodorkan layar ponsel yang menyala terang."Lihat, itu dia orangnya ....""Gadis yang kemarin bikin istri orang ngamuk dan ngamuk di kafe?""Katanya dia cewek murahan, sering datang ke rumah pria beristri itu malam-malam.""Pelakor ternyata masih berseragam sekolah. Menjijikkan."Luna m

  • Kembalinya Janda Wiratama   68| Siapa dia?

    Di dalam ruangan manajer yang sempit dan beraroma kertas arsip, Luna berdiri kaku di depan meja kayu.“Dia sudah dua kali datang ke tempat ini hanya untuk mengomel padamu,” kata pria botak itu menatap Luna dengan letih.Dia menarik napas, lalu mengembuskannya kasar. Seolah Luna beban berat baginya. “Kemarin,” ucapnya pelan namun sarat akan tuduhan selanjutnya. “Aku masih memaklumi, mungkin salah paham.”"Pak, saya tidak pernah melakukan apa pun yang dituduhkan oleh wanita itu," ucap Luna pelan, mempertahankan kejujurannya.Manajer itu menatap Luna dengan pandangan serba salah dan letih. "Saya percaya kamu tidak punya niat buruk, Luna.”“Kamu pekerja yang rajin. Tapi, wanit

  • Kembalinya Janda Wiratama   67| Panggung Komedi

    “Aku yakin kamu … Yalinda. Itu kesimpulan yang aku pikirkan setelah ribuan kali merenung.”Kalimat itu menggema di kepala Luna, langkahnya seperti berjalan dia atas kerikil batu yang tajam dengan bertelanjang kaki. Meskipun begitu dia harus tetap melangkah ke kafe tempatnya bekerja paruh waktu. Ia menolak menyerahkan kenyataannya pada paranoid.Di balik meja baristanya, Luna meracik minuman dengan ketelitian presisi–sudah prosesional, begitu kiranya. Ia menyapu meja-meja kayu, melayani pelanggan, dan membawa nampan berisi cangkir-cangkir keramik yang beradu halus. Aroma biji kopi yang dipanggang dan hembusan uap manis berpadu dengan melodi piano yang mengalun pelan dari pengeras suara ceiling. Kafe sedang berada di puncak kesibukan sore; gelak tawa pengunjung, gesekan kursi, dan denting sendok besi memenuhi seluruh sudut ruangan.Luna mengangkat sebuah nampan kayu berisi secangkir iced coffee latte yang meliuk oleh lelehan es batu, berniat membawanya ke meja nomor empat di dekat jen

  • Kembalinya Janda Wiratama   66| Kamu, Yalinda.

    Plak! Tamparan keras mendarat di pipinya.“Kamu bilang aku pembunuh?” ucap Darian sembari mencekik leher Selena, mendorong langkahnya mundur hingga menabrak tembok mini bar di belakangnya.Selena melihat kilatan itu. Mata yang sama, ketika Darian melempar Yalinda melalui balkon apartemen ini.Selena tersentak hebat, kesadarannya mendadak menyambar atas kesalahan fatal dari ucapannya. "Aku... aku tidak bilang begitu! Darian, aku tidak bermaksud—""Kamu tidak perlu mengatakannya secara gamblang, Selena," potong Darian kaku. "Semua sudah terukir jelas di matamu."Selena mulai panik luar biasa. Ia merangkul lengan Darian yang tak terluka dengan jemari gemetar. "Darian! Aku hanya marah! Aku lepa

  • Kembalinya Janda Wiratama   65| Pembunuh Vs Pembunuh

    Di ruang tengah yang remang, Selena duduk menanti di atas sofa kulit. Begitu mendengar derak langkah suaminya, ia langsung bangkit berdiri. Kilat amarah dan rasa cemburu yang membakar terpancar jelas dari manik matanya."Kamu dari mana saja, Darian?!" sergah Selena, suaranya melengking menembus hening malam.Darian tidak membalas sapaan itu dengan kehangatan. Pria itu menghentikan langkahnya, berdiri tegak menjulang dalam balutan aura membunuh yang dingin. Tatapan matanya yang tajam bagai sembilu langsung menghujam tepat pada paras cantik Selena."Kamu yang mengirim orang itu?" tanya Darian, suaranya meluncur rendah namun bergetar oleh amarah murni.Selena membeku kaku di tempatnya berdiri, kilatan terkejut melintasi wajahnya sebelum berganti topeng kepolosannya. "Apa? Apa maksudmu?!""Jangan berpura-pura bodoh di hadapanku, Selena," Darian melangkah maju, memangkas jarak di antara mereka dengan ancaman yang nyata. "Orang bertopeng itu menerobos masuk ke rumah Luna malam ini."“Kamu d

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status