Home / Fantasi / Kembalinya Sang Raja Surgawi / 7 - Blood-Sucking Bat

Share

7 - Blood-Sucking Bat

Author: Vickry
last update Last Updated: 2025-12-23 22:29:02

Ye Han dan Hei Jianyu memasuki gua, yang langsung disambut dengan aura mencekam yang menusuk tulang. Kegelapan yang dimiliki gua ini seakan membuat mata buta. Bahkan kekuatan spiritual keduanya pun sedikit terganggu.

“Sepertinya gua ini memiliki kemampuan yang mengganggu indera spiritual. Ini adalah tempat yang bagus untuk melatih indera spiritualmu, Hei Jianyu,” ucap Ye Han saat menoleh ke arah Hei Jianyu. Dia mengatakan itu karena ini tidak berpengaruh pada indera spiritualnya.

Hei Jianyu mengangguk dan berdiam diri dengan menutup matanya. Dia memfokuskan indera spiritualnya yang tertahan dan menyerangnya dengan kuat. Tidak menunggu waktu lama sebelum indera spiritualnya lepas.

“Aku sudah bisa melihat dengan jelas...” ucap Hei Jianyu ketika dia mulai bisa melihat apa yang ada di depannya. Tapi kemudian dia terdiam ketika melihat ada puluhan ular dan makhluk lainnya yang memenuhi lorong gua.

“Bagus. Sekarang, kita akan menerobos masuk dengan cepat.”

Ye Han tersenyum saat menerjang maju dan mengeluarkan pedangnya. Hei Jianyu mengikutinya di belakang dengan menebaskan pedang yang dialiri energi merah darah. Keduanya membersihkan gua itu dengan cepat.

Keduanya terus masuk ke gua sambil membasmi Spiritual Beast Tingkat 3 yang menghalangi di sepanjang jalan. Mereka merasa sudah melakukan ini selama berjam-jam tapi masih belum melihat ujung gua. Setelah beberapa jam lagi berlalu, barulah mereka sampai di ujung lorong. Itu adalah sebuah gua yang jauh lebih besar dari lorongnya dengan panas yang membuat darah mendidih.

“Hei Jianyu, serang langit-langitnya bersamaan denganku,” ucap Ye Han.

Ye Han menghunuskan pedangnya, begitu juga Hei Jianyu yang mulai mengumpulkan energi merah darah.

Celestial Sword Stream!

First Form: Hundred Stars!

Sesaat setelah Ye Han menebaskan pedangnya, energi putih dengan kekuatan yang luar biasa keluar. Energi itu menebas ke depan dan membentuk seratus bintang putih. Bintang putih itu membawa ketajaman yang bisa memotong apapun dan kekuatan yang bisa menghancurkan apa yang disentuhnya.

Execution Sword Slash!

Di saat yang bersamaan, Hei Jianyu mengirim satu tebasan merah darah. Walaupun hanya satu garis tebasan, itu sebenarnya mengandung niat membunuh yang tebal. Satu tebasan ini saja bisa langsung membunuh beberapa musuh sekaligus.

Dengan cahaya putih dari serangan Ye Han, gua itu menunjukkan wajah aslinya. Ribuan mata merah menyala, kelelawar menggantung di setiap langit-langit, dinding, dan tiang gua. Setiap dari mereka adalah Spiritual Beast Tingkat 3 dengan sekitar 100 di antaranya yang Tingkat 4.

Serangan Ye Han menghancurkan hampir 200 ratus kelelawar. Sedangkan tebasan Hei Jianyu mampu memotong 100 kelelawar di saat bersamaan. Serangan kejutan keduanya sukses besar.

“Mereka adalah Blood Sucking Bat yang suka menghisap darah makhluk apapun sampai membuatnya kering. Jangan sampai tergigit olehnya,” ucap Ye Han sebelum dia maju ke lautan kelelawar dengan mulut menyeringai.

Hei Jianyu menyusul di belakangnya dengan menghunuskan pedangnya. Ini akan menjadi pertarungan besar pertamanya setelah dia membangkitkan kekuatannya. Dia tidak akan mengecewakan Tuan Muda Ye Han.

Setiap tebasan pedang Ye Han dan Hei Jianyu mampu memotong belasan kelelawar sekaligus. Tapi mereka harus berusaha jauh lebih keras bahkan bekerja sama untuk mengalahkan beberapa kelelawar Tingkat 4 yang bersembunyi di antara ratusan kelelawar tingkat 3.

Tring!

Tebasan pedang Hei Jianyu berhasil di tahan oleh Blood Sucking Bat Tingkat 4. Bentuk tubuhnya hanya sedikit lebih besar dari yang Tingkat 3, jadi dia tidak bisa membedakannya di antara ratusan Tingkat 3. Tapi kekuatan yang dimilikinya jelas berbeda karena serangan biasa saja tidak akan mengalahkannya.

Execution Sword Slash!

Hei Jianyu mengaliri energi merah darah ke pedangnya dan kembali menebas kelelawar Tingkat 4 itu. Namun serangan itu masih belum bisa mengalahkannya. Teknik itu hanya bisa sedikit memberikan goresan pada tubuhnya.

Celestial Sword Stream!

Second Form: Crescent Moon Fang!

Ye Han menebaskan pedangnya ke bawah. Gerakannya mengirim tebasan berupa taring putih yang melaju dengan kekuatan luar biasa. Kelelawar yang dilewatinya hancur tanpa sisa. Taring itu kemudian memotong kelelawar Tingkat 4 yang sedang dilawan Hei Jianyu.

“Berpikirlah, Hei Jianyu. Pikirkan cara agar teknikmu itu berguna di situasi ini,” ucap Ye Han. Walaupun dia berbakat dan pasti menemukan caranya, terkadang dia tetap harus didorong.

Hei Jianyu terdiam dan merenungkan kembali teknik yang dia pelajari. Execution Sword adalah teknik pedang yang memfokuskan pada memusnahkan musuh. Setiap pedangnya harus mengandung kematian yang membunuh lawan dengan cepat.

Tapi sekarang, ucapan Ye Han membuat Hei Jianyu menyadari sesuatu. Dia terlalu fokus pada filosofi pedang yang membawa kematian. Dia melupakan kalau dia adalah seorang algojo yang membawa kematian tersebut. Jadi apa yang harus dilakukan dan dimiliki seorang algojo agar dia bisa membawa kematian pada lawannya?

BUMM!

Tiba-tiba, energi merah darah menyembur keluar dari tubuh Hei Jianyu dengan liar. Matanya memerah dan wajahnya menunjukkan ekspresi dingin, seperti tidak memiliki kehidupan. Kekuatannya meningkat dengan cepat, naik sekaligus ke Tahap Akhir Ranah Foundation Establishment.

Saat dia mengangkat pedangnya, puluhan kelelawar Tingkat 3 ditebas dengan mudah pada saat bersamaan. Satu tebasannya sekarang sudah bisa memotong kelelawar Tingkat 4. Hei Jianyu sudah menjelma menjadi sang algojo yang memberikan kematian pada lawan-lawannya.

“Dia benar-benar memodifikasi Execution Sword menjadi pedang yang memberikan kematian instan. Sekarang aku mengerti kenapa Mata Dewa memberinya Execution Sword Manual sebagai jalur awal perkembangannya. Sepertinya dia bukan orang kaku yang taat menuruti sistem.” Ye Han tersenyum puas.

Hei Jianyu memiliki potensi besar untuk membangkitkan Sword Dao of Extinction. Walaupun memiliki jalur yang sedikit sama, Execution Sword Manual tidak memiliki tingkat kecocokan yang cukup untuk terhubung ke Sword Dao of Extinction. Tapi seperti yang Ye Han bilang sebelumnya, perkembangan seseorang tidak sesederhana memiliki sebuah teknik.

Melihatnya sekarang, Hei Jianyu akan terus mengembangkan dan mengubah tekniknya terus menerus sampai akhirnya membangkitkan Sword Dao of Extinction. Saat itu terjadi, Hei Jianyu akan menjadi eksekutor sejati di samping Ye Han yang akan membunuh lawan-lawannya. Perkembangannya sungguh layak untuk dinantikan.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   16 – Persiapan Selesai

    Hari-hari berikutnya dilalui dengan berburu Spiritual Beast, berkultivasi, dan berlatih di kedalaman Hutan Hundred Beasts. Hei Jianyu berburu tanpa henti sembari menyempurnakan Moonless Severence dan menyeimbangkan tingkatan pedang yang baru dia capai. Nie Yao sesekali keluar dari Heavenly Bead untuk mengambil Beast Core yang telah dikumpulkan. Si kembar Huang Zhan dan Huang Yue ikut berburu dengan Hei Jianyu sambil berlatih untuk membangkitkan Primal Wilderness yang telah diberitahu Ye Han.“Primal Wilderness adalah kekuatan khusus yang dimiliki oleh garis darah keturunan Primordial Beast. Tidak semua Spiritual Beast memiliki garis darah keturunan Primordial Beast karena itu merupakan garis darah yang sangat langka dan tipis sampai sulit untuk dibangkitkan. Tapi karena Huang Yue bisa menggunakannya walaupun dalam keadaan tidak sadar, itu artinya kalian memiliki garis darah keturunan Primordial Beast,” ujar Ye Han.“Jadi, bagaimana kami bisa membangkitkannya?” tanya Huang Zhan penasa

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   15 - Huang Zhan dan Huang Yue

    “Moonless Severence. Kematian dingin yang datang tanpa suara dan peringatan dengan niat membunuh besar yang tenggelam dalam kesunyian. Sepertinya kau semakin dekat dengan Sword Path milikmu, Hei Jianyu.” Ye Han tersenyum. Teknik yang digunakan Hei Jianyu adalah kemajuan yang signifikan dalam ilmu pedangnya. “Sword Path... Dulu itu merupakan sebuah kata-kata khayalan belaka. Sekarang setelah kau mengatakannya, aku jadi ingin segera mencapainya,” ucap Hei Jianyu dengan sebuah ambisi baru yang tumbuh dalam dirinya. Sword Path adalah sebuah langkah yang akan dilalui oleh seorang ahli pedang selama hidup mereka. Masing-masing ahli pedang akan melangkah di Sword Path yang berbeda tergantung sifat, atribut, dan pemahaman mereka akan pedang. Berbeda dengan kultivasi yang berfokus pada pengumpulan energi spiritual, Sword Path menuntut pemahaman akan pedang dengan interpretasi yang berbeda bahkan unik. Bagi para ahli pedang, pedang bukan hanya sebuah senjata dingin, tapi sebuah perwujudan

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   14 - Moonless Severence

    Ye Han menerjang ke arah Xue Gu dengan pedang yang telah dilapisi energi putih. Xue Gu masih berjalan dengan sangat santai. Tapi kemudian dia membuka matanya dan sikap waspada.“Jadi akhirnya kau bisa merasakannya?” Ye Han tersenyum. Dia baru saja mengeluarkan kekuatan yang telah dia tekan.Ye Han mengangkat pedang sampai menunjuk ke langit. Saat energi putih besar berkumpul di pedangnya, Ye Han menebaskannya ke bawah. Sebuah cahaya putih raksasa menyembur keluar dan menyerang Xue Gu dengan kekuatan yang besar.“Sial!” Xue Gu mengumpat. Dia sudah terlalu meremehkan lawannya ini. Siapa sangka kalau dia memiliki kekuatan yang bisa setara dengannya saat dia merasakan aura lemahnya beberapa menit yang lalu.Xue Gu melapisi kedua tangannya dengan energi yang paling kuat yang bisa dia keluarkan. Dia menahan serangan cahaya putih itu selama beberapa saat sebelum melemparkan tubuhnya ke belakang. Serangan itu terlalu kuat untuk dia tahan secara langsung. Dia mundur sampai kembali ke posisinya

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   13 - Dua Bocah Half-Beast

    “Apa sebelah sana sudah selesai, Hei Jianyu?” tanya Ye Han begitu dia menebas Spiritual Beast di sekitarnya.“Sudah,” jawab singkat Hei Jianyu.Gelombang pertama ini menghabiskan lebih dari 2 jam pertarungan. Sebagian dari mereka adalah Spiritual Beast Tingkat 5 dan beberapa di antaranya adalah Spiritual Beast Tingkat 4 yang cukup kuat. Sekarang, puluhan Beast Core dan material berharga berkumpul di sekitar mereka, menunggu untuk dipanen.Nie Yao keluar dari Heavenly Bead sesaat setelah pertarungan selesai. Dia secara khusus meminta pada Ye Han dan Hei Jianyu untuk tidak terlalu menghancurkan tubuh Spiritual Beast yang dikalahkan. Beast Core dan material berharga dari tubuh Spiritual Beast adalah katalis utama untuk pil yang baru-baru ini dia ciptakan.“Kalian, kumpulkan semua Beast Core, jantung, dan peras habis darah mereka,” ucap Nie Yao sambil membelah mayat Spiritual Beast dan mengambil jantungnya. Kemudian dia mengambil darah dari hati, limpa, dan vena, lalu memasukkannya ke dal

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   12 - 2 Bulan Persiapan

    “Di-Dimana ini?” Kelima murid Sekte Zenith Sword terbangun dari pingsan dan mendapati diri mereka di tempat yang asing di mata. Mereka merasakan kesakitan yang luar biasa di tubuh mereka. Ingatan tentang kejadian di arena pertarungan Klan Ye muncul dan membuat mereka merinding.BRAKK!Ye Han mendobrak pintu itu. Sepertinya mendobrak pintu akan menjadi kebiasaan buruk Ye Han. Hiik!Kelima murid itu bergidik ngeri dengan kedatangan Ye Han dan menjauh, sementara itu Ye Han mendekat. “Jadi kalian sudah bangun, para pecundang.” Ye Han memberi kelima orang pasiennya senyuman kecil. Dia duduk di depan mereka dengan ekspresi wajahnya yang seketika menjadi dingin. “Kembalilah. Katakan pada teman-temanmu aku akan datang dalam 2 bulan.”“Ba-Baik, Tuan Muda Ye Han.”Kelima murid Sekte Zenith Sword itu bergerak menghindari Ye Han dan pergi keluar. Mereka dengan cepat kembali ke Sekte Zenith Sword dengan membawa ketakutan dan dendam. Mereka memang tidak akan bisa membalaskan dendam pada Ye Han d

  • Kembalinya Sang Raja Surgawi   11 - Tamu dari Sekte Zenith Sword

    “Heh! Kesombonganmu ini hanya akan berarti kalau kau memiliki kekuatan, Tuan Muda Ye. Sayangnya, kau menunjukan kesombonganmu di hadapan kami para murid jenius Sekte Zenith Sword.” Seorang pemuda pendek dengan rambut hijau naik ke arena dan mencemooh Ye Han dengan wajah menghinanya. Di matanya, Ye Han tidak lebih dari orang lemah yang baru saja menerobos ke Ranah Qi Condensation. Dia yang merupakan orang paling lemah dibandingkan empat kakak seniornya saja sudah lebih dari cukup untuk mengalahkannya.“Majulah. Aku, Wen Kuang, akan memberimu pelajaran berharga.” Pemuda itu menghunuskan pedangnya ke arah Ye Han. Tapi kemudian dia menjadi sedikit kesal dengan ekspresi tidak peduli dan meremehkan yang ditunjukkan Ye Han.“Tuan Muda, biarkan aku yang melawannya.” Hei Jianyu memasuki lapangan latihan. Dia langsung datang kemari begitu merasakan orang-orang ini di lapangan latihan.“Ya. Dia memang masih lebih lemah darimu, tapi ini akan menjadi pengalaman yang bagus,” Ye Han mengangguk.“Le

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status