Share

Bab 116

Penulis: Imgnmln
last update Tanggal publikasi: 2024-04-21 19:01:13

Julio juga menggunakan kesempatan ini dan mengeluarkan kunci mobilnya lalu meletakkannya di atas meja, jelas dia melikan itu untuk menunjukkan status dirinya.

“Mungkin mobil ini mobil sewaan, ya?” Nathan berkata sambil mendengus.

Sebenarnya banyak diantara mereka yang juga berpikiran seperti itu, karena jam tangan Julio itu palsu. Maka, Fortuner itu bisa saja mobil sewaan, lagipula untuk menyewa mobil juga tidak mahal.

“Jaga bicaramu, mana mungkin mobil ini mobil sewaan, Kak Julio sudah lama me
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2346

    Nathan segera tersadar dari pikirannya. “Aku tidak apa-apa, mari kita lanjutkan.”Ia tersenyum tipis untuk menenangkan yang lain. Karena sejauh ini tidak ada rasa sakit ataupun perubahan aneh pada tubuhnya, Nathan memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan aura abu-abu itu. Untuk sementara, ia akan membiarkannya tetap berada di dalam tubuh sampai menemukan cara untuk memahami kekuatan tersebut.Nathan kemudian mengajak Mahesa dan yang lainnya melanjutkan perjalanan menuju bagian yang lebih dalam dari lembah. Namun, baru dua langkah mereka berjalan, angin dingin tiba-tiba menerjang dari arah depan.Di tengah hembusan tersebut, sebuah bayangan samar perlahan muncul dan bergerak mendekati mereka.Seluruh rombongan langsung berhenti.Mereka dapat merasakan hawa berbahaya yang terpancar dari sosok tersebut. Tekanan yang dibawanya membuat semua orang memasang kewaspadaan dan bersiap menghadapi apa pun yang mungkin terjadi.Sosok itu semakin dekat hingga wajahnya mulai terlihat jelas.“AAAA—!

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2345

    Mahesa menyadari keadaan itu. “Tuan Nathan, jangan pikirkan kami lagi. Anda pergi saja lebih dahulu!”Ia tahu mereka mungkin masih mampu bertahan untuk beberapa waktu, tetapi tidak mungkin terus melakukannya. Kerangka-kerangka ini seperti tidak dapat dibunuh dengan cara biasa, sehingga semakin lama mereka bertahan, semakin besar kemungkinan seluruh rombongan akhirnya kehabisan tenaga.Nathan menggeleng tegas. “Aku tidak akan meninggalkan kalian.”Begitu kalimat itu jatuh, cahaya keemasan menyala terang dari Pedang Aruna.Nathan mengangkat pedangnya dan mengerahkan seluruh kekuatannya. “Teknik Bilah Naga!”Dalam sekejap, bayangan Nathan berlipat menjadi beberapa sosok. Enam sosok yang benar-benar identik dengannya muncul sekaligus dan langsung mengambil posisi di depan Mahesa serta anggota rombongan lainnya. Keenamnya bergerak serempak, menciptakan pertahanan yang membuat barisan kerangka sulit mendekati mereka dari depan.Pada saat yang sama, Nathan yang asli menerjang ke tengah kawan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2344

    “Aku juga belum tahu.” Nathan tetap memandang lurus ke depan. “Tempat ini terlalu aneh untuk ditebak, jangan lengah dan tetap ikuti aku baik-baik.”Mendengar peringatan itu, semua orang kembali memperketat formasi. Mereka berjalan perlahan di belakang Nathan sambil mengawasi setiap sudut lembah, tetapi sebanyak apa pun mereka berhati-hati, tulang-belulang yang memenuhi tanah tetap tidak mungkin dihindari sepenuhnya.Hampir seluruh permukaan lembah tertutup tulang. Setiap beberapa langkah, telapak kaki mereka pasti menginjak salah satunya.KREK! KRAK! KREK!Suara patahan tulang terdengar berulang kali di tengah kesunyian.Nathan mendadak berhenti. Tatapannya menyapu seluruh lembah, berusaha menemukan sumber suara yang terdengar semakin jelas.Orang-orang di belakangnya ikut berhenti dan saling berpandangan. Mereka pun mulai menyadari bahwa suara tersebut tidak lagi berasal dari satu arah.Suara gemeretak itu justru bergema dari seluruh penjuru lembah.“Tuan Nathan, lihat!” Teriakan Vel

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2343

    Nathan berdiri terpaku sambil memandangi benda tersebut. Kalau gerbang ini memang hanya dapat dibuka menggunakan Kristal Arwah, berarti tempat ini kemungkinan besar memiliki hubungan dengan pemilik Kristal Arwah tersebut.Namun, siapa sebenarnya pemiliknya?Mengapa Kristal Arwah ada di tangannya?Dan apa hubungan orang itu dengan tempat mengerikan ini?Nathan tidak menemukan satu pun jawabannya.“Tuan Nathan, lihat!” Teriakan Mahesa membuyarkan pikirannya.Nathan segera menoleh ke arah gerbang yang telah terbuka. Di baliknya terbentang sebuah lembah luas yang membuat seluruh rombongan seketika terdiam. Tulangan berserakan di hampir setiap sudut tanah.Bukit-bukit di kedua sisi lembah tampak tandus dan mati. Pepohonan yang masih berdiri pun telah mengering, hanya menyisakan batang-batang kayu tanpa kehidupan. Di lereng-lereng pegunungan bahkan terlihat lebih banyak mayat, tulang belulang, serta pecahan senjata yang tertinggal seperti jejak sebuah pembantaian besar.Tempat itu memang ti

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2342

    Mahesa turut memeriksa bagian sisi gerbang. “Tuan Nathan, kalau memang tidak ada susunan sihir, kemungkinan besar ada mekanisme lain yang tersembunyi di dalamnya. Mungkin kita hanya perlu menemukan bagian yang menjadi penguncinya.”Nathan mengangguk pelan.Saat itulah Velisa yang berdiri beberapa langkah di belakang tiba-tiba mengangkat tangan. “Tuan Nathan, coba lihat ke atas!”Semua orang spontan mendongakkan kepala.Di bagian atas gerbang terdapat sebuah cekungan berbentuk Lambang Bintang Lima. Bentuk itu bukan sekadar ukiran dangkal, melainkan dibuat sebagai sebuah alur yang terpahat jelas pada permukaan gerbang yang sebelumnya terlihat begitu polos.Nathan langsung bergerak. Tubuhnya melesat ke udara hingga berhenti tepat di depan alur tersebut. Ia menyentuh permukaannya dengan ujung jari dan merasakan betapa halus serta rapi hasil pahatan itu.“Ini jelas dibuat oleh seseorang.” Nathan mengusap cekungan berbentuk Lambang Bintang Lima tersebut sambil berpikir. “Mungkinkah ini temp

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2341

    Di tengah perjalanan, Mahesa tiba-tiba teringat pada benda yang digunakan Nathan sebelumnya. “Tuan Nathan, apakah benda yang tadi Anda gunakan untuk meracik obat adalah Porselen Alkemis?”Nathan mengangguk singkat. “Benar.”Mahesa tampak semakin penasaran. “Bukankah saya pernah melihat Anda menyerahkan Porselen Alkemis kepada Banyu? Kapan Anda mendapatkannya kembali?”Nathan langsung tertawa kecil. “Porselen Alkemis itu bukan benda biasa. Mana mungkin aku benar-benar meminjamkannya kepada Banyu? Lagi pula, kau tahu sendiri seperti apa sifatnya. Orang seperti dia lebih pandai meminjam daripada mengembalikan. Saat itu, yang kuberikan kepadanya sebenarnya hanya barang tiruan.”Mendengar jawaban tersebut, Mahesa terkekeh kagum. “Benar-benar cerdik, Tuan Nathan. Banyu memang orang yang tidak bisa dipercaya. Keputusan Anda sangat tepat.”Percakapan itu membuat suasana perjalanan sedikit lebih ringan, tetapi kewaspadaan mereka tidak pernah benar-benar turun. Semua orang terus memperhatikan k

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 461

    “Kami melewati danau dengan cara mendayung untuk keluar masuk. Hanya saja, dengar-dengar ada pilar batu di dalam danau ini, dan bisa diinjak untuk melewatinya. Akan tetapi, tidak ada yang tahu dimana letak pilar batu itu kecuali Dominic!” Sasimu berkata dengan ragu. “Dominic, pria ini cukup waspada,

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 468

    “Kalian tidak akan mati, kan?” Nathan melirik dan bertanya kepada Reus dan yang lainnya. Beberapa orang itu menggelengkan kepalanya seperti orang yang linglung, walau mereka terluka tapi tidak fatal. “Baguslah kalau begitu, temani aku melihat-lihat, apakah ada sesuatu yang berharga disini?” Nathan m

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 459

    “Dia?!” Tiga tetua itu seperti bertemu dengan musuh besar, dan aura membunuh tiba-tiba menguar dari dalam tubuh mereka. “Tunggu! Kalian diam, dengarkan penjelasanku dulu!” Sasinmyu bergegas menghalangi tiga orang itu, lalu menjelaskan. “Kak Sasimu, aku tidak mati, Tuan Nathan yang mengeluarkan laba-

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 488

    Pria tua itu berdiri menghadang di depan Nathan. “Harris, apa yang akan kamu lakukan?!” “Tuan Justin, aku hanya ingin berbicara dengan anak ini, untuk apa kamu segugup ini? Seorang kepala Keluarga Alvaro yang terhormat, sekarang menjadi anjing yang akan segera melindungi tuannya?” Wajah Justin men

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status